
"Kamu tega bohongin aku! kenapa? selama ini aku benar-benar percaya bahwa diantara kita memang memiliki rasa cinta, tapi kenapa? ujar Alana, sambil memukuli dada bidang pria itu berulang kali.
"Jawab aku kenapa? tidak kau habisi aku saja jika memang kamu ingin balas dendam, kenapa? harus seperti ini, berarti selama ini kakak benar-benar memiliki kekasih"ujar Alana.
Dan Piter pun mengangguk lemah dia benar-benar tidak berdaya tapi dia tidak ingin terlalu jauh menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai saat ini.
Aku sudah jatuh cinta pada mu, Alana, sekarang terserah kamu mau percaya atau pun tidak, tapi yang jelas aku rela mati demi kamu, Kamu mau pergi tinggalkan aku juga terserah semua karena pilihan, jika kamu memilih untuk tetap bersama dengan ku, itu artinya kamu siap menghadapi semua yang akan terjadi nanti"ujar Piter.
Tapi wanita itu berjalan gontai melangkah pergi meninggalkan piter yang kini menitikkan air mata dalam diam dia melepas pergi sang kekasih, dia tidak ingin menyakiti Alana lebih dalam lagi.
Alana tiba-tiba menjerit keras, piter pun berlari kencang tapi tidak keburu, Alana sudah dibawa pergi oleh, orang-orang yang Piter kenal sebagai orang suruhan sang Daddy, pria jahat itu, merencanakan rencana kedua, dan kini semua orang akan dilibatkan.
Piter langsung menghubungi Alvin dan Marvin bahwa gadis itu telah diculik oleh orang suruhan Daddy nya, tapa berbasa-basi Piter pun meminta keduanya menemuinya untuk mengatur strategi, karena kini tidak hanya dua nyawa yang akan menjadi korban, jika mereka tidak berhasil menyelamatkan kedua nya.
Piter pun pergi menuju ke tempat mereka bertemu saat ini, dia dan anak buahnya yang selama ini dia bentuk sudah berada di sebuah tempat yang biasa nya mereka melakukan pertemuan.
Tibalah Alvin dan Marvin bersama dengan anak buah nya, dia sempat ingin menghajar Piter, tapi Piter langsung berkata.
"Ini bukan saat nya kita untuk berdebat , Alana dan Mommy berada dalam bahaya.
Akhirnya Alvin dan Marvin pun, langsung bergegas pergi menuju tempat dimana pastinya Alana berada karena Piter, sempat memasang alat pelacak di tubuh Alana, yang tidak akan pernah disadari oleh mereka, Piter selalu melakukan itu untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu wanita itu dalam bahaya karena yang Piter tau, anak buah Daddy tiri nya itu ada di mana-mana.
Itulah kenapa? Piter tidak pernah mau melepaskan Alana, karena itu satu-satunya cara untuk melindungi gadis itu.
Pria bertubuh tinggi tegap itu mengikuti membimbing Marvin karena pria itu lebih tau bagaimana cara menghadapi lawan.
Bagaimana pun, Marvin pernah bergulat didunia bawah, karena itu dia adalah pria yang sangat disegani oleh semua kalangan, selama ini, bukan karena kejahatan jual beli organ atau narkoba tapi bisnis yang dia geluti selama ini, tidak akan bertahan jika tidak ada kekuatan dan pertahanan.
Marvin tiba di sebuah pantai di pulau terpencil, dari sana terlihat jelas sebuah kapal besar berada di tengah laut dengan orang-orang yang berjaga di sekeliling kapal tersebut, dan yang menjadi fokus Alvin dan Marvin, saat ini adalah putri nya Alana, dan Agatha yang bergelantungan dengan posisi terikat di tiang besar yang ada di kapal tersebut.
Alvin kini tengah berada di di dalam helikopter sementara Marvin dan anak buahnya menyelam di Air, awalnya Marvin yang akan berada di sana tapi Alvin Piter dengan menggunakan speed boat menuju langsung ke arah kapal.
sempat terjadi tembak menembak antara Piter dan anak buah ayah tirinya itu, hingga sayap kiri sudah berhasil Piter lumpuhkan begitu juga dengan serbuan helikopter hampir semua penembak jitu berhasil melumpuhkan anak buah dari orang tua Piter tapi teriakan Alana menghentikan penyerangan.
"Stop!!!!, jangan tembak disini terlalu banyak jebakan"teriak Alana
"Pergi, jangan datang kemari Daddy menjauh lah, jangan kemari kapal ini akan meledak aku mohon jangan kemari"ujar Alana, sementara Agatha saat ini sudah terlihat shock berat, karena tidak menyangka ternyata pria yang selama ini terlihat sangat baik dan menjadi pelindung dirinya bisa berbuat keji seperti saat ini.
"Hentikan Daddy, aku janji akan mengembalikan semua nya, yang telah hilang tapi aku mohon lepaskan Alana dan juga Mommy"ujar pria itu memohon, kini Piter tengah berada di atas kapal, dan disambut oleh anak buah Daddy nya itu dengan pukulan dan tendangan dari para pria berbadan kekar tinggi besar itu, Piter tidak melawan meskipun Alana berteriak meminta dia untuk pergi, sekarang Alana tau bahwa Piter, hanya dijadikan alat oleh pria tua sikoppat itu.
__ADS_1
"Kak pergi kak pergi dari sini aku mohon pergi jangan pedulikan aku, pergi!! hiks hiks hiks pergi aku mohon"ujar Alana, terus berteriak sambil menangis Alvin turun dari helikopter mendekat ke arah tiang dimana Agatha berada.
"Agatha bertahan lah aku akan membawa mu pulang ke rumah aunty, dia selalu merindukan mu, hingga saat ini, kami semua sangat berharap kau masih ada di dunia ini"ujar Alvin, tapi seketika itu, senjata api sudah menempel tepat di belakang kepala nya.
sementara itu anak buah Marvin dan Marvin sendiri sudah masuk ke dalam kapal secara diam-diam dengan sangat cepat.
dia berniat untuk menepikan kapal pesiar mewah tersebut, tapi saat berada di dalam ruang kendali dia melihat ada bom waktu yang siap meledak kapan pun jika tidak segera dihentikan.
"Damn! kita harus bergerak cepat cepat lepas semua bom itu aku akan segera menemui setan laknat itu"ujar Marvin, semua anak buah nya mengangguk mengikuti instruksi dari segala sisi.
Kak, aku tidak apa-apa jika harus lenyap di sini tapi tolong selamatkan Alana, dan Piter masadepan mereka masih panjang"ujar Agatha.
"Tidak, kalian semua akan selamat per"ucap Alvin langsung terhenti ketika sebuah senjata menghantam kepala nya, pria itu tumbang di bawah, dengan darah yang merembes, dengan keadaan yang ke leyengan Alvin mencoba bangkit dan melawan mereka semua yang mengepung dirinya.
sementara itu di antara anak buah Marvin, tanpa pria itu tau Ariana rose ada di antara mereka, wanita itu dengan sigap nya bergerak seakan sudah sangat terlatih, dengan keadaan seperti saat ini, meskipun dia memang jago bela diri, tapi untuk melawan para pria bertubuh tinggi dan kekar itu tidak memungkinkan, tapi dia berhasil membuktikan.
Jika dia tidak bisa, menghajar mereka dia bisa menggunakan senjata mulai dari pipa besi, hingga balok kayu dan yang lebih canggih adalah pistol lama milik pangeran tampan nya itu.
...🌹💖💖💖🌹...
Satu persatu anak buah lawan berhasil di kalahkan, Alvin pun mengikat kepalanya dengan dasi yang ia gunakan saat ini, dengan begitu dia bisa merasa terbantu.
anak buah ayah tirinya itu,menyiram nya dengan air laut yang mampu membuat, pria muda itu berteriak kesakitan, kemudian tubuh Piter, diikat di tiang tepat di tiang, tempat dimana Alana menggantung saat ini.
"Kak aku mohon selamatkan Piter, selamatkan dia, dia anak yang baik dia yang selalu melindungi ku, selama ini"ujar Agatha, pada Alvin yang kini tengah berusaha untuk menurunkan nya.
"Hay honey, bagaimana rasanya hukuman yang aku berikan saat ini, sudah aku peringatkan jangan pernah membangkang kamu lihat dia, yang selalu melindungi mu"ujar Rudolf pada Agatha.
"Aku mohon lepaskan seluruh keluarga ku, biarkan aku yang tetap disini, jangan lukai putra kita, Piter sudah sangat menderita selama ini"ujar Agatha.
"Kau pikir kau cukup berharga untuk bisa ditukar dengan semua yang akan menjadi milikku, heuhhhhh, jangan mimpi, kau tidak ubahnya seperti ****** ku yang lain nya"ujar Rudolf.
"Kau iblis Rudolf, aku pikir selama ini kau adalah malaikat pelindung yang benar-benar tulus, menjaga dan mencintai ku, tapi ternyata kau tidak ada bedanya dengan iblis"ujar Agatha.
"Hahaha, kau terlalu naif sayang"ujar pria itu sambil menekan rahang Agatha kuat-kuat Alvin yang baru berhasil menurunkan Agatha dengan sisa tenaga nya pun kini melotot tajam saat melihat pria itu hendak melukai Agatha, tapi dari arah belakang seseorang memukul kepala Rudolf.
"Mati lah kau bajingan jangan pernah berpikir akan melukai putri ku"ujar Ariana, tapi dia salah perhitungan, pria itu ternyata lebih kuat dari yang dia bayangkan pria itu langsung berbalik dan memukul Ariana rose yang langsung menghindar dengan gerakan tari, Marvin yang menyadari itu langsung menembak senjata ke langit untuk mengalihkan perhatian Rudolf.
"Rudolf, lawan mu adalah aku, kemarilah dan rebut semu yang pernah aku ambil dari mu"tantang Marvin.
__ADS_1
sementara itu Piter yang sedang berusaha bangkit karena orang-orang yang tadi menghajar nya sedang berkelahi dengan anak buah Marvin dan juga Ariana sementara Alvin memberi isyarat pada beberapa anak buah nya yang ada di bawah air untuk menangkap Agatha dan membawa dia pergi.
Agatha langsung Alvin dorong begitu saja hingga tanpa sempat berteriak dia sudah tercebur ke laut, anak buah Marvin dengan sigap menolong dan membawa dia pergi.
sementara perkelahian sengit antara pria berusia lanjut yang mengalahkan kepiawaian para petarung muda, Alvin membantu wanita satu-satunya anak buah sang Daddy yang tak lain adalah ibunya sendiri, yang hampir saja kena tusuk senjata tajam jika saja Alvin tidak memukul telak orang itu dengan balok kayu hingga tumbang.
"Good boy"ujar Ariana.
"Mommy"ucap Alvin lirih, dan Ariana memberikan isyarat bahwa dia harus bersikap tenang.
Alvin yang mengerti itu pun langsung pura-pura tidak mengenali ibunya karena akan menjadi sebuah peluang bagi lawan jika mengetahui itu, Ariana akan menjadi incaran untuk melumpuhkan Marvin.
pertarungan terus berlanjut, tapi yang lebih menggaruk adalah, Piter yang terluka parah, di bahu harus sekuat tenaga menahan tali berukuran besar yang menyerupai tambang itu, dengan bahu yang semakin mengeluarkan darah karena jika sampai kaki Alana berpijak di atas kapal disana tepat di bawah Alana adalah kolam yang ada ikan hiu ganas yang terlihat sangat kelaparan, hingga satu persatu anak buah lawan yang tumbang di santap oleh ikan yang tidak hanya satu itu.
"Kak, aku mohon lepaskan saja kamu bisa mati, biarkan aku yang pergi saja, aku mohon hidup lah dengan baik dan bahagia, aku sudah bahagia selama ini, tidak masalah jika aku harus mati, selamat kan dirimu dan juga ayah dan opah ku"ujar Alana yang sudah terlihat sangat lemah.
"Tidak Alana sayang tidak akan aku biarkan kamu mati begitu saja, sebelum kita hidup menua bersama ingat aku sangat mencintaimu, aku tidak peduli jika kamu membenci ku, yang aku inginkan saat ini adalah keselamatan mu"ujar Piter lirih, dia sudah hampir kehabisan darah saat ini kepala nya sangat sakit pandangan nya mengabur jika saja Ariana tidak datang untuk membantu Piter, disusul oleh Alvin yang kembali mengikat tali itu ke pengait jangkar kapal untuk bisa digeser menjauh dari kolam tersebut.
Sementara itu anak buah Marvin memasukkan racun ikan kedalam kolam tersebut yang terdapat di lambung kapal, entah darimana asalnya, mungkin Rudolf sudah menyiapkan itu untuk antisipasi.
saat jerigen itu diturunkan ikan hiu besar itu menggigit jerigen tersebut hingga cairan racun itu muncrat keluar membaur dengan kolam, dan tidak menunggu lama ikan hiu ganas itu tumbang mungkin dosisnya terlalu tinggi.
Alana berhasil diturunkan dan Piter langsung di evakuasi dari atas kapal dengan dilempar ke air oleh Alvin begitu juga Alana yang menceburkan diri, karena disana anak buah Marvin berjaga.
Hingga perhatian Ariana teralihkan karena , suaminya hampir saja di eksekusi oleh Rudolf yang main keroyok.
Ariana langsung melakukan aksi lompatan yang cukup ekstrim, karena salah-salah perhitungan dia akan tercebur ke laut, tapi sasaran nya begitu tepat hingga, wanita itu berhasil menerjang Rudolf yang hendak menancapkan tombak ke dada Marvin yang sudah berada di posisi yang sulit untuk di hindari.
tapi samurai yang ada di punggung Ariana berhasil mengeksekusi Rudolf dengan bagian punggung nya terpotong sempurna dengan samurai yang masih ada di tangan Ariana yang kini terduduk di lantai darah yang muncrat membasahi seluruh area dimana Marvin berada tubuh itu menggelinding bawah tepat di samping Marvin yang langsung bangkit .
Dia benar-benar tidak menyangka jika lawan nya akan tumbang di tangan istrinya yang seorang penari itu, dengan sangat jelas dia mampu menggunakan samurai yang ia miliki, dan sudah tersimpan selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah bermandikan darah lawan mafia nya.
Ariana terduduk lemas dengan tangan yang bergetar hebat, dia tidak masalah jika dia harus dipenjara asal kan suaminya selamat.
Marvin berjalan sempoyongan menghampiri sang istri, dia memeluk nya dengan erat dan membenamkan wajahnya Ariana di dada bidang nya dengan berkali-kali kecupan, untuk memenangkan istrinya itu.
"Tenang lah sayang semua sudah berakhir"ujarnya.
Alvin pun langsung membuat tanda sebagai isyarat bahwa pertarungan sudah berakhir tapi saat itu anak buah Alvin berteriak cepat selamatkan diri kalian bom sudah tidak dapat di jinakkan" semua anak buah mereka berhamburan terjun ke air sementara Marvin berhitung mundur merangkul anak dan istri nya sebuah helikopter sudah menjemput keduanya Ariana lebih dulu naik dibantu oleh Alvin dan lalu Marvin baru saja beberapa meter dari area itu kapal sudah meledak dan hampir menyambar helikopter tersebut.
__ADS_1