Sang Penari

Sang Penari
#Hampir mati#


__ADS_3

Aku meminta bantuan kepada tenaga medis tapi tidak ada satupun yang berani menolong aku bahkan sudah meminta tolong sambil bersujud tapi masih tidak ada yang mau menolong juga hingga Marvin, kembali datang dan berdiri di hadapan kami berdua, akhirnya Marvin pun meminta mereka untuk menolong Doni.


"Ariana, setelah Doni sembuh kamu harus ikut bersama ku, karena Doni akan dikembalikan ke negara asalnya"ucap Marvin.


"Negara itu juga negara ku, tempat kami dibesarkan"ucap ku.


"Negara x tidak cocok untuk mu, kau harus ikut tinggal bersama dengan ku"ucap nya sambil menatap ku.


"Aku akan ikut asal kamu mau menghabisi mereka untuk ku"ucap ku.


"Ariana!....kau tidak akan pernah bisa melakukan apapun pada mereka"ucap Marvin padaku.


"Apa? karena dia keluarga mu, hingga kau melindungi nya, apa? karena dia adalah istri mu"ucap ku tegas.


"Jangan banyak tanya jika Doni, dan seluruh keluarga nya ingin selamat.


"Itu tidak mungkin Marvin aku tidak mungkin bisa memaafkan mereka, mereka sudah membunuh keluarga ku"ucap ku.


"Aku juga terlibat Ariana, apa? kau juga akan membunuh ku, ayo ambil ini dan segeralah tembak aku"ucap Marvin padaku.


"Marvin, kau kau tega melakukan itu"ucap ku lirih.


"Orang yang menabrak adikmu adalah anak buah ku, atas perintah dia, dan itu artinya dia juga melibatkan aku"ucap Marvin.


"Kalian semua keterlaluan ahhhhhh!"Teriakku tanpa sengaja aku telah menembak Marvin yang kini berada di hadapan ku, beruntung Marvin menggunakan baju Anti peluru, hingga tidak mati.


"Ariana, kau sudah bisa menggunakan senjata bagus lah dengan begitu kau bisa berada di sisiku mulai saat ini"ucap nya.


"Tidak Marvin, aku tidak menginginkan hidup yang seperti yang kalian jalani aku memiliki cita-cita untuk hidup sederhana memiliki keluarga dan cinta, dan aku sebagai seorang istri ibu, sekaligus dokter, tapi semua sudah kalian rusak hanya karena dendam manusia yang sesaat, bahkan kalian membunuh seluruh keluarga ku"ucap ku .


"Baiklah kita kembali bersama dengan Doni bahkan kamu bisa kembali ke negara itu kau bisa lanjut kuliah karena selama dua tahun ini aku sudah meminta pihak kampus, untuk memberhentikan mu sampai waktu yang tidak dapat di tentukan tapi kau masih bisa kuliah"ucap Marvin, entah benar atau bohong, tapi aku sudah tidak berminat lagi untuk kuliah, aku akan mencari kerja paruh waktu jika aku kembali ke sana.


"kini aku sudah tidak ingin kuliah lagi aku ingin hidup tenang meskipun sendirian"ucap ku


Marvin menatap wajah ku lekat, lalu dia menarik ku kehadapan nya,lalu berkata" Tidak sendiri Ariana, tapi dengan ku"ucap nya tegas hingga aku kembali di kecup nya.


"Ariana bersiap lah malam ini kamu tinggal di hotel bersama ku, aku sudah membebaskan mu dari kakak ku, dan kini kau hanya milikku milik Marvin, seorang"ucap nya.


Aku hanya bisa pasrah saja karena sudah tidak ada lagi yang harus aku pertaruhkan kini hidup ku tinggal sebatang kara, dan tidak akan ada yang menghawatirkan ku lagi.


tepat pukul 23:00 malam waktu Kanada, aku dibawa pulang dari rumah sakit, setelah berkali-kali terkena syok berat, gara-gara keluarga yang katanya keluarga mafia yang entah benar atau tidak, pasalnya hingga saat ini aku tidak pernah melihat ada penyerangan ataupun perkelahian, bahkan orang-orang, mereka pun hanya berjumlah beberapa orang yang biasa di pekerjakan oleh seorang pengusaha sukses lainnya, bahkan hanya psikopat yang berwujud manusia yang aku jumpai.


dialah artur seorang pria tampan dan jauh lebih mapan bila dibandingkan dengan Marvin, tapi pria itu sangat berbahaya dibalik segala kebutuhan nya.


jadi fix semuanya hanya khayalan belaka mungkin karena saat itu Doni sedang terluka parah hingga Dia mengira bahwa keluarga Marvin adalah keluarga mafia, karena kekejaman anak buah Marvin saat itu.


dan kini aku Ariana rose sudah kembali menjadi diriku sendiri seperti saat sebelum kami berangkat ke Kanada karena nama aku sudah dibersihkan dengan sendirinya oleh Marvin,pria yang selalu memintaku patuh padanya itu ternyata menyimpan sebuah rahasia besar dibalik semua yang terjadi.


aku masih meragukan Marvin karena melihat sikapnya yang selalu berubah-ubah, dan kadang membuatku bingung harus percaya atau tidak pada ya itu kadang bersikap lembut kadang juga bersikap kasar sehingga membuatku bertanya-tanya benarkah dia mencintaiku karena yang aku tahu Martin pernah menikah dengan kakak tiriku ataukah itu hanya kebohongan belaka.


malam ini kami bersama-sama menginap di sebuah hotel sambil menunggu pagi karena keesokan paginya kami akan terbang kembali ke negara asal ku.


termasuk Doni yang kini masih terbaring lemah di rumah sakit dia akan langsung dibawa dengan pesawat pribadi milik Marvin marvin juga sudah menyiapkan semua perlengkapan medis untuk membawa Doni yang hingga kini masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Ariana mandi dulu nanti setelah mandi kamu bereskan semua barang-barang ku ke dalam koper"ucap Marvin padaku.


Marvin langsung pergi meninggalkan ku didalam kamar, entah akan kemana lagi pria itu, aku langsung melakukan, apa yang dia perintahkan, tadi.


hingga hari pukul satu dini hari akhir Marvin datang dia membawa sesuatu di dalam tas kecil, yang ia simpan di atas nakas.


"Ariana kenapa? kamu tidak tidur ini sudah hampir pagi"ucap Marvin.


"Aku tidak bisa tidur, mungkin karena terlalu banyak pertanyaan yang ada di otak ku, aku memikirkan itu terus"ucap ku.


"Jangan terlalu banyak berpikir, kau akan cepat tua nanti"ucap nya sambil tersenyum manis, dia membuka jas nya, dan melonggarkan sedikit dasi nya.


Aku langsung berdiri di hadapan nya lalu berkata"Marvin, jika aku mati nanti, apa? akan ada wanita lain yang akan menggantikan ku"ucap ku, yang langsung membuat Marvin, tersenyum lalu menghampiri ku mengitari ku lalu memeluk pinggang ku, dan berbisik sensual di telinga ku.


"Ariana, apa? kau akan merasa cemburu jika aku dekat dengan wanita lain"Marvin malah menjawab dengan sebuah pertanyaan lain.


Aku hanya terdiam saat Marvin, menanyakan hal itu padaku karena, aku juga bingung harus harus menjawab apa? Jujur aku tak tau karena yang aku tau perasaan ini terus berubah-ubah tergantung perlakuan Marvin, aku sendiri tidak tau harus mendefinisikan perasaan ini seperti apa.


"Ariana , apa? yang sedang kamu lamun kan"ucap Marvin, memeluk ku.


Marvin merangkul pinggang ku erat, sambil menatap ku lekat, siapa sebenarnya pria yang ada di hadapanku ini, dia begitu tampan den samua terlihat sangat perfeksionis, tapi menyimpan banyak misteri.


🌸...................🌸


Hingga aku melihat Doni yang dibawa oleh petugas medis dengan ambulans, yang dibawa masuk kedalam jet pribadi.


Aku hendak mengikuti Doni tapi Marvin menahan ku.


"Kamu hanya boleh bersama dengan ku jika kamu ingin dia selamat"ucap Marvin padaku.


hingga kami pun pergi meninggalkan negara tersebut menuju negara xx sepanjang perjalanan aku hanya duduk tidur dan makan dengan pria itu, sementara Doni, berada di sebuah kamar yang tersedia di dalam jet pribadi tersebut karena aku tidur di jok penumpang yang juga bisa di atur dengan nyaman, untuk beristirahat.


hingga akhirnya aku tiba di tanah air ku tercinta, aku pun langsung turun bersama Marvin, yang ternyata disambut oleh banyak bodyguard berbadan kekar, mengamankan langkah kami yang ternyata sudah ditunggu oleh para awak media entah siapa? yang mengabarkan pada mereka bahwa kami akan menikah segera, dan pertanyaan mereka begitu menyudutkan ku, yang mengatakan bahwa aku adalah wanita penghibur yang di bawa Marvin, dari lembah hitam.


Aku kira, dengan kembali nya, aku dunia akan berubah menjadi lebih baik, tapi ternyata banyak sekali kemalangan menunggu ku termasuk saat ini, belum reda awak media, keluarga Doni, datang dan ibunya hendak menampar ku tapi dengan cepat Marvin melindungi ku, dia menahan tangan wanita itu.


"Jangan berani menyentuh wanita ku, harusnya anda berterimakasih jika bukan karena wanita ini, putra mu bahkan tidak akan bertahan hidup, ataupun memiliki wajah yang utuh karena dia sudah berani mencintai istri dari Daddy ku"ujar Marvin ,tegas.


seketika itu wanita itu langsung berjalan mundur karena takut dengan ucapan Marvin.


sementara itu di pintu sebelah orang-orang Marvin, membawa Doni, untuk dibawa masuk ke dalam ambulans.


Marvin membawa ku menuju mobilnya, dan langsung meminta sopir pribadinya untuk pergi menuju kediaman nya, yang tak lain adalah apartemen milik nya, yang pernah aku tempati.


"Ingat daerah ini jangan sampai salah lagi"ucap Marvin.


"Aku tidak tau jika kamu tidak memberitahuku"jawab ku.


hingga saat kami berdua masuk kedalam lift dari basement apartemen tersebut, aku berjalan masuk ke dalam apartemen milik nya.


"Siapkan air kita harus mandi bersama"ucap nya tegas.


"Tapi Marvin lebih baik kamu duluan saja aku masih sangat lelah dan aku takut jika mandi bersama"ujar ku.

__ADS_1


"Kamu masih ingin membantahku?"ujar nya sambil menatap lekat kearah ku .


"Cepat lakukan aku ingin berendam" ucap nya tegas.


Akupun berjalan menuju kamar atas dan langsung menuju kedalam kamar mandi, tempat itu terlihat begitu bersih dan rapi entah kapan orang membersihkan nya, aku langsung mengisi bathub, dengan air hangat dan menambah aroma terapi.


setelah selesai aku langsung memanggil Marvin, hendak keluar kamar tapi ternyata orangnya sudah berada di depan pintu kamar nya.


"Aku sudah selesai mengisi air, silahkan jika kamu ingin mandi"ucap ku.


"Bukan hanya aku tapi kita"ucap Marvin.


"Tapi aku"


"Tidak ada penolakan"ucap nya.


aku pun berjalan gontai menuju kamar mandi, diikuti oleh Marvin dari belakang.


pria itu tanpa rasa malu mabuka seluruh pakaian nya dihadapan ku, hingga hanya bokser yang tersisa dan pria itu langsung masuk kedalam bathtub.


Aku duduk di samping nya, mengambil alat yang sering digunakan untuk menggosok punggung pria itu, hingga memakaikan dia shampo tak ubahnya sedang memandikan anak meskipun hanya separuh tubuhnya .


"Masuk lah"ujarnya padaku.


"Mau apa? aku belum mau mandi, sekarang , aku bisa masuk angin"ujar ku.


"Jangan banyak alasan, kamu sudah terlalu lama duduk di sana"ucap nya.


akupun terpaksa masuk kedalam bathtub tersebut dan langsung membuka baju ku hanya tinggal pakaian dalam saja aku langsung menutup tubuh bagian atas dengan tangan ku sendiri.


akhirnya aku mandi bersama meskipun tidak terjadi apa-apa, kami pun selesai dan pergi ke luar dalam walk-in closed, setelah selesai kami pun bersiap dan duduk di sofa.


"Kau tidak pernah melakukan hubungan dengan siapapun "ucap nya sambil tersenyum.


"Kau pikir aku apa? untung saja sibajingan artur tidak melakukan apa-apa pada ku"ucap ku tanpa takut.


terlihat Marvin, menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya.


"Kau tidak akan kut melawan nya, jika benar-benar itu terjadi"ucap nya.


"Aku tau itu, ayah nya saja tidak cukup tujuh wanita apalagi anak nya, aku tidak tau dengan kau"ujapku sambil menatap Marvin.


"Ayo kita coba"ucap Marvin, sambil tersenyum licik.


"Kau coba saja dengan istri mu"ucap ku


"Istri apa? kau lihat siapa.. istri ku"ucap Marvin, sambil menunjuk ke arah dinding di hadapan ku, yang sedari masuk tidak pernah kulihat.


"Gila ini benararan gila, kapan aku pernah menikah dengan mu"ucap ku.


aku benar-benar melihat foto pernikahan kami yang benar-benar tidak pernah aku jalani, tapi foto itu bukan editan, itu benar-benar asli, aku mengingat benar-benar tidak ingat kapan.


sudah jangan berpikir terlalu keras, kamu bahkan tidak ingat dengan ku setelah itu.

__ADS_1


akhirnya aku berhenti berpikir karena Marvin, memberikan berkas dan foto saat kami melangsungkan pernikahan, dan aku sempat terkejut saat melihat Papi, dan Marvin berjabat tangan dan Mami, menemani ku, yang tengah melakukan semua ijab qobul tersebut, hingga akhirnya video pernikahan kami terpang-pang nyata, aku benar-benar tidak mengerti apa? sebenarnya yang terjadi dalam hidup ku, apa? sebenarnya yang terjadi pada ku, hingga aku bisa seperti saat ini.


"Kau tidak akan pernah tau karena kecelakaan itu merenggut semua ingatan mu, termasuk pernikahan kita, dan kau terjaga di usia saat masih SMA, aku yang benar-benar sulit untuk menerima semua kenyataan itu, hingga aku harus berusaha menerima nya, dan membuat seakan semua mengikuti imajinasi mu, dan disini yang sebenarnya jahat adalah kau, aku harus melihat istri ku berbuat sesuka hati, hingga aku sering habis kesabaran terkadang aku melampiaskan semua itu pada mu, kamu pikir siapa? laki-laki yang akan tahan tidur di ranjang yang sama tanpa melakukan apapun, hanya demi menunggu agar kau bisa siap untuk melanjutkan bulan madu yang sempat tertunda, dan Doni, dia bukan sahabat mu, dia adalah asisten ku, karena Doni masa kecil mu sudah tiada bersama dengan mu yang sudah kecelakaan bersama dengan mu, saat aku melakukan perjalanan bisnis, karena kalian melakukan balapan liar di jalan raya"ucap Marvin, tegas sambil menatap ku penuh cinta.


__ADS_2