
"Sayang kamu dimana?" ujar Piter.
"Aku di Mension utama, aku pulang karena sakit perut"ujar Alana.
"Owh ya ampun cinta, kamu itu selalu berbuat sesuka mu, pesta ini belum berakhir"ujar Piter.
"Aku mendadak datang bulan kak" ujar Alana, yang buru-buru mematikan telpon nya.
Alana langsung bersiap untuk menumpahkan cat air berwarna merah marun itu ke dalam pembalut yang baru saja dia beli bahkan dia berharap Piter akan percaya dengan cepat gadis itu pun pergi menuju kamar mandi membuang pembalut tersebut kedalam tong sampah biar dikira dia benar-benar terlihat sedang menstruasi, padahal pembalut yang dia kenakan masih bersih tanpa sedikit noda pun dan yang dibuang hanya sebagai percontohan saja.
Tidak lama dia pun tertidur pulas di atas ranjang empuk didalam kamar utama, karena takut membayangkan akan malam pertama mereka, akhirnya saat ini Alana melakukan tipu muslihat.
Deru mesin mobil sport milik Piter, terdengar di kesunyian malam, karena di Mension, utama tidak dihuni pelayan jadi Piter,langu memarkir mobilnya di depan garasi dia pun berjalan mengitari yang begitu luas, padahal letak kamar utama berada di lantai dua, tepat diatas lorong garasi mobil yang sudah seperti basement apartemen atau hotel.
Piter membuka pintu dan menguncinya kembali setelah itu dia langsung masuk ke dalam lift, untuk naik ke lantai dua, karena Mension utama memiliki empat lantai.
sesampainya di depan pintu kamar pria itu langsung masuk kedalam kamar, dilihat nya sang istri tengah terlelap tapi ada satu hal yang membuat Piter,geram saat ini, noda berwarna merah itu berceceran di lantai, apa? mungkin orang datang bulan akan, mengeluarkan darah sebanyak itu sepersekian detik.
Piter, pun berjalan mengikuti arah ceceran warna merah itu, hingga ke tong sampah yang ada di dalam kamar nya dia menggelengkan kepalanya,mana mungkin darah segitu banyak tapi tidak menimbulkan bau amis sama sekali, dan tanpa rasa jijik Piter mengendus pembalut yang ada di sana, ternyata tidak bau apapun.
Piter langsung menyingkap selimut, di sana Alana, tertidur pulas dengan menggunakan gaun pengantin yang tadi, sepertinya karena begitu ngantuk nya, gadis itu tidak sadar Piter mengecek semua nya.
"Sayang bangun"geram Piter.
"Sayang"ujar Piter.
"Heumm ngantuk"ujar Alana.
"Sayang kamu belum bersih-bersih, ayo mandi dulu, kita akan mandi bersama"ujar Piter, dengan sengaja.
"Ah... mandi bersama tidak-tidak jangan aku tidak boleh mandi bersama karena sedang datang bulan"ujar Alana.
"Sayang tidak apa-apa, bukan nya kamu sangat mengantuk ayo aku bantu mandi"ujar Piter.
"Ahhhhhh tidak,,, tidak-tidak aku sudah tidak mengantuk lagi, kakak lihat bukan"ujar Alana yang kini jalan sempoyongan karena mengantuk hampir saja terjatuh karena kakinya tersandung beruntung Piter, sigap meraih tangan nya.
Piter langsung membopong Alana menuju kamar mandi karena kesulitan jika harus, berjalan dengan mata teler Lima wat.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Piter mendudukkan istrinya di dalam bathub setelah itu dia mengisi air hangat kedalam nya agar Alana, tidak masuk angin.
Piter langsung memasukkan sabun aromaterapi kedalam bathtub, setelah itu dia pun membantu istrinya untuk melepas gaun yang sedang dia kenakan.
Sementara Alana terus berdiam diri tanpa melakukan apapun, mungkin saking ngantuk dan lelah nya dia juga tidak sadar jika suaminya itu yang membantu dia mandi, sementara dia sendiri bermimpi sedang dilayani oleh para dayang, yang ada di kayangan.
Piter sendiri pria itu terus menahan diri sekuat tenaga, karena tidak ingin mengambil haknya saat istrinya sendiri sedang tidak sadar saat ini, setelah selesai memandikan sang istri akhirnya Piter pun langsung membaringkan tubuhnya istrinya itu di atas ranjang dan menyelimuti nya begitu saja tanpa ingin melihat nya lagi karena dia sudah tidak kuat jika harus melihat nya lagi.
Piter pun pergi ke balkon kamar nya, dia membawa segelas wine, dan sebatang rokok, saat ini, pria itu pun langsung menuangkan wine kedalam gelas terisi seperempat gelas dia pun kembali menyalakan rokok.
Dia tidak habis pikir bagaimana bisa istrinya berbuat seperti itu, kenapa? Alana tidak bilang saja jika dia belum siap untuk itu, mungkin Piter, tidak akan sekecewa itu.
hingga pagi datang menjelma Piter, tidak tidur barang sekejap saja, kini dia duduk bersandar di sofa, sampai memandang ke arah ranjang dimana istrinya tidur tanpa sehelai benang pun di balik selimut, bahkan tidak ada lagi pembalut yang terpasang.
__ADS_1
sampai Alana, mengerjapkan mata nya, dia melihat ke arah sekeliling ruangan, dan dia pun baru sadar ternyata dia sedang berada di dunia nyata, dan bicara soal dunia nyata, dia langsung berteriak"Ahhhhhh!!... tidak-tidak ini tidak mungkin"ujarnya membuat Piter, semakin menatap tajam kearah nya.
"Tidak cukup kah berbuat gaduh karena menghilang di pesta pernikahan kita, sekarang masih mau berteriak-teriak membuat kegaduhan ia begitu"ujar Piter datar.
"Maafkan aku kak, aku tidak sengaja sebentar aku mau menunjukkan sesuatu"ujar Alana, sambil membuka selimut tebal itu, dengan cepat dia mengira saat ini mengira menggunakan kimono tidur, tapi ternyata tidak.
"Ahhhhhh...!! siapa yang buka baju ku, siapa! teriaknya sambil kembali ke dalam selimut tebal itu.
"Stop Alana, jangan buat aku marah, hentikan kekonyolan mu ini, aku itu Suamimu"ujar Piter.
Seketika Alana, terdiam, Piter pun bangkit dan menghampiri istrinya itu.
"Jika kamu tidak siap, kamu bisa bilang baik-baik bukan tidak perlu sampai harus repot-repot untuk membohongi ku, kamu pikir aku anak kecil yang bisa kamu tipu begitu saja iya, tidak Alana, aku benar-benar kecewa dengan istri ku sendiri, aku kira dia sudah sangat mencintai ku, tapi ternyata dia samasekali tidak memiliki rasa itu"ujar Piter dingin.
Pria itu langsung berbalik dan hendak pergi, tapi Alana langsung memeluk Piter, dari belakang, bahkan dia tidak peduli dengan keadaan nya, saat ini.
Tangis Alana, pun pecah, sambil mengutarakan rasa takut nya Alana, dengan erat memeluk Piter , tapi pria itu tidak bergeming hingga Alana berulang kali memanggil Piter dengan suara lirih .
"Jangan lakukan hal ini, jika kamu belum siap, sampai kapan pun, aku akan bersabar untuk menunggu mu, sampai kamu benar-benar jatuh cinta pada ku"ujar Piter, sambil melepaskan pelukan itu dan tanpa menoleh pria itu pun, kembali pergi meninggalkan kamar utama menuju kamar lainnya.
Tetes air mata pun jatuh di sudut mata pria itu, hari bahagia yang dia nantikan pupus begitu saja, kenapa? dia harus jadi pria yang sungguh bodoh saat ini, kenapa? dia harus mengemis cinta dari wanita yang selalu ada bersama dengan nya, karena sebuah keterpaksaan, meskipun wanita itu tidak mengatakan hal itu, tapi dengan begitu Alana menunjukkan bahwa dia tidak sepenuhnya mencintai nya.
...🌸..................🌸...
Hingga siang hari tapi tidak ada satupun yang keluar dari dalam kamar mereka masing-masing, Piter masih terlelap karena pengaruh alkohol.
Alana turun untuk membuat makan siang, karena, saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk sarapan pagi.
Gadis yang baru saja resmi menjadi istri dari Piter tersebut kini, tengah berkutat dengan peralatan masak, Alana membuat makaroni schotel dan juga steak Wagyu, beruntung di sana selalu terisi penuh bahan makanan karena Alana dan Piter sering berkunjung ke sana.
Setelah selesai memasak karena tidak kunjung melihat Piter, turun gadis itu pun menata semua makanan itu di meja lalu berjalan menuju kamar yang kini ditempati oleh Piter, Alana, sebenarnya tidak ingin ini terjadi, tapi Piter, telah salah faham pada nya.
Setelah selesai menata nya, Alana pun naik ke lantai tiga Mension tersebut, dia yakin bahwa suaminya itu ada di kamar utama yang ada di lantai tiga tersebut.
Alana sudah berada di depan pintu kamar itu, dia hendak mengetuk pintu kamar, tapi urung dia lakukan, karena tiba-tiba pintu itu terbuka, tampak Piter, sudah rapih dengan setelan jas mahalnya dan tas kerja miliknya.
"Kak mau kemana?, makan siang sudah siap"ujar Alana.
"Aku tidak butuh kepalsuan, jika kamu mau makan siang, makan saja , tidak ada yang melarang"ujar Piter yang langsung berjalan meninggalkan Alana, menuju pintu lift.
"Kak, kita harus bicara"ujar Alana.
"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, kamu bebas melakukan apa pun sesuka hati mu"ujar Piter.
"Baiklah jika memang aku sudah tidak lagi dibutuhkan di sini, aku lebih baik pulang ke rumah ku"ujar Alana, yang langsung berlari menuju tangga, gadis itu pergi dalam keadaan menangis, bahkan saat ini dia tidak menggunakan alas kaki sama sekali, Piter langsung turun dengan lift, dia memang sangat marah tapi tidak mungkin dia membiarkan Alana pergi begitu saja.
Piter, sudah sampai lebih dulu dari Alana, saat ini dia berdiri di depan pintu keluar, gadis itu , sama sekali tidak menghiraukan Piter, dia hendak membuka pintu, tapi pria itu tidak membiarkan nya.
"Buka pintu nya, aku sudah tidak berguna lagi untuk apa? tetap berada di sini"ujar Alana yang masih bercucuran air mata.
"Masuk ke kamar mu Alana, jangan buat aku semakin marah"ujar Piter, tidak ada lagi kata sayang yang terucap, saat ini hanya ada kamu dan nama istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu bisa membunuh ku, sekarang juga kak, jika memang kamu ingin membalas dendam atas kematian Daddy mu"ujar Alana yang kini menatap lekat wajah Piter yang merah padam.
"Aku bilang masuk Alana, jangan sampai aku kehabisan kesabaran"ujar Piter.
Tapi Alana, langsung menerobos pintu keluar, yang sudah sedikit terbuka itu.
"Aku akan segera meminta Daddy untuk mengurus surat ce"ucapan Alana, terhenti karena Piter, kini menjambak rambut Alana dengan sangat kuat, hingga gadis itu meringis kesakitan, tapi Alana hanya memejamkan mata nya, tidak ada lagi sikap lembut Piter, pria itu bahkan menarik lama pergi membawa dia masuk kedalam kamar nya dan mendorong istrinya itu dengan kasar keatas ranjang.
"Ayo bunuh, bunuh saja aku kak, aku tau kamu tidak pernah mencintai ku, kamu menikah dengan ku karena dendam"ujar Alana.
Plak....
satu tamparan keras mendarat di pipi Alana, hingga membuat gambar jari di pipi mulus Alana, gadis itu tersungkur di kasur, dia benar-benar terdiam, tanpa kata, bahkan air mata nya pun enggan untuk keluar lagi.
Alana pun membisu di tempat, benar-benar tidak percaya, Piter akan Setega itu."Mommy.... Daddy, maafkan Alana, mungkin ini hari terakhir dalam hidupku"ujar Alana, dalam hati.
Hingga saat Piter, duduk di tepi ranjang dia dengan tangan gemetar hebat karena tidak menyangka bisa melakukan hal sekejii itu.
"S sayang, m maafkan aku, aku benar-benar khilaf, maaf"ujar Piter sambil menatap sendu pada gadis cantik yang ada di hadapannya itu.
Alana masih tak bergeming, dia tetap terdiam mematung di tempatnya, meskipun Piter, menggoyang-goyangkan bahu Alana, hingga wanita itu jatuh tak sadarkan diri, saking shock nya.
"Sayang bangun, tolong maafkan aku,sayang bangun aku khilaf, sayang bangun!!"teriak Piter.
Piter, sudah berusaha di tangani oleh suster saat ini, karena akibat minuman keras, yang dia konsumsi , hampir saja membuat dia masuk kedalam rumah sakit jiwa, Piter terus berteriak seolah-olah Alana sudah tiada saat ini, tapi itu hanya halusinasi.
Alana, memang datang untuk membangunkan nya ,tapi tidak sempat karena Piter sudah meracou tidak jelas, ada tangis ada tawa tapi kini dia terus menangis sesenggukan meratapi kepergian Alana yang sudah dia aniyaya, padahal dia tidak menyentuh Alana, karena gadis itu langsung berlari ketakutan, dan memanggil Mommy dan Daddy nya ke Mension.
"Sayang kamu yang sabar ya, Daddy yakin sebentar lagi Piter, pasti akan sadar dan sembuh"ujar Alvin.
"Alana takut kak, Piter gila" ujar Alana.
"Hus jangan ngaco, dia tidak akan seperti itu karena ini adalah efek obat-obatan terlarang yang dia minum, Daddy sudah menyerahkan semua urusan itu pada pihak berwajib, Piter, akan tetap di proses, tapi dia tidak akan ditahan karena hanya akan menjadi korban.
"Mommy takut"Ujar Alana.
"Tidak sayang jangan takut, semua orang yang terpengaruh alkohol akan seperti itu, dan jika telat membawa dia kesini akan membuat dia kehilangan nyawa"ujar Anggita.
mereka pun akhirnya menunggu hingga Piter sadar, karena saat ini dia tampak tertidur pulas.
Alana sendiri sampai pulang ke rumahnya, yang tidak lain adalah rumah Marvin.
Hingga Piter sadar akhirnya dia pun memanggil istrinya, tapi justru yang muncul adalah Alvin dan Anggita.
Alana ada di rumah, sekarang kamu harus banyak istirahat, karena kamu baru saja sembuh.
"Mom, apa? yang terjadi "ujar Piter.
"Kau dirawat, karena pengaruh alkohol yang membuat mu hampir gila"jawab Anggit.
"Benarkah"ujar Piter terkejut.
__ADS_1
"Kau bisa periksa Cctv Mension utama milik mu, disana, kamu bahkan hampir melukai diri sendiri, karena halusinasi,parah" ujar Alvin.
"Sialan, ternyata dia ingin menghancurkan aku, saat ini"ujar Piter geram