
Alexander pun dengan sabar mengajari gadis cantik itu, wanita yang kini sudah terlihat semakin tenang dan anteng itu.
"Sayang kamu sudah izin kesini?"tanya Alex.
"Tidak"jawab Agatha .
"Agatha sayang kamu disini"ujar Alvin yang sengaja mencari putri nya, sesuai petunjuk dari Nino.
"Uncle, baru saja saya tanya Agatha"ujar Alexander.
"Ya, Lex, uncle mencari Agatha saat aunty bilang bahwa Agatha tidak ada di sekolah nya"ujar Alvin.
"Daddy aku sedang mengerjakan tugas, bersama dengan kak Alex" ujar Agatha.
"Ya sayang ayo pulang dulu nanti dirumah kita kerjakan lagi"ujar Alvin lembut.
"Baiklah Daddy"ujarnya sambil membereskan alat tulis kedalam tas nya dan Alvin membantu nya.
setelah itu Alvin merangkul bahu putri nya lalu pamit pada Alexander.
"Buset, pantas saja putri nya cantik,wong bapak nya udah ngalahin ketampanan artis Korea"ujar teman Alexander.
"Lu. belum lihat Mommy nya kan Dokter Terry Anggita Sari"dia juga sangat cantik meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi" ujar Alexander.
"Bibit unggul bro, tapi sayang putri nya seperti itu"ujar salah satu nya.
"Dia saja tidak punya masalah lalu kenapa? Lo yang pusing"ujar Yunho.
Perbincangan itu terus berlanjut hingga tak terasa sudah pukul tujuh malam, mereka pun bubar dan kembali ke kediaman masing-masing.
Sementara itu di Jerman, NATO, saat ini sudah kembali merana karena gadis yang selama ini menjadi pacarnya wanita itu ternyata sudah dijodohkan oleh kedua orang tua nya.
Tapi NATO, sudah bisa mengihklas kan gadis itu untuk pergi, seperti yang selalu dia ajarkan selama ini.
pemuda itu memutuskan untuk pindah kuliah ke Indonesia ,agar kembali dengan keluarga nya.
NATO, tidak peduli lagi dengan urusan wanita yang hanya akan membuat nya sakit, NATO pun sudah meminta izin kepada kedua orang tua nya untuk kembali ke tanah air.
Pemuda itu pun kembali ke tanah air.
Sementara itu Alvaro saat ini tengah tersesat di tempat yang tidak seharusnya, wanita itu adalah teman kuliah nya dulu, meskipun pria itu tidak melakukan apa-apa yang melanggar hukum pernikahan, tapi Alvaro seakan lupa jalan pulang, dia selalu berada di tempat wanita itu.
Sejauh ini Alvaro masih berhubungan biasa saja seperti layaknya seorang kekasih dia tidak bersentuhan fisik atau pun yang lainnya tapi seakan terhipnotis disaat Alvaro untuk pulang tiba-tiba saja niat itu hilang dan ada saja alasan dari pria itu.
"Irma pun pergi meninggalkan Singapura, dia sudah tidak tahan dengan perilaku, suaminya yang saat ini sudah jarang pulang bahkan tidak peduli lagi pada nya, yang selama beberapa tahun ini divonis mandul.
Irma pulang ke Indonesia, kerumah kedua orang tua nya, dia sudah tidak berharap akan rumah tangga nya yang menurut nya sudah tidak bisa diperbaiki lagi itu.
Saat Alvaro pulang dia sadar semua sudah salah dia pun mencoba menghubungi istri nya itu, meskipun mungkin tidak akan direspon hingga dia minta bantuan sang Daddy untuk mencari tau dimana keberadaan istrinya itu.
Alvin yang mendengar itu dia marah besar, mungkin Alvin pernah melakukan kesalahan tapi sebagai seorang ayah dia ingin yang terbaik untuk putra nya itu.
Jika bisa dia tidak ingin lagi semua hal buruk terjadi pada anak keturunan nya.
Hingga Alvin pergi menuju sebuah rumah yang sederhana itu, dan ternyata menantu nya ada disana, Alvin langsung membawa pulang menantunya itu ke kediaman Marvin.
Pria itu tidak akan pernah membiarkan pernikahan putra nya kandas karena orang ketiga, sudah cukup hidupnya dulu jatuh bangun karena urusan orang ketiga kali ini Alvin tidak akan mentolerir kesalahan tersebut.
Dan kini NATO, sudah berada di Indonesia, dia disambut dengan hangat oleh Anggita dan yang lainnya, rencananya NATO, akan melanjutkan kuliah nya di Indonesia, dan akan magang di Rumah sakit milik Mommy nya itu.
"Syukurlah sayang kamu sudah kembali Mommy butuh bantuan tenaga kerja di rumah sakit, dan mulai Minggu depan kamu bisa langsung praktek di rumah sakit Mommy"ujar Anggita.
"Terimakasih Mom, tapi apa? Mommy bisa bantu aku untuk memilih kampus yang terbaik di sini"ujar NATO.
__ADS_1
"Begini sayang semua kampus disini sudah bertaraf internasional, jadi semua sudah sangat baik, tinggal kita mau belajar dengan rajin, dimana pun kampus nya tidak jadi masalah, yang penting kamu mau belajar dan terus belajar maka ilmu yang akan kamu dapatkan adalah ilmu yang terbaik" ujar Anggita.
"Baik mom"ucap NATO.
Sementara kini Agatha tengah belajar bersama dengan Irma, gadis itu belajar melukis dari kakak ipar nya, yang memang bakatnya sempat tertunda itu, karena harus membantu tuan Mahendra di perusahaan.
"Aku bisa lukis foto yang ini tidak kak, aku ingin memberikan lukisan itu, saat dia berulang tahun nanti"ujar Agatha.
"Tentu sayang ayo di coba dulu, sekarang kamu bisa membayangkan bahwa dia ada dihadapan mu bersama mu, dan setelah kamu melihat nya di hadapan kamu mulai gores kan pensil di kanvas itu" ujar Irma dirinya juga sedang melepaskan isi hati nya di kanvas tersebut.
Terlihat wajah Alvin bersama dengan seorang wanita, yang asing bagi Agatha hingga gadis itu bertanya-tanya.
"Kak, siapa? wanita itu"tanya Agatha.
"Dia calon kakak ipar mu yang baru"ujar Irma sambil tersenyum.
"Tapi bukan nya, kakak itu istri kak, Alvaro"ujar Agatha.
"Tidak usah dipikirkan, ini hanya penglihatan kak, Irma saja"ujar Irma.
"Heumm, lihat lukisan ku sudah berbentuk belum kak"ujar Agatha.
"Wow.... sempurna, ternyata kamu juga berbakat sayang tinggal berikan polesan warna dasar, warna kulit yang memang mirip kulit dia"ujar Irma.
"Aku nggak mau jadi dokter, maunya jadi pelukis saja"ujar gadis itu yang punya cita-cita baru.
"Sayang, jangan jadikan melukis sebagai cita-cita utama mu, jadikan itu sebagai hobi, dengan begitu disaat kamu sedang ingin mencurahkan isi hati, kamu lewat lukisan maka kamu akan mendapatkan kepuasan hati disana"ujar Irma.
"Heumm Baiklah"ucap Agatha.
Mereka berdua pun jauh lebih dekat saat ini selalu menghabiskan waktu berdua di rooftops.
karena disana ada tempat bersantai yang sangat nyaman.
Irma menggeliat dan membuka mata, saat Indra penciuman nya mencium bau parfum Alvaro.
"Sayang kenapa? kamu malah pergi disaat aku tersesat dan tak bisa kembali"
...🌸.....................🌸...
Irma hanya terdiam seribu bahasa, saat suaminya berkata demikian, apa? mungkin di jaman modern seperti ini masih ada sihir yang akan membuat seorang pria beristri, lupa jalan kembali.
Ataukah hanya alasan saja agar bisa kembali dimaafkan, tapi Irma tetap diam karena bicara pun percuma dia tidak akan pernah diberikan kesempatan untuk membela diri.
Karena Alvaro, tidak pernah mau mengalah dan selalu ada seribu alasan untuk membela diri, hingga Alvaro terus bertanya"Sayang kenapa? kamu terus berdiam diri, kamu baik-baik saja bukan"ujar Alvaro.
"Tanyakan itu pada hatimu, apa? wanita yang sudah ditinggal pergi, karena wanita lain akan tetap baik-baik saja, dengan alasan apapun itu, kamu bukan pria bodoh jika kamu lupa itu"ujar Irma.
"Sayang aku benar-benar lupa kamu, saat itu dan aku akan selalu gagal untuk kembali, saat aku teringat padamu, sumpah sayang dia punya ilmu sihir"ujar Alvaro.
"Apa? aku akan percaya begitu saja, Al, aku mungkin tidak secerdas dirimu, tapi aku tidak sebodoh itu juga, wanita akan menggoda pria dengan segala cara, termasuk menawarkan kehangatan"ujar Irma, yang kini dibalas gelengan kepala oleh Alvaro, dia berani bersumpah jika dia tidak pernah menyentuh wanita licik itu.
"Apa? kamu bisa benar-benar menjamin bahwa kamu tidak pernah menyentuh nya, sementara aku melihat semuanya itu"tunjuk Irma pada semua lukisan yang ada di dinding kamar nya , tentang Alvaro dan juga wanita itu, semua adegan ada di lukisan itu, dan terakhir Alvaro yang tengah memeluk wanita itu, yang tengah berbadan dua.
"Sayang ini semua tidak lah benar kamu dapat semua ini dari mana"ujar Alvaro yang tidak tau tentang bakat melukis istrinya itu.
"Aku yang melihat itu di kanvas aku yang membuat nya agar terlihat lebih nyata, karena aku ingin semua melihat apa? yang sebenarnya terjadi"ujar Irma.
"Sayang semua ini tidak lah benar itu hanya imajinasi mu saja, sampai kapan pun aku akan selalu setia kepada mu"ujar Alvaro.
"Maaf mas aku ada disini semua aku lakukan untuk membalas jasa Mommy, tapi tidak untuk mempertahankan hubungan antara kita yang sudah hancur lebur"ujar Irma.
"Tidak sayang, semua ini tidak akan pernah berakhir aku sangat mencintaimu dan sampai kapan pun akan tetap begitu"ujar Alvaro.
__ADS_1
"Semua sudah berakhir mas, selamat untuk hubungan barumu, wanita itu akan memberikan mu kebahagiaan seperti yang kalian inginkan"ujar Irma.
"Irma, stop! sayang semua itu tidak benar, aku terkena hipnotis, aku mohon percayalah" mohon Alvaro.
"Aku tau, semua sudah terjadi, jadi aku akan mundur"ujar Irma lagi.
Irma pun bangkit, dia mengambil mantel dan tas miliknya juga koper besar yang sudah dia siapkan, semua akan terlihat nyata, lewat lukisan yang ada di dalam kamar Irma menarik koper nya dan pergi meninggalkan kamar Meskipun Alvaro berulang kali menghalangi jalan nya tapi Irma tetap saja berhasil pergi dari kamar tersebut tapi kegaduhan itu disaksikan oleh seluruh orang yang berada di Mension utama milik Marvin.
"Ada apa? ini Alvaro bisa kamu jelaskan pada Mommy"tanya Anggita.
"Tidak ada apa-apa mom, istri ku salah sangka mom"jawab Alvaro.
"Tidak mungkin jika tidak ada apapun"ujar Anggita.
"Aku serius Mom, tanya saja Daddy, jika Mommy tidak percaya"ujar Alvaro.
"Mom, sepertinya kak, Alvin selingkuh seperti Daddy, karena kak Irma melukis wanita hamil di samping kak Alvaro dan masih banyak lagi semua ada di dalam kamar kak Alvaro"ucap Agatha, sontak wanita itu pun menatap tajam kearah Alvaro.
"Darah memang lebih kental dari pada air, dan semua itu terulang karena contoh utama nya "
"Anggita!!"teriak Alvin.
Tiba-tiba saja Agatha langsung pingsan saat melihat Daddy nya membentak Anggita, sontak Anggita menjerit keras, saat melihat putri nya jatuh pingsan .
Anggita berlari memburu putri nya itu, yang kini sudah berada di pangkuan NATO.
"Sayang, bangun sayang , Mommy mohon bangun Agatha.... hiks hiks hiks Mommy mohon bangun"ujar Anggita wanita itu terus menangis NATO membawa Agatha ke tempat perawatan pria itu langsung melakukan pertolongan pertama.
Anggita menangis sambil memeriksa keadaan putri nya yang belum lama ini dinyatakan sembuh tapi ternyata Agatha masih suka pingsan saat mendengar pertengkaran.
sudah hampir lima belas menit, akhirnya gadis kecil nya sadar, NATO pun tersenyum manis pada Agatha.
Agatha pun bangkit, dan memeluk Anggita.
"Mommy, kenapa? kak Alvin seperti Daddy"ujar Agatha.
"Sudah Sayang itu bukan urusan kita"ujar Anggita.
"Tapi kasian kak Irma mom"ujar Agatha.
"Baiklah tunggu disini"ujar Anggita sambil menitipkan putri nya itu pada NATO.
Sesampainya di luar Anggita langsung berjalan dengan cepat melihat Irma yang kini terlihat duduk di tangga sambil menundukkan kepalanya.
"Irma dengarkan Mommy, jangan pergi kemanapun, kamu tetap disini dan kamu Al, kamu sebaiknya kembali ke Singapura"ujar Anggita.
"Tidak mau mom... istri Alvaro ada di sini"mohon Alvaro.
"Kau sudah memilih dia, maka lanjutkan lah, sementara Irma, sedari dulu dia sudah ikut Mommy dan opa"ujar Alvaro.
"Alvaro kau tetap disini biar Daddy yang pergi bukan kah Daddy adalah biang kerok dari semua ini"ujar Alvin yang menatap lekat wajah Anggita.
"Ya pergilah karena selama ini pun kamu selalu seperti itu, tidak pernah berubah karena hanya ibu dari Alina yang ada di hati mu"ujar Anggita yang langsung pergi, meninggalkan rumah Anggita bahkan tidak lagi perduli dengan semua nya dia sudah lelah jika harus bertengkar terus, karena noda itu tidak pernah hilang, ada pada diri Agatha yang tidak sepenuhnya normal seperti seharusnya.
"Anggita berhenti putri kita akan mencari mu, biarkan aku yang pergi"ujar Alvin.
"Tidak Daddy dan mommy tetap disini"ujar Alvaro tapi Anggita tetap pergi dengan mobilnya, Alvin pun berusaha untuk mengejar nya dengan mobil sport milik nya.
"Kamu lihat kan, apa? akibat dari keegoisan mu heuhhhhh! Mommy dan Daddy ku , kembali bertengkar hebat"ujar Alvaro.
"Semua kamu yang mulai, kenapa? harus aku yang disalahkan"ujar Irma.
"Ya aku memang salah karena bertemu dengan nya, tapi tidak seharusnya kamu egois dan tidak mendengarkan penjelasan ku, coba saja kamu dengar tadi mungkin setidaknya tidak akan begini, setidaknya kita bisa tahan hingga di luar , kau boleh marah atau menghajar ku, jika kamu benar-benar tidak percaya padaku, sekarang semua sudah seperti ini, apa? bisa mereka kembali berdamai baru saja rumah ini tenang"ujar Alvaro.
__ADS_1