Sang Penari

Sang Penari
#Alvin kecelakaan#


__ADS_3

Anggita pun kembali berjalan masuk dia tidak peduli dengan lirikan pria tampan tersebut, yang melirik kepergian Anggita, sambil mendengus kan nafas nya.


Pria itu kembali menyesap wine nya kembali lanjut menyesap rokok nya, pria berusia empat puluh tujuh tahun, itu kini terlihat terlihat masih sangat muda dan gagah serta tampan mungkin jika orang yang baru bertemu mereka akan mengira Alvin adalah pria dewasa berusia tiga puluh tahun.


"Terry Anggita Sari,, asal kamu tau sayang aku mungkin pernah berulang kali berganti wanita, entah itu pacar istri atau pun selingkuhan, tapi hanya kamu yang tidak pernah bisa aku lupakan, hanya kamu cintai sejati ku, maafkan aku jika hatimu terus terluka karena aku, aku sungguh sangat mencintai mu"ujar nya lirih, Air mata itu jatuh di sudut mata nya saat ini.


Sementara itu Anggita yang sedari tadi berdiri sambil bersandar di tembok, dia pun menitikkan air mata, dia tau bahwa suaminya begitu mencintai nya sejak dulu, tapi takdir selalu memberikan ujian untuk cinta nya itu.


Anggita pun terduduk di lantai masih bersandar di tembok yang menjadi sekat balkon tersebut.


Hingga udara dingin menyadarkan dirinya, dari alam mimpi yang tidak sengaja dia sambangi saat dirinya tengah bersedih, Anggita pun masuk kedalam kamar nya wanita itu berbaring di samping putri nya yang terlihat bahagia dalam tidur nya Anggita melihat ada cincin berlian yang indah melingkar di jari manis nya, Anggita pun mengulas senyum, mungkin Alexander melamar nya.


"Sayang kamu hutang penjelasan pada Mommy"ujar Anggita lirih.


Anggita pun masuk kedalam selimut tebal itu dan mulai memejamkan mata nya.


Pagi hari nya wanita itu pun bangun lebih dulu dari sang putri dia berjalan masuk ke kamar utama miliknya, yang dihuni oleh Alvin saat ini dia melihat pria itu tertidur pulas di sofa, terlihat gelas bekas dia minum tergeletak di bawah.


Anggita pun meraih gelas itu, dan menyimpan nya di atas meja dia mengambil selimut dari atas ranjang dan menyelimuti Alvin yang sebenarnya sudah terjaga tapi saat Anggita masuk dia pura-pura memejamkan mata.


"Maaf kan aku mas, aku mungkin egois tapi rasa sakit itu selalu muncul disaat aku melihat putri ku tak berdaya"ujar Anggita.


Wanita itu pun berjalan menuju kamar mandi, berniat untuk mandi tanpa mengunci pintu kamar mandi tersebut, dan itu membuat Alvin yang ingin minta maaf dengan caranya pun menyelinap masuk.


Alvin langsung menelan Saliva nya, saat melihat pemandangan indah itu terpampang nyata di hadapan nya di balik ruang shower, wanita yang selama ini menjadi miliknya tengah berdiri sambil menggosok punggung yang mulus bak porselen itu, tanpa mengenakan sehelai benang pun.


Meskipun dinding kaca itu terlihat berembun tapi kulit putih sang istri tidak bisa lagi ia sembunyikan, Anggita pun langsung menggunakan bathrobe yang mengait masih di dalam ruangan tersebut.


Anggita terkejut saat melihat pria tampan itu berada di hadapan nya menghadang langkah nya.


"Sayang, aku mohon jangan marah lagi, aku janji tidak akan pernah mengulang kesalahan ku lagi, sampai akhir hayat ku"ujar Alvin.


"Mas, sebaiknya kamu mandi dulu agar kamu tidak mengigau aku rasa efek alkohol itu, masih ada di sana dan, jangan buat dirimu menyesal karena telah meminta maaf pada ku"ucap Anggita, yang benar-benar kesal Alvin bisa mendiamkan diri nya, sampai hampir satu Minggu lebih.


"Sayang aku sadar, dan aku sangat menyesal karena telah membentak mu saat itu, aku refleks sayang aku tidak ingin kamu terus menerus mengungkit kesalahan ku di masa lalu, karena sampai kapan pun tidak akan pernah ada ujungnya, yang ada kita akan terluka terus menerus"ujar Alvin.


"Heumm, benarkah?" tanya Anggita yang langsung beranjak beranjak pergi.


Tapi Alvin langsung mengikuti dan memeluk wanita itu dari belakang, bahkan sangat erat sangat dekat.


"Aku tau dosa dan kesalahan ku begitu besar hingga sulit untuk termaafkan, tapi aku mohon sayang aku mohon tolong jangan tinggalkan aku, setidaknya maafkan aku untuk yang terakhir kali nya"ucap Alvin tegas.


"Aku sudah memaafkan mu mas, tapi satu hal tolong jangan buat putri ku lemah lagi"ucap Anggita.


"Aku akan berusaha sayang"kata Alvin.


"Mandilah, aku akan membuat sarapan untuk kita semua"ucap Anggita.


"Terimakasih sayang, I Loved you"ujar Alvin.


"Too, mas Alvin"lirih Anggita yang langsung masuk kedalam walk-in closed, dia buru-buru menggunakan pakaian, lalu menyiapkan pakaian kerja untuk Alvin, sementara itu Alvin mandi di bawah guyuran shower, sambil bersenandung dia senang karena Anggita sudah mulai memaafkan nya.

__ADS_1


Hingga dia selesai mandi, kini sudah ada baju ganti seperti sedia kala tersimpan rapi di atas tempat tidur, sementara istrinya sudah pasti dia tengah berkutat dengan peralatan masak.


"Anggita membuat nasi goreng seafood, untuk seluruh keluarga nya, terkecuali si bungsu yang tidak suka makan nasi sejak kasus penculikan tersebut, dia seakan jijik melihat itu, mungkin karena saat dia diculik dan disiksa dia diberikan makan nasi basi.


Dan semua lauk pauk itu basi, saat Agatha terlambat memakan itu semua karena mogok makan, beruntung saat itu tidak ada steak daging sapi dan juga salad, jadi Agatha bisa memilih kedua makanan itu, sebagai pengganjal lapar dan hingga saat ini dia memakan itu dan es krim yang selalu membuat dia bahagia.


"Sayang mommy sudah buat sarapan untuk mu, apa? kamu sudah siap untuk ke sekolah"ujar Anggita.


Terlihat putri nya sudah rapi dengan seragam sekolah nya, Agatha terlihat sangat berbeda, kini rasanya sulit dipercaya putri nya kini tampil cantik dan tidak biasa nya putri nya berdandan jika bukan karena bantuan nya, benarkah ada keajaiban dari cinta yang Alex berikan.


"Mom... kok, bengong sih seperti melihat hantu saja"ujar Agatha senormal mungkin tanpa ada rengekan seperti biasanya.


"Owh ya tuhan benarkah dia putri ku Agatha"ujar Anggita, sambil mengelus dada nya.


"Mom... mommy kenapa? tidak ke sambet kan"ujar Agatha.


"Sayang tolong cubit mommy, apa? mommy sedang bermimpi saat ini, melihat bidadari cantik mommy"ujar Anggita yang masih komat-kamit.


"Oh ya ampun Mommy, ini beneran putri mommy satu-satunya tidak ada lagi yang lain, karena kak Alana, sudah dipecat dari kartu keluarga"ucap nya tegas.


"Ha ha ha.... kamu benar sayang kamu putri mommy yang baru pulang dari bulan"ucap Anggita yang kini mencium putri nya bertubi-tubi di seluruh bagian wajah nya.


"Mom...!


...🌸..............................🌸...


"Mommy sangat bahagia sayang ku semoga kamu sehat selalu"ucap Anggita.


"Mom... aku ingin diantar Daddy ke sekolah, aku kangen Daddy, mommy udah baikan sama Daddy belum sih...."kata Agatha.


"Sayang mommy dan Daddy tidak pernah bertengkar,kami baik-baik saja jadi jangan terlalu banyak pikiran, ini kamu hutang penjelasan sama mommy tentang ini"ujar Anggita.


"Owh cincin ini toh yang buat mommy penasaran, mommy ini itu cincin lamaran dari kak Alex , sebagai ikatan kekasih"ucap nya jujur memang peda dasar nya, putri nya itu tidak suka berbohong atau pun dibohongi.


"Ayo, sarapan nanti kak Alex nya jemput kamu, gimana?"ujar Anggita.


"Mom, kak Alex tadi bilang bahwa dia ada meeting penting pagi hari ini, jadi tidak sempat mengantar ku ke sekolah tapi nanti pulang nya, dijemput oleh dia"jawab Agatha jujur.


"Baiklah Sayang, ayo duduk dan makan lah, stok eskrim habis di freezer, Agatha tidak apa-apa kan?"ujar Anggita dengan sengaja ingin mengujinya.


"Mom, aku bukan anak kecil, meskipun aku membutuhkan nya, tapi mulai saat ini hanya satu kali sehari, setelah pulang sekolah"jawab Agatha.


"Baiklah Sayang ku, kamu memang anak gadis mommy yang paling cantik "ucap Anggita.


"Siapa dulu dong mommy nya"ujar ketiga pria tampan itu berbarengan dengan stelan jas yang benar-benar ketiganya terlihat sangat keren.


"Kalian itu siapa? sih, pagi ini apa? aku belum tidur hey... tolong bangunkan aku, aku harus melihat ketiga pangeran yang ada di hadapanku ini"ujar Anggita yang terus mengucek mata.


"Honey, kamu tidak sedang bermimpi ini kita, aku suamimu dan ini kedua putra kita" ujar Alvin sambil memeluk istrinya, dan ciuman bertubi-tubi mendarat di wajah dan bibir Anggita disaksikan oleh keempat anak nya.


"Disini ada anak dan mantu mommy yang paling keren sendirian juga"ucap Alana, sambil menunjuk suaminya yang kini terlihat sangat tampan dengan porsi nya, masing-masing.

__ADS_1


Anggita pun menyambut putri nya dengan pelukan hangat dan cium pipi kanan dan kiri.


"Tunggu!!!.... ucap Agatha tegas.


Entah kekonyolan apa? yang akan dia buat kali ini, hingga semua orang menunggu sambil deg-degan.


"Kamu menantu dan kakak ipar yang jahat kan sudah mommy pecat dari kartu keluarga, jadi untuk apa? datang kesini"ucap Agatha tegas dan semua orang pun menepuk jidatnya, sambil tertawa terbahak-bahak.


"Heh, apanya yang lucu dulu Mommy bilang dia sudah dipecat jadi untuk apa kau datang kembali?"tanya Agatha sambil melotot tajam, kearah Piter.


"Owh ya ampun mommy dia ingat hari itu juga, begini Agatha, mommy sudah memaafkan ku"ucap Piter.


"Tapi aku tidak kau! selalu mengejek aku "ujar Agatha.


"Sayang, tidak boleh begitu"ujar Alana.


"Tapi kak,kau bela dia"ujar Agatha kesal.


"Bukan membela sayang kak Piter, sudah kakak hukum dengan berlari mengelilingi Mension nya sendiri "kata Alana.


"Heumm ide bagus besok-besok begitu lagi,aku suruh kau mengelilingi GBK, seratus kali"ujar Agatha.


"Ampun tuan putri, gak berani,nanti kalau aku mati muda bagaimana"ujar Piter.


"Ya wasallam"ujar Agatha sambil duduk di kursi depan meja makan.


Sontak semua orang tertawa terbahak-bahak sementara Piter, terlihat kesal.


"Sudah-sudah ayo sarapan"ujar Anggita.


Mereka pun sarapan pagi bersama, Agatha dan Alvin pergi bersama menuju sekolah setelah sarapan, setelah itu Alvin pun pergi ke perusahaan, tapi di tengah perjalanan tiba-tiba, saat sedang di lampu merah datang truk oleng dan menabrak semua kendaraan yang berada di sana termasuk mobil Alvin, jerit orang-orang itu terdengar sangat mengerikan, semua seakan kiamat, mobil Alvin ringsek parah begitu juga kendaraan lain nya,mayat berceceran di jalanan, sementara Alvin, saat ini terjepit badan mobil di bagian kaki dan kepala nya terluka parah polisi yang berada di jalan raya itu segera menerjunkan personilnya,tim medis pun berdatangan menolong orang-orang yang masih hidup atau pun yang sudah tidak ada, dan semua itu langsung diliput oleh wartawan, Alvaro dan Anggita yang masih ada di rumah sontak berteriak, termasuk Anggita saat melihat body mobil suaminya ringsek parah.


"Mas Alvin!!""Anggita jatuh tak sadarkan diri Alvaro pun berteriak memanggil semua orang meminta mereka menghubungi NATO dan Alana saat itu juga semua orang sibuk menyadarkan Anggita setelah menghubungi semua orang, termasuk Agatha, Alexander yang mengetahui bahwa Alvin terdaftar dalam kecelakaan beruntun itu akhirnya dia langsung berlari meninggalkan meeting penting itu, menurut nya tidak masalah mengalami kerugian materi, dari pada melihat kekasihnya itu ikut celaka karena bukan tidak mungkin Agatha akan down.


Sesampainya di depan sekolah dia melihat Agatha menangis histeris didampingi guru dan sahabat nya, Alex segera turun dia berlari menghampiri Agatha dan langsung memeluk nya.


"Daddy kak, Daddy!!"teriak nya.


"Iya sayang yang sabar ya uncle pasti selamat dan kuat"ujar Alex, sambil membawa masuk Agatha kedalam mobil.


Mobil melaju menuju rumah sakit pribadi milik Anggita saat ini, karena atas permintaan Anggita yang sudah sadar, wanita itu akan terjun langsung menangani suaminya yang dikabarkan masih bernafas, setelah berhasil di keluarkan dari dalam mobil yang rusak parah itu.


Sesampainya di rumah sakit tangis Alana dan Agatha juga Irma, semua nya pecah termasuk Anggita yang hampir pingsan saat melihat kondisi suaminya yang kini tengah ditangani rekan kerja Anggita Randi.


"Anggita, segeralah bersiap suamimu harus segera masuk ruang bedah"ujar Randi tanpa embel-embel nyonya atau lainnya , dan saat itu juga Anggita langsung mencoba untuk tegar seakan tak terjadi apa-apa, dia dibantu oleh asisten nya langsung menggunakan seragam khusus untuk menjalankan operasi saat itu juga.


Anggita terus memanggil nama Alvin saat ini sambil melakukan pekerjaan nya, wanita itu tetap fokus pertolongan terhadap pasien yang tak lain adalah suaminya sendiri dan luka yang paling parah dibagikan kaki terutama paha atas yang mengalami patah tulang, Anggita bersama Randi dan Dokter lainnya berjuang selama hampir sepuluh jam, operasi pun berhasil di lakukan, tapi Alvin masih dalam keadaan kritis.


"Yang, aku akan benar-benar memaafkan mu, jika kamu bertahan hidup dan sembuh, kita akan berjuang bersama ingat Agatha sangat membutuhkan kita"ujar Anggita lirih di samping kuping Alvin.


Kini semua tengah menunggu di depan ruangan intensif, Agatha masih berada di dalam dekapan Alex saat ini tangis nya sudah reda Alex bahkan mengompres mata bengkak itu, dengan es batu hingga bengkak nya berkurang begitu juga dengan Alana dan Irma, sementara NATO sesekali masih menitikkan air mata dalam diam dia tidak tidak punya siapa-siapa selain Alvin di dunia ini karena dia bahkan tidak tau siapa ayah kandungnya, bahkan ibu kandung nya sendiri tidak pernah peduli pada nya hingga saat ini.

__ADS_1


__ADS_2