Sang Penari

Sang Penari
#Mulai hidup baru#


__ADS_3

Hari demi hari semua berangsur membaik,aku juga sudah mengobati bekas-bekas luka yang ada di tubuh ku,sisa malam dan hari yang kelam saat berada di dalam jeruji besi, semua sudah mulai membaik Doni juga sudah pulih paca operasi plastik wajah nya kini sudah pulih menjadi pria tampan seperti sebelumnya.


kami bahkan sudah pindah ke sebuah rumah sewa yang sedikit lebih besar karena aku tidak ingin Doni, tidur di sofa lagi, dan kami harus berbagi kamar, kehidupan kami semakin lebih baik lagi, saat Doni mendapatkan tawaran kerja sebagai pegawai pabrik, dan pria itu pun akhirnya memilih untuk bekerja di sana.


Doni, tidak mengeluh meskipun pekerjaan nya tidak semudah yang ia bayangkan Doni harus bekerja menguras keringat setiap hari nya, tapi dia punya semangat, suatu hari nanti dia ingin menikah dengan wanita yang akan menjadi jodoh nya, dan dia ingin punya anak dan istri yang ia nafkahi, dengan uang halal.


aku mendukung Doni, dengan semua cita-cita nya, sementara aku masih bekerja di club tersebut sebagai bartender, sesekali aku juga menari dan saat ini kami sudah jarang bertemu selain di pagi hari aku menyempatkan diri untuk bangun setelah sholat subuh aku menyempatkan diri untuk membuat bekal makan siang sekaligus untuk Doni, beruntung dengan wadah yang tahan panas, hingga Doni tidak perlu repot-repot memanaskan makanan saat makan siang.


"Don... ini sarapan dulu itu bekal makan siang mu hati-hati ya, semoga kerjaan kamu selalu lancar jadi kamu cepat banyak uang dan sukses, setelah itu kamu bisa mencari istri untuk teman hidup mu"ucap ku tulus.


"Terimakasih Ari, sudah ada kamu untuk apa?cari yang lain"ujarnya sambil tersenyum pada ku, aku merasa sangat sedih karena Doni, yang seharusnya menikah setelah lulus kuliah dengan calon istri nya yang selama ini menjadi tunangan nya, harus gagal karena cobaan yang datang secara bertubi-tubi.


semua karena aku.


"Sudah cukup bercanda nya, sebaiknya kamu segera habiskan sarapan nya, aku mau istirahat dulu"ucap ku.


Doni hanya mengangguk dan tersenyum saat melihat ekspresi wajah ku, mungkin dia bisa mengerti bahwa aku sedang merasa bersalah, saat ini.


sementara itu kehidupan orang yang sudah menghancurkan hidup kami entah bagaimana nasibnya saat ini mungkin dia hidup bahagia tanpa gangguan dari ku, aku pun sudah tidak peduli, jika dulu aku hampir jatuh cinta sama dia sejak saat itu hanya ada kebencian di hatiku, aku benci semua tentang pertemuan ku dengan nya.


aku berusaha untuk memejamkan mata karena saat ini bahkan sudah sangat mengantuk tapi aku harus mengurus semua kebutuhan Doni, meskipun pria itu tidak pernah meminta nya.


setelah Doni benar-benar pergi akhirnya aku pun tertidur pulas hingga sore hari,aku bangun saat solat ashar meskipun saat sholat duhur aku bangun sejenak untuk sholat.


saat ini aku tidak tidur lagi karena sudah saatnya aku bersih-bersih rumah setelah itu mandi dan bersiap untuk berangkat bekerja karena tempat kerja ku, jauh dari tempat tinggal ku yang sekarang, bahkan tak jarang aku juga harus mengejar tranportasi menuju tempat tersebut, sore ini sedikit senggang dan tidak terlalu buru-buru rencananya sebelum bekerja aku ingin mencari udara segar di luar.


Aku tiba di sebuah pusat perbelanjaan, dan aku langsung masuk ke dalam aku mencari store pakaian dalam dan juga beberapa tas punggung untuk membawa perlengkapan saat aku bepergian ke tempat kerja atau sekedar berjalan-jalan.


hingga aku menemukan barang yang aku inginkan, aku berjalan menuju rak tempat tas tersebut saat hendak mengambil nya tiba-tiba saja, aku melihat ada tangan lain yang juga hendak mengambil tas tersebut aku menatap kearahnya, betapa kagetnya aku hingga aku langsung berbalik dan pergi, agar dia tidak mencurigai ku aku harap wanita itu sudah melupakan ku.


Saat aku berjalan ke kasir hendak membayar kembali kami dipertemukan tapi tiba-tiba seseorang menyapa ku, dan ternyata dia adalah tetangga lama kami .


"Hi how are you Mrs Adele"ucap nyonya Jhonson.

__ADS_1


Aku langsung menghambur memeluk nya dan mengobrol panjang lebar sambil menunggu antrian, wajah ku mungkin tidak pernah bisa berubah, tapi identitas ku, saat ini sedikit menolong ku, dan warna rambut ku yang sudah seperti wanita bule pada umumnya.


Aku tau sedari tadi ada dua orang yang menatap kearah ku, terutama dari tempat VVIP, yang tembus pandang itu, pria yang sudah lama aku benci kini tengah menatap kearah ku, aku menggunakan kacamata hitam ku dan masker, setelah keluar dari toilet dan langsung bergegas pergi meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.


hingga tiba di sebuah taman, kota karena tempat kerja ku belum waktunya untuk buka akupun memutuskan untuk mencari makanan dulu, sebelum tenaga ku terkuras habis.


"Aku sudah duduk di tempat yang mereka sediakan tempat di posisi paling pojok, aku duduk seorang diri dan teringat dengan Doni ,aku mengirim pesan pada pria itu untuk berhati-hati, karena aku bertemu dengan mereka yang selama ini kita hindari.


hingga saat aku akan memakan makanan yang tadi aku pesan tiba-tiba lagi lagi kedua pasangan suami istri itu, muncul tepat di meja kosong yang ada di hadapanku.


aku menahan semua rasa yang bergejolak agar aku bisa makan dengan tenang dan tidak membuat mereka curiga, tapi ternyata pria itu sedari tadi menatap ku, aku menunduk fokus pada makanan ku, hingga semuanya habis aku pun berjalan dengan cueknya melewati mereka berdua menuju kasir restoran tersebut.


setelah membayar aku langsung pergi menuju tempat dimana akhirnya aku bisa bernafas lega, saat ini aku sudah sampai di tempat kerja dan sudah selesai membereskan barang-barang ku kedalam loker.


hingga akhirnya aku sudah berada di tempat ku bertugas untuk meracik minuman, saat ini aku sudah menggunakan seragam khusus,di tempat kerja bersama rekan kerja ku Jack, pria tampan belateran Kanada itu, yang selama ini selalu membimbing ku, apalagi dia tau bahwa aku tidak menjual diri, dia menggantikan tugas Doni untuk menjaga ku dari pria yang berniat jahat.


"Kau sungguh cantik malam ini"ucap nya sambil tersenyum.


"Kau belum merasakan bagaimana rasanya botol ini rupanya"ucap ku membalas candaan nya.


Aku pun membawa meja troli berisi berbagai macam jenis minuman dan juga gelas diatasnya.


sesampainya di ruangan tersebut yang hanya terlihat remang-remang dengan lampu yang memang khusus di desain untuk ruangan tersebut, karena saat ini sedang ada teman ku yang kini menggantikan aku sementara untuk pekerjaan itu hingga Doni, kembali itu sudah menjadi alasan ku pada bos tapi meskipun begitu aku yang mengajarkan mereka menari di balik panggung.


aku langsung mematung saat melihat pria yang sedari siang ingin aku hindari, tapi sedetik kemudian aku lanjut berjalan berpura-pura tengah kurang sehat setelah aku menggunakan masker ku dan mendekat menawarkan berbagai macam minuman karena bos tidak menyebut bahwa tamu tersebut memesan minuman apa?.


🌸.......................,🌸


Aku masih duduk di hadapan tamu tersebut karena sedari tadi dia tidak bicara sedikit pun, tapi dia tetap menatap ku, aku berusaha berbicara dengan berbagai bahasa, dari berbagai negara yang sudah aku pelajari dari Doni, selama ini.


tapi tidak ada jawaban dari bibirnya saat ini pria itu tetap bungkam hingga istrinya, merasa sangat bosan, dia meminta penari itu berhenti dan dia meraih botol minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi, aku langsung berkata dengan menggunakan bahasa Inggris untuk meminta dia berhati-hati saat meminum alkohol tujuh puluh persen itu.


sementara Marvin, pria yang sedari tadi menatap kearah ku dia membuang pandangannya saat aku bersuara aneh berkat sebuah yang kini terpasang di bibir ku yang bisa menyamarkan suara ku.

__ADS_1


setelah beberapa saat, wanita itu sudah sangat mabuk dan menyerang Marvin, dengan ciuman yang membabi buta, dan akupun pamit pergi bertepatan dengan Jack, yang datang memanggil ku, bahwa ada seseorang yang mencari ku, dan Jack, membawa wanita penghibur untuk melayani Marvin dan istri nya itu agar aku terbebas.


"Thank you Jack "ucap ku sambil menutup pintu tapi baru saja aku menutup pintu tiba-tiba terdengar suara tembakan dari dalam dan bodyguard yang menjaga ruangan tersebut, langsung masuk kedalam dan aku bisa melihat jelas kedua wanita itu tergeletak bersimbah darah, aku melihat tatapan Marvin yang kini tertuju pada ku.


hingga pihak keamanan datang mengamankan situasi untuk sementara tempat itu diamankan dan aku juga Jack hanya dimintai keterangan selebihnya mereka yang mengatur, setelah selesai aku kembali ke bawah tepat di lantai dasar para penggemar ku, sudah berteriak-teriak memanggil nama ku"Adele!... Adele"ucap mereka dan aku langsung naik keatas panggung tidak peduli pria itu melihat ku atau tidak aku menari meliuk-liukkan tubuh ku dengan hentakan irama musik DJ yang benar-benar membuat jiwa ku larut didalam nya, meskipun saat ini aku masih menggunakan seragam bartender ku.


semua yang ada di sana ikut bergoyang bersama ku, aku bahkan bisa lebih energik saat ini meskipun tanpa menyentuh minuman


sudah hampir satu tahun kami tinggal di Kanada, aku dan Doni memutuskan untuk tidak menyentuh minuman keras itu lagi meskipun satu tetes, jika tidak benar-benar terpaksa.


hingga tiba-tiba seseorang menghentikan DJ, yang tengah memainkan musik nya, aku langsung turun melompat dari panggung yang tidak terlalu tinggi dan pergi meninggalkan tempat tersebut menuju loker penyimpanan barang milikku dan segera mengganti baju memakai Hoodie yang sering Jack kenakan dan aku keluar begitu saja, tanpa peduli dengan bayaran ku malam ini, yang aku tau tempat ini sudah tidak aman.


aku pulang tidak kerumah melainkan menuju rumah lama aku sengaja ingin mengecoh orang yang telah mengikuti ku secara diam-diam, tapi setelah memastikan mereka tidak ada lagi aku pamit pada nyonya Jhonson, dan sangat berterimakasih untuk bantuan nya, aku memesan taksi online untuk pulang ke rumah dimana Doni , sudah menunggu ku.


aku tiba di rumah tepat pukul satu dini hari, dan langsung masuk ke dalam rumah, setelah aku memastikan bahwa semua aman.


Doni langsung membuka pintu saat aku mengetuk pintu terlebih dahulu, dan pria itu langsung memeluk ku, sambil bertanya "Apa? kau tidak terluka Ari, aku takut sekali kamu kenapa-napa"ucap nya.


aku masih mematung saat melihat sahabat ku, begitu sangat mengkhawatirkan ku, beberapa detik kemudian aku langsung mengajak Doni menuju kamar di lantai atas untuk membahas sesuatu, kami bahkan langsung mempersiapkan semua barang penting milik kami untuk bersiap jika suatu saat itu diperlukan, atau kami benar-benar harus pergi dari Kota tersebut.


"Doni, kita tidak mungkin bisa menghadapi mereka dan jalan satu-satunya adalah kita harus segera kabur, mereka bersenjata dan kita tidak punya apa-apa bahkan siapa-siapa"ucap ku sambil meneteskan air mata, karena sudah tidak bisa lagi membendung rasa sakit dan rasa takut ku.


"Kita pergi ke mana Ari, hampir seluruh negara sering mereka kunjungi yang harus kita lakukan saat ini hanya waspada, sebaiknya untuk sementara kita harus berdiam diri di rumah, hingga suasana aman"ucap Doni.


"Tidak Doni, setelah kupikir-pikir, yang sebenarnya mereka musuhi itu adalah aku, jadi kamu hanya diserang saat mereka ingin memberikan ku sebuah peringatan, dan itu artinya kamu aman, dan jika benar begitu biar aku saja yang pergi"ucap ku sambil menatap kearah Doni.


Doni menggeleng, lalu berkata pada ku dengan sangat yakin.


"Aku tidak akan pernah membiarkan mu hidup sendirian di dunia yang penuh kekejaman ini, sekalipun aku harus mati aku lebih baik mati saat melindungi mu, daripada aku harus membiarkan mu hidup sendirian"ucap Doni, dan aku langsung memeluk pria yang terhebat dan terbaik yang selalu ada dalam hidup ku ini selain Papi.


"Terimakasih Doni, tapi kamu masih memiliki keluarga yang utuh, mereka juga sangat menyayangi mu, sebaiknya kamu pulang dan mulai lah hidup baru, jalani semua nya seperti sedia kala, kau seorang pelajar yang hebat, aku yakin kau bisa menjalani hidup baru bersama mereka"ucap ku sambil beranjak dan meraih koper milikku, tapi Doni menghentikan langkah ku.


"Ari, aku tidak akan pulang, aku akan terus bersama dengan mu"ucap Doni.

__ADS_1


"Tidak Doni, biarkan aku pergi dari hidup mu,agar seluruh keluarga mu aman, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, yang akan menghawatirkan ku, sementara kamu keluarga mu masih utuh jangan buat dia membenciku karena gara-gara aku putra nya melakukan hal yang tidak berguna"ucap ku sambil terus berjalan keluar kamar tapi Doni, sempat menghentikan ku hingga tiba-tiba pintu terbuka dan suara tepukkan tangan terdengar nyaring.


__ADS_2