Sang Penari

Sang Penari
#Mengejar cinta#


__ADS_3

"Kau tidak ingin bangun."ujar Kala.


"Aku mengantuk."Galena.


"Ini bukan waktunya hibernasi."ucap Kala datar.


"Kau pikir aku tupai apa?."balas Galena sambil melotot.


"Apa? bedanya kau dengan mahluk itu, sama-sama gak bisa diam. dan kalau tupai tidur itu artinya tengah hibernasi."ujar gadis itu.


"Kau ini calon suamiku atau bukan, kenapa? sama sekali tidak romantis. tau begitu aku tidak akan Sudi menikah dengan mu."ujar Galena sambil membuang muka.


"Tapi kau tak bisa menolak pesona ku."ujar gadis itu.


"Heumm,,, pesona macam apa?."ujar Galen sebal.


Sementara Kala hanya tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu.


"Ya sudah lanjut hibernasi mu."ujar Kala.


"Kau!!."teriak Galena.


Sementara Kala pergi begitu saja dengan cueknya.


"Ah,,, aku tidak percaya punya calon suami menyebalkan seperti itu."ujar gadis itu kesal.


"Jangan mengumpat nanti kau buccin baru tahu rasa."ujar Kala yang kini duduk di samping gadis itu dengan laptop di tangannya.


Pria itu terlihat tengah membuat rancangan baru untuk robot.


"Ah,, sepertinya menikah dengan robot itu akan sangat menyenangkan."celetuk gadis itu.


"Kau pikir robot bisa menghangatkan tubuhmu."ujar Kala.


"Bisa tinggal pasang alat penghangat."ujar Galena tidak mau kalah.


"Kenapa? tidak kau ambil saja robot pria yang waktu itu bersama dengan mereka."ujar Kala dengan nada kesal.


"Heumm,,, sepertinya boleh juga ide mu, aku akan kembali ke Jepang."ujar Galena seakan yakin.


"Turun sekarang juga."ujar gadis itu penuh penekanan.


"Kau ingin aku mati."ujar Galena.


"Itu jauh lebih baik daripada aku menikahi gadis tak waras seperti dirimu."ujar pria tampan itu.


"Kau yang tidak waras."balas gadis itu.


"Kau."ujar Kala tidak mau kalah.


"Lebih baik aku tidur daripada harus melihat mu terus bisa-bisa aku gila beneran."ujar Galena yang kembali hendak memejamkan matanya.


"Galena,,, kau memang sudah tergila-gila padaku sejak kita pertama kali bertemu."ujar gadis itu.


Saat Galena hendak memejamkan mata, Kala langsung mencium bibir Galena.


Gadis itu langsung membuat mata dan melotot tajam, namun juga tidak menolak nya.


Kala semakin memperdalam ciuman tersebut mengabsen seluruh rongga mulut gadis tomboi itu.


Sampai beberapa detik kemudian Galena tiba-tiba mengigit bibir bawah Kala hingga sedikit berdarah karena gigitan kecil itu gadis itu langsung tersenyum bahagia.


"Honey kau ganas juga."ujar Kala sambil mengusap bibirnya.


"Aneh sekali kau tidak marah padahal bibirmu itu berdarah."ujar Galena.


"Heumm,,, aku memang tidak marah tapi aku akan menghukum dirimu, tunggu saja tanggal mainnya."ujar Kala.


Kala pun pergi meninggalkan gadis itu menuju kamar istirahat Galena terus membuat dia tidak fokus.


Sampai saat mereka tiba di London Inggris akhirnya keduanya pergi menuju sebuah tempat dimana ibunya Galena berada.


Galena membawa Kala ke sebuah rumah yang cukup besar di tengah kota tepat di kompleks perumahan yang ada disana.


Galena pun langsung bergegas masuk lebih dulu setelah ia membuka pintu itu tanpa menunggu orang lain membukanya.


Karena di rumah yang cukup besar itu hanya ada ibunya dan satu orang pelayan.


"Galena bukan orang kaya raya seperti kebanyakan keluarga yang ada di sana, tapi hidupnya selalu terpenuhi meskipun tidak seperti orang kaya pada umumnya karena kedua orang tua mereka sudah berpisah namun tunjangan hidup selalu mengalir dari sang Daddy.


Galena pun mulai hidup mandiri dengan kepandaian nya merakit robot dia pun bekerja di sebuah pabrik mainan anak.


Hingga saat ini dia hidup sederhana untuk ukuran gadis milenial dengan segudang prestasi tersebut.


"Mom,,, aku pulang lihatlah yang datang bersama dengan ku, dia adalah calon menantu mommy."ujar gadis itu.

__ADS_1


"Putriku."ucap wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda itu.


Wanita itu memeluk erat putri kecilnya itu yang sudah sangat lama iya rindukan.


"Galena sayang kamu kemana saja mommy sangat merindukan mu nak."ujar wanita itu sambil menitikkan air matanya.


"Galena baik-baik saja mommy jadi mommy tidak perlu khawatir, sekarang Galena sudah berada di sini jadi mommy tidak perlu khawatir lagi."ujar gadis itu.


Galena pun memeluk dan mengecup seluruh wajah sang mommy.


"Apa tadi yang mommy dengar tidak salah."ujar pria itu.


"Tentu saja tidak mommy ayo temui pria tampan yang akan menjadi suami ku kelak."ujar gadis itu.


"Kau serius nak jangan main-main."ucap sang Mommy lagi.


"Heumm,,, tentu saja tidak mommy."ujar gadis itu sambil mengajak wanita itu menuju ruang tamu.


Sesampainya di sana, tampaklah pria tampan dengan wajah yang bagaikan sebuah pahatan yang sempurna itu.


Pria muda itu langsung berdiri dan bergegas membungkukkan badan sebagai salam hormat.


"Tidak usah berlebihan seperti itu tuan muda, kau tidak akan mendapatkan penghargaan award disini."ujar Galena yang membuat Kala mendelik tajam.


"Maafkan putri ku nak, dia memang suka bicara asal tapi percayalah dia baik hati."ujar wanita paruh baya itu.


"Tidak apa-apa nyonya aku tau ituh."ujar Kala, sopan.


Mereka pun duduk dan berbincang tentang niat Kala Alexander Alen datang untuk melamar Galena untuk menjadi istrinya.


"Aku tidak akan pernah melarang niat baik mu, tapi ada baiknya kedua orang tua mu itu datang untuk melamar putri ku, karena biar bagaimanapun dia masih memiliki kedua orang tua, meskipun kami sudah berpisah sangat lama tapi untuk urusan pernikahan putri kami, kami ingin yang terbaik."ujar wanita itu.


"Heumm,, anda benar baik'lah saya akan segera menghubungi keluarga saya."ujar Kala.


"Mommy,,, aku sudah bertemu dengan mereka mereka adalah orang yang sangat baik jadi mommy tidak perlu khawatir tentang hal itu."ujar Galena yang merasa tidak enak meminta seorang Kristofer datang ke kediamannya.


"Tidak apa-apa sayang semua itu adalah hal yang wajar."ujar Kala.


"Heumm terserah lah."ujar Galena yang seakan ingin muntah saat mendengar kata sayang yang Kala katakan.


Semua itu bukan tanpa alasan, karena mereka berdua memang tidak pernah bicara romantis selama ini bahkan selalu berdebat.


"Ada apa? sayang apa? masih ada yang ingin kamu bicarakan?."ujar kala lagi dengan sengaja dia menggoda gadis itu karena yang dia tahu saat ini Galena pasti ingin muntah mendengar hal itu.


"Tidak tau aku tidak mengerti tentang semua itu."ujar Galena.


"Ah,,, ya lebih baik aku tanya Aunty saja."ujar Kala.


"Kami tidak meminta apapun cukup bahagiakan putriku seumur hidupnya itu sudah lebih dari cukup."ujar nyonya Tiana.


"Itu sudah pasti nyonya."ujar Kala sambil tersenyum manis.


Sementara Galena kini tengah memaki pria itu didalam hati, karena tidak tahan melihat sikap manis yang kini ditunjukkan pada calon mertuanya itu.


...🌸.................🌸...


Sementara itu di Indonesia, sejak pertemuan waktu itu Kalas, selalu dibuat penasaran oleh gadis berhijab itu.


Parasnya yang cantik dan tutur kata yang lembut membuat pemuda itu merasakan hal yang tidak biasa.


Tiara lestari adalah nama gadis cantik itu, dia kini berusia dua puluh tahun, berasal dari Jawa barat.


parasnya yang cantik membuat Kalas tidak bisa melupakan bayangan wajah cantik itu.


Sampai saat dia akan tidur sekalipun.


Namun sayang gadis itu sudah beberapa hari ini tidak terlihat berada di kampus.


Sampai Kalas bertanya-tanya kemana? gadis itu pada mahasiswa yang satu jurusan dengan gadis itu.


Namun mereka bilang dua hari yang lalu gadis itu mengalami kecelakaan.


Kalas benar-benar merasa terkejut dengan berita itu dia pun meminta saudara kandungnya itu untuk menemani dia berkunjung ke rumah sakit dimana gadis itu dirawat.


Kalen Alexander Alen pun tidak bisa menolaknya, pria tampan itu pun membalas sang adik yang hanya beda lima menit itu.


Saat di perjalanan Kalen menghentikan mobilnya untuk membeli buah tangan, namun Kalas sendiri malah bertanya ada apa?.


"Kenapa? berhenti."tanya Kalas.


"Bukankah kamu ingin menjenguk seseorang yang sedang sakit, dan menurut yang ku tahu kau harus membawa buah tangan, entah itu bunga ataupun parsel buah."ujar Kalen yang terlihat sangat kalem.


"Owh terimakasih brother aku tidak tahu itu, ayo beli buah tangan dan bunga yang indah."ujar pria tampan itu.


"Ahh,,, menyesalnya aku karena sudah memberitahu mu yang kadang telat berpikir ini."ujar Kalen.

__ADS_1


"Kau itu saudara ku, jadi sudah sepantasnya kau mengingatkan ku."ucap Kalas sambil mengusap puncak kepala sang kakak dengan jahilnya.


"Kau,,, lihat rambut ku berantakan!."teriak Kalen kesal.


"Tenang-tenang kau harus rileks, jika terus bersikap garang begini siapa yang akan mau dengan mu tuan tampan."ujar Kalas.


"Aku tidak perduli dengan itu yang jelas aku tidak suka mereka mengerubuti ku seperti lalat melihat kotoran saja."ucap Kalen.


"Hahaha mungkin kau bau."ucap Kalas sambil berlalu pergi meninggalkan saudaranya itu.


"Sialan."kata Kalen.


Pemuda itu langsung memesan bunga mawar merah yang sangat cantik dan juga sebuah parsel buah premium yang ingin dia berikan pada gadis cantik itu.


Sampai saat mereka tiba di rumah sakit tersebut, Kalen dan Kalas berjalan beriringan dan saat itu setiap orang berbisik-bisik membicarakan tentang mereka berdua yang begitu tampan sempurna dan berpenampilan rapi.


Semua terlihat sangat perfeksionis.


Kalas pun bertanya Pasien yang bernama Tiara lestari yang merupakan korban kecelakaan dirawat di mana? dan saat itu juga resepsionis mengatakan bahwa gadis itu dirawat di ruang xx di lantai 3.


Kedua pria tampan itu lanjut berjalan menuju lift, untuk naik ke lantai tiga.


Sesampainya di depan pintu ruang perawatan Tiara, keduanya sempat mengetuk pintu lalu membuka pintu tersebut.


Saat itu tampak lah seorang gadis cantik yang kini di perban di bagian kepala dengan masih menggunakan kerudung yang tidak pernah lepas itu dan ada beberapa luka lain di tangannya dan tangannya yang sebelah mengalami cedera yang cukup serius.


"Hi,,, Tiara maaf kami baru bisa berkunjung karena baru tahu kamu terkena musibah."ujar Kalas, sementara Kalen seperti biasanya hanya terdiam.


"Tidak apa-apa nak, terimakasih sudah menjenguk Tiara, kalau boleh tahu kalian berdua siapanya Tiara ya, teman satu jurusan atau dosen?."tanya seorang wanita paruh baya itu.


"Kami teman satu kampus nyonya hanya beda jurusan."jawab Kalen sopan.


"Ya itu benar nyonya."ucap Kalas.


"Owh.... maaf Tiara tidak bisa berbicara banyak saat ini putri saya masih mengalami syok, setelah kecelakaan tersebut."ujar sang ibunda Tiara.


"Sakit Bunda."lirih Tiara.


"Ya, putriku kau harus bersabar dan banyak-banyak berdoa semoga kau segera kembali bisa melihat karena disini ada dua sahabat mu."ujar sang Bunda yang membuat keduanya kaget.


"Apa? yang terjadi."ujar Kalas.


"Putri saya mengalami kebutaan yang diakibatkan oleh benturan keras di kepala, tapi dokter bilang itu hanya bersifat sementara karena setelah rasa sakit di kepalanya hilang dokter bilang dia akan bisa melihat lagi."ujar wanita itu.


"Heumm,,, syukurlah tapi jika ada masalah tolong jangan sungkan untuk menghubungi kami."ujar Kalen yang tau bahwa adiknya itu tengah syok dan tidak bisa berkata apa-apa.


"Terimakasih nak, kalian sungguh baik hati."ujar wanita paruh baya itu.


"Tiara meskipun kamu tidak bisa melihat ku saat ini kamu pasti masih ingat aku, aku Kalas datang menjenguk mu."ujar pria tampan itu.


Sementara Tiara hanya bisa merespon dengan berkedip.


"Terimakasih nak."ucap wanita itu.


"Kami tidak bisa berlama-lama di sini nyonya saya dan adik saya masih ada keperluan lainnya."ujar Kalen.


"Owh iya silahkan nak terimakasih sekali lagi karena telah menjenguk putri saya."ujar wanita paruh baya itu.


"Itu sudah kewajiban kami nyonya."ujar Kalen.


Sedaritadi Kalas tidak terlalu banyak bicara, dia hanya bisa menatap sendu kearah Tiara.


Kalen pun mengajak adiknya itu untuk pergi.


Dan mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.


Sepanjang perjalanan Kalas masih terdiam hingga Kalen membuka pembicaraan.


"Kau itu kenapa? sedaritadi lebih banyak diam daripada berusaha untuk beramah-tamah pada calon mertua mu itu."tanya Kalen.


"Bagaimana kalau Tiara buta untuk selamanya aku sangat menginginkan dia untuk menjadi istriku."ujar pria itu.


"Ya apa? masalah nya, kau bisa melanjutkan cita-cita mu, dan tidak hanya satu wanita buta yang sanggup menjadi seorang istri dan ibu, semua itu mungkin akan sulit untuk pertama kali beradaptasi tapi tidak setelah terbiasa."ujar Kalen memberikan semangat.


"Heumm,, semoga saja dia masih bisa sembuh seperti kata dokter kasihan jika dia benar-benar buta, dia juga bercita-cita menjadi dokter dan mungkin semua itu akan hancur jika dia tidak melihat."ujar Kalas.


"Kau bukan orang susah kau bisa meminta bantuan mommy dan Daddy untuk melakukan operasi agar Tiara bisa melihat mu lagi."ujar Kalen.


"Kakak benar aku akan memohon pada daddy agar mau membantuku nanti."ujarnya.


Mereka berdua pun langsung bergegas pergi menuju kantor, karena harus segera mengerjakan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.


Sesampainya di sana mereka sudah disambut oleh kedua orang asisten pribadi mereka.


"Tuan muda sudah tiba."ujar nya.

__ADS_1


__ADS_2