
Sementara itu hubungan Alexander dengan Kaley semakin terjalin dengan baik, Kaley akan berkunjung ke apartemen Alex jika weekend tiba meskipun itu sekedar untuk belajar pada Alexander tentang bisnis yang sedang menjadi fokusnya saat ini.
Alexander, akan dengan sabar mengajar Kaley yang kadang bersikap rusuh.
Kaley selalu minta diajarkan untuk masak atau pun jadi wanita dewasa, seperti yang pria inginkan. meskipun itu Kaley hanya iseng dan tidak terlalu serius untuk semua itu.
Tapi Alex selalu dengan sabar memberikan arahan kepada Kaley.
"Kaley,,, masih mau disini, uncle ada sedikit pekerjaan. tapi jika masih betah Kaley bisa tinggal nanti uncle antar pulang,,, kamu istirahat mungkin atau nonton."ujar pria itu.
"Heumm,,,, aku disini saja temani uncle janji gak akan ganggu."ujar Kaley.
"Heumm,,, baik'lah."ujar Alexander sambil meraih laptopnya mereka sedari tadi ada di ruang baca milik Alexander.
"Uncle masih sendirian, apa? tidak bisa melupakan Mommy."celetuk gadis itu.
"Heumm,,,"balas Alexander yang baru memulai pekerjaannya itu.
"Kenapa? tidak cari saja yang mirip dengan mommy,,, bukanya di dunia ini masih ada tujuh kembaran setiap orang ya."ujar Kaley lagi.
"Heumm."balas Alexander lagi.
Pria itu tetap fokus pada laptopnya sementara Kaley yang katanya tidak akan mengganggu kini dia terus berceloteh.
"Hari ini adalah hari ulang tahun uncle bagaimana jika kita merayakannya."ujar Kaley.
Seketika itu Alexander menghentikan ketukan jarinya pada keyboard laptop nya itu.
"Kaley,,, jika kamu ingin berpesta kamu bisa buat pesta dengan teman-teman mu tapi uncle tidak ada waktu untuk itu. intinya uncle tidak pernah merayakan hari jadi uncle sekarang kamu bisa pulang."ujar Alexander mengusir Kaley secara halus.
"Uncle marah, aku tidak bermaksud membuat uncle tersinggung . maaf kan Kaley."ujar gadis cantik itu.
"Tidak kamu jangan salah faham, uncle hanya hanya memberitahu mu. ah sudah lupakan,,, bisa uncle minta tolong buatkan uncle kopi."ujar Alexander.
"Heumm,, tentu."ujar gadis cantik itu yang langsung beranjak pergi.
Alexander pun membuang nafas kasar, rasanya sedikit lega saat melihat gadis itu pergi.
Alexander, merasa tidak nyaman dengan kebersamaan mereka berdua, selain wajah cantik itu selalu mengingatkan dirinya pada mantan kekasih tercinta nya itu. dia juga tidak ubahnya seperti Agatha remaja dulu, yang selalu ingin tahu tentang semua hal.
"Tuhan,,, sampai kapan? ini terus berlanjut."ujar Alexander.
Pria itu kembali fokus dengan laptopnya, sampai saat suara pintu terbuka menampakkan senyum gadis cantik dengan membawa nampan berisi segelas kopi panas dan juga biscuit favorit Alexander yang dia bawa.
Tapi Alex salah ternyata masih ada satu gelas lagi, milik Kaley.
Entah sejak kapan, Kaley suka minum kopi pahit seperti yang gadis itu suguhkan pada Kaley.
Kaley, menyimpan semua itu di meja kerja milik Alexander, termasuk milik dirinya.
"Selamat menikmati kopinya suamiku."ujar Kaley sambil tersenyum manis.
Alexander tiba-tiba mematung di tempatnya bahkan jemarinya kembali berhenti bergerak kala gadis itu berkata seperti dalam khayalan Alexander selama ini membayangkan Agatha yang menjadi istrinya dan selalu menyuguhkan kopi tersebut dengan kata-kata seperti itu.
"Hahaha,,, uncle kenapa? tidak membalas bukanya biasanya ada dialog antara suami istri saat istrinya berkata seperti itu."ujar Kaley yang tertawa kecil.
"Heumm ya,,, tapi kamu tidak harus berkata seperti itu pada uncle."ujar Alexander.
"Bukankah sudah aku bilang, aku ingin belajar menjadi seorang wanita dewasa yang sudah menikah seperti yang aku katakan, aku serius ingin menikah muda uncle. agar saat anak-anak ku dewasa nanti aku masih terlihat awet muda seperti Mommy."celoteh nya.
"Heumm."jawab Alexander.
"Jawabannya cuma heumm doank tidak ada tambahannya lagi. aku ulang lagi ya."ujar Kaley.
"Tidak-tidak tidak perlu, terimakasih istriku yang cantik."ujar Alexander.
Pria itu ingin menyenangkan Kaley.
"Tidak-tidak begitu uncle, jika di film itu ada satu adegan yang romantis sambil berkata seperti itu.
Alexander mengerti apa? yang dimaksud oleh Kaley, tapi dia tidak akan melakukan hal itu.
"Kaley,,, tiba-tiba perut uncle sedikit tidak nyaman uncle permisi dulu mau pergi ke kamar."ujar Alexander menghindar dari Kaley.
__ADS_1
"Heumm,,, ujar Kaley yang tiba-tiba merasa diabaikan.
Setelah kepergian Alexander, Kaley beralihlah menduduki kursi kebesaran milik Alexander yang tadi Alex duduki saat itu Kaley, melihat laci di bawah meja itu sedikit terbuka. Kaley yang penasaran dia langsung membuka itu tanpa izin.
Tampaklah, sebuah foto kebersamaan antara Alexander, dengan kopian dirinya.
Alexander, yang tampak lebih fresh dan sangat tampan tengah merangkul bahu Agatha yang sedang menikmati es krim dan tampak wajah polos ibunya yang masih menggunakan seragam sekolah internasional school.
"Uncle Alex memang sangat tampan dan awet muda hingga saat ini bahkan seakan tak bertambah umur. dia juga sangat baik dan perhatian seperti yang Mommy nya katakan disaat Kaley bertanya tentang foto ibunya saat masih remaja dulu yang ia temukan di galeri foto di ruang khusus Mension milik Marvin.
Sejak saat itu, Agatha sering bercerita tentang masa lalunya bersama dengan Alexander yang baik hati, sekaligus yang membuat dia terjerat cinta seorang ketua mafia.
"Heumm uncle masih sangat keren."ujar gadis itu yang menyimpan kembali foto itu kedalam laci.
Sementara orang yang sedari tadi ia bicarakan sendiri, sudah berada di balik pintu ruangan tersebut.
Alexander sedang kebingungan bagaimana caranya agar gadis itu tidak melanjutkan dialog tentang istri yang menyuguhkan kopi pada suaminya itu.
"Heumm,, aku bisa."gumam Alexander lirih.
"Maaf tadi uncle sedikit lama sepertinya kopinya juga sudah dingin bisa minta tolong buatkan lagi."ujar Alexander.
"Sayangnya begitu, ya sudah aku buatkan lagi."ujar gadis itu sambil kembali membawa dua gelas kopi hitam itu ke luar dan Alex langsung buru-buru melanjutkan pekerjaannya karena dia akan langsung mengantar gadis itu kembali pulang ke Mension nya.
Saat Alexander sedang kembali fokus, dia terus menatap layar laptop di hadapannya.
"Selamat menikmati kopinya suamiku."ujar Kaley yang sudah berada di samping Alexander yang masih fokus pada pekerjaan nya.
"Ya terimakasih istriku tersayang muachh."kejadian itu benar-benar tidak terduga Alexander refleks menarik gadis itu keatas pangkuan nya, dan mengecup bibir gadis yang kini tengah mematung sambil menatap pria yang juga terlihat kaget dan gelagapan.
Mereka berdua saling menetralkan situasi saat ini. Alexander langsung minta maaf dan dia langsung membantu Kaley yang masih gugup setelah mendapatkan ciuman pertamanya meskipun itu benar-benar hanya kecelakaan dari dialog yang dia ciptakan sendiri.
...🌸...................🌸...
Hingga sampai beberapa menit kemudian, tidak ada lagi percakapan di antara mereka, saat itu keduanya tengah sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Hingga.
"Kaley."
"Lupakan semua itu hanya kecelakaan."ujar Alexander yang benar-benar merasa tidak enak hati.
Kaley,,, pun tersenyum kecut bagaimana bisa seorang pria dewasa yang sudah mencium bibir nya untuk pertama kalinya. meminta dia untuk melupakan semua itu.
Kaley berpura-pura tegar dan seakan tak terjadi apa-apa pada hatinya.
Gadis itu tertawa kecil, untuk menghindar dari Alexander.
"Hahaha,,, lupakan saja Uncle, lagipula itu sudah sering terjadi."ujar Kaley berbohong padahal Alexander tau jika itu adalah ciuman pertama bagi gadis itu karena Alexander tau Kaley belum pernah pacaran.
"Kaley,,, ayo uncle antar kamu pulang ini sudah hampir petang."ujar Alexander.
Gadis itu pun hanya mengangguk kecil, tapi kemudian.
"Tidak usah Uncle, aku bisa pulang sendiri. lanjutkan saja pekerjaan nya."ujar gadis itu sambil meraih mantel bulu nya dan juga tas selempang miliknya.
"Tidak Kaley,,, kamu tidak boleh pulang sendirian, kamu itu anak gadis terlalu berbahaya jika selalu bepergian sendiri."ujar Alexander.
"Apa? uncle lupa aku anak siapa?."ujar gadis itu meyakinkan.
"Heumm,, ya, aku tau tapi musuh Daddy mu pasti banyak di luar sana."ujar Alexander.
"Sebanyak apapun musuh Daddy, masih lebih banyak pengawal yang bertugas untuk menjaga kami."ujar Kaley jujur.
Alexander pun mengangguk pelan, dia mengerti atas ucapan Kaley, karena tidak mungkin Agatha dan Kristofer melepaskan anak-anak mereka di negara yang jauh dari jangkauan mereka jika tidak ada pengamanan ketat.
"Baiklah hubungi uncle jika terjadi sesuatu."ujar Alexander.
Keduanya masih terlihat sangat canggung hingga saat Alexander mengantar Kaley ke basement.
Setelah gadis cantik itu berlalu dengan mobilnya. Alexander pun kembali ke huniannya.
Alexander, terus kepikiran tentang kejadian tadi, entah kenapa? ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. saat ini yang dia rasakan jelas adalah sebuah kesalahan.
__ADS_1
Sebagai pria normal, Alexander merasakan jika naluri ke lelakian kembali hidup setelah sekian lama ia tekan dengan cara menyibukkan diri.
Lagipula perbedaan diantara mereka terlalu jauh. 26 tahun adalah perbedaan antara dirinya dengan gadis yang baru menginjak usia dewasa itu.
Sebisa mungkin Alexander harus menghindari itu, karena jika pun, mereka nantinya saling jatuh cinta. belum tentu Agatha dan Kristofer akan merestui hubungan mereka.
...*******...
Satu Minggu telah berlalu sejak kejadian hari itu, Kaley bahkan tidak lagi berkunjung ke kediaman Alexander.
Begitu juga dengan Alexander yang kembali menyibukkan diri dan menekan rasa ingin bertemu dengan gadis itu.
Ya,,, sejak kejadian itu, Alexander tidak bisa melupakan wajah cantik Kaley dan sifatnya yang sudah seperti kopian Agatha.
Namun Alexander tau itu adalah sebuah kesalahan jadi sebisa mungkin dia menekan rasa itu.
Sementara itu di tempat berbeda pun seorang gadis yang kini sering terlihat murung karena merindukan pria yang sudah mengambil keperawanan bibirnya itu, tapi Kaley tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya terhadap pria itu.
Sikapnya saat ini membuat keempat adiknya, bertanya-tanya.
Kakan yang kini menjelma menjadi pria dewasa yang sangat tampan dan rupawan dan sangat gagah itu duduk di hadapan kakaknya.
Pria itu selalu merasa menjaga seluruh keluarganya, adalah tanggung jawab dirinya.
"Ada apa? kenapa? selama satu Minggu ini kakak begitu murung. seperti robot yang kehabisan baterai."ujar Kalan.
"Heumm,,, aku tidak apa-apa? mungkin karena kelelahan setiap hari terus belajar ini dan itu."ujar Kaley.
"Suruh siapa? ikut kursus ini dan itu, aku rasa tanpa melakukan hal itu pun kakak akan mampu menjalani peran sebagai seorang istri, lagipula itu memang sudah menjadi kodratnya."ujar Kalan bijak.
Kalan tau, kakaknya bercita-cita untuk menikah muda dan itu sudah dia ungkapkan pada sang Mommy yang hanya tersenyum saat mendengar keinginan putri satu-satunya itu.
Mungkin Agatha, tidak setuju dengan itu, tapi dia juga tidak tega untuk menolak keinginan putri kesayangan nya itu.
Oleh karena itu, Agatha bilang bahwa, Kaley harus giat belajar, selain ilmu untuk menjadi istri yang baik, sekolah pun sangat penting. meskipun suatu saat nanti Kaley memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga, dia juga butuh ilmu untuk mendidik anak-anak kelak seperti Agatha yang menurunkan ilmu bela diri, karena untuk ilmu tentang perkuliahan meskipun dia juga sangat cerdas dan lulusan terbaik, dia juga pernah melupakan semua itu, karena gangguan di bagian otak nya.
Meskipun untuk urusan bisnis dia tidak pernah kewalahan untuk menjalankan bisnis yang diwarisinya.
Agatha ingin Kaley benar-benar sudah siap untuk menjalani kehidupan berumah tangga nantinya, jika memang dia ingin menikah muda.
Dan, Agatha tidak ingin Kaley sampai salah memilih pasangan.
Agatha tersenyum pada Kaley saat itu bukan tanpa alasan. dia teringat pada dirinya saat usianya masih remaja dulu. dia pernah mengutarakan keinginan yang sama seperti Kaley dihadapan seluruh keluarga besar saat mereka sarapan pagi bersama dengan Alex.
Entahlah,, apa? kabarnya pria itu saat ini yang jelas Agatha menganggap pria itu adalah mantan kekasih terindah.
Karena Alexander, adalah satu-satunya pria yang hadir sebelum dia menikah.
"Ya, aku tau."ujar Kaley.
"Heumm,,, kalau aku jadi kakak, aku akan meneliti tentang semua tipe pria yang ada di dunia ini dan mencocokkan nya dengan karakter kita ku dan aku jamin tidak akan ada kegagalan saat memilih pasangan hidup."ujar Kala.
"Kau pikir, itu bisa dibuat sebagai percobaan."ujar Kalan datar.
"Kalian sedang bahas masalah apa? kami tidak mengerti."ujar Kalas.
"Bocah mana bisa mengerti urusan orang dewasa."ujar Kalan.
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi nya.
"Aku tidak pulang nanti malam, atau mungkin pulang larut, ada perayaan ulang tahun di club xx."ujar gadis itu.
"Kau, terlalu bebas kak hati-hati jangan terlalu merasa nyaman. musuh Daddy mungkin menyelinap di antara para pengawal kita harus waspada."ujar Kalan.
"Kamu tenang saja,,, kakak bisa jaga diri."ujar Kaley.
"Heumm."balas Kala.
Keempat pria bersaudara itu kini melanjutkan aktivitasnya dengan bermain game di ruangan khusus.
Tidak jarang mereka pun menghabiskan waktu bersama hingga petang setelah itu mereka hanya akan bertemu saat mereka makan saja, selebihnya dengan urusan mereka masingmasing.
Agatha pun akan melihat mereka setiap tiga jam sekali.
__ADS_1
Sementara Kaley, saat petang tiba gadis itu langsung bersiap dengan menggunakan dress selutut yang slim pit memperlihatkan lekuk tubuh nya yang seksi meskipun sebenarnya gaun itu masih terlihat longgar.