Sang Penari

Sang Penari
#Terima#


__ADS_3

"Agatha, aku tau ini terlalu mendadak tapi aku butuh pendamping hidup, aku akan dijodohkan dengan wanita yang satu klan dengan keluarga besar ku, tapi aku mencintai wanita lain Agatha." ucap Kristofer.


"Nikah saja dengan wanita itu, tidak masalah jika kamu benar-benar mencintai dia" ucap Agatha.


"Itulah alasan mengapa? aku tidak bisa kembali" ucap Kristofer.


"Baiklah jika begitu adanya, maafkan aku jika selama ini aku selalu merepotkan mu, semoga pernikahan kalian langgeng" ucap Agatha yang langsung beranjak pergi.


Hatinya begitu perih, saat tau bahwa Kris, mencintai dirinya tapi dia juga harus di jodohkan oleh keluarga nya, tidak jauh berbeda dengan semua nya.


Agatha menangis dalam diam dia bahkan pergi meninggalkan Mension Kristofer malam hari. seakan dunia tidak merestui dirinya untuk dekat dengan pria manapun.


Sepanjang perjalanan tangis Agatha sulit untuk dihentikan, sampai akhirnya tiba di apartemen.


Agatha, langsung masuk kedalam lift, dan menuju unit nya.


"Aku benar-benar lelah tuhan jika engkau tidak mentakdirkan seseorang untuk ku, maka tolong jauhkan semua dariku"ucap nya lirih.


Wanita itu mengambil sebotol wine, dengan satu bungkus rokok dan juga tak lupa korek api dan gelas dia duduk di balkon kamar nya.


Agatha hanya terdiam sambil sesekali menyesap wine dan rokok tersebut.sementara air mata nya masih menetes.


Di Mension kini kristofer tengah berada di sebuah ruangan dia duduk sambil minum minuman dengan kadar alkohol yang tinggi. tidak hanya itu, pria itu juga sedari tadi melempar semua benda yang ada di hadapannya.


Kristofer langsung beranjak pergi setelah mengambil jubahnya dan dia meminta beberapa anak buah nya untuk ikut dia benar-benar tidak tenang saat ini, Agatha adalah tujuan utama nya.


Kristofer sedang menuju ke apartemen Agatha yang lumayan jauh itu, dia yakin Agatha ada di sana.


Gadis itu sendiri kini tengah menatap malam tanpa bintang dengan tatapan penuh luka, Agatha sudah tidak berharap lagi akan adanya keajaiban semua rasanya perlahan mulai mati, kini gadis itu hanya menatap kosong entah dimana jiwanya berada.


Sampai saat sebuah bisikan dari dalam dirinya terus mengganggu pikiran nya itu.


"Untuk apa? kamu bertahan hidup jika nyatanya semua orang tidak pernah menganggap keberadaan mu penting, kau bahkan tidak pernah bisa memiliki pria yang kamu cintai dan orang yang dekat dengan mu akhirnya semua orang menjauh"bisikan hati Agatha.


Wanita itu langsung berjalan masih dengan tatapan mata yang kosong dia meraih benda tajam dari dalam laci nakas Agatha, duduk di tepi ranjang, wanita itu menatap benda tajam itu, lalu menatap lekat pergelangan tangan nya Agatha, mulai mendekatkan benda tajam itu dan hendak menggoreskan nya.


Tapi tiba-tiba sebuah tangan kekar merampas benda tersebut bahkan melemparkan nya ke sembarang arah.


"Apa? kau sudah gila Agatha! kenapa kau lakukan ini heuuhh?"ucap seseorang yang kini menatap tajam kearah nya.


Agatha tidak menjawab dia bangkit berdiri dan hendak pergi tapi lengannya diraih oleh pria itu sangat kasar.


"Tolong lepaskan" ucap Agatha lirih.


"Tidak, sebelum kamu berjanji bahwa kamu akan hidup dengan baik setelah aku pergi nanti"ucap pria yang tak lain adalah Kristofer.


"Aku lelah tolong tinggalkan aku sendiri" ucap Agatha, masih dengan suara lirih nya.


"Agatha!" teriak Kristofer yang benar-benar merasa sakit saat melihat orang yang dia cintai begitu rapuh, hati iblis nya bahkan hilang entah kemana jika dia berdekatan dengan Agatha.


"Kris, aku mohon... biarkan aku sendiri aku sudah lelah menjalani hidup ini" ucap Agatha.


"Apa? alasan kau bisa berkata seperti itu" ucap Kristofer.


Tapi Agatha, hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku mohon biarkan aku sendiri" ucap Agatha yang kini mengatupkan kedua tangannya, tapi Kristofer malah semakin menarik wanita itu kedalam dekapannya.


"Menikah lah dengan ku" ucap Kristofer.


"Tidak.... hiks hiks hiks tidak Kris.... aku tidak ingin menghabiskan waktu ku, dengan menjadi bayangan dari sepasang suami istri yang sudah jelas bahwa pernikahan itu direstui oleh kedua belah pihak, jangan Kris... jangan buat ikatan diantara kita, jangan" ucap agatha dengan tubuh bergetar hebat tangis pilu itu pecah.


"Honey... aku mencintaimu tapi juga tidak bisa menghindar dari kewajiban ku"ucap Kristofer.


"Tidak!... tolong cabut kata itu untuk ku, kamu tidak boleh berkata seperti itu, pergilah penuhi kewajiban mu, aku tidak apa-apa" ujar Agatha yang kini mencoba melepaskan pelukan tersebut.


"Jangan seperti ini honey... jangan please katakan jika kamu juga menginginkan aku untuk terus berada di sisi mu"ucap. Kristofer.


"Kris aku mohon dengan sangat pergilah, kamu punya pilihan yang tepat dengan memilih kewajiban mu, kamu adalah pria yang sangat bertanggung jawab, kamu pria yang punya kekuatan lebih kamu pantas mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari wanita manapun dan itu bukan aku yang lemah ini, bukan aku yang bahkan tidak punya apa-apa untuk dibanggakan kamu berhak bahagia, dan jangan pernah mengasihani diri ku lagi." ujar Agatha panjang lebar.


"Kau salah Agatha, aku tidak pernah mengasihani diri mu, kau adalah"


"Cukup! Kris... sudah cukup, aku mohon tinggalkan aku sendiri" ucap Agatha yang kini melepaskan diri dari Kristofer.

__ADS_1


Gadis itu berbaring di tempat nya saat ini, dia menyelimuti tubuh nya, yang kini tengah menangis dalam diam.


Kristofer yang kini tengah menatap lekat kearah ranjang dia kemudian menghampiri Agatha dia berbaring di samping Agatha tanpa membuka selimut yang menutupi gadis itu Kristofer langsung memeluk nya.


"Honey... aku janji tidak akan pernah pergi jauh dari mu, tapi kamu harus janji satu hal padaku kamu harus hidup dengan baik" ucap Kristofer.


"Tidak tuan Kristofer, silahkan pergi aku tidak akan menjanjikan apapun pada mu, aku hanya manusia biasa, bahkan untuk menepati janji itu teramat sangat sulit" ucap Agatha.


"Honey... please jangan seperti ini, kamu jangan pernah lakukan ini hatiku sakit melihat mu seperti ini" ucap Kristofer.


"Sudah kubilang jangan mengasihani ku, cukup! aku tidak butuh belas kasihan dari siapapun jadi kamu bisa pergi dengan tenang"ujar Agatha tegas.


Tapi Kristofer tidak bergeming.


Sampai seseorang menghubungi nya, dan dia bilang dia akan berangkat saat itu juga, Agatha tidak bicara apapun lagi.


"Honey... maafkan aku" ucap Kristofer yang kini memeluk erat tubuh Agatha dan memberikan kecupan di kening Agatha, dengan begitu dalam.


Pria itu langsung pergi meninggalkan Agatha, yang kini pingsan mungkin karena jiwa nya tidak kuat menahan kesedihan.


"Agatha, sayang bangun nak, ini Oma" ucap wanita cantik yang kini sudah berusia lanjut itu.


...🌸........🌸...


Kris, menelpon Ariana. sesaat sebelum berangkat.


Agatha, baru siuman dari pingsan nya, setelah NATO, memeriksa kondisi Agatha yang tidak bergeming sedikitpun meskipun Ariana mengguncang tubuh cucunya itu.


NATO, langsung memeriksa kondisi Gadis itu.


"Agatha sayang apa? ada yang sakit"ucap NATO.


"Tidak kak, hanya tadi Agatha sempat minum" bohong Agatha.


"Agatha sayang...lain kali jangan ulangi lagi ya" ucap Ariana.


"Ya Oma" ucap Agatha.


Agatha pun melanjutkan tidur di apartemen bersama dengan Ariana.


"Mommy, boleh tidak jika Agatha tinggal di luar negeri bersama dengan Oma" ucap Agatha.


"Tidak sayang mommy tidak ingin jauh dari kalian berdua" ucap Anggita.


"Heumm...baiklah Mom" ujar Agatha.


"Fokus pada perusahaan sayang sebentar lagi semua akan jatuh ke tangan mu dan kakak mu semua sudah mendapatkan bagian nya, jadi semua yang kini Daddy pegang semua itu milikmu"ucap Anggita.


"Tapi mommy Agatha, tidak mungkin sanggup mengurus semua itu sendirian" ucap Agatha.


"Kamu mampu sayangku"ucap Ariana.


"Baiklah, tapi Oma, harus berjanji bahwa Oma, tidak akan pernah meninggalkan Agatha" ucap Agatha.


"Agatha, sayang Oma... akan selalu ada untuk mu, sampai kapan pun sampai ajal menjemput Oma" ucap Ariana.


" Terimakasih Oma" ucap Agatha.


Agatha dan semua yang ada di sana tersenyum bahagia, sementara Alvin kini hanya bisa sarapan pagi bersama Alvaro dan Rosella, Alana dan Piter.


Karena sang mommy beserta istri dan satu putra nya lagi tengah menemani putri bungsunya di apartemen.


Sampai saat waktu berangkat ke kantor tiba Agatha dan NATO, berangkat bersama sementara kedua wanita cantik yang sudah tidak muda lagi itu kini kembali ke Mension.


Selama diperjalanan mereka terus mengobrol tentang Agatha, tapi Ariana merahasiakan perpisahan Kristofer dengan Agatha.


Sampai mereka tiba di Mension.


Agatha sendiri kini sudah berada di dalam ruangan tempat nya bekerja.


Agatha tengah fokus pada laptop dan berkas yang ada di hadapannya.


Gadis itu melupakan semua yang terjadi, rasa pedih yang berulang membuat dirinya hampir mati karena putus asa, kini ia benar-benar bertekad untuk menjauh dari cinta dari rasa yang hanya bisa memberikan dia rasa sakit.

__ADS_1


Agatha, dibantu oleh Alvaro yang juga sama-sama tengah menangani perusahaan miliknya.


Agatha melirik ke arah Alvaro.


"Apa? kakak punya pacar setelah kak Irma tiada" ucap Agatha.


"Kenapa? tanya tentang itu sayang" kata Alvaro.


"Aku hanya penasaran, saja kak... apa? kakak tidak merasa kesepian"tanya Agatha lagi.


"Tidak sayang kakak, masih belum bisa melupakan mendiang kakak ipar mu" jawab Alvaro.


" Kak, apa? menikah bisa buat kakak bahagia" kata gadis itu yang kini terlihat sangat penasaran.


"Kakak bahagia karena wanita yang kakak nikahi adalah wanita terbaik" ucap Alvaro.


"Heumm... begitu ya" kata Agatha lagi.


"Apa? ada yang menggangu pikiran mu"tanya Alvaro.


" Tidak kak, hanya saja aku lihat kakak kehilangan semangat kakak yang begitu besar dulu" ucap Agatha.


Obrolan itu terus berlanjut hingga Agatha, selesai memeriksa berkas-berkas yang ada di meja tersebut.


Alvaro juga selesai mengecek email yang masuk.


"Apa?ada yang lain nya" tanya Agatha pada sekertaris nya, yang kini masuk untuk mengantar minum bagi keduanya.


Sampai akhirnya jam pulang kantor tiba keduanya kini pulang bersama setelah menjemput NATO, agar mereka pulang bersama.


Agatha kini tengah duduk di jok belakang sementara di jok depan kedua kakak nya berada.


"Apa? kita akan langsung pulang" ujar NATO.


"Tentu saja karena Daddy, meminta kita untuk makan malam bersama" ujar Alvaro.


"Heumm, baiklah tapi tolong mampir dulu ke toko cake sebentar ya, Rosella sedang ingin makan cake" ujar NATO.


"Apa? kalian benar-benar bahagia setelah mempunyai anak" ucap Alvaro.


"Heumm, dalam rumah tangga itu kadang ada suka ada dukanya juga, apalagi saat memiliki anak, kebahagiaan akan bertambah tapi juga bersama dengan itu kesulitan pun selalu ada, entah itu saat anak sakit atau ribut dengan istri. semua menjadi warna dalam kehidupan rumah tangga." ucap NATO.


"Heumm... aku kira kalian lurus-lurus saja" ujar Alvaro.


"Yang namanya rumah tangga itu, tidak selamanya akan aman dan damai, pasti selalu ada yang menjadi pemicu keributan tapi tergantung kita bagaimana kita menyikapi semua itu" ucap NATO.


"Kamu benar Nat, bahkan dulu aku dan almarhum sering ribut karena hal kecil, dan jika itu terjadi selalu Irma yang mengalah entah karena dia wanita, atau memang karena dia lebih dewasa dari ku. dan hingga saat ini aku benar-benar sangat merasa bersalah padanya, karena telah berulang kali membuat dia terluka.


Agatha, sendiri hanya bisa menjadi pendengar yang baik, sekaligus dia belajar dari semua pengalaman kedua kakaknya. hingga akhirnya mereka tiba di toko cake, Agatha melihat beberapa jenis cake, dan saat itu dia juga ikut memilih dan membungkus kesukaan sang Oma.


Sejak dia tau jika Opah nya telah tiada, Agatha selalu memberikan perhatian lebih untuk sang Oma, karena dia tidak ingin Ariana merasa kesepian.


Agatha, juga sering membawa Ariana, sekedar berjalan-jalan di sebuah taman yang indah tempat mereka berdua selalu bersantai.


"Sayang tumben kamu beli cake tiramisu"tanya NATO.


Agatha, tersenyum.


"Ini buat Oma, kakak pasti tidak tau jika ini adalah kesukaan Oma, yang sering opah belikan dulu.setiap kali opah kembali dari perjalanan bisnis" ujar Agatha.


"Jika begitu mulai saat ini, kita semua harus membeli itu, setiap kali kita pulang ke Mension, menggantikan tugas opah untuk membahagiakan Oma"tutur Alvaro.


"Ide bagus"ucap NATO.


Sampai akhirnya Agatha dan kedua kakak nya, saat ini kembali melanjutkan perjalanan menuju Mension.


Hari-hari yang terasa sangat berat itu, Agatha lalui dengan kesibukan mengurus perusahaan milik nya, dan bahkan kadang sering lembur setiap hari nya.


Alvin, sudah meminta putri nya itu untuk lembur di rumah, tapi Agatha selalu bilang nanggung.


Agatha kini tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan setelah beberapa bulan disibukkan dengan urusan kantor.


Agatha duduk di kedai es krim, gadis itu tengah menikmati eskrim nya hingga akhirnya habis tak bersisa.

__ADS_1


"Kamu masih menyukai itu agatha" ucap seseorang yang ternyata adalah Yunho dan istri yang kini tengah berbelanja kebutuhan bayi yang kini usia kehamilan istri Yunho, sudah masuk trimester tiga mungkin sebentar lagi akan segera melahirkan.


Sementara itu di belakang mereka ada keluarga bahagia antara Alexander dan anak istri, dan kelihatan kini tengah hamil anak kedua.


__ADS_2