Sang Penari

Sang Penari
"Makan malam bersama"


__ADS_3

Aku pun membuka mata, saat seseorang berbisik, "Jangan pernah berniat untuk pergi dari ku karena sekali saja kamu melakukan itu, maka aku juga akan membunuh adikmu"ucap nya tepat di depan telinga ku.


aku langsung dia tarik kembali ke dalam kamar ku, pria itu bahkan melempar ku keatas tempat tidur ku.


"Ahhhhhh.... kamu keterlaluan Marvin, kamu tidak punya perasaan,aku benci kamu,benci"ucap ku yang bahkan kini menatap lekat wajah tampan yang kini menatap ku dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Jangan pernah pergi dari rumah ini jika adik mu ingin, selamat"ancam nya, hingga aku hanya bisa menangis, saat melihat dia berbalik dan pergi, kulihat ada luka yang terlihat cukup serius saat ini, mungkinkah pria itu terluka karena aku.


hingga beberapa saat dia kembali dengan tangan yang sudah mendapatkan perawatan dan dibalut dengan perban.


"Ayo bersiap bukan nya, kau ingin pergi ke kampus, aku akan menunggu mu, dibawah ingat aku tak ingin melihat bekas tangis itu, hanya ada waktu sepuluh menit jika tidak kamu tau akibat nya.


Aku langsung terdiam dan bergegas menuju kamar mandi, setelah berada di dalam aku kembali mencuci wajah ku, aku pun kembali dan masuk menuju walk-in closed,aku langsung menggunakan celana jeans dan t-shirt berwarna hitam berlengan panjang, tidak hanya itu aku juga mengikat rambut dengan gaya ekor kuda, setelah memastikan semua rapi aku hanya menggunakan bedak tipis dan sedikit lipstik berwarna pink dan makeup natural ala ku.


setelah itu aku mengambil tas punggung kecil milikku berisi beberapa buku dan juga keperluan lainnya seperti dompet ponsel dan power bank, setelah selesai aku langsung berlari turun, tanpa melihat bahwa di bawah sudah sangat sepi.


entah dimana adikku berada mungkin dia sudah berangkat dengan sopir ku, hanya ada Marvin yang duduk mengecek ponselnya sambil menikmati secangkir kopi.


"Sarapan dulu, setelah itu aku akan mengantarmu ke kampus, dan ingat setelah pulang kuliah kau tidak aku ijinkan untuk pergi kemana pun,tetapi berada di rumah, jika kamu tidak ingin merasakan akibatnya" ucap nya.


aku hanya mengangguk pasrah bagaimana pun,aku harus menuruti perkataan nya, karena aku tidak ingin kehilangan adikku.


hingga aku selesai sarapan ,aku langsung bergegas mengikuti langkah Marvin yang berjalan dengan cepat, saat ini menuju mobil.


"Marvin, boleh aku membeli buku nanti setelah selesai kuliah"ucap ku memberanikan diri.


"Tidak, kirimkan saja judul buku yang kau cari aku akan meminta asisten ku untuk membelinya, ingat ponsel itu, tidak untuk berbelanja online atau menghubungi seseorang karena tidak akan berpungsi, semua sudah diatur untuk menghubungi ku, jika kamu dalam bahaya ,atau yang lainnya, dan satu lagi jangan coba-coba melakukan sesuatu untuk mengelabuhi ku, aku akan tau semua nya saat itu juga"ujarnya.


setelah masuk kedalam mobil, aku tidak berkata apa-apa lagi, selain diam dan melihat ke arah jalan yang aku lewati.


hingga suara laki-laki yang ada di samping ku mengagetkan ku.


"Ariana"ucap nya.


"Apa?" Jawab ku.


"Ariana"ucap nya lagi.


"Apa...mas"ucap ku keceplosan.


"Heummm aku suka panggilan itu pertahanan kan, tapi ingat setelah aku keluar negeri untuk satu tahun kedepan, kamu harus tetap berada di rumah, tidak ada pembangkangan"ucap nya tegas.


"Marvin aku tidak sanggup jika harus terus berada di rumah, lebih baik kamu ikuti aku setiap aku pergi tapi aku mohon jangan mengurung ku"ucap ku lembut.


"Baiklah, akan ada bodyguard yang akan terus mengawasi mu, tapi ingat Ariana, jangan melewati batasan mu"ucap Marvin.


"Aku hanya pergi untuk bekerja, setelah itu aku akan kembali tepat waktu"ucap Ariana.


"Aku tidak mengijinkan mu bekerja Ariana, aku sudah memberikan mu waktu untuk bisa pergi saat tertentu selebihnya kamu hanya boleh tinggal di rumah"ucap nya jelas.


"Baiklah, yang penting aku bisa keluar setiap aku butuh itu"ucap ku.


sesampainya di depan gerbang kampus, Marvin langsung memasukkan mobilnya kedalam dan memarkirkan mobilnya di tempat yang sepi.


"Berbalik lah dan pejamkan mata mu"ucap Marvin yang kini terdengar sedang membuka sebuah kotak.


"Aku tidak ingin kau di lirik pria lain karena kau hanya milikku, dan gunakan ini, agar mereka tau bahwa kau sudah menjadi milikku"ucap nya.


Marvin langsung memasangkan sebuah cincin pertunangan di jari manis ku, tidak hanya itu aku kaget saat pria itu tiba-tiba mencium bibir ku, tapi sedetik kemudian aku membalas ciuman itu, dan Marvin memberikan gigitan kecil di bibir ku, hingga bibir ku, sedikit bengkak dibuat nya.


"Aku akan pulang larut malam sebelum besok pagi aku berangkat ke luar negeri, ingat jangan pulang telat aku ingin makan masakan mu"ucap Marvin.


"Baiklah Marvin" jawab ku gugup.


aku keluar dari mobil ku, setelah aku memberikan kecupan singkat dibibir nya sesuai keinginan nya.


setelah itu aku merapihkan rambut ku, yang sedikit berantakan karena Marvin, mengacak rambut ku saat dia mencium ku.


"Aku kuliah dulu"ucap ku.

__ADS_1


"Belajar yang rajin"ingat jangan ke centilan "ucap nya yang hampir membuat ku kesal.


akupun pergi, seperti biasanya, aku hanya duduk diam di dalam kelas dan bahkan tetap fokus pada laptop milikku.


hingga suara seseorang membuat ku melirik ke arah nya.


seorang pria tampan yang terlihat sangat cool itu menawarkan satu botol air mineral, yang memiliki merek terkenal itu.


"Minum lah, seperti nya, kau butuh mineral saat ini, fokus mu hilang"ucap pria tampan itu.


"Terimakasih"ucap ku sambil mengambil botol berisi air mineral yang baru dan masih disegel itu.


"Aku Tora Permana, teman satu kelas mu, apa boleh aku tau nama mu?"tanya dia padaku.


"Aku Ariana rose"jawab ku.


"Senang berkenalan dengan mu"ucap Tora.


"Sama-sama"jawab ku yang langsung membuka minuman yang tadi ia sodorkan.


"Ariana, aku punya club malam, jika suatu saat kau ingin mampir kamu bisa kesana"ucap Tora.


"Wow.... kamu hebat"ucap ku memuji nya.


"Ah biasa saja, Oya jika ada yang ingin bekerja di tempat ku, tinggal bilang saja langsung"ujarnya lagi.


"Baiklah"jawabku singkat.


setelah selesai jam perkuliahan seperti biasa, aku akan lanjut pulang tapi berhubung Marvin, meminta ku untuk memasak di rumah.


akhirnya aku meminta sopir yang menjemput ku, berhenti di sebuah supermarket yang tak jauh dari komplek perumahan ku ,aku langsung turun dan meminta sopir menungguku di mobil.


setelah masuk aku langsung berbelanja bahan makanan yang akan Marvin makan nanti, pria itu akan pergi lama, jadi aku anggap ini sebagai salam perpisahan.


🌸..................🌸


setelah selesai masak aku bersiap untuk menghidangkan makanan tersebut,di meja karena ini sudah jam makan malam.


setelah selesai Liliana makan, terdengar suara deru mesin mobil masuk kedalam garasi rumah ku.


tidak hanya itu, aku juga mendengar suara motor sport ku kembali ke rumah ku.


aku langsung berdiri dan bergegas berjalan ke luar ,aku akan menyambut Marvin, dan membuat dia senang malam ini.


"Kamu sudah pulang"ucap ku, sambil menghampiri Marvin yang berjalan di ikuti oleh Lima anak buah nya.


"Ya"ucap nya sambil mengecup bibir ku, setelah itu aku meraih lengan Marvin, berusaha bersikap layaknya seorang pasangan.


"Aku senang hari ini kau patuh tapi kau masih melanggar peraturan bisik nya, sambil menekan hidung mancung ku.


"Ampun Marvin, aku mungkin tidak tau apa? itu" ucap ku .


"Ah sudah lah, untuk saat ini aku sedang tidak ingin berdebat sekarang aku sedang sangat laper, karena sedari pagi belum sempat makan"ucap nya.


"Baiklah aku sudah masak, dan kita bisa langsung makan ucap ku.


"Ya"ucap nya singkat padat dan jelas.


Aku menarik kursi untuk Marvin, setelah itu aku langsung menghidangkan makanan yang aku masak tadi, dengan resep yang mami tulis.


setelah dirasa cukup, aku langsung memberikan piring tersebut ke hadapan Marvin.


"Selamat menikmati semoga Marvin suka" ucap ku sambil memberikan kecupan di pipi pria itu.


"Aku suka, kamu bersikap begitu, tapi awas saja jika itu dilakukan saat bersama dengan orang lain"ujarnya.


"Baik"jawab ku singkat,aku pun langsung menyantap makanan ku, saat itu juga, begitu juga Marvin, saat kami makan tidak ada obrolan, yang terdengar hanya suara denting sendok dan garpu yang mengenai piring.


"Aku suka makanan nya sangat lezat, mungkin aku akan sangat merindukan masakan ini, tapi sayang aku akan lama berada di luar negeri, tapi ada hal yang harus kamu perhatikan, kamu boleh pergi ke luar rumah tapi ingat batasan dan satu lagi setiap hari setiap kali bepergian selain kampus kamu akan terus diawasi,sekali saja kau membuat pelanggaran maka, jangan harap aku akan memberikan mu izin untuk bisa menghirup udara segar lagi"ujarnya.

__ADS_1


"Baiklah terimakasih Marvin, aku akan sangat merindukan mu"ucap ku dengan sengaja.


"Apa? itu serius"ucap nya.


"Tentu saja"ucap ku mencoba meyakinkan.


"Aku anggap itu adalah serius meskipun aku tau kau belajar merayu pria dari google"ucap Marvin, yang kini tersenyum licik.


"Apa? kau belajar yang lain nya?"tanya nya lagi.


"Kau pasti sudah tau, jadi tidak perlu aku katakan lagi"jawab ku.


"Baiklah aku mau istirahat dulu, tolong siapkan baju ganti ku"ucap Marvin, sambil berdiri dan beranjak pergi menuju tangga.


akupun mengikuti pria itu dari belakang hingga tiba di dalam kamar, Marvin, terlihat tersenyum sekilas, saat melihat semuanya tertata rapi, tapi entah apa? yang membuat dia tersenyum saat ini.


"Aku akan menyiapkan air hangat untuk kamu mandi"ujar ku yang langsung membuat dia berhenti melihat ponselnya.


"Tidak perlu ,aku sudah mandi di Mension, aku hanya butuh piyama dan aku ingin merasakan pijitan mu"ucap Marvin.


"Heummm, tapi...aku tidak pandai memijit"jawab ku.


"Kau bisa bukan kah kamu sudah belajar dari google"ucap Marvin tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Aku akan mencoba nya"ucap ku yang benar-benar sangat malu betapa bodohnya aku saat melakukan pencarian seribu satu cara untuk membuat pria senang dan tidak lagi marah, sampai rasanya ingin sekali aku bersembunyi di dalam lobang semut.


Aku mengambil kan piyama miliknya, dan setelah itu aku juga membantu membuka kancing kemeja nya ,aku berharap setelah malam hari ini, kami tidak akan pernah bertemu lagi, meskipun perpisahan itu tidak terjadi karena kematian tapi aku berharap dia bisa menetap di luar negeri.


setelah selesai membuka kancing kemeja secara keseluruhan, akhirnya aku pamit dengan alasan kebelet pipis, padahal itu hanya pura-pura.


"Marvin, aku sudah tidak tahan ingin buang air"ujar ku sengaja ingin menghindar dari nya, yang hampir bertelanjang dada.


"Baiklah pergilah aku akan menunggu mu"ucap Marvin.


aku terdiam di dalam kamar mandi hingga saat Marvin, memanggil nama ku.


"Ariana ,kau buang air atau tidur heuhhhhh"ucap nya.


Aku langsung membuka pintu, wajah ku sudah sangat pucat, aku takut Marvin, memaksa ku untuk melakukan hubungan yang tidak seharusnya, saat ini.


"Lama sekali, apa? yang kamu lakukan didalam sana heeuh"ucap nya dengan nada tinggi.


"Marvin, tadi aku mengganti pembalut dulu, tidak mungkin bukan, aku biarkan darah berceceran di seprai"jawab ku yang membuat dia tidak senang.


"Cepat pijit aku, rasanya sudah sangat lelah"ucap pria arogan itu.


"Baiklah"jawab ku sambil menghampiri Marvin yang kini hanya menggunakan kimono tidur nya.


Marvin membuka kimono tersebut lalu dia tengkurap di atas ranjang, sementara aku, duduk menyamping perlahan aku berikan pijatan yang cukup membuat nya merem melek, seperti yang ada di google.


"Kau itu sedang memijat atau sedang menggoda singa laper heuhhhhh"ujarnya yang langsung menarik ku kedalam pangkuan nya yang hanya menggunakan bokser nya.


"Aku, sedang berusaha memijat mu"ucap ku gugup saat merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana.


"Ariana, aku ingin menyentuh mu, sekarang apa? boleh"ucap pria itu.


Aku menggeleng "Aku belum siap" jawab ku.


"Kenapa? tidak dicoba saja dulu kamu nanti pasti akan ketagihan"ucap nya.


"Aku akan melakukan itu, dengan pria yang kelak menjadi suami ku"jawab ku jujur.


"Hey...kau lupa kau hanya milikku dan sampai kapan pun akan tetap begitu"ucap nya yang langsung mendorong tubuh ku, yang tentu saja aku tidak akan bisa mengimbangi tenaga pria itu.


"Aku belum siap Marvin, lepas aku mohon,lagi pula aku masih datang bulan"ucap ku


pria itu terlihat sangat kecewa lalu pergi menuju kamar mandi, entah apa? yang dia lakukan disana yang pasti, lumayan agak lama dan tau-tau dia keluar dengan rambut basah dan lilitan handuk di pinggang, saat ini aku pun langsung bergegas mengambil pengering rambut milikku, dan mengeringkan rambutnya.


setelah selesai dia langsung meminta ku untuk tidur terlebih dahulu.

__ADS_1


"Tidurlah sudah larut"ucap nya.


"Terimakasih, maafkan aku"ucap ku yang dibalas dengan anggukan.


__ADS_2