Sang Penari

Sang Penari
#Kristofer menangis ll#


__ADS_3

Setelah perdebatan yang selalu terulang itu, Agatha yang lelah kini tertidur pulas, setelah satu tamparan yang refleks mendarat di pipinya, Bumil itu tidak sengaja membeberkan ciuman panas nya dengan Piter, sebelum mereka menikah semua karena Agatha ingin Kristofer melepaskan dirinya saat ini, tapi sayang malah tamparan keras yang ia dapatkan secara tidak sengaja dari pria itu.


Hati Kristofer begitu pedih saat ini bukan karena Agatha pernah ciuman dengan Piter, karena dia tau jika Agatha, tidak akan pernah melakukan itu secara sengaja jika tidak di paksa.


Kristofer merasa terluka dan menitikkan air mata dalam diam karena melihat bekas gambar tangan nya yang tercetak jelas di pipi halus dan mulus itu.


Setelah berulang kali Kristofer berucap maaf bahkan dia sendiri mengelus pipi Agatha yang terlihat mengenaskan dengan gambar tangan dan sudut bibirnya yang robek itu.


Agatha hanya tersenyum kecut dia bahkan tidak menangis sedikit pun dia langsung berbaring tanpa memperdulikan keadaan dirinya sendiri.


Kristofer menangis dalam diam sambil mengusap pipi istrinya dia bahkan sudah mengoles salep khusus untuk luka di sudut bibir Agatha.


Kristofer memeluk Agatha erat meminta maaf, dan berulang kali mengelus punggung istrinya.


Hingga waktu menjelang pukul 04:00 Kristofer baru bisa memejamkan mata nya, hingga pukul tujuh pagi saat dia membuka mata, Kristofer kaget istrinya sudah tidak berada di samping nya.


Pria itu langsung bangkit dan berjalan kesana kemari untuk mencari keberadaan Agatha, hingga dia menarik nafas lega, setibanya di depan kolam ikan koi yang sungguh menyenangkan jiwa nya.


"Baby... sedang apa? disini"ucap Kristofer yang kini tampak dengan muka bantal nya itu.


"Aku sedang melihat ikan"ucap Agatha.


"Apa? perlu aku pindah kolam ikan ini ke dalam kamar kita"ucap Kristofer.


"Tidak perlu Kris, sekalipun kamu mengubah dunia ini menjadi milikku sendiri, kenyataan tentang ku yang hanya menjadi benalu dalam hidup mu, tidak akan pernah berubah"lirih Agatha yang begitu mengiris hati.


Agatha bukan tanpa alasan berucap seperti itu, saat dia sedang tertidur pulas, seseorang menghubungi Kristofer, dia meminta Kristofer untuk meninggalkan Agatha yang disebut oleh orang itu sebagai benalu, dan saat itu karena entah malam yang terlalu sunyi, entah memang pendengaran Agatha yang terlalu peka terhadap suara tersebut.


"Honey... apa? kau mendengar percakapan ku semalam" tanya Kristofer.


"Heumm,,, dan orang itu benar aku hanya benalu dalam hidup mu, dan kau tidak mencintai ku! tapi kamu hanya merasa bersalah pada Opah, tapi ibumu bahkan tidak perduli dengan alasan apapun aku bahkan tidak dianggap sebagai manusia oleh nya"ucap Agatha sendu.


"Hi... honey jangan pernah bicara seperti itu"ucap Kristofer.


"Itu kenyataan nya Kris"ucap Agatha yang kini menatap lekat wajah tampan yang terlihat sangat frustasi itu.


"Aku akan pulang, hari ini juga terserah kamu mau ikut pulang atau tidak, aku sudah terlalu lelah untuk berdebat dengan mu sekarang semua terserah dirimu aku juga sudah meninggalkan perusahaan terlalu lama, karena itu adalah warisan peninggalan Opah, untuk ketiga anak ku kelak"ucap Agatha tenang.


"Honey mereka memiliki bagian dari ku, yang akan lebih besar dari anak ku yang lain nya"ucap Kristofer.

__ADS_1


"Tidak Kris, anakku atau anak kita tidak membutuhkan warisan turun temurun dari keluarga mu, karena bahkan kehadiran nya sudah dianggap sebagai benalu dalam keluarga mu"ucap Agatha yang kini berjalan meninggalkan Kristofer.


"Baby please jangan seperti ini maafkan aku yang tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk mu, tapi aku mohon jangan dengarkan ucapan buruk dari siapapun itu"ucap Kristofer.


"Kris, dia ibumu dia adalah surga mu, bahkan dibandingkan aku dia lebih berharga dari berlian dan batu permata yang ada di dunia ini, dan kamu wajib mematuhi nya, jika kamu berpisah dengan ku ataupun ketiga anak kita, mungkin hanya akan ada segelintir orang yang akan menghujat mu, tapi jika kamu durhaka pada ibumu maka malaikat dan seluruh dunia ini akan mengutuk mu, jadi dengarkan keputusan ibumu, aku tidak apa-apa pergilah tinggalkan aku, bersama dengan ketiga anak kita, aku yang akan menjaga dan membesarkan mereka sendiri, kamu bisa mengunjungi mereka kapan saja itupun atas ijin ibumu"ucap Agatha.


Kristofer langsung memeluk Agatha, tangis nya pecah saat itu juga, dia tidak mungkin se-tega itu meninggalkan Agatha dan ketiga anak nya sekalipun dia harus menentang dunia demi cinta mereka.


"Kris, jangan begini Hi... aku tidak apa-apa seolah-olah ucapan ibumu adalah sebuah kenyataan, dan aku hanya benalu dalam hidup mu"ucap Agatha yang kini hampir terjatuh jujur dia sendiri tidak kuat menanggung beban pikiran akan semua yang telah terjadi.


"Honey aku tidak menangis kamu salah mengira aku hanya kelilipan bulu mata ku"ucap Kristofer yang sudah menghapus air mata nya itu dia bahkan yang kini mendekap erat tubuh Agatha yang begitu tidak bertenaga itu.


"Aku sudah biasa dihina dan olok-olok oleh orang karena aku tidak senormal wanita lain karena keterbatasan ingatan ku yang sering terganggu, bahkan aku sudah biasa disebut big baby tapi satu hal yang membuat aku bersyukur saat orang tua kak Alex bilang aku adalah wanita cacat dan lemah juga kekanakan saat itu aku sadar aku tidak cocok untuk siapapun, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari rumah"ucap Agatha.


"Dan Tuhan mempertemukan kita saat aku sedang berperang melawan musuhku saat kau dalam keadaan bahaya aku terpaksa menjadikan mu sebagai sandera bersama dengan Xena, dan saat itu perlawanan mu sungguh sangat kuat, kamu adalah gadis pertama yang mampu mengalahkan asisten pribadi ku, dan membuat aku penasaran dengan gadis kecil yang sangat cantik ini"ucap Kristofer sambil membingkai wajah cantik itu.


"Kris, aku tidak sekuat itu, jika saja opah tidak berada di dalam hidup ku, aku hanya akan menjadi gadis lemot yang bahkan tidak pernah dihargai oleh siapapun"ucap Agatha.


"Kau tidak seperti itu honey, kau itu adalah gadis yang manis yang murni dan tidak ada siapapun yang akan mengira dibalik itu ada berlian indah yang tersembunyi di balik kekurangan itu.


"Hanya kamu yang mengatakan itu"ucap Agatha.


Kristofer begitu betah dengan posisi seperti itu, dia terduduk di lantai tepat di hadapan Agatha yang kini duduk di sofa, dengan membenamkan wajahnya di perut buncit itu, Kristofer bahkan memejamkan mata nya di sana, tidak lama dia mengangkat wajahnya.


"Honey... tetap lah menjadi bintang di hati ku, meskipun tidak ada cahaya bulan tapi kau mampu menjadi petunjuk arah bagi ku"ucap Kristofer.


Kristofer mendekat kan wajah nya pada Agatha dan dengan lembutnya dia mencium bibir wanita cantik itu.


"I love you so much"ucap Kristofer.


"Thank you my husband"ucap Agatha sambil memeluk erat tubuh kekar itu meskipun berjarak karena perut Agatha yang buncit.


"Jangan pernah pergi jauh tanpa aku, baby aku begitu mengkhawatirkan kalian berempat"ucap Kristofer.


Sementara itu di kediaman Marvin, saat ini Ariana meminta meminta semua orang berkumpul setelah dia memergoki perbuatan Alvaro yang diluar batas bersama dengan Xena, hari itu juga Ariana meminta penghulu menikahkan mereka meskipun Alvaro sempat menolak karena dia tidak ingin menggantikan posisi Irma di hidup nya


Alvaro bahkan meminta waktu untuk menyendiri, seperti yang tengah dilakukan oleh nya saat ini merenung sambil bercucuran air mata, dia begitu mencintai Irma, tapi dia juga butuh pelampiasan hasrat nya.


Sementara Xena yang kini tengah berada di dalam kamar nya, dia tengah membereskan barang-barang nya, dia sadar hidupnya sudah tidak ada harganya, bahkan orang yang selama ini meniduri nya, ternyata tidak sedikit pun memiliki rasa padanya.

__ADS_1


Xena sudah putuskan untuk pergi jauh dia akan kembali ke Amerika, meskipun dia harus bekerja serabutan di sana nantinya.


Xena bahkan tidak ingin lagi bertemu dengan pria itu, dia keluar dari dalam kamar nya membawa barang-barang nya yang lama termasuk pakaian nya dan semua barang-barang pemberian Alvaro termasuk perhiasan dia tinggalkan begitu saja termasuk kartu ATM yang Alvaro berikan selama ia menjadi pemuas nafsu nya.


"Xena mau kemana kamu"ucap Rosella yang berpapasan dengan Xena di tangga.


"Aku akan segera pergi kak, tempat ku bukan disini"ucap Xena.


"Xena jangan pergi, bagaimana jika kamu hamil"ucap Rosella yang langsung membuat Xena mematung di tempatnya.


Xena sadar akan semua kelalaian yang ia perbuat bahkan sudah dua bulan lebih dia tidak mendapatkan tamu bulanan nya.


"Heumm,, kakak tenang saja aku tidak mungkin hamil aku tidak pernah terlambat datang bulan kok"ucap Xena yang melanjutkan langkahnya.


"Xena, aku tau kamu berbohong, saran ku jangan pergi biarkan kak Alvaro bertanggung jawab, atas semua dosa-dosa nya"ucap Rosella.


"Tidak Rosella, bukan hanya dia yang berdosa tapi aku pun sama, terimakasih atas kebaikan kalian semua selama ini, mungkin aku akan segera kembali ke tempat asal ku"ucap Xena.


Rosella langsung menghubungi suaminya saat ini sementara di rumah hanya ada Ariana yang mungkin tengah menangis di kamar nya, sementara kedua orang tua Alvaro yaitu Alvin dan Anggita kini tengah keliling dunia.


Xena sudah keluar dari Mension, dia menaiki taksi, sementara Rosella tidak tahu harus bilang bahwa Xena pergi entah pada siapa? posisi nya serba salah, bilang pada Alvaro, pria itu pun seakan tidak peduli pada Xena, sementara jika bicara pada Ariana itu sangat tidak mungkin dia tidak tega melihat kesedihan Ariana saat ini.


Wanita lanjut usia itu merasa hidup sendirian setelah suaminya pergi dan kini Agatha jarang berada di rumah nya.


Xena tiba di bandara, setelah dia memesan tiket pesawat secara online, dan beberapa jam lagi adalah keberangkatan nya ke Amerika.


Xena tengah duduk di ruang tunggu sambil berjalan kesana kemari seperti setrikaan.


Dia gundah bukan karena takut hamil tapi dia tidak ingin anaknya diambil oleh Alvaro.


Gadis itu masih memegangi testpack di tangannya dia ragu untuk mengecek sesuatu yang ia juga yakini.


Alvaro sendiri setelah memutuskan untuk mengikuti perintah sang Oma, dia langsung turun dari lantai tiga tapi ternyata pelayan tengah membicarakan tentang Xena yang pergi beberapa jam lalu setelah Alvaro masuk kedalam kamar nya.


Alvaro langsung pergi menyusul Xena, tapi sesampainya di bandara, wanita itu sudah tidak ada lagi di sana, penerbangan pesawat menuju Amerika, baru saja lepas landas.


"Xena, kamu pikir aku akan membiarkan mu pergi begitu saja"ucap Alvaro.


Sementara itu tanpa sepengetahuan Alvaro, gadis itu pergi menuju Kuala lumpur Malaysia, dia ingin kembali pada keluarganya di sana, meskipun dia akan mendapatkan penolakan tapi Xena akan bertahan karena biar bagaimanapun demi yang kini sudah berada di dalam kandungannya yang ternyata positif setidaknya sampai dia melahirkan anak nya itu.

__ADS_1


Sementara Agatha yang tau tentang semua yang terjadi kini dia meminta bantuan kepada Kristofer untuk melindungi sahabat nya itu.


__ADS_2