Sang Penari

Sang Penari
#ROS#


__ADS_3

Keesokan harinya Alvin sudah mulai membaik, tapi akhirnya dia dipindahkan ke ruang rawat inap, mungkin butuh waktu lama untuk yang lain berada di rumah sakit, tapi Anggita, akan merawat Alvin, di rumah setelah luka-luka Alvin mengering dan sesekali akan membawa suaminya untuk pemeriksaan lebih lanjut, tapi untuk saat ini dia akan tinggal di rumah sakit.


Anggita, sudah duduk di tepi ranjang pasien tempat Alvin berada saat ini, dia bahkan sudah memegang mangkuk berisi bubur, untuk Alvin makan, karena Alvin mengeluh lapar meskipun kondisi nya saat ini baru stabil.


Bubur khusus penuh nutrisi yang Anggita buat untuk sang suami kini sedikit demi sedikit berhasil masuk ke dalam mulutnya Alvin yang sedikit kaku karena ada luka di bagian dagu, yang dijahit.


"Sayang susah"ucap Alvin lirih.


"Gini saja , aku larutkan lagi bubur nya dengan air, lalu agar mas tinggal telan"ujar Anggita.


"heumm"ucap Alvin.


Anggita pun melakukan segala cara untuk suaminya, sementara di lobby rumah sakit, seorang gadis yang kini masih menggunakan seragam putih abu-abu, wanita itu datang untuk berterima kasih atas pertolongan yang Dokter NATO, lakukan, ya NATO, menang sudah lulus kuliah kedokteran, hanya saja dia masih mengejar magister kedokteran.


Suster yang kemarin mengantar dan mengurus jenazah korban kecelakaan yang tak lain adalah ayah dari gadis berseragam SMA itu, kini mengantar gadis bernama Ros itu masuk ke dalam ruangan dokter Anggita karena NATO juga magang di sana.


"Maaf dok ada gadis yang kemarin mencari dokter"ucap suster Ema.


"Owh silahkan masuk"ucap NATO, yang memang lagi sibuk dengan laptop nya mengerjakan tugas kuliah nya.


"Baik Dok"ujar nya yang langsung mempersilahkan gadis itu masuk.


"Maaf dokter ,saya saya kesini hanya ingin memberikan ini, mungkin tidak seberapa, tapi setidaknya saya sudah berusaha mencicil uang yang Dokter gunakan untuk membayar biyaya rumah sakit, dan biyaya pemakaman, saya sudah menjual rumah saya ini mungkin belum cukup untuk membayar uang yang telah anda keluarkan"ucap gadis itu yang mengeluarkan amplop coklat berisi uang tiga puluh juta,


Hasil penjualan rumah yang di potong hutang piutang almarhum semasa hidupnya, yang sudah berhasil di lunasi, setidaknya ayahnya tidak akan tersiksa di akhirat karena beban hutang tersebut.


"Apa? yang kamu lakukan, tidak seharusnya kamu melakukan hal itu, saya nolong kamu dengan ikhlas, bagaimana bisa kamu berpikir bahwa saya meminjamkan uang, dan lagi kenapa? kau menjual tempat tinggal mu, terus kamu akan tinggal di mana"ujar NATO, yang kaget dengan kenyataan itu.


"Saya menjual rumah itu, untuk membayar sebagian hutang ayah saya, dan ini sisanya, setidaknya saya bisa membayar seperempat dari uang yang anda berikan, setelah saya lulus, saya akan membayar sisanya"ucap Ros.


"Siapa? nama mu"tanya NATO.


"Nama saya, Rosella, orang panggil saya Ros"jawab Ros.


"Nama yang cantik, seperti dirimu, begini ya De,, Ros aku tidak meminjam kan uang padamu, aku memberikan itu dengan ikhlas jadi jangan dijadikan beban dan uang itu sebaiknya kamu gunakan untuk masadepan mu, kalo boleh tau kamu tinggal dengan siapa? saat ini"tanya NATO yang mengingat bahwa saat Ros menangis dia tidak didampingi oleh siapapun, saat itu.


"Saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi saat ini, saya akan tinggal di kost sambil saya bekerja"jawab Ros.


"Kamu masih kecil untuk bekerja , apa? kamu tidak punya saudara yang lain"ucap NATO.


"Tidak ada Dok, ayah tinggal di kota ini hanya sebatang kara"ucap Ros.


"Kamu sekolah di mana"ucap NATO.


"Di jalan xx Dok"jawab Ros.


"Begini Ros, saya tidak bisa menerima uang itu, karena saya ikhlas menolong mu, jadi pergunakan uang itu,sebaik mungkin, untuk mu mungkin kamu bisa menggunakan itu untuk bekal hingga kamu lulus sekolah, dan kamu bisa cari saya disini, jika kamu butuh bantuan, saya siap membantu, jika kamu butuh bantuan"ucap NATO.


"Terimakasih dokter, saya berdoa semoga anda mendapatkan balasan kebaikan dari tuhan, semoga rejeki yang anda keluarkan untuk saya dibalas berkali-kali lipat"ucap Ros.


"Sama-sama semoga tuhan selalu melindungi mu, hati-hati di jalan dan jangan sampai mengundang curiga jambret, karena kini kamu membawa uang yang cukup lumayan"ucap NATO.


"Iya, dokter maafkan saya sudah menggangu anda semoga hari anda selalu menyenangkan"ucap Ros yang kini sudah beranjak dari tempat dia duduk tadi.

__ADS_1


NATO pun memandangi punggung gadis yang kini telah menjauh pergi.


"Nasib mu sungguh malang Rosella, kau dan aku tidak ada bedanya, meskipun ibuku masih hidup tapi dia tidak pernah peduli dengan ku, hanya orang tua angkat ku, yang selama ini begitu peduli dan sangat menyayangi ku, perbedaan nya mungkin karena kamu tidak punya orang tua angkat"Gumam NATO lirih.


Ros pun membawa koper usang nya itu, berjalan mencari taksi dia sengaja langsung ke rumah sakit, membawa dua koper usang yang dipenuhi oleh barang-barang pribadi nya dan peralatan sekolah juga surat penting seperti akta kelahiran dan ijazah juga surat-surat lainnya yang mungkin masih berkaitan dengan data dirinya selama ini yang dia bawa dari rumah yang sudah resmi di jual tersebut, sementara barang-barang dan perabotan lainnya Rosella titip untuk dibawa nya besok ke kosan atau rumah petak yang akan dia sewa saat ini.


Sesampainya di rumah tersebut yang terlihat sangat sederhana, yang terdiri dari satu kamar satu kamar mandi dan ruang yang bisa dijadikan sebagai ruang tv sekaligus ruang tamu, dan dapur yang cukup sempit tapi lumayan masih bisa menampung perabotan yang lumayan sedikit lebih banyak, rencananya dia akan membawa tiga tempat tidur satu pasang sofa lama dan perabotan lainnya sebagian akan dia sumbangkan untuk orang yang membutuhkan, sebagian lagi akan dia jual ke tempat loak.


Setelah membayar kontrakan untuk satu tahun kedepan sebesar lima belas juta, Rosella pun menyewa jasa angkut barang, untuk mengangkut barang ke kontrakan tersebut.


Hingga malam hari tiba dia baru selesai membereskan barang-barang nya kedalam rumah tersebut, rencananya dia akan berjualan cake dan juga warung kopi di depan teras rumah tersebut, yang kebetulan memang tidak ada yang jualan di sana, hingga niatnya disambut baik oleh para tetangga nya.


Sementara itu di kediaman Marvin, Agatha yang sudah dua Minggu ini dilarang menemui Alvin, kini dia diizinkan untuk menemui Daddy nya didampingi oleh Alexander, yang menyempatkan waktu disela kesibukan nya.


"Sudah siap"tanya Alex.


...🌸.......................🌸...


Sesampainya di rumah sakit, saat ini semua perban sudah dilepas, Alvin kini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya tinggal menunggu luka nya benar-benar sebuah seratus persen, sementara untuk terapi berjalan Alvin masih butuh waktu lama untuk menunggu luka dalam dari penyambungan tulang yang patah mungkin butuh waktu satu bulan kedepan, sambil menunggu semuanya sembuh, lanjut terapi, tapi setelah itu Anggita akan segera membawa Alvin pulang.


Kedatangan Agatha, disambut dengan senyuman oleh Alvin, dia tidak ingin putri nya, ikut merasakan sakit yang luar biasa yang dia derita.


"Sayang Daddy kangen kemarilah"ucap Alvin Agatha pun mendekat perlahan ke arah sang Daddy, yang kini berbaring setengah bersandar di ranjang nya.


Agatha menitikkan air mata melihat Daddy nya, saat ini meskipun tidak dipasang lagi alat medis lainnya, selain infus.


"Hiks hiks hiks, Daddy, kenapa? Daddy jadi seperti ini, andaikan saja saat itu aku tidak minta Daddy mengantar"


"Tidak sayang ini bukan kesalahan mu, dan mungkin jika Daddy tidak mengantarmu lebih dulu, Daddy sudah tidak ada lagi di dunia ini sayang"ucap Alvin sambil meraih Agatha, mengelus bahu Agatha.


"Daddy, maafkan Agatha"ucap Agatha.


"Sayang sayang Daddy tidak boleh sedih sebaiknya kamu berdoa agar Daddy cepat sembuh dan bisa beraktifitas lagi"ucap Alvin.


"Daddy, Agatha mewakili sekolah ikut kejuaraan menari, di luar kota, mungkin satu bulan kemudian baru akan kembali"ucap Agatha.


"Wah gadis kesayangan Daddy ini memang sangat berbakat, tapi nanti perginya dengan siapa? Daddy disini bersama dengan mommy.


"Oma, Daddy bukan nya Oma juga akan menjadi juri disana dan Opa juga ikut,jadi aku aman, Daddy tidak usah khawatir, yang penting saat Agatha pulang nanti Daddy sudah kembali ke rumah dan harus sudah sembuh"ujar Agatha.


"Tentu saja Sayang, Daddy janji, kamu orang pertama yang akan menjemput Daddy pulang ke rumah, dari rumah sakit ini"ujar Alvin.


"Asiappp" ujar Agatha yang kini kembali tersenyum.


Alexander pun ikut tersenyum melihat kekasihnya itu kembali tersenyum.


"Heumm,,, bicara soal keluar kota selama satu bulan apa? Alex tidak keberatan"ucap Alvin.


"Kak, Alex justru mendukung Agatha Daddy, dia juga bilang jika dia akan mengunjungi Alana, sesekali, tapi Alana takut kak, Alex diambil wanita lain yang lebih cantik dari aku"ujar Agatha.


"Itu tidak mungkin sayang didunia ini yang paling cantik itu hanya kamu"ujar Alex tegas.


"Tuh kan mom, bagaimana Agatha tidak sayang kak, Alex dia selalu memuji ku"ucap Agatha.

__ADS_1


"Owh sweet nya, kalian bikin mommy ngiri, jadi ingat dulu Dad..."ucap Agatha menggoda Alvin.


"Mom, tunggu sebentar lagi setelah Daddy benar-benar sembuh kita akan langsung pergi bulan madu"ucap Alvin.


"Ditunggu selalu dad"ujar Anggita sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


Agatha pun kembali pulang dari rumah sakit menuju, apartemen Alexander, karena Alex lupa mengambil sesuatu untuk Agatha, sebelum kepergian Agatha besok dia ingin memberikan tersebut.


Sesampainya di apartemen milik Alex tepat nya di basement, dia langsung masuk ke dalam lift yang menuju lantai teratas gedung apartemen tersebut, dimana unit milik Alexander berada di sana ada, hunian paling mewah dari yang termewah di apartemen tersebut, semua terlihat sangat mengagumkan jika yang dia bawa adalah wanita lain, mungkin sudah mematung sejak masuk tapi tidak untuk Agatha yang memang adalah anak orang kaya raya, semua itu sudah biasa.


Sementara NATO, yang penasaran dengan perkataan Ros, pria itu pun menghentikan mobilnya di sebuah rumah kontrakan dan kost yang tak jauh dari sekolah tempat gadis itu menuntut ilmu, dan ternyata benar, Rosella menyewa rumah itu, seharga lima belas juta, dan kebetulan karena ini sudah hampir petang NATO mampir sambil memutuskan untuk jajan dulu di warung kopi yang Rosella buka, meskipun hanya etalase kaca kecil dan meja y berukuran sedang disana terdapat Jajanan yang sungguh menarik peminat nya.


Ada cupcake ada beberapa macam cake yang dia jual dan minuman viral dan lauk makan seperti warteg kecil Tapi semua seakan sudah hampir habis, tinggal satu boks yang berisi cup cake dan juga berbagai kopi.


"Dokter"ucap Rosella yang sedari tadi sibuk meladeni pembeli dan saat ini baru selesai melayani pembeli.


"Saya, penasaran ingin membeli cupcake yang itu" ujar pria berusia 27 tahun itu.


"Heumm, dokter tau dari mana saya jualan beginian"tanya Rosella.


"Seorang pasien yang tinggal di area sini"bohong NATO.


"Benarkah, tapi sepertinya disini tidak ada yang sakit"ucap Rosella sedikit curiga.


"Ada, mungkin bukan di sini mungkin dekat sekolah kamu, karena dia bilang beli nya saat lewat sekolah yang disana" ucap NATO meyakinkan.


"Mungkin juga sih ya sudah mau pilih yang mana" ucap gadis itu.


"Saya mau satu boks yang itu, untuk dibawa pulang" ucap NATO.


"Heumm, memang nya Dokter suka makan makanan seperti ini"ucap Rosella ragu untuk memberikan takut nya dia hanya membeli karena rasa kasihan.


"Aku sih jarang tapi adik kesayangan ku, selalu makan yang seperti itu selai steak Wagyu, dan salad juga es krim, adikku tidak makan nasi atau makanan berkuah lain nya jadi hanya itu yang dia makan steak saja dia satukan dengan salad"ucap NATO, yang teringat sang adik NATO yakin jika Agatha akan suka dengan cupcake nya.


"Dok, Dokter coba saja dulu takut nya ini tidak cocok dengan lidah adik Anda"ucap Rosella.


"Oke baiklah"ucap NATO yang juga penasaran.


pria itu pun mulai mencicipi cupcake tersebut, dan NATO pun tersenyum karena itu benar-benar beda dari yang lain.


"Eum,,, ini sih super enak, tidak kalah dengan yang dijual di toko kue ternama"ucap NATO.


"Heumm, dokter terlalu berlebih-lebihan"ucap Rosella.


"Beneran aku serius"jawab NATO.


"Syukurlah jika dokter suka, itu gratis untuk anda silahkan bawa pulang hitung-hitung sebagai, salam perkenalan buat adik anda"ucap gadis itu.


"Tidak- tidak sekarang aku beli ini lain kali jika adikku menyukai nya, kamu boleh kasih bonus sama dia, Oya sudah larut saya pulang dulu"pamit NATO.


"Baiklah, saya ambil kantong buat bungkus boks nya" ujar Rosella.


"Tidak usah begini saja sudah, ini total nya berapa"tanya NATO.

__ADS_1


"Seratus ribu, tuan" ujar Rosella ragu karena dia tidak enak menjual itu pada dewa penolong nya.


__ADS_2