
Leony berjalan mengikuti kedua asisten pribadi yang kini dikirim oleh Alercxa.
Mereka membawa gadis itu ke sebuah rumah sakit besar di kota tersebut, setelah sampai di sebuah ruangan gadis itu di minta oleh dokter dan perawat untuk berbaring di atas bed pasien.
Saat ini Leony hanya mengikuti pemeriksaan dari dokter yang memeriksa seluruh kesehatan gadis itu hingga beberapa jam kemudian setelah pemeriksaan yang dilakukan. akhirnya hasil tes kesehatan itu keluar.
Leony pun merasa senang karena tidak ada penyakit apapun didalam dirinya saat ini dia dinyatakan sehat.
Gadis itu pun akhirnya diijinkan untuk pulang dan diberikan vitamin untuk dikonsumsi sebelum proses inseminasi itu dilakukan.
Alercxa yang kini tengah duduk di samping kursi kebesaran yang ada di ruang baca di Mension miliknya yang dulu sempat ditinggali oleh Irma dan juga Alvaro.
Kini dia tinggal berdua dengan Xena.
Xena yang datang ke ruangan tersebut dia bisa menebak raut wajah bahagia dari putra semata wayangnya itu.
"Ada apa? sayang mommy lihat kamu seperti sedang menang lotre."ucap Xena yang langsung menghampiri putranya yang kini tengah melihat hasil tes kesehatan milik wanita yang akan menjadi ibu dari calon anaknya itu.
"Aku membeli rahim seorang gadis mom, agar mommy bisa mendapatkan mainan baru dan tidak kesepian lagi."ucap Alercxa yang tiba-tiba mendapat pukulan di bahunya.
"Dasar anak nakal!! mommy minta cucu bukan mainan dan apa? itu membeli kau bilang! mommy ingin punya cucu yang sah dari anak keturunan mu dan istri mu kelak."ucap Xena yang kini marah besar.
"Ampun mom, tapi Olivia tidak mau hamil dan menikah secepatnya karena saat ini dia sibuk dengan kariernya sebagai model.
"Putuskan dia dan nikahi gadis itu jika perlu saat ini juga karena biar bagaimanapun mommy tidak ingin apa yang terjadi padamu dulu terjadi lagi pada keturunan mu."ucap Xena.
"Mom,,, dia punya kita seperti aku miliki daddy Kenan dan juga mommy. dia pun akan punya aku dan Olivia sebagai ibunya."ucap Alercxa.
"Tidak Alercxa,di dunia ini jarang orang yang akan bisa menerima anak tiri seperti anak kandungnya sendiri seperti daddy mu."ucap Xena.
"Biar bagaimanapun mommy ingin putra mommy memiliki keluarga yang utuh dan bahagia."ucap Xena lagi.
"Tapi mommy,,, Alercxa tidak mencintai gadis itu karena Alercxa terlalu mencintai Olivia."ucap Alercxa.
"Persetan dengan cinta, kamu tau mommy bisa mengandung kamu bukan karena cinta, dan mommy menikah dengan Daddy Kenan juga atas dasar perintah dari mommy Agatha agar mommy ada yang melindungi tapi cinta itu datang karena terbiasa. dulu mommy juga pernah cinta pada daddy kandung mu tapi itu berakhir saat mommy tau dia tidak bisa menerima mommy sebagai istrinya."ucap wanita yang kini berusia setengah lima puluh tahun itu.
"Aku juga tidak mau memaksa wanita yang tidak aku cintai hidup bersama dengan ku mommy kasihan dia nantinya."ucap Alercxa.
"Sebaiknya kamu tidak usah kasih cucu biarkan mommy hidup dalam kesepian tidak apa? mungkin hidup mommy tidak akan lama lagi."ucap Xena yang hendak berlalu pergi.
"Baiklah mommy aku akan menikah dengan dia tapi setelah itu aku akan menikah dengan Olivia."ucap Alercxa.
"Tidak usah nak sebaiknya kamu tentukan saja kebahagiaan mu sendiri sudah jangan pikirkan mommy biar mommy pulang saja ke rumah mommy."ucap Xena yang kini terlihat sedih.
"Mommy please jangan bersedih baik'lah Alercxa akan lakukan apapun yang menurut mommy terbaik."ucap pria tampan itu.
"Tidak Alercxa kamu mencintai dia bukan jadi tetaplah seperti ini menunggu hingga dia sudah tidak lagi berkarir dan saat itu tiba kau akan bahagia bersamanya."kata sindiran itu terlontar dari Xena.
Xena kini melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar ruangan tersebut, namun Alercxa kembali berkata."Baik mommy, Alercxa akan menikah dengan gadis yang sudah menolong mommy."ucap Alercxa.
"Memangnya kau tau siapa? dia bahkan sampai sekarang pun mommy tidak pernah bertemu dengannya lagi."ucap Xena.
"Gadis ini bukan yang mommy maksud."Alercxa menunjukkan sebuah foto.
"Owh my God."kamu dapat darimana foto ini dan ini."ucap Xena yang kini terlihat kaget.
"Dia adalah wanita yang bersedia menyewakan rahimnya untuk mengandung putraku dan ini hasil pemeriksaan medisnya. dia melakukan hal itu karena butuh biyaya pengobatan untuk adik kembarnya yang saat ini tengah di operasi."ucap Alercxa.
"Tidak mommy tidak setuju putra mommy menolong karena pamrih. jangan tuntut dia untuk melakukan sesuatu demi melunasi hutang-hutangnya padamu mommy tidak ingin kamu memanfaatkan gadis lugu seperti dirinya."ucap Xena.
"Tapi mom, uang itu tidak sedikit jumlahnya dan aku memberikan uang perusahaan ya meskipun tidak seberapa untuk ku."ucap pria tampan itu.
Sudah relakan saja biar mommy yang ganti."ucap Xena.
"Bukan itu mom, tadinya aku ingin memberikan cucu untuk mommy sambil menunggu Olivia."ucap Alercxa.
"Berikan alamat rumah sakitnya."ucap Xena.
"Kenapa? tidak alamat tempat tinggalnya saja mom."ucap Alercxa.
"Baiklah berikan keduanya."ucap Xena.
Alercxa pun memberikan itu tapi sebelum melepaskan secarik kertas itu dia kembali bertanya.
"Apa? mommy benar-benar tidak ingin punya cucu."tanya Alercxa.
Xena pun menatap lekat pada putra tampangnya yang tidak jauh berbeda dengan Alvaro.
"Mommy tidak ingin cucu yang di dapat dari jalan yang tidak baik Alercxa, cukup mommy yang terlalu banyak dosa ini menanggung beban itu. Jangan kamu atau anak cucu mommy yang lain."ucap Xena.
__ADS_1
Alercxa terdiam, pria itu merasa sangat bersalah terhadap sang ibu.
"Baiklah mom, semoga saja secepatnya Olivia mau aku nikahi agar segera bisa memberikan mommy cucu."ucap Alercxa.
"Semoga saja."
"Tidak."lirih Xena dalam hati karena yang Xena tau Olivia bukan gadis yang baik, meskipun dirinya juga bukan wanita baik-baik yang tidak pernah berbuat dosa.
"Mommy pergi dulu mau mengajak dia melukis pemandangan alam."ucap Xena.
"Apa? maksud mommy melukis pemandangan."tanya Alercxa.
"Leony adalah seorang pelukis, dia cukup terkenal di jalanan tapi saat ini mommy tidak tahu jika dia bekerja dan berhenti melukis padahal hasil lukisan dia saja sudah mampu menghidupi dirinya dan adiknya dengan layak bahkan adiknya pun kuliah di universitas ternama."ucap Xena.
"Mommy tau tentang dia."tanya Alercxa lagi.
"Mommy tau dari orang-orang yang mengenalnya tapi mereka tidak tahu Leony pindah kemana sejak saat itu kabarnya rumahnya dijual oleh ibu tirinya."ucap Xena.
"Yang aku tau dia petugas kebersihan di kantor."ucap Alercxa.
...🌸............🌸...
Sementara itu di kediaman Agatha di Mension milik Kristofer, kini tengah diadakan persiapan untuk hari pernikahan Kalen dengan kedua orang calon istrinya.
Saat ini Kinara yang masih belum bisa bergerak bebas seperti biasanya dia tengah duduk di sofa ditemani oleh Kalen.
Kinara tengah disuapi potongan buah oleh Kalen.
Dan gadis itu kini tengah protes karena Kalen terus meminta dia makan apapun yang di sodorkan oleh Kalen padanya.
Selain buah dan sayur ikan juga dia berikan katanya itu bagus untuk mengembalikan tenaga Kinara.
"Kinara sayang sedikit lagi A..."ucapnya.
"Yank...perut aku kenyang."ucap gadis itu.
"Satu kali lagi ya sayang janji setelah ini berhenti."ucap Kalen.
"Janji ya habis ini kamu pergi temui Tiara."ucap Kinara.
Tiba-tiba saja Kelen menatap lekat wajah cantik itu, saat Kinara mengatakan bahwa dirinya harus menemui Tiara yang kini tengah sibuk melakukan perawatan sebelum mereka menikah.
"Aku tidak berhak untuk cemburu, kamu terlalu mencintainya sebelum kita bertemu jadi itu adalah hal yang wajar."ucap gadis itu.
"Heumm,,, ya aku sangat mencintai dia."ucap Kalen yang kini masih menatap Kinara untuk melihat ekspresi wajah cantik itu berubah atau tidak karena mendengar pengakuannya.
Kinara pun malah tersenyum pada Kalen dan dia kembali berkata."Kalian pantas bahagia karena kalian saling mencintai."ucap gadis itu.
"Lalu bagaimana? dengan dirimu."ucap Kalen.
"Aku bisa menghilang dari sini dan dari sini. seiring berjalannya waktu."ucap Kinara sambil menunjuk pada mata Kalen dan dada bidang pria itu.
"Jangan pernah berniat untuk pergi dariku karena kamu akan tau akibatnya."ujar Kalen marah.
Kalen malah membawa pergi gadis itu menuju kamar pribadinya.
"Yank,,, kamu mau bawa aku kemana? kamu sebentar lagi menikah."ucap Kinara.
"Diam!! atau selamanya aku tidak akan pernah menikahi dia."bentak Kalen yang membuat Kinara memejamkan matanya.
"Kamu akan menjadi istri pertama ku."ucap Kalen.
"Aku belum sembuh Kal kamu tidak akan bahagia bersama ku yang bahkan tidak bisa melakukan apapun saat ini."ucap Kinara.
"Benarkah ayo kita coba."ucap Kalen yang kini membaringkan tubuh gadis itu di atas ranjang empuk milik Kalen.
Kalen pun mencium bibir seksi milik Kinara.
"Eum.... Yank, lepas."ucap gadis itu yang berusaha mendorong Kalen namun tidak bisa.
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu lepas dari ku sekalipun kamu sudah kembali pulih sekalipun."ucap Kalen yang kini meninggalkan Kinara menuju kamar mandi.
Kalen merasakan gejolak yang tidak pernah ia rasakan saat bersama dengan Tiara.
Pria itu kini tengah mendinginkan pikirannya dan menenangkan sesuatu yang menegang di bawah guyuran air shower yang dingin.
Dia tidak mungkin menyalurkan hasratnya saat ini.
Karena Kinara masih belum stabil keadaannya.
__ADS_1
Sekalipun sudah stabil gadis itu belum resmi menjadi istrinya.
Agatha sebenarnya ingin Kinara melakukan perawatan yang sama dengan Tiara dihari pernikahan itu Agatha tidak ingin ada perbedaan perlakuan tapi Kinara menolak, bahkan dia tidak ingin memilih gaun manapun untuk acara resepsi pernikahan mereka nanti.
Gadis itu hanya memilih kebaya itupun untuk ijab kabul, karena dia bilang biarlah Tiara yang dikenal orang sebagai istri sah dari Kalen.
Kinara, benar-benar tidak memiliki semangat hidup yang seperti biasanya, gadis itu sudah menyerah dengan keadaannya saat ini.
"Sayang kamu disini rupanya mommy mencari mu."ucap Agatha.
"Aku dibawa Kalen kesini Mom, dia belum keluar dari dalam kamar mandi sedari tadi."ucap Kinara.
"Sayang,,, ini aku."ucap Kalen.
"Mommy mencari Kinara dia harus melakukan perawatan."ucap Agatha.
"Tidak perlu mom, lagipula aku tidak akan ikut acara resepsi."ucap Kinara dengan jawaban yang sama.
"Nara,,, kamu tidak bisa tawar menawar lagi, sudah aku bilang istriku dua-duanya akan ikut bersama ku."ucap Kalen.
"Jangan buat Tiara malu Yank, orang lain pasti akan mencemooh dirinya jika mereka tahu bahwa aku adalah istri pertama kamu."ucap Kinara.
"Tidak akan ada yang berani melakukan hal itu sayang mommy yang jamin itu."ucap Agatha.
"Tapi mom."ucap Kinara.
"Tidak ada tapi-tapian."ucap Kalen yang kini menggendong gadis itu untuk kembali.
Sesampainya di sebuah ruangan Kinara dibaringkan di atas ranjang khusus untuk melakukan perawatan tubuh, Agatha dan yang lainnya membantu Kinara.
Sementara Kalen sedaritadi memperhatikan mereka semua.
Gadis itu kini tengah melakukan perawatan tubuh .
Kalen pun tetap memperhatikan itu, dan berkali-kali menelan Saliva saat melihat kemolekan tubuh yang selama ini terbalut oleh baju yang selalu tertutup.
Karena Kinara selalu menggunakan baju dengan lengan panjang dan juga longgar dari bentuk tubuhnya yang kini terlihat dan celana jeans yang selalu melekat di tubuhnya.
Pria itu langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut karena tidak tahan dengan pikirannya saat ini.
Kalen kini mendatangi calon istri keduanya kini yang tengah sibuk mencoba berbagai gaun pernikahan dengan beberapa brand ternama.
Kalen mendekat memilih untuk meraih salah satu gaun pengantin berwarna merah marun yang memiliki motif bunga mawar merah gaun pengantin yang menjuntai dengan ekor panjang itu dia langsung menarik perhatian Kalen.
"Ini untuk Kinara."ucap Kalen.
"Honey,,, untuk aku mana."ucap Tiara.
"Kau bisa menggunakan gaun yang kau pilih, yang manapun pasti sangat cantik di tubuh mu honey."ucap Kalen.
"Aku mau kamu memilihnya untukku seperti kamu memilih untuk Nara."ucap gadis itu.
"Baiklah sayang.... bagaimana kalau yang itu.*ucap Kalen lembut.
"Sepertinya itu sangat mahal sayang."ucap Tiara.
"Uang bukan masalah yang penting istriku bahagia."ucap Kalen sambil mengusap puncak kepala Tiara yang tertutup oleh kerudung.
"Yank,,, apa? Nara tidak akan marah."ucap Tiara.
"Dia adalah wanita yang baik, tidak mungkin dia marah hanya karena urusan gaun milikmu lebih mahal."ucap pria itu.
"Kamu benar sayang."ucap gadis itu.
"Terimakasih."ucap Tiara lagi.
"Sama-sama sayang."balas Kalen.
"Tolong simpan ini untuk istri pertamaku dan ini untuk istri kedua ku."ujar Kalen pada designer itu.
"Baik tuan."ucap wanita kemayu itu.
Semua sudah siap saat Mension tersebut sudah di dekorasi dengan bunga-bunga hidup dan juga berbagai perlengkapan lainnya.
Semua terlihat begitu indah dan kedua mempelai mereka tengah di pingit di dalam kamar.
Semua keluarga besar telah berkumpul untuk pernikahan spektakuler yang menghabiskan dana triliunan rupiah tersebut.
Hingga saat kedua pengantin tengah dirias oleh MUA di pagi hari yang cerah itu.
__ADS_1