
Alvin hanya nyengir kuda, saat Anggita bertanya kepadanya.
pria tampan berusia 32 tahun itu tidak mampu menjawab Anggita yang kini tengah gelisah karena memikirkan tentang foto tersebut.
"Apa? sayang dokter cantik ku, aku hanya ingin mengabadikan momen itu didalam sebuah foto"ucap Alvin.
"Owh ya ampun mas bagaimana jika anak-anak melihat semua itu, kita harus jelaskan apa?"ujar Anggita mengusap wajah nya kasar.
"Tenang sayang kita punya ruang gelap untuk menyimpan foto itu"ujar Alvin.
Anggita hanya menarik nafas panjang setelah itu dia hembuskan.
sementara itu di belakang mereka sang putri tengah mengoceh kini dia ingin ketiga bayi itu berada di rumah, Anggita dan Alvin hanya saling tatap dan membisu karena Alana meminta hal yang tidak mungkin karena ibunya hanya bisa mengandung satu bayi dan jika pun ada, itu adalah sebuah keajaiban lagipula Anggita, sudah tidak ingin hamil lagi karena dia sudah terlalu sibuk dan lebih baik mengadopsi anak.
Anggita pun turun setelah mobil mereka tiba di garasi rumah mewah tersebut, dan tidak menunggu untuk dibukakan pintu karena dia sudah tidak kuat ingin istirahat, saat ini.
Icha pun menyambut kedatangan nya, wanita paruh baya itu bahkan sudah menyiapkan makan siang untuk Anggita yang terlihat sangat lelah.
Anggita pun bukan nya masuk kedalam kamar nya, dia malah menemui Agata yang tengah duduk di sofa sambil bersandar untuk mengecek kondisi nya.
"Anggi kamu sudah pulang"ucap Agatha.
"Iya Agata, aku akan memeriksa luka yang ada di bagian pinggang apa sudah membaik"ucap Anggita.
"Aku tidak tau tapi Mommy sudah mengoleskan salep pada luka-luka nya"jawab Anggita.
Anggita pun membantu Agata untuk naik ke kursi roda, tapi sedetik kesulitan biasanya ada suster yang akan membantu nya, saat ini suster tidak ada sedang cuti.
dengan sigap Alvin langsung bergegas membantu Anggita dengan sangat hati-hati Alvin mengangkat tubuh itu ala bridal style.
Anggita tampak menatap lekat kearah mereka yang kini berjalan menuju kamar, hingga wanita itu berjalan mengikuti langkah suaminya sesampainya di dalam kamar, Alvin dengan sangat hati-hati membaringkan tubuh Anggita.
"Apa? ada yang sakit, tanya Alvin.
"Tidak ada hanya saja aku sedikit ngerasa ngilu dibagikan kaki"jawab Agatha.
"Itu bagus karena itu artinya,syaraf kaki mu masih berpungsi, hanya butuh pengobatan dengan cara terapi"ucap Anggita.
"Benarkah, apa? aku bisa jalan"ucap Anggita.
"Tentu, tapi masih butuh waktu lama untuk itu, tetap lah semangat dan jalani terapi nya dengan baik, setelah itu kamu bisa kembali berjalan dengan sempurna"ucap Anggita memberanikan semangat.
Anggita pun kembali memeriksa bagian-bagian lainnya, dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebuah pil dalam tabung kecil, berisi sepuluh butir, obat dengan dosis tinggi itu, dia dapat kan dari sahabat nya yang ada di luar negeri, dan semalam dia baru menerima paket tersebut.
"Ini minum satu pil ini, satu kali dalam jangka dua hari baru kamu minum lagi, tapi saat kamu akan tidur, setelah itu jika bisa rasakan sedikit tegang pada seluruh otot, dan perlahan melemas kamu tidak usah kaget' itu adalah cara kerja obat ini kami tidur saja dengan rileks karena pagi hari nya kamu juga akan merasa kan otot tubuh mu menjadi lebih baik, itu untuk terapi urat syaraf, sekaligus mengobati nya secara perlahan, obat ini aman digunakan tapi harus dengan dosis yang tepat"ucap Anggita.
"Sayang seperti nya ini adalah obat dari luar"ucap Alvin.
"Mas Alvin benar aku dapat kan itu dari teman ku, tepat nya dia senior ku"ucap Anggita.
"Anggita,,, terimakasih banyak atas semua nya, aku tidak bisa membalas nya dengan apapun"ucap Agatha
"Segera lah sembuh, bayar aku dengan uang yang banyak sesuai dengan harga nya, karena aku merampok uang mas Alvin untuk mendapatkan obat itu, meskipun tidak semudah yang dibayangkan"ucap Anggita.
"Sayang itu uang kamu"ucap Alvin.
"Tentu saja karena tidak mungkin aku minta dan bilang-bilang pada mas, mas pasti tidak akan mengijinkan nya"ucap Anggita.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, lagi pula suamimu ini belum jatuh bangkrut"ucap Alvin menyombongkan diri.
'Tuh dengarkan baik-baik kamu tidak perlu bayar apapun karena dia belum jatuh miskin"ucap Anggita sambil tersenyum manis.
ketiga nya tertawa, sementara di luar tepat nya di ruang keluarga Alana tengah berjingkrak sambil memamerkan semua foto-foto imut nya bersama ketiga bayi kembar itu.
"Oma, bagus kan foto kami, nanti disekolah aku akan perlihatkan foto ini pada teman-teman ku, mereka pasti nangis karena dede bayi punya ku lebih banyak"ucap nya sambil lompat-lompat di atas sofa empuk itu.
"Benarkah, coba lihat opah mana Dede bayinya'uca Angga yang baru datang berbarengan dengan tuan Mahendra yang juga merindukan cucu nya itu.
"Opah datang sayang apa? kabar kalian semua"ucap tuan Mahendra.
sementara Anggita yang mendengar suara seseorang di luar dia langsung pergi ke luar kamar, wanita itu langsung tersenyum saat melihat ayah nya dia buru-buru menghampiri sang ayah yang kini berjalan menggunakan tongkat, tuan Mahendra sudah mulai membaik dan bisa berjalan lagi berkat Anggita yang melakukan terapi medis pada kaki sang ayah yang sudah lama menggunakan kursi roda nya.
Anggita memeluk dan mencium pipi sang ayah setelah itu dia membantu ayahnya berjalan menuju sofa, Alvin pun langsung menghampiri ayah mertuanya itu, dan mencium punggung tangan nya.
akhirnya mereka pun berkumpul penuh gembira, Anggita pun hanya sebentar di dalam kamar hanya untuk mandi dan berganti pakaian setelah itu dia kembali bergabung, terlihat Angga, sesekali mengelus puncak kepala Agatha.
"Sudah baikan sayang"ucap nya.
"Sudah Daddy, kata Anggita sebentar lagi aku bisa berjalan"ucap Anggita.
Anggita pun kembali duduk di samping sang suami sementara Alana sedari tadi sibuk mengagumi foto dirinya dengan bayi kembar tiga itu.
"Anggita, Om sangat berterimakasih pada mu berkat mu, putri Om bisa selamat"ucap Anggita.
"Sama-sama Om semua berkat kegigihan Agatha dan juga do'a dari kalian semua"ucap Anggita
"Jika Dokter nya, bukan keluarga kita mungkin Agatha masih terbaring lemah di rumah sakit"ucap Icha menimpali.
"Semua dokter akan berusaha untuk menyelamatkan pasien nya Tante karena kita sudah di sumpah untuk melakukan itu"ujar Anggita lagi.
"Anak baik, semoga cita-cita mu tercapai, ucap tuan Mahendra yang kini mengelus puncak kepala anak itu, meskipun bukan cucu kandung nya, tapi tuan Mahendra tidak pilih kasih.
🌸.......................🌸
Kini semua tengah berada di ruang makan semua tengah menikmati makan siang bersama, Anggita sesekali terlihat menyuapi Alvin, sementara ketiga anak nya makan sendiri, ada perasaan iri di hati Agatha melihat mereka begitu mesra meskipun mereka sudah memiliki anak , sementara dirinya jangan kan anak suaminya saja bukan miliknya seutuhnya.
Agatha baru sadar jika dia masih memiliki suami yang kini entah dimana, setelah Agatha mendapatkan penganiayaan yang sangat mengerikan itu, mungkin kah pria itu telah meninggalkan nya.
pria berusia empat puluh tahun itu, sudah lama bersama dengan nya, tidak mungkin tidak memiliki perasaan apapun padanya.
namun Agata tidak bertanya apa-apa kepada siapapun karena dia tidak pernah berkata jujur tentang semua itu pada siapapun, dan mengenai penganiayaan itu, biarlah mengira bahwa dirinya kecelakaan.
sementara itu seluruh keluarga sudah tahu apa? yang terjadi pada wanita itu hanya saja ini bukan waktu yang tepat untuk mereka bicarakan saat ini semua orang tengah fokus pada kesembuhan nya.
kegelisahan Agatha bukan tanpa alasan dia takut jika suatu hari nanti keluarga nya akan tau, dan mereka akan membenci dirinya karena telah menjadi seorang pelakor, tapi mungkin dia akan mengakhiri pernikahan itu jika memang keluarga nya tidak terima dengan semua itu.
berbeda dengan Agatha, saat ini dia tengah sibuk mengatasi selimut hidup yang sedari tadi telah mengganggu dia yang sedang beristirahat.
"Mas bisa diam tidak aku ngantuk tau"ucap Anggita .
Alvin hanya tersenyum manis pada Anggita setelah itu kembali mengelus pipi Anggita dan memberikan kecupan di dahi sang istri.
sayang aku kangen kamu, sudah beberapa hari ini, tidak menemui mu"ucap Alvin.
"Mas memangnya dari mana, setiap malam kita tidur di kamar yang sama"ucap Anggita sambil bergerak malas memunggungi sang suami.
__ADS_1
"Sayang dosa tau memunggungi suami yang sedang bicara"ucap Alvin.
"Tapi aku sedang ngantuk mas, tolong mengertilah"ujar Anggita.
"Baiklah"ucap Alvin sambil tersenyum manis.
acara istirahat nya itu di berlanjut hingga acara makan malam bersama dengan keluarga.
hingga beberapa bulan kemudian, kini Agatha sudah bisa berjalan meskipun dengan bantuan tongkat.
sekarang dia tidak lagi tinggal di rumah Alvin karena sudah hampir sembuh total.
bisa dibayangkan seberapa parah penganiayaan tersebut hingga mengakibatkan kelumpuhan.
Kini bahkan tidak ada lagi, suami yang selama ini menjemput dirinya untuk tinggal atau liburan bersama bahkan pria itu seakan telah lenyap dari muka bumi ini, jika pun dia kembali Agatha sudah tidak ingin melihat nya lagi.
seorang suami pasti akan mencemaskan istrinya, setelah berbulan-bulan tidak bertemu tapi semua itu hanya angan-angan saja.
Agatha menatap ke arah langit yang cerah, dia berharap, akan ada keajaiban membawa kebahagiaan untuk dirinya, meskipun trauma atas pernikahan tersebut, Agatha ingin berumah tangga seperti layaknya Anggita dan Alvin.
air mata itu menetes membasahi pipinya, Agatha hanya bisa menghibur dirinya sendiri, karena dia tidak bisa bercerita kepada siapapun.
hingga usapan lembut ia dapat kan, dari sebuah tangan kekar, seorang pria yang kini berstatus sebagai ayah sambung serasa ayah kandung itu mencoba memberikan kekuatan.
"Sayang ayah tau ini rasanya sangat sulit, tapi percayalah bahwa kamu bisa melewati ini, semua tetap lah semangat, Daddy berharap kamu akan segera mendapat kan jodoh yang terbaik dari Tuhan untuk mu, putri Daddy"ucap Angga.
"Terimakasih Daddy, aku akan terus semangat ko, demi kalian semua"ucap Agatha.
Satu tahun telah berlalu,kini semua sedang menikmati kebahagiaan, Anggita kembali mengandung putra dari Alvin, dan sang kakak ketiga anak nya itu sangat gembira, kini Anggita bekerja sesekali jika ada pasien yang harus dia tangani saja karena Alvin yang meminta itu, tadinya Alvin ingin Anggita tetap diam dirumah dan tidak lagi bekerja, tapi dia tidak tega dengan sang istri, karena menjadi dokter adalah cita-cita terbesar nya, Alvin hanya akan membatasi aktifitas nya saat dia hamil saja.
sementara itu Yaris juga sudah memiliki anak, dari Hera, karena anak nya dari istri Alvin yang dulu, tidak ada lagi di dunia ini, wanita itu sudah menyingkirkan janin yang berada di rahim nya, setelah resmi bercerai dengan Alvin.
dia memang ibu yang kejam sudah dua orang anak dia singkirkan beruntung NATO, berada di dalam lindungan Alvin selama ini jika tidak entah bagaimana nasibnya saat ini, putra angkat nya itu kini sudah masuk kelas satu SD.
sementara itu di kediaman Agatha, gadis itu kini sudah bersiap untuk pergi kekantor semenjak dia sembuh total wanita itu sudah mulai beraktifitas kembali.
"Sayang sudah siap"ucap Icha.
"Sudah Mom, ini sudah mau berangkat"ucap Agatha.
"Ayo sarapan pagi dahulu sebelum berangkat dan jangan lupa minum vitamin nya"ucap Icha.
'Baiklah Mom, aku akan segera meminum nya"ucap nya sambil berjalan mengikuti sang Mommy.
Agatha pun sarapan pagi bersama semua nya, saat ini dia akan ada meeting penting di luar, setelah jam makan siang tiba, Angga kini sudah tidak lagi masuk kantor semua sudah diurus oleh Agatha.
Agatha pun berjalan menuju mobil nya, dia tersenyum manis pada kedua orang tua nya, setelah sekian lama akhirnya senyum itu kembali , Icha dan Angga begitu bahagia saat ini.
pria itu pun merangkul bahu istri nya membawa nya kedalam dekapannya, Icha beruntung telah mendapatkan Angga yang selalu menyayangi nya, dan begitu pula dengan Angga, pernikahan kedua nya ,itu selalu harmonis, tanpa gangguan yang berarti.
sesampainya di kantor, wanita itu dikejutkan oleh seseorang yang kini tengah menghadang langkah nya, setelah satu tahun lebih sejak penganiayaan tersebut, pria yang berstatus sebagai suami siri nya itu kini muncul di hadapan nya.
"Sayang apa kabar? bagaimana keadaan mu saat ini"tanya pria itu.
"Seperti yang kamu lihat mas,ada perlu apa? kamu kemari"tanya Agata dengan raut wajah datar nya.
"Apa? tidak boleh aku menemui istri ku, meskipun pernikahan kita, adalah pernikahan siri tapi sampai saat ini kamu masih menjadi istri ku"ujar nya panjang lebar.
__ADS_1
"Istri!... heuuhh bahkan setelah penganiayaan itu terjadi, kamu baru muncul setelah satu tahun berlalu dan aku sudah kembali sembuh setelah menderita selama satu tahun ini"ucap Agatha.
"Sayang aku sudah berusaha untuk sepenuhnya mendampingi mu selama di rumah sakit, tapi keluarga mu, mengusir ku saat itu, dan saat aku akan kembali menemui mu, kamu sudah tidak ada lagi di manapun"ucap nya.