Sang Penari

Sang Penari
#Babby Alvin#


__ADS_3

Setelah pesta usai, mereka pun kembali ke kamar nya masing-masing begitu juga dengan Alvin yang kini terlihat sangat lelah tapi siapa suruh dia yang membedikan ide itu.


sementara keempat anak mereka kini tidur berpencar, Alvaro bersama dengan NATO, tidur di kamar yang ditempati oleh Marvin dan Ariana, sementara kedua putrinya berada di kamar Icha bersama dengan Angga, pria paruh baya itu juga sesekali terlihat menyeka air matanya karena putri yang sangat ia sayangi, saat ini sudah tidak ada, padahal Agatha, adalah anak yang paling penuh perhatian pada kedua orang tua nya, dia selalu meminta Angga, untuk beristirahat dan tidak pernah banyak permintaan seperti putri kandungnya.


"Daddy, sebaiknya kita menebus putri kita dari tahanan, aku tau jika saat ini kamu merasa sedih karena aku juga mengalami hal sama, berusaha lah untuk memaafkan nya, biar bagaimanapun kamu menghukum nya, putri ku tak akan pernah bisa kembali, mungkin ini adalah suratan takdir yang tuhan garis kan untuk kita"ucap Icha.


"Aku tidak akan pernah menyesal jika aku harus kehilangan satu putri yang memiliki hati busuk, dari pada aku harus membebaskan dia"ujar Angga yang masih belum bisa memaafkan putri nya, karena dengan niat ingin menguasai seluruh harta Angga,itu artinya dia juga ingin menyingkirkan dirinya dan seluruh keluarga besar nya.


hingga satu Minggu berlalu setelah pesta pernikahan dan juga ulang tahun perusahaan di gelar, kini Alvin sudah kembali sibuk.


Anggita pun sudah kembali bekerja di rumah sakit miliknya meskipun sesekali, baby Alvin akan merengek meminta istrinya, untuk berhenti bekerja, karena dia ingin ditemani.


Alvin semakin posesif setelah memiliki empat anak pria itu bahkan kadang suka cemburu dengan keempat anak nya yang mendapat perhatian lebih dari sang istri, tapi ketika salah satu anak nya sakit dia akan menjadi orang pertama yang akan menjaga nya.


sementara Anggita hanya mengobati dan mengawasi nya.


Anggita adalah seorang wanita karir, seorang ibu, juga seorang istri tapi dia mampu mengatasi semua menjadi yang terbaik untuk semua nya.


Anggita juga adalah orang yang paling dihargai dan dicintai oleh rekan sejawat nya, bukan karena dia adalah seorang yang berkuasa, tapi karena keramahan dan jiwa sosial nya yang tinggi,


tidak tanggung-tanggung dia akan membayar kan biyaya rumah sakit bagi orang yang benar-benar tidak mampu


dan bagi orang yang kekurangan biyaya dia memberikan kebijakan untuk mencicil dan jika masih tidak mampu melunasi hutang bekas pengobatan tersebut akan Anggita bebaskan, untuk tidak lagi membayar nya.


tapi dengan kuasa yang diatas pundi-pundi uang nya bukan nya habis tapi malah bertambah, mungkin karena kebaikan nya akhirnya Anggita mendapatkan balasan dari yang maha kuasa.


Anggita akan datang jika iya benar-benar dibutuhkan oleh pasien karena saat ini fokus nya adalah pada keluarga nya, tapi setiap hari dia akan mengecek kondisi rumah sakit mungkin satu atau dua jam, setelah itu dia kembali, karena rumah sakit tersebut dibawah naungan perusahaan Alvin, jadi dia tidak perlu repot-repot memikirkan tentang semua nya.


seperti saat ini dia sedang memasak untuk makan siang bersama dengan ketiga anak nya yang Anggita selalu ajarkan mandiri sejak dini sementara Anggita memasak dengan berbagai bahan dan minyak panas, wanita itu mengajarkan anak nya untuk membuat sarapan yang simpel mulai dari bekerja sama membuat salad sayur dan buah, juga membuat segelas susu hangat, dan membuat sandwich, dan masih banyak lainnya, semua akan dibagikan kepada para pelayan yang bekerja di sana , sementara mereka akan makan makanan yang dibuat oleh sang mommy.


Anggita sendiri sedang sibuk membuat SOP buntut kesuksesan suami dan anak-anak juga ada ayam goreng lengkuas, dan juga salad sawi putih yang segar dan ada juga sambil favorit nya, tidak hanya itu ikan goreng juga ada, semua menu komplit dari ikan daging sayur dan buah, semua biasa iya sediakan untuk keluarga nya.


sementara itu sikecil Agatha tengah merecoki Daddy nya yang masih sibuk dengan laptop nya kini usia nya sudah menginjak usia dua tahun, dan dia begitu aktif hingga kadang Alvin protes pada Anggita, kenapa? buah hati nya yang satu itu begitu senang mengacaukan fokus nya karena sangat menggemaskan selain dia cantik.


tentu saja Anggita akan menjawab, "Coba bercermin, sifat nya itu, adalah cerminan dari diri mu"jawaban itu hanya akan membuat Alvin terkekeh karena dia pun sudah tau jika putri bungsu nya menuruni sifat dirinya.


"Sayang, sudah dulu masak nya! ini Agatha gangguin fokus ku terus"ujarnya sambil berteriak memanggil sang istri.


Tidak lama Anggita pun datang dengan masih menggunakan celmek dengan penutup rambut ala koki tersebut.


"Sayang aku titip dulu nanggung sebentar lagi semua juga selesai, sebaiknya kamu istirahat juga nanti bisa dilanjutkan setelah makan siang"ujar Anggita.


"Tapi ini nanggung loh sayang masih ada beberapa poin yang harus aku kerjakan"ucap Alvin.


"Baiklah, Agatha sayang jangan ganggu Daddy ya, sini ikut Mommy mau kan bantuin Mommy masak"ucap Anggita yang kini langsung mengangkat tubuh balita gembul itu, tapi Alvin langsung menghentikan nya.

__ADS_1


"Sayang jangan dibawa ke dapur, nanti dia pegang benda tajam bagaimana atau kena cipratan minyak, kan bahaya"ucap Alvin.


"Kan biar Daddy nya gak diganggu oleh putri bungsu nya yang cantik dan sangat menggemaskan ini, iyakan sayang"ucap Anggita yang langsung berbalik.


"Tidak-tidak Sayang biarkan dia disini bersama ku lagipula aku bisa berhenti dulu kerja nya"ucap Alvin yang terlihat tidak tega jika putri bungsu nya ikut ke dapur, alhasil Anggita pun menghela nafas panjang setelah itu dia hembuskan, dan kembali mendudukkan Agatha di pangkuan Alvin yang baru selesai memindahkan laptop nya, setelah itu dia langsung memeluk dan mencium pipi gembul yang sangat menggemaskan itu karena Alvin selalu menggemaskan.


Anggita hanya bisa menggelengkan kepalanya, setelah itu dia kembali melanjutkan acara memasak nya.


setelah lima belas menit kemudian, akhirnya semua sudah terhidang di meja makan, wanita itu langsung melepaskan masker pelindung wajah, saat memasak yang ia ciptakan bahkan itu sangat transparan, bisa di kenakan langsung, dan setelah itu bisa di bilas dengan air bersih, untuk digunakan kembali besok nya, itu adalah terobosan baru di perusahaan Alvin,ide dari sang istri itu bahkan mampu menghasilkan omset milyaran, karena banyak kalangan wanita dan pria yang suka memasak memborong itu di pasaran, dan Alvin sangat bersyukur memiliki istri cerdas, meskipun Anggita basicnya bukan di dunia bisnis tapi dia selalu memiliki ide cemerlang, seperti sarung tangan karet anti gores, yang dia gunakan, celmek yang pelindung kotoran juga berpungsi untuk melindungi dari cipratan minyak panas, itu dikembangkan oleh perusahaan Alvin.


🌸.....................🌸


Setelah selesai makan siang, semua nya pun kembali bersantai di sebuah ruangan khusus di sana ada tempat bermain meja belajar dan meja kerja dan perpustakaan kecil disulap menjadi satu ruangan sesuai kebutuhan masing-masing, seperti saat ini Alvin sedang sibuk bekerja, sementara Anggita menemani putri bungsu dan Alana yang sedang membaca buku, sementara kedua kakak laki-laki Alana, tengah sibuk bermain game.


semua nya berkumpul di ruang tersebut, Alvin tidak merasa terganggu dengan kebisingan tersebut karena dia menggunakan headset di kedua kuping nya meskipun tidak mendengar musik atau yang lainnya itu bisa di setel untuk menutup kuping dari kebisingan yang terjadi di ruangan tersebut.


hingga selesai bekerja akhirnya Alvin pun bergabung dengan kedua putranya itu.


Anggita sendiri memindahkan putri bungsu nya ke atas kasur lantai yang ada di sana, karena dia sudah terlelap setelah lelah sehabis merecoki sang kakak yang sedang membaca buku.


Alana sendiri juga menyusul sang adik yang terlelap mungkin karena dia juga sudah lelah membaca buku.


dan akhirnya baby Alvin beraksi bermanja-manja pada sang istri yang kini tengah duduk di sofa sambil fokus pada gadget nya, dia tengah mempelajari ilmu kedokteran.


"Sayang kamu ingin kuliah lagi" tawar Alvin.


"Aku sih, sudah pasti mengijinkan mu, tapi apa? kamu bisa membagi waktu mu dengan segudang tanggung jawab mu saat ini"ucap Alvin yang tidak ingin melihat istrinya kesulitan.


"Anak-anak, sudah mulai bisa mengerti mas, jadi untuk itu kita bisa atur jadwal, jika mas sibuk aku kuliah online sambil menjaga mereka, dan jika mas senggang aku pergi kuliah dan mas bisa menjaga mereka, yang terpenting putra putri kita tidak terlantarkan dan tidak kekurangan suatu apapun"ucap Anggita yang memang ada benarnya juga.


"Baiklah Sayang tapi kita harus punya asisten pribadi untuk mengawasi mereka jika kita sedang sibuk"ucap Alvin.


"Butuh asisten"ujar seseorang yang baru saja datang.


"Mom!"teriak Alvin yang kaget melihat sang Mommy sudah berada di hadapan mereka.


"Heumm begini nih yang selalu sibuk pacaran, sampai Mommy nya datang tidak sadar"ujar Ariana yang kini mendapat pelukan dari putra semata wayangnya tidak hanya itu Alvin selalu mengecup seluruh bagian wajah sang mommy sebagai tanda kasih sayang, dan sudah menjadi kebiasaan nya sejak kecil.


"Mommy apa? kabar"tanya Anggita yang juga bergantian memeluk sang mertua sambil cipika cipiki setelah mencium punggung tangan Ariana.


"Kabar Mommy baik hanya saja yang buruk adalah mommy sudah dilarang Daddy untuk menari karena Daddy ingin Alvin punya adik"ucap nya bercanda.


"Jangan!!" teriak Alvin yang sedari dulu juga menolak untuk memiliki adik, karena Alvin tidak ingin kasih sayang Mommy dan Daddy nya terbagi.


"Ah kamu curang Vin, Mommy tidak boleh punya anak lagi sementara cucu Mommy kau sabotase semua, Mommy jadi kesepian kan"ucap Ariana.

__ADS_1


"Bukan sabotase mom.. tapi di ambil alih hak asuh nya sekarang kita sudah menjadi orang tua yang bijak dan sudah seharusnya tidak merepotkan masa tua Mommy, lagi pula sudah lanjut usia mana bisa pula memiliki anak lagi"ucap Alvin.


"Dasar bocah kurang asem, Mommy nya dikatain tua"ucap Ariana.


"Owh ya ampun, Mommy sejak kapan? lupa jika usia mommy itu sudah tidak muda lagi"ucap Alvin tidak mau kalah.


"Sudah-sudah jika Mommy mau Mommy tinggal dengan kita dapat sini agar tidak kesepian"ucap Anggita memotong perdebatan.


"Ahhhhhh,,ini ni yang Mommy suka dari menantu kesayangan Mommy, dia lebih pengertian dari pada Putra ku sendiri beruntung hanya satu kalau ada dua, mungkin Mommy sudah berakhir di panti jompo"ujar wanita paruh baya tersebut.


"Tuh Mommy tau, masih sok-sokan mau punya anak lagi"ucap Alvin sambil pura-pura cemberut.


Anggita pun hanya bisa geleng-geleng kepala, begini lah Alvin dan Ariana jika sudah bertemu, meskipun itu semu hanya candaan semata tapi Anggita selalu dibuat bingung.


Ariana langsung mendekat kearah cucunya yang tidak sadar karena sibuk bermain game dengan handset di telinga sementara kedua cucu perempuan nya tengah terlelap Ariana tidak mungkin mengganggu waktu istirahat mereka karena saat ini Daddy mereka sedang on nada manja nya, dasar babby Alvin.


Ariana dibuat kesal, sementara Marvin masih berada di bawah, dia tengah berbicara dengan sang sopir, dari menantunya yang tidak lain adalah orang kepercayaan nya yang ditugaskan untuk menjaga seluruh anak cucunya ,agar terhindar dari bahaya.


Anggita pun turun untuk menyambut ayah mertua nya, pria tampan meskipun usia nya tidak muda lagi itu, terlihat sedang mengobrol di teras bersama dengan sopir pribadi nya yang selalu mengantar nya kemanapun saat Alvin tidak ada.


Anggita pun berbelok ke dapur untuk menyiapkan kopi kesukaan Alvin dan jus buah favorit Ariana.


setelah selesai dia pun menghidangkan nya di meja ruang keluarga, Ariana menyusul nya diikuti oleh Alvin di belakang sementara anak-anak dijaga oleh dua orang pelayan.


hingga Marvin masuk Ariana langsung mencium punggung tangan mertua nya itu, yang di balas usapan lembut di kepala nya, oleh Marvin.


"Diminum dulu Daddy, kopinya keburu dingin"ujar Anggita.


"Anggita memang sangat tau jika Daddy dan mommy sedang haus terimakasih sayang "ucap Ariana yang langsung menyambar jus buah segar yang Anggita buat.


"Untuk aku mana sayang ku"ucap Alvin, dengan nada manja nya.


"Ada air putih mau"ucap Anggita yang dijawab gelengan kepala oleh Alvin.


"Memang nya, sudah tidak ada stok minuman lainnya lagi, apa? Alvin tidak kasih uang belanja"ucap Ariana sedikit melirik putri semata wayangnya itu.


"Semua ada mom... tapi Anggi batasi untuk dia minum kopi, lambung nya sedang bermasalah"ujar Anggita.


"Nah itu lebih baik, kamu juga harus puasa"ucap Ariana.


"Sayang jangan bilang-bilang Mommy, aku jadi disuruh puasa kan"ujar Alvin merajuk.


"Owh, ya ampun, sayang ada bayi besar rupanya di sini"ucap Marvin yang langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah putra nya itu.


"Sama saja, ayah dan anak tidak ada bedanya"seketika itu Marvin langsung tersedak ludah nya sendiri sekarang giliran Alvin yang tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


kebahagiaan mereka, disaksikan oleh seseorang yang sudah lama ingin merampas nya.


__ADS_2