
Sampai di dalam mention NATO dan rosella langsung berjalan menuju kamarnya kamarnya tempat dimana keduanya selama ini istirahat, sebenarnya mereka punya rumah mewah, tapi hingga saat ini mereka tinggal di Mension, demi menjaga Ariana, yang kini telah ditinggal oleh sang suami untuk selamanya.
Mereka, tidak ingin Ariana merasa kesepian, karena itu juga yang menjadi wasiat almarhum Marvin, jangan pernah membuat Ariana kesepian atau sendirian, bahkan hingga menitikkan air mata.
Saking cintanya pria itu terhadap sang istri bahkan hingga akhir hayat nya, dia tetap memikirkan keadaan Ariana.
Ariana, tengah duduk di balkon kamar nya, setelah ia terbangun, karena seseorang mengusik tidurnya, dia tak lain adalah cinta abadi Ariana, Marvin, yang kini masih berada di sisi Ariana lewat rasa cinta wanita lanjut usia tersebut.
Hanya Ariana, yang bisa melihat kehadiran Marvin karena cinta nya itu begitu tulus dan murni, cinta sejati yang tidak akan pernah mati, disaat pasangan nya masih ada di muka bumi ini.
"Meskipun, Marvin terlihat sebagai sebuah bayangan, dan jika orang melihat cara Ariana berinteraksi dengan Marvin, mungkin mereka akan menganggap bahwa Ariana adalah wanita gila, tapi seluruh keluarga sudah memahami semua itu, bahkan mereka selalu menimpali jika Ariana tengah mengobrol dengan cinta sejati nya itu.
"Oma,,, kenapa? duduk di luar jam segini, ini sudah sangat larut malam"ucap Agatha, yang baru saja selesai memompa ASI, untuk ketiga anak nya itu.
"Heumm,, sayang Opah mu membangunkan Oma"ucap Ariana.
"Heumm opah nakal ternyata, apa? tidak kasihan pada Oma, hingga harus bangun di jam segini"ucap Agatha, yang mempercayai bahwa bayangan sang Opah, masih ada atau arwah yang terbentuk dari cinta sejati itu.
"Heumm,, opah mu hanya tersenyum sayang dia tidak mau perduli jika dia tengah rindukan Oma"ucap Ariana.
"Iya omah, dan yang paling lebih baik aku berdoa untuk Opah, semoga opah selalu bahagia! sebaiknya Oma mengobrol di dalam kamar saja"ucap Agatha.
"Heumm,, dengar sayang cucu kesayangan mu memang benar, ayo pindah kedalam"ucap Ariana.
"Mari aku bantu Oma"ucap Agatha yang langsung menggandeng tangan Ariana.
Ariana, pun berjalan menuju kamar nya, setelah itu barulah ia duduk di tepi ranjang setelah Agatha menyelimuti tubuh lansia itu.
Agatha pun kembali ke dalam kamar nya yang tak jauh dari ruangan tersebut.
"Sayang,, kamu dari mana"ucap Kristofer.
"Dari kamar Oma"jawab Agatha.
"Heumm benarkah"ucap Kristofer.
"Ya,, dia sedang merindukan opah"ucap Agatha.
Raut, wajah Kristofer langsung berubah.
"Apa? dia menangis"tanya Kristofer.
"Tidak justru dia sedang mengobrol dengan cinta sejati nya"ucap Agatha santai.
__ADS_1
"Kau yakin Oma, tidak kenapa-napa?"tanya Oma.
"Tentu saja yakin"jawab Agatha.
"Apa? masih sibuk"ujar gadis itu.
"Heumm,, justru aku lagi nungguin kamu"jawab Kristofer.
"Heumm,, aku pikir kamu tidak perduli"ujar Agatha.
Agatha, langsung berbaring saat itu juga.
Kristofer langsung menyusul nya, naik ke atas ranjang mereka.
Sementara itu, di kamar lain nya saat ini Sari, terbangun karena merasa kehausan tepat di jam tiga pagi, dia turun untuk mengambil minum sesampainya di bawah dia berpapasan dengan Alvaro, yang ternyata baru pulang entah dari mana? yang jelas dia terlihat begitu lelah.
"Kau belum tidur?"tanya Alvaro.
"Aku kebangun karena haus kak, kakak sendiri baru pulang ya"tanya balik Sari.
"Heumm,, tolong bawakan minuman untuk ku"ucap Alvaro.
"Minuman apa? teh atau jus"ucap Sari yang heran pada Alvaro, yang meminta minuman,di jam segini.
"Baiklah"ujar Sari, yang buru-buru pergi ke dapur, untuk mengambil air mineral dalam kemasan yang ada di dalam lemari pendingin tersebut.
Tidak, lama setelah mengambil satu botol air mineral dalam kemasan yang dingin dan bisa mengobati haus dan dahaga, dia kembali ke lantai dua dimana kamar Alvaro berada.
"Kak ini minum nya"ucap gadis itu sambil mengetuk pintu.
"Masuk"ucap Alvaro yang kini tengah duduk di sofa sambil memijat pelipisnya, yang terasa pening.
"Ini minumnya"kata Sari.
"Bisa minta tolong satu lagi"tanya Alvaro.
"Ya,,, apa?"ucap Sari lembut.
"Tolong pijat kepalaku rasanya sangat pening"ucap Alvaro.
"Heumm,, baik'lah"jawab sari yang kini berjalan kearah sofa dimana Alvaro merebahkan diri setelah minum air putih tersebut.
"Kak, kamu demam"ucap gadis itu kaget saat tangannya mengenai kulit Alvaro.
__ADS_1
"Heumm,, mungkin karena lelah"ucap Alvaro.
"Tunggu sebentar di sini aku akan mencari obat di bawah"ucap Sari yang hendak pergi.
"Jangan,,, tolong pijat saja jika kamu tidak keberatan, tapi jika tidak mau juga tidak apa-apa"ucap Alvaro.
"Aku mau kak, tapi kakak juga harus minum obat"ucap Sari lembut.
"Aku tidak suka minum obat"ucap nya beralasan.
"Heumm,, ya baiklah"balas Sari.
"Sari, apa? sebelum nya kamu pernah belajar memijat"tanya Alvaro, yang kini terlihat memejamkan mata nya.
"Tidak pernah kak, aku hanya sering memijat kepala kedua orang tua ku, jika mereka sedang tidak enak badan"ujar Sari.
"Heumm,, tapi ini rasanya jauh lebih baik, seakan kamu seorang profesional"lirih Alvaro yang kini mulai melambat suaranya.
Tidak sampai beberapa menit, pria itu sudah tertidur pulas, mungkin karena benar-benar merasa lelah akhirnya dia tertidur pulas.
"Kak, sebaiknya kakak pindah ke atas ranjang nanti badannya sakit jika kamu tidur di sofa"ucap Sari.
Tidak ada jawaban dari pria tampan itu, yang ada hanya dengkuran halus terdengar sangat pelan.
Sari menatap wajah tampan itu, dia masih tidak percaya, dengan semua kenyataan ini, saat melihat foto pernikahan yang tergantung di dinding, dia melihat ketampanan Alvaro, seakan tak pernah berkurang meskipun usia pria itu sudah bertambah dan kini malah terlihat semakin tampan dan gagah.
Mungkin karena keturunan, atau memang dia selalu melakukan perawatan, saat ini dia terlihat semakin keren.
Tanpa sadar Sari, memegang pipi yang halus dan mulus itu.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka"Owh ada kamu disini rupanya"ucap Anggita yang baru saja hendak memberikan sesuatu.
"Ah iya mom,, kak Al meminta ku untuk memijat kepalanya yang katanya sakit, dan ternyata dia demam sekarang sudah tidur"ucap Sari lirih.
"Heumm Al,, mau sampai kapan? kamu tetap bertahan dengan ego mu"ucap Anggita lirih.
"Kenapa? dengan kak Al, mommy"tanya Sari.
"Dia menolak untuk menikah, karena rasa cinta nya pada almarhum Irma istrinya."ucap Anggita.
"Itu bagus mommy, kak Al adalah pria yang setia, dan saat ini sudah jarang ditemukan pria seperti itu"ujar Sari.
"Tapi dia sering melakukan hal di luar batas untuk menutupi kesepiannya"ucap Anggita.
__ADS_1
"Heumm,, benarkah"