Sang Penari

Sang Penari
#Lumpuh#


__ADS_3

seluruh keluarga kini sedang berkumpul menunggu di depan ruang operasi, Ica terus menangis meratapi nasib putri nya yang malang, sudah tidak diakui oleh ayah dan keluarga mantan suaminya itu,kini nasib Agata lebih memperhatikan, setelah kebahagiaan yang dia dapatkan dari Angga pria yang menikah dengan Icha tiga puluh dua tahun lalu, kini hal yang pernah menimpa Ica terulang oleh putri nya itu.


perempuan paruh baya itu masih menangis dalam dekapan sang suami Angga, di samping nya ada, Annisa putri pertama Angga dari almarhum istri pertama nya yang saat ini tengah mengelus bahu ibu sambung nya itu yang selama ini sangat menyayangi nya, sementara di sisi Angga, ada anak laki-laki mereka, adik dari Ica Aiden dan Arini mereka kembar.


semuanya begitu kompak.


sementara Yaris dan Hera yang baru tiba dia marah besar dia bahkan hampir menghajar suami siri Agata itu, sementara itu istri dari pria itu tidak sampai hitungan jam, sudah mendekam di balik jeruji, saat itu dia ditangkap saat akan melarikan diri ke luar kota, sampai akhirnya polisi yang mendapatkan laporan dari Marvin, langsung bergerak cepat.


Awalnya pria itu tidak terima, tapi Marvin berkata dengan tegas jika putri nya sampai kenapa-napa, bukan hanya akan dipenjara tapi juga akan lenyap seluruh keluarga nya, termasuk pria itu, Marvin memang tidak pernah main-main dengan ancaman nya itu, dia tidak akan pernah berbuat kejahatan, tapi jika seseorang berani mengusik keluarga nya, maka tidak akan ada ampun baginya.


setelah lima jam lebih menunggu, akhirnya operasi itu selesai dilakukan, meskipun hasilnya tidak terlalu memuaskan karena kerusakan saraf tulang belakang akan mengakibatkan kelumpuhan, tapi Anggita sudah berusaha yang terbaik untuk Agata, wanita itu mungkin akan lumpuh untuk sementara waktu tapi masih punya harapan setelah rutin menjalani terapi, dan yang lebih di perhatikan oleh Anggita, saat ini adalah Agata, bisa saja mengalami kelumpuhan pada otak nya, jika saja dia tidak segera bertindak, entah bagaimana kejadian tragis itu terjadi yang jelas sebelum operasi itu dilakukan Agata, dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Sayang kemarilah kamu pasti lelah ucap Alvin yang hendak mendekap istrinya namun ditolak oleh Anggita karena tugasnya belum selesai.


"Jangan mas, aku masih haru memastikan dia benar-benar membaik, setelah keluar dari ruangan ini"ucap Anggita yang mengikuti Agata, yang kini dibawa oleh rekan kerja nya, menuju ruang rawat intensif.


seluruh keluarga besar mengikuti nya dari belakang hingga depan pintu ruangan tersebut Anggita meminta semua pihak bersabar karena Agata belum bisa dijenguk mereka hanya bisa melihat dari dinding kaca, saat ini sungguh pemandangan yang sangat memprihatikan.


"A*j**g kau, bajingan! aku akan membunuhnya bagaimana bisa putri ku di perlukan seperti binatang, aku tidak terma aku akan pastikan dia merasakan hal yang sama A*J**g!! teriak Angga yang meronta mengamuk ingin meraih pria yang sudah membuat putri nya seperti ini.


Sementara Icha pingsan karena tak kuasa melihat putri nya yang kini terlihat mengenaskan, Ariana meminta pria itu pergi sebelum semua nya menjadi buruk karena dia sudah melihat sorot mata Marvin yang berubah mengerikan.


Anggita pun keluar dari ruangan tersebut, dia melihat semua kericuhan itu terjadi Anggita langsung berdiri di tengah mereka.


"Sudah! stop tidak ada gunanya kalian ribut karena semua itu tidak membantu Agata, sekarang yang harus kalian lakukan adalah berdoa dan berusaha untuk kesembuhan Agata, dia sangat membutuhkan dukungan kita untuk bisa melewati semua ini"ucap Anggita.


Alvin langsung memeluk Anggita tidak peduli dilihat oleh rekan kerja nya yang juga masih ada di sana.


Anggita pun tersenyum kearah mereka, setelah itu dia berbisik .


"Mas banyak orang, aku juga masih harus bersih-bersih dan ada pasien ku yang lain sedang menungguku"ucap Anggita.


"Mas akan di sini bersama kamu Mommy pulang ke rumah kita bersama yang lain agar lebih dekat Yaris dan semuanya juga"ucap Alvin.


"Tante Icha?"tanya Anggita pada Alvin.


"Dia akan dibawa pulang"ucap nya.


"Baiklah karena Agatha juga belum bisa di jenguk oleh keluarga, jadi sebagai perwakilan mas saja yang jaga di sini"ucap Anggita.


"Aku jagain kamu sayang"ucap Alvin.


"Alvin ini bukan saat nya kamu manja-manja sayang"ucap Anggita yang kini menatap gemas pada putranya itu, yang kini menjadi super posesif.


Anggita pun mengelus pipi suaminya sambil tersenyum manis, setelah itu dia pergi dengan asisten nya menuju ruangan nya.


sementara seluruh keluarga pulang terlebih dahulu ke rumah Alvin, hanya Alvin yang tinggal di sana, pria itu bahkan mengikuti istrinya yang kini tengah memeriksa pasien, ada rasa kagum yang teramat sangat, saat melihat istrinya bekerja dan berinteraksi dengan pasien, bahkan banyak pula yang memuji istrinya itu.


"Dokter cantik itu, benar-benar ramah dan baik hati, meskipun dia adalah dokter spesialis bedah, tapi tidak pernah sombong dia selalu membantu rekan kerja nya, sekalipun itu pekerjaan seorang perawat, bahkan tanpa diperintah"ucap mereka tengah berbisik-bisik saat Alvin melewati lorong tersebut.


bahkan segerombolan keluarga pasien yang tersendiri dari anak muda itu berkata" jika saja dia belum ada yang punya, aku siap jadi berondong, yang akan memanjakan nya"sontak Alvin melirik tajam kearah mereka.

__ADS_1


"Coba kalian ulangi, siapa? yang ingin menjadi berondong untuk istri ku tadi"ucap Alvin.


Seketika itu tidak ada yang berani berkata-kata lagi, semua terdiam seakan semua nya bisu.


Alvin pun melanjutkan langkahnya, sementara Anggita hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya, sesampainya di ruangan Anggita dia meminta Alvin untuk duduk di sofa yang ada di sana, sementara dia hendak membersihkan diri, saat ini adalah jam makan malam, Alvin langsung memesan makanan untuk mereka berdua.


tidak lama Anggita selesai membersihkan diri, setelah itu dia duduk di samping Alvin, seakan mereka tengah berada di rumah mereka.


"Sayang naikkan kaki mu kesini, biar aku pijat kamu pasti sudah sangat lelah"ujar Alvin.


"Tidak usah mas, sebaiknya kamu istirahat dulu sebentar lagi jam makan malam, aku akan akan memesan makanan"ucap Anggita.


"Tuh pesanan kamu datang"ucap Alvin yang menunjuk ke arah seseorang yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Heummm, suamiku memang pintar"puji Anggita, sambil bangkit berjalan menuju pintu kaca tersebut.


"Sayang asisten mu dimana"ucap Alvin heran tidak melihat wanita yang biasa mendampingi Anggita.


"Dia sedang cuti, sementara waktu digantikan oleh Iko"ucap Anggita.


"Iko, jangan-jangan dia cowok"ucap Alvin yang langsung berubah dingin.


🌸..........................🌸


Setelah hampir sepuluh menit Anggita membujuk Alvin, yang cemburu pada asisten Anggita yang terlihat sangat tampan dan baik hati itu, meskipun masih kalah tampan oleh nya Alvin masih belum mau makan karena Anggita, enggan mengganti asisten nya karena hanya dua asisten pribadi yang selalu bertugas dengan nya selama ini.


Anggita pun tidak lagi peduli pada pria itu, dia sendiri jadi sangat kesal jika lama-lama sikap Alvin terus seperti itu.


"Yang kamu itu sayang sama aku nggak? sih.. kenapa? permintaan aku malah tidak dikabulkan"ucap Alvin.


"Mas aku disini bekerja dan aku bukan direktur utama rumah sakit ini yang bisa seenaknya minta ini itu, semua ada peraturan yang harus ditaati, dan lagi aku dituntut untuk profesional, siapapun rekan kerja ku itu"ucap Anggita menjelaskan.


"Baik lah, tapi jangan sampai pegangan tangan, atau sentuhan kamu harus jaga jarak minimal satu meter dari nya, dan jangan menatap dia saat berbicara"ucap Alvin yang ditanggapi dengan gelengan kepala oleh Anggita.


"Baiklah, tapi besok aku akan ratakan rumah sakit ini dengan tanah"ucap Alvin.


"Owh silahkan karena itu artinya Agata, juga jadi korban"ucap Anggita malah menantang, Alvin malah semakin dibuat geram.


"Aku yang akan menjadi asisten mu sampai si Ira kembali"ucap Alvin.


"Silahkan protes pada mereka yang ada di bagian kepegawaian, aku tidak tau apa-apa"ucap Anggita malas sambil merebut sendok makan di tangan Alvin.


"Sayang!"teriak Alvin kesal.


"Aku telpon Mommy, agar dia menjemput putra nya yang buat onar"ucap Anggita sambil mengambil ponsel.


"Baiklah-baiklah aku patuh tapi aku harus ikut kemanapun kalian berdua pergi"ucap Alvin yang semakin kekanakan, jika saja ada kamera Cctv di ruang istirahat yang hanya berukuran dua kali tiga meter tersebut mungkin wibawa Alvin sudah hancur saat ini.


entah kenapa? pria itu jadi lebih posesif dan sangat manja pada istrinya itu.


"Mas, sini aku suapi ya... takut keburu dingin makanan nya"ucap Anggita yang menyodorkan sendok berisi makanan tersebut dan Alvin langsung menerima nya, memang hal itu yang dia tunggu sedari tadi hingga tiga suap sudah, tiba-tiba Iko mengetuk pintu ruang istirahat tersebut.

__ADS_1


"Ada apa? Ko"tanya Anggita.


"Dokter, perawat yang ada di ruangan ICU memberitahu bahwa pasien bernama nyonya Agatha mengalami kejang"ucap Iko, yang terlihat terburu-buru itu.


"Apahhh,,, segera siapkan yang tadi saya katakan"ucap Anggita sambil bangkit berdiri meraih jubah nya dan segera berlari sambil menggunakan juga tersebut Anggita tidak ingin Agata, sampai mengalami hal yang ia takutkan sedari awal.


sesampainya di sana benar saja Agata sedang kejang-kejang Anggita yang datang dibantu beberapa orang asisten lainnya menyuntikkan obat lewat selang infus, dengan cepat, hingga beberapa detik kemudian Anggita mulai melemas dan kembali tertidur.


Alvin yang berdiri di luar ruangan melihat tindakan Anggita yang memang benar-benar gesit, membuat dia semakin yakin untuk membangun rumah sakit untuk istrinya itu.


setelah itu Anggita, memberikan arahan kepada yang berjaga di sana untuk memberikan obat sesuai petunjuk yang Anggita buat karena kondisi Agata, masih kritis.


Anggita bahkan meminta sepupu suaminya itu diawasi selama dua puluh empat jam, termasuk dirinya yang akan datang sesekali setelah jam istirahat selesai.


Anggita pun kembali ke luar diikuti oleh Iko yang kini berbincang dengan nya, seputar Agata, yang akan mengalami kelumpuhan untuk sementara sampai dia kembali siap melakukan operasi kedua, dan dibarengi dengan terapi khusus, Anggita sudah sering menangani pasien seperti itu, hingga dia tau gejala yang biasanya terjadi pada pasien.


sementara saat ini Alvin tengah menenangkan Icha, yang datang bersama Angga, dia menangis histeris, saat mendengar kabar Agatha kejang-kejang saat tadi.


Alvin membawa Icha ke ruangan Anggita, dan kini tengah duduk di sofa sambil menangis.


"Anggita tolong Tante, tolong selamatkan putri Tante, dia benar-benar malang sejak dalam kandungan dia sudah ditolak oleh ayahnya sekarang dia mengalami hal yang sama yang terjadi pada Tante, saat Om Angga belum hadir di hidup Tante, tolong selamatkan dia"ucap Icha yang kini hendak berlutut tapi Anggita langsung membawa Icha berdiri.


"Tante tenang aja Agatha akan baik-baik saja, meskipun proses nya cukup panjang, dia akan mengalami kelumpuhan yang bersifat sementara, tapi itu masih bisa diatasi, tapi untuk luka di bagian kepala belakang nya kita harus ekstra mengawasi nya jangan sampai"ucapan Anggita terhenti karena takut Icha semakin sedih.


"Apa? Anggita lanjutkan" ucap Icha.


"Aku bicara sebagai keluarga saja Tante, biasanya aku sering menangani pasien seperti Agatha, tapi kebanyakan dari mereka tidak sekuat Agata, jika tidak koma pasti berakhir tapi Agatha masih kuat, Anggita sedang berusaha agar Agata tidak sampai mengalami keduanya, jika soal lumpuh itu masih bisa di atasi"ucap Anggita.


"Berusaha lah nak, Om akan memberikan apapun yang kamu mau asalkan kamu menyelamatkan nya" ucap Angga, sambil menatap sendu, Angga adalah ayah yang baik bagi Agatha, sejak perempuan itu berada di kandungan, hingga dia lahir dan dibesarkan oleh Angga, pria itu begitu menyayangi putri sambungnya itu.


hingga kini Angga, selalu menyayangi Agatha, tapi takdir membawa Agatha pada pria yang salah, meskipun pria itu sangat mencintai putri nya itu tapi tidak seharusnya dia menjadikan putri nya jadi yang kedua.


"Dokter Terry, diluar ada seseorang mencari Anda"ucap Iko.


"Baiklah saya kesana"ucap Anggita yang keluar dari ruang istirahat nya.


"Sayang tunggu aku"ucap Alvin.


"Mas tunggu saja di dalam"ucap Anggita lembut.


"Tidak sayang aku harus menjaga mu"ucap Alvin.


"Mommy putra mu, sungguh menjengkelkan"ucap Anggita lirih.


"Tapi cinta kan"ujar Alvin.


"Geer"ucap Anggita yang saat itu langsung terhenti sejenak, saat melihat wanita paruh baya yang angkuh yang telah melakukan kekerasan fisik terhadap sang ayah, hingga dia mengalami kelumpuhan.


"Terry aku tau kau sudah banyak uang tapi kau tak bisa sesuka hati memenjarakan putri ku, dia sudah melakukan hal yang benar dengan menyingkirkan pelakor dari hidup nya"ucap wanita itu.


"Apa? yang kamu maksud, saya bahkan sudah tidak ingat kalian ada di dunia ini, dan tadi apa? menyingkirkan pelakor katamu, heeuh memangnya kau lupa kau itu siapa?"ucap Anggita berbicara sinis pada wanita itu.

__ADS_1


"Kau!"


__ADS_2