Sang Penari

Sang Penari
-


__ADS_3

Sampai beberapa hari kemudian, kini Kinara sudah bisa merespon ucapan dari Kalen dengan Tiara dengan bulir air mata.


Kalen tau Kinara begitu menderita saat ini, jika saja dia bisa dia ingin menggantikan posisi Kinara saat ini.


Kalen, duduk di samping Kinara dia menggenggam tangan Kinara dan mengusapnya dengan lembut.


"Nara aku disini bertahanlah Daddy juga sedang mencari jalan keluarnya."ucap Kalen.


"Aku sangat merindukan sifat mu yang keras kepala maka bangunlah semua ini terlalu menyakitkan aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa siapa? orang yang sudah membuat mu seperti ini heum... bilang padaku maka aku akan secepatnya menyingkirkan orang itu."ucap Kalen.


Pria itu terus berbicara tapi saat ini tidak ada respon apapun dari Kinara.


Disaat Kalen tengah bersedih, maka kebahagiaan itu datang dari Kalan kakak laki-laki tertuanya itu kini tengah berada di rumah sakit karena istrinya akan melahirkan anak tunggalnya itu.


Saat wanita itu tengah perjuang untuk melahirkan anaknya dia kehilangan nyawanya.


Putra mereka yang lahir ke dunia ini menjerit mungkin karena ibunya telah tiada, bersamaan dengan Kalan yang kini berteriak memanggil sang istri untuk kembali.


"Honey bangun honey,,,, putra kita bagaimana?."jerit tangis Kalan menggema disana dan tiba-tiba istrinya kembali bernafas, tim dokter dan bidan yang ada di sana kini langsung melakukan pertolongan kembali.


Kalan masih menangis meminta pertolongan pada yang maha kuasa, sambil menatap istri dan putranya yang kini dibawa ke ruang perawatan.


Saat ini Agatha dan keluarga lainnya tengah mendampingi Kalan termasuk NATO yang merupakan pemilik rumah sakit tersebut.


"Bersyukur nyawa istri mu selamat Boy, jaga mereka baik-baik."ucap NATO.


Terimakasih daddy."ucap Kalan yang kini memeluk NATO sambil menangis.


Semua orang merasa lega saat ini karena istrinya kalan sudah selamat.


Mereka terbagi dua saat ini, ada yang melihat keadaan istri Kalan, ada juga yang melihat bayi laki-laki yang begitu tampan perpaduan ibu dan ayahnya itu.


Sejak tadi Kalan tidak jauh dari samping istrinya itu, Kalan berjanji pada dirinya bahwa dia tidak akan menginginkan anak lagi jika melahirkan itu membahayakan nyawa.


Sementara Galena yang selama ini tengah berusaha untuk bisa hamil wanita itu kini tengah mematung di tempatnya menatap ke sekeliling ada bahagia sekaligus duka.


Tangan kekar itu merangkul bahu sang istri, ya... Kalas tidak akan pernah membiarkan sang istri trauma dengan semua yang dia saksikan saat ini.

__ADS_1


"Sayang kamu tau jika takdir orang itu berbeda-beda, jadi manis ataupun pahit kita akan tetap dituntut untuk menjalani semua itu."ucap Kalas.


"Heumm,, sayang sepertinya aku ingin menunda untuk memiliki anak, maksud aku sedikasihnya saja bagaimana."ucap Galena.


"Baiklah,,, tenang saja sayangku, aku akan tetap bersabar sekalipun kita tidak memiliki keturunan, ada anak kak Kaley yang akan menemani hari tua kita nanti dan kita bisa adopsi anak jika perlu."ucap Kalas.


"Heumm,,, baik'lah sayang kamu memang yang terbaik."ucap Galena.


Sepasang suami istri itupun berpelukan.


Agatha sendiri hanya tersenyum melihat mereka bisa bersikap dewasa saat ini.


Sementara itu di kediaman Marvin, Fero yang baru saja pulang dari luar negeri setelah mengurus perusahaan miliknya. pria itu kini tengah duduk sambil bersandar di sofa rasa lelahnya begitu mendera dirinya hingga ia ketiduran.


Kini tidak ada lagi sosok ibu yang akan membuatkan dia segelas jus kesukaan dirinya, tidak ada lagi yang akan menyiapkan air untuk dia mandi dan membangunkan dirinya di setiap pagi.


Sari telah tiada membawa citanya yang abadi pada suami dan putranya itu.


Sementara Fero kini tengah merindukan sang mommy, dia juga tidak tega melihat keadaan Alvaro yang sangat memprihatikan setelah orang-orang terkasihnya tiada.


Hanya Alana yang pernah mengalami di tinggal pergi oleh pasangan hidupnya yang kedua.


Agatha masih bersama dengan Kristofer, begitu juga dengan NATO.


Sementara Alvaro, dua ibunya sudah tiada begitu juga dengan kedua istrinya.


Alercxa pun hingga saat tidak pernah mau menemui dirinya yang merupakan sosok ayah kandungnya.


Pria tampan itu lebih memilih untuk terus mendampingi Xena yang merupakan ibunya dan juga adik perempuan Alercxa dari Xena dan Kenan.


Sampai saat ini ketiganya masih tinggal di Singapura meskipun perusahaan yang kini diwarisi olehnya adalah milik Alvaro.


Bagi Alercxa selama ini sosok Kenan adalah sosok daddy sekaligus teman yang mampu menggantikan posisi Alvaro di hatinya.


Meskipun berulang kali Agatha dan Kristofer selalu mengingatkan bahwa ia memiliki Ayah lain yaitu Alvaro, tapi pria tampan itu tetap kekeuh Kenan adalah Daddynya sampai kapanpun.


Sementara itu di laboratorium, kini disaat Kinara sadar dan bisa membuka mata, gadis itu tidak melihat sosok orang yang selama ini ia dengar suaranya memanggil namanya.

__ADS_1


"Dimana? ini?.lirih Kinara.


Namun tidak ada sahutan sama sekali, gadis itu kembali bergumam.


Sampai seseorang menyadari bahwa Kinara sudah sadar.


beberapa dokter langsung datang untuk memeriksa kondisi Kinara, dan tidak hanya itu mereka juga mengabari Kalen yang kini tengah berada di rumah sakit bersama dengan Tiara untuk menjenguk istri dari Kalen.


Pria itu yang mendengar kabar baik itu langsung memeluk Tiara, dia langsung berlari menghampiri Agatha dan Kristofer mengabarkan hal itu.


Pria itu langsung pergi bersama dengan istrinya begitu juga dengan Kalen dan Tiara yang kini pergi menuju laboratorium.


Sesampainya di sana, dia menatap lekat wajaht pucat.


"Nara kamu sudah sadar sayang."ucap Kalen.


"Tuan muda, syukurlah aku bisa melihat tuan muda kembali dengan jelas."ucap gadis itu.


Kalen langsung menggenggam tangan Kinara yang masih dingin dan pucat.


"Istirahlah dulu sayang."ucap Kalen lembut.


"Aku sudah terlalu banyak istirahat, sekarang seakan mati rasa."ucap gadis itu.


Tunggu sebentar lagi sayang.... dan yakinlah jika semua ini akan menjadi indah pada waktunya."ucap Kalen.


"Bertahanlah, kita bisa menjadi saudara agar hidup mu tidak lagi kesepian."ucap Tiara.


"Tidak nona,,, hidup saya mungkin tidak akan lama lagi, jadi tolong bahagiakan tuan muda."ucap Kinara.


Kalen yang tidak terima dengan perkataan gadis itu dia langsung mengangkat tubuh Kinara membawa dia pergi meskipun dokter dan Kristofer sudah melarangnya.


"Tuan muda jangan macam-macam lebih baik tinggalkan saya dan menikahlah dengan nona Tiara."ucap gadis itu.


"Tidak jika kamu mati aku pun akan mati kita akan mati bersama-sama."


"Sayang apa? Hanya dia yang kamu cintai hingga kamu berbuat seperti ini."ucap Tiara.

__ADS_1


__ADS_2