
"Yang, aku mohon jangan seperti ini, kita bisa bicara!"teriak Alexander.
Pria itu tidak seharusnya bertindak ceroboh seperti itu, Alexander mencintai Agatha dengan tulus tapi dia terjebak di dalam perjanjian pernikahan.
Pernikahan itu terjadi saat Alex, datang ke rumah kedua orang tua nya, bertepatan dengan perlombaan Agatha.
Alexander tidak bisa menolak saat dia dihadapkan pada kenyataan, saat ayahnya hampir sekarat hanya karena hutang budi mereka yang telah mendonorkan jantung, pada sang ayah dia adalah ayah dari istri Alexander Evelyn.
Evelyn, sendiri sebenarnya sudah menanti Alexander untuk menjadi suami nya sejak mommy Alex, memamerkan foto putra kesayangannya, itu.
Evelyn, selalu berharap pada Tuhan agar mereka bisa berjodoh meskipun dia harus menebus nya dengan mahal.
Alexander sudah, menjelaskan bahwa dia sudah memiliki calon istri yang bahkan sangat cantik dan polos, tapi saat Agatha, melihat panggilan video tersebut, Evelyn memprovokasi Alex, hingga tanpa sadar sudah mengatakan tentang kekurangan Agatha dengan maksud, membandingkan dengan kelebihan yang Agatha miliki tapi Agatha hanya mendengar bagian awal nya saja.
Agatha langsung berkemas dan meminta Marvin dan Ariana untuk segera pulang ke rumah, Alex sudah berusaha untuk mencegah Agatha tapi gadis itu tampak murka, Alex sendiri tidak menyangka bahwa selama ini wanita yang dia kenal polos dan manja bisa mengerikan seperti saat ini.
Alex, menghadang langkah Agatha dan berusaha meraihnya dan memeluk tubuh gadis itu, tapi sayang dia tidak bisa diraih,agar seakan bukan Agatha yang sama yang sore tadi sempat memeluk nya dihadapan awak media dan khalayak ramai.
"Yang please dengarkan penjelasan ku dulu, please, aku tidak mau kita, berakhir seperti ini, Agatha aku sangat mencintaimu!"teriak Alex yang terus berusaha meyakinkan Agatha.
Sementara Marvin tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan sedikit pun, padahal dia sudah tau semua yang terjadi, dia tau bahwa Alex, sekarang sudah menikah, meskipun dengan terpaksa.
Marvin dan Ariana belum ingin ikut campur, karena dia percaya Agatha lebih tau dari mereka apa? saja yang harus dia lakukan.
Agatha berada di dalam ruangan tunggu bandara, untuk menunggu penerbangan pukul dua dini hari, di bandara cukup lengang mungkin karena orang sudah tahu jadwal keberangkatan mereka, tapi tidak bagi Agatha yang akan naik jet pribadi, saat ini dia tengah menunggu Marvin mengurus semua nya, setelah selesai barulah rencananya mereka akan naik jet pribadi.
Dikarenakan, udara sedang sangat dingin dan serasa menusuk kulit, Marvin meminta Agatha dan istri menunggu di ruang tunggu bandara.
Hingga tiba saatnya saat pesawat jet pribadi itu siap Marvin membawa keduanya memasuki jet, tersebut .
Dan mereka pun akhirnya pulang menuju rumah nya, saat ini tapi sebelum itu, Agatha ingin menjemput Daddy nya langsung untuk kembali ke rumah mereka, Agatha dan Alvin sudah janji akan pulang setelah putri nya jadi juara dan Agatha pun sudah mempersembahkan 🏆 terbaik untuk Daddy nya, sebagai hadiah kesembuhan Alvin.
Sekarang luka-luka Alvin sudah mulai membaik, dan sembuh , Alvin sudah diijinkan pulang meskipun, demikian Anggita masih harus ekstra hati-hati untuk menjaga Alvin, yang mengalami patah tulang meskipun sudah di sambung kembali seperti normal nya, tapi tetap Alvin akan mengalami kelumpuhan sementara untuk saat ini, dan bisa selamanya jika mereka ceroboh.
Agatha langsung memeluk Daddy nya, ketika ia tiba di rumah sakit, setelah itu dia langsung meraih piala yang dia bawa sedari tadi.
"Ini untuk Daddy, untuk Daddy, semoga dengan ini Daddy bisa cepat pulih dan kembali seperti sedia kala, Agatha sayang Daddy"ucap Agatha tulus.
"Wow.... putri Daddy memang the best"ucap Alvin.
Saat ini Alvin sudah berada di kursi roda khusus yang Marvin pesan.
"Ayo Boy kita pulang"ucap Marvin yang dibalas dengan anggukan.
Agatha tidak menampakkan kesedihan di depan semua orang gadis itu saat ini terlihat ceria, dengan kepulangan sang Daddy yang kini sudah mulai membaik, meskipun masih harus menjalani perawatan khusus, untuk cedera yang ia alami di bagian kaki.
Gadis itu langsung memasuki kamar tepat di pukul tujuh pagi, hari ini dia benar-benar ingin mengistirahatkan tubuh nya dan hatinya yang sungguh sudah sangat lelah tersebut.
Agatha pun meneteskan air mata nya, tangis kesedihan yang dia alami saat ini benar-benar tak bisa dibendung lagi, tepat di balik selimut tebal berwarna putih itu, Agata menangis dalam diam, hanya isakkan kecil yang masih terdengar sesekali, dia tidak ingin keluarga nya tau rasa sakit yang ia rasakan saat ini, teramat menyiksa.
Sementara itu, Alexander kini dia yang juga sudah kembali, pria itu langsung pulang ke Mension dan membersihkan diri terlebih dahulu, dia tidak ingin membiarkan masalah nya dengan Agatha terus berlarut-larut, Alexander akan mati-matian memperjuangkan cinta nya pada Agatha.
__ADS_1
Meskipun pada akhirnya, dia akan ditentang oleh kedua belah pihak, dia sungguh tidak perduli baginya Agatha adalah hidup nya sampai kapan pun.
Setelah selesai mandi dan sarapan, tepat pukul sepuluh pagi, Alexander langsung menuju ke kediaman Marvin, disana Agatha pun masih terlelap tidur, setelah wanita itu lelah menangis sendirian.
Agatha, kini sudah tidak ingin lagi mengenal pria manapun selain keluarga nya, karena disaat dia mengenal cinta, justru cinta yang datang itu membawa belati tajam yang menusuk hingga ke dalam hati.
Agatha bahkan berniat untuk pulang ke rumah nya yang ada di luar negeri, yang dulu dia tempati bersama keluarga nya, sebelum mereka pulang, ke Indonesia.
Alexander pun tiba di rumah Agatha, dia langsung masuk kedalam dan disambut oleh pelayan karena semua penghuni rumah sedang beristirahat, kecuali Marvin dan Ariana, yang sudah terlihat segar, mungkin karena baru saja habis mandi.
"Nyonya.... tuan, tuan muda Alex, ingin bertemu dengan anda berdua"ucap pelayan tersebut.
"Suruh dia menghadap kami di ruang baca"ucap Mariana tegas.
"Baiklah Nyonya"ucap pelayan itu pergi menemui Alex, untuk menyampaikan pesan kepada Alex.
"Tuan anda di tunggu oleh keduanya di ruang baca"ucap pelayan tadi.
"Baiklah"jawab Alex dan ia langsung berjalan menuju ruangan tersebut.
Sesampainya di sana, ruangan tersebut terasa mencekam bagi Alexander, meskipun saat ini mereka berdua masih berwujud manusia, tapi Alex merasa seakan raganya.
"Silahkan duduk, tuan muda Alexander"ucap Ariana.
"Baik, terimakasih Nyonya Ariana"balas Alex.
"Langsung saja, dengan maksud dan tujuan anda"ucap Ariana tegas.
"Satu bulan yang lalu saya, terpaksa harus menikah dengan wanita pilihan kedua orang tua saya, yang pada saat itu ayah saya sedang sekarat karena penyakit jantung nya, saat itu diselamatkan oleh orang lain, yaitu ayah dari wanita yang menjadi istri saya yang saat itu tewas karena kecelakaan, tapi nyonya saya tidak mencintai istri saya, yang sangat saya cintai hanya lah Agatha cucu anda, dan saya akan berjuang untuk menyelamatkan hubungan diantara kami, saya mohon beri saya kesempatan untuk itu, saya janji setelah keadaan ayah saya benar-benar sembuh, saya akan menceraikan nya"ujar Alexander.
Ariana sampai menggelengkan kepalanya tidak percaya, bahwa semua itu benar-benar nyata, akan sesakit apa?.
...🌸.........................🌸...
"Aku rasa hubungan kalian tidak bisa lagi dipertahankan, sebaiknya jangan pernah temui lagi cucu saya, apa? anda dengar itu tuan muda Alex" kata-kata itu terus terngiang di telinga Alex.
Pria muda itu bahkan sudah menghabiskan beberapa botol minuman dengan kadar alkohol tinggi, Alex berharap saat ini dia tidak bangun lagi untuk selamanya.
Hingga tawa ceria dan rengekan Agatha terus terngiang di benak nya, betapa hancur nya hati Agatha saat ini, dia memang bajingan, Agatha sudah melakukan hal yang tepat untuk menghukum dirinya dengan cara tidak memaafkan nya.
Sementara itu di sisi lain nya, Agatha kini mengemas barang nya tanpa bicara terlebih dahulu pada semua nya, dia sudah memutuskan untuk pergi jauh, dan melanjutkan pendidikan nya di luar negeri.
Wanita muda itu tidak ingin terus berada di sana karena itu terlalu menyakitkan untuk bisa bertahan di negara ini.
"Mom, dad... aku akan pulang ke rumah kita yang ada di luar negeri, aku ingin lanjut sekolah dan kuliah di sana, hari ini juga aku akan berangkat, semoga Daddy cepat sembuh dan bisa segera menyusul ku kesana"ucap Agatha yang membuat semua orang tercengang kecuali Ariana dan Marvin.
"Sayang ada apa...kenapa? mendadak seperti ini, apa? Agatha cerita sama mommy"ucap Anggita yang benar-benar syok, saat mendengar putri nya mendadak ingin pergi jauh.
"Anggita, sebenarnya ini tidak mendadak mommy dan Daddy yang merencanakan semua ini, agar Agatha bisa lebih dewasa jika tinggal di sana, tenang saja ada asisten kepercayaan Daddy yang akan mengurus nya disana"ucap Ariana yang sebenarnya juga syok dengan keputusan yang cucunya ambil.
Marvin mengangguk, untuk mengiyakan nya, dia pun bersiap untuk menghubungi seseorang ,
__ADS_1
"Sayang Daddy akan sangat kesepian di sini"ucap Alvin.
"Tidak Daddy ada Oma dan opa kak Irma kal Al, dan kak NATO, mereka akan menemani Daddy dan mommy, Agatha hanya bisa mendoakan,agar kalian semua baik-baik saja dan Daddy cepat sembuh agar secepatnya bisa langsung menyusul Agatha"ucap gadis itu sambil tersenyum.
"Dia pandai menutupi luka"ucap Ariana.
"Benar"ujar Marvin.
Akhirnya Anggita dan Ariana pun mengantar kepergian sang putri tercinta nya itu, ke bandara.
Saat Agatha masuk ke dalam, iya berpapasan dengan wanita cantik yang dia lihatnya di handphone pria yang sudah benar-benar melukai hati nya, hingga hancur menjadi berkeping-keping.
"Selamat tinggal, semoga kalian bahagia"gumam Agatha lirih.
Sementara itu , Alexander dia mendengar kabar kepergian Agatha, pria itu berusaha bangkit dan hendak menyusul tapi kepalanya begitu berat dia tidak bisa bangkit dan akhirnya tidak sadarkan diri.
Agatha kini, sudah berada di dalam pesawat, jujur dia begitu ketakutan saat ini .
Agatha mencoba untuk memejamkan mata nya, berharap semua itu adalah mimpi, tapi saat dia membuka mata dengan sangat ragu ternyata dia benar-benar tengah ada di dalam pesawat.
Agatha pun kembali memejamkan mata, dia ingin tidur dia ingin melupakan semua.
Hingga saat tiba di tempat tujuan, Agatha diikuti oleh asisten pribadi yang akan mengurus segala keperluan nya, meskipun di rumah yang sudah hampir tiga tahun mereka tinggalkan ada beberapa orang pelayan yang tetap menjaga kebersihan rumah tersebut.
Agatha, langsung berderai air mata sesampainya di dalam rumah, karena dia selalu melihat, bayangan kehangatan keluarga nya disana, sedari dulu dia adalah prioritas utama bagi mereka.
Tapi sekarang gadis itu hanya akan bertahan sendirian di sana.
"Agatha kuat, ayo Agatha kamu bisa kamu kuat, hempas kan segala rasa perih ini"gumamnya sambil berdiri mematung di balkon kamar nya.
Sementara beberapa orang pelayan hilir mudik membereskan barang-barang nya Agatha akan melakukan semua yang terbaik untuk dirinya, dia tekankan itu dalam dirinya.
Malam pun tiba, gadis itu pun kembali menangis, teringat akan semua rasa sakit atas apa yang telah terjadi kini Agatha tak mampu membendung air matanya, hingga ia tertidur.
Setiap hari Agatha akan melakukan hal yang sama, hingga dia mulai bisa melupakan apa? yang terjadi, dia kini sering datang ke club malam, untuk menyalurkan bakat nya, menari di bawah alunan musik, dia tidak pernah merasa tidak nyaman atau tidak karena orang-orang kepercayaan Marvin selalu mengikuti nya dan Agatha yang sekarang bukan Agatha yang kekanakan, dia tampil seperti gadis dewasa dengan menggunakan makeup tipis tangtop berwarna putih dan rok mini dipadukan dengan jaket denim tidak lupa dengan sebuah tato d bagian perut bawah meskipun masih tato tempel.
Wanita itu benar-benar merubah penampilan yang berubah-ubah tergantung mood, terkadang tampil tomboi, terkadang feminim.
Agatha sebenarnya tengah mencari jati diri.
Sampai saat wanita itu sudah lelah menari dia pun memutuskan untuk pulang, dia memang selalu datang ke sana hanya untuk menghilangkan rasa sepi, dengan menari dengan enerjik, bersama dengan orang-orang yang juga sama gilanya dengan Agatha saat ini, karena jika mereka waras tidak mungkin datang ke tempat tersebut.
Siang hari sekolah seperti biasanya, pulang istirahat dan belajar saat suntuk dia pun akan jalan-jalan kemana saja yang dia inginkan termasuk club tersebut.
Suatu hari Agatha, jatuh sakit, tapi dia meminta untuk tidak memberitahu pada keluarga nya karena takut mereka cemas.
Gadis itu dirawat di rumah sakit sendirian, hingga seorang dokter tampan, dengan wajah tampan khas pria bule tersebut, menghampiri nya dan mengajak Agatha berkenalan,agar Agatha merasa rileks, karena dokter tersebut akan menyuntikkan obat di bagian lengan nya saat ini.
Dokter itu tersenyum ramah "Nama mu siapa? princess"ucap nya lembut.
"Agatha, Alexandria"jawab nya, singkat pada dan jelas.
__ADS_1
"Nama yang bagus, berapa? usia mu"ujar nya