
Setelah kembali dari rumah sakit, Agatha kini kembali ke apartemen nya, saat ini dia benar-benar ingin merasakan keterangan
Agatha kini tengah duduk termenung, setelah seluruh keluarga kembali pulang ke mention tersebut, wanita itu tidak ingin ada yang menggangu nya, termasuk Xena.
Xena sendiri kini berada di dalam kamar nya tengah sibuk dengan laptop nya sambil nonton film kesukaan nya.
Agatha, tengah duduk dan bersandar di headbord sambil memeluk erat guling tersebut, dan akhirnya air mata itu lolos.
"Apa? aku tidak pantas untuk dicintai, dan apa? aku hanya pantas untuk. dijadikan simpanan, tidak-tidak semua itu tidak boleh terjadi apapun yang terjadi nanti, mulai saat ini aku tidak akan pernah lagi mau bertemu atau melihat orang-orang di masa lalu kecuali terpaksa atau di paksa itupun jika aku tidak berdaya dan karena memang takdir tuhan" ucap Agatha.
Agatha bangkit dari ranjang dan kini berdiri di depan cermin dia mematut dirinya di depan cermin tersebut melihat gambar dirinya yang kini terlihat menyedihkan lalu kemudian dia mengambil beberapa alat makeup, ia kumpulkan di atas meja rias tersebut setelah itu ia menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya.
Agatha pergi menuju kamar mandi dan berendam di bathtub yang sudah dia isi air. sebelumnya.
Agatha memejamkan mata nya saat ini dia mencoba merilekskan pikiran nya, dan berhenti memikirkan sesuatu hal yang sudah tidak penting lagi.
Setelah hampir tiga puluh menit, dia bangkit dari bathtub dan membersihkan tubuhnya dari sisa sabun lalu menggunakan bathrobe.
Agatha kembali mematut diri nya di cermin setelah itu ia kembali ke dalam walk-in closed, karena pintu tersebut bisa tembus ke ruangan itu.
Sesampainya di dalam walk-in closed gadis itu langsung memilih pakaian formal, untuk bekerja, dia tidak ingin terus berdiam diri di dalam kamar nya, dia merasa sudah sangat membaik saat ini.
setelah selesai berpakaian, kini dia duduk di depan meja rias dengan menggunakan celemek khusus yang sering digunakan oleh salon kecantikan saat memotong rambut dia menggunakan itu agar tidak ada debu dari makeup yang ia gunakan menempel di baju nya karena dia telah lebih dulu menggunakan baju.
Step by step, semua rangkaian makeup dari mulai skincare dan alat makeup lainnya dia gunakan dengan sangat baik dan benar, hingga berwujud Agatha yang cetar membahana dengan penunjang kecantikan lainnya, karena dasarnya Agatha memang sudah terlahir cantik meskipun tanpa makeup, dan sekarang dia tampil lebih cantik lagi dan sangat elegan.
"Agatha, aku bawakan sarapan pagi" ucap Xena yang terlihat masih sangat berantakan seperti biasa dia akan berbuat kekacauan dengan dapur cantik milik sahabatnya itu, tapi Agatha, tidak akan pernah protes apapun yang dia lakukan bagi Agatha, Xena adalah cerminan diri nya yang suka bereksperimen dengan semua hal.
"Owh astaga naga, sahabat gue dimana dan Lo siapa?" ucap Xena yang kini. terlihat menganga saat melihat penampilan wanita yang ada di hadapannya.
"Biasa aja kali ekspresi nya, lagi pula gak ada yang aneh kan" ucap gadis itu.
"Agatha, ini beneran kamu ah.... astaga naga saudara gue ahhhhhh!"teriak gadis itu yang langsung memeluk Agatha. setelah menyimpan nampan berisi sarapan pagi untuk Agatha, yaitu bubur dan pelengkap nya tanpa sambal.
"Sudah sekarang bersiap dan gunakan baju formal mulai sekarang temani aku kemanapun aku pergi, dan itu artinya kamu asisten paling pribadi ku"ucap Agatha.
"Wow....gue dapet pekerjaan dan gaji mim"
"Buruan atau batal, sampai aku selesai sarapan pagi kamu sudah harus siap"ucap Agatha.
"Siap bos"ucap Xena yang kini memberikan hormat seperti sedang melakukan upacara bendera.
Agatha hanya tersenyum kecil, melihat tingkah sahabat satu perjuangan nya dulu, Agatha dan Xena, sama-sama melewati proses kehidupan yang tidak mudah, jika dulu gadis itu memiliki sugar Daddy, tapi tidak setelah bertemu dengan Agatha.
"Mereka berdua kuliah dan selebihnya berhura-hura ria di club malam atau tempat-tempat yang membuat mereka bisa mengekspresikan diri mereka yang tengah mengalami rasa kecewa atas jalan hidup yang mereka dapatkan, maka dari itu Agatha, tidak pernah menyayangkan uang yang digunakan oleh Xena, yang masih betah tinggal di luar negeri, karena tidak hanya itu Xena, juga bermanfaat menjadi penunggu rumah dan selalu menjaga kebersihan nya, meskipun terkadang tingkah ambsurd nya membuat seisi rumah kacau balau tapi dia akan merapihkan semua itu sendiri.
"Heumm... tidak buruk juga rasanya, ini lumayan enak" ucap Agatha sambil terus menyuapkan makanan tersebut secara perlahan, dan setelah itu ia menyingkirkan obat seperti yang mommy nya ajarkan dan dulu sempat dia pelajari, karena Agatha, paling malas untuk minum obat, jadi obat nya ia suntikan di tempat tertentu.
Setelah obat berhasil di suntikan, dia pun beranjak membawa tas nya, baru mau berjalan dia melihat Xena masuk dengan pakaian formal rok selutut berwarna hitam blazer berwarna abu dan thangtop putih.
"Heumm sudah siap, ayo kita pergi meeting penting" ucap Agatha.
"Aku belum belajar bos"ucap Xena.
"Itu soal mudah, ayo jalan jangan lupa bawa nampan itu"ujar Agatha.
"Siap bos"ucap Xena.
"Ngomong-ngomong itu bubur kapan buatnya?"tanya Agatha.
"Hehehe, tadi pagi sekali tapi kamu habiskan gak soalnya aku baru belajar tutorial masak dari YouTube"ucap Xena.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus stok bahan makanan lebih di lemari pendingin,siapa tau asisten ku ini rajin masak agar tidak beli makanan di luar dan tidak membuat mommy repot"ucap Agatha.
"Kau itu ya, sudah dewasa jadi jangan nyusahin aunty melulu sekarang harus terbiasa makan masakan sendiri"ucap Xena.
"Heumm ya" ucap nya tidak terasa saat ini sudah tiba di basement dan Agatha memencet tombol remote mobil tersebut lalu membuka mobil sang Oma, dan masuk kedalam mobil tersebut diikuti oleh Xena, yang kini terlihat bersemangat.
Agatha datang ke sebuah restoran Jepang, tempat dimana dia membuat janji dengan seorang klien penting nya, kedua gadis cantik itu memasuki tempat VIP disambut ramah oleh pelayan yang berbahasa Jepang.
Sesampainya di dalam dia sudah melihat asisten pribadi nya menunggu nya dan juga klien nya yang sudah menunggu nya dari sepuluh menit yang lalu sambil mengobrol bersama dengan asisten pribadi tersebut.
"Mari duduk nona muda"ucap sang asisten pribadi nya itu.
"Maafkan saya datang terlambat Mr, Kevin" ucap Agatha sambil sedikit tersenyum.
"Tidak masalah Nona, silahkan duduk dan nikmati hidangan nya.
"Terimakasih tuan, tapi maaf saya tidak bisa menemani anda menikmati makan siang anda, saya baru keluar dari rumah sakit" ucap Agatha.
"Tapi teman saya bisa" ucap Agatha yang kini menunjuk Xena, yang tersenyum manis pada tuan Kevin, pengusaha sukses di Indonesia itu.
"Heumm, baik'lah sekarang kita bahas tentang perencanaan kerja sama kita yang baru karena kontrak lama sudah selesai dan apa ada progres baru yang sangat menguntungkan tentunya jika menjanjikan sudah tidak asing, tapi yang lebih penting adalah keuntungan nya" tutur Kevin, sambil menatap dua wanita cantik itu.
"Tentu saja, anda tau perusahaan kami tidak pernah mencari modal dari luar justru klien yang datang mencari kami untuk bekerja sama dengan pihak kami,sekedar pemberitahuan saja sampai saat ini perusahaan kami tidak pernah kekurangan modal atau mengalami krisis keuangan, dan yang lainnya karena kami bekerja dengan sangat baik dan kami lebih memberi bukti ketimbang janji, apa? ada yang pernah kecewa dengan kerja sama dengan perusahaan kami, hingga saat ini tidak pernah ada bahkan hanya sekedar gosip miring pun tidak pernah ada"ujar Agatha begitu smart dan sangat berwibawa.
"Saya tau itu"ujar Kevin.
...🌸.............🌸...
"Setelah kesepakatan kerja sama itu selesai kini semuanya bubar Agatha, tidak masuk kantor hanya asisten pribadi kantor nya saja yang kembali ke perusahaan, saat ini rencananya dia ingin pergi jalan-jalan bersama dengan Xena.
"Tunggu nona Agatha, boleh saya minta nomor ponsel teman anda"ucap Kevin.
"Dia tidak diijinkan untuk pegang ponsel, jadi tidak ada nomor kontak nya" ucap Agatha tegas, dia tau maksud dan tujuan Kevin, yang tidak jarang bermain perempuan seperti berita di luar sana yang sudah menjadi rahasia umum.
"***"
"Tidak tuan dia sudah menikah dan memiliki anak" ucap Agatha yang langsung meminta Xena masuk lebih dulu.
"Kenapa? seakan anda yang mengendalikan dia" ujar Kevin yang merasa kecewa karena keinginan nya ditolak.
"Dia adalah sahabat sekaligus asisten pribadi saya, jadi itu hak saya mau mengendalikan atau mengatur dia, apa? anda keberatan" ucap Agatha datar.
"Ah tidak maksud saya baik hanya ingin berteman" ucap Kevin.
"Terimakasih tuan, tapi tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan yang keduanya sudah menikah, kecuali dari orok" ucap Agatha, yang bisa Kevin mengerti.
"Heumm... mungkin Anda sering mendengar gosip miring tentang saya tapi"
"Ada apa? ini sayang" ucap Piter yang baru saja tiba di tempat tersebut.
"Tidak ada kak, kami baru selesai meeting" ucap Agatha yang langsung masuk kedalam mobil.
"Tuan Piter"ucap Kevin.
"Ya saya sendiri"ucap Piter.
"Saya, senang' bisa bertemu dengan Anda disini biasanya hanya melihat berita anda dari majalah" ucap Kevin sambil tersenyum.
"Apa? hubungan anda dengan nona Agatha"tanya Kevin penasaran.
"Anda bisa lihat di google"Piter yang langsung pamit karena kliennya sudah menunggu.
__ADS_1
Sementara Agatha tidak lama sudah tiba di mall tersebut dan kedua wanita itu berjalan menuju tempat super market yang menyediakan kebutuhan sembako dan masih banyak lagi yang lainnya.
"Agatha aku ambil troli dulu"ucap Xena.
"Baiklah ambil dua sayang" ucap Agatha.
"Ah siap bos"ucap Xena.
Xena mengambil troli, dia begitu bersemangat bagaimana tidak, karena saat ini dia akan berbelanja untuk semua hobi barunya itu.
setelah membawa kedua keranjang itu masuk keduanya mengambil bahan makanan apa saja yang mereka mau termasuk camilan dan Snack juga minuman kaleng dan masih banyak lagi yang lainnya , tapi Xena juga belanja perdagangan dan seafood juga yang lain nya sayur mayur dan buah-buahan terbaik dan yang fresh juga premium, ada juga beras dan lainnya.
Setelah dua troli itu terisi penuh keduanya kini berjalan menuju kasir, untuk membayar semua nya.
Sementara Xena, sambil mengantri dia menikmati berbagai coklat yang tersedia di samping kasir sudah seperti anak kecil saja tanpa terasa setelah hitung menghitung selesai tumpukan bungkus coklat tersebut diserahkan kepada kasir untuk di bayar.
Agatha hanya geleng-geleng kepala, sebanyak itu Xena memakan cokelat dengan berbagai merek, dalam waktu yang singkat.
"Masih mau lagi kenapa? tidak borong saja" ucap Agatha.
"Asiappp!"teriak Xena sambil mengambil berbagai macam jenis coklat tersebut, dan langsung menyimpan di meja kasir, Agatha menyodorkan black card nya setelah selesai membayar semua Agatha, meminta salah satu dari mereka membawa barang-barang itu kedalam mobilnya.
Setelah semua barang belanjaan nya masuk kedalam mobilnya yang hampir memenuhi bagasi dan jok belakang mobil tersebut akhirnya mereka pun pulang menuju apartemen.
"Alex, kenapa? kau menolak pria tadi untukku" ucap Xena yang sedari tadi penasaran dengan itu.
"Xena, aku tidak ingin kamu melakukan kesalahan seperti dulu lagi, jika kamu ingin menikah maka carilah pasangan yang benar-benar setia meskipun itu tukang ojek sekalipun" ucap Agatha.
"Alex, aku juga tidak berminat untuk berhubungan dengan siapapun lagi, sudah cukup hidup ku hancur gara-gara semua itu,kini tidak lagi ada air mata untuk satu hal itu" ucap Xena.
"Bagus kau memang saudara ku"ucap Agatha.
"Alex, boleh tanya sesuatu"ucap Xena.
"Apa? katakan saja"kata Agatha.
"Apa? Kristofer tidak menghubungi mu"tanya Xena.
"Tidak ada pembahasan soal itu lagi please" ucap Agatha.
"Maafkan aku Alex"ucap Xena.
"Tidak apa-apa sekarang ayo turun dan panggil scurity, untuk membawa troli kemari" ucap Agatha.
"Siap bos" ucap Xena.
Xena langsung keluar dari dalam mobil diikuti oleh Agatha yang kini hendak membuka bagasi mobil.
"Nona panggil saya"ucap seorang scurity yang kini membawa troli barang yang juga tersedia di sana.
"Iya pak tolong antar ini ke unit saya"ucap Agatha.
"Baik nona" ucap nya lagi sambil membantu Agatha dan Xena, memasukkan belanjaan nya kedalam troli .
Agatha berjalan mengikuti scurity tersebut yang menaiki lift setelah tiba di depan unit milik Agatha mereka membawa barang-barang itu masuk kedalam bersama dengan scurity yang kembali menurunkan barang-barang tersebut, Agatha mengambil beberapa lembar uang dari dompet nya berwarna merah setelah selesai dia memberikan tips yang banyak itu pada scurity tersebut.
"Terimakasih sudah membantu saya pak ini ada sedikit rejeki buat jajan"ucap Agatha.
"Terimakasih nona"balasnya sambil pamit pergi kini keduanya sibuk menata belanjaan di dapur tersebut hingga selesai sementara Snack dia bawa ke ruang santai dan ditaruh di tempat penyimpanan yang ada di bawah meja kaca tersebut.
Agatha berjalan menuju kamar nya untuk mandi dan berganti pakaian.
__ADS_1
Sesampainya di sana dia melihat handphone nya yang tertinggal terus berbunyi.
Muncul wajah pria yang ingin dia lupakan Handphone tersebut itu jatuhkan dari balkon kamar nya hingga jatuh ke jalanan dan hancur.