
"Baiklah saya akan menunggu sampai kedua orang tua mu siap untuk datang tapi kau juga harus sabar untuk tidak menemui cucuku"ujar Ariana.
"Tapi nyonya"
"Tidak ada tapi-tapian kedua orang tua mu harus datang kesini jika tidak tidak ada pernikahan"lagi-lagi Ariana menekankan kata tidak ada, pernikahan.
Tidak ada yang tau jika Piter juga sedang menghadapi tekanan, dan jika dia melanggar peraturan kemungkinan besar pria itu tidak akan mendapatkan cinta atau pun kedamaian.
orang-orang yang egois telah memaksa dirinya untuk menjadi poin balas dendam keluarga nya yang pernah Marvin hancurkan dulu, pria tua itu bangkit menjelma menjadi dewa penolong bagi Agatha, padahal sebelumnya pria itu sudah mengatur strategi yang sangat matang, saat dia ingin balas dendam lewat Agatha, tapi dia tidak mampu karena menyuguhkan cinta dan kepuasan terhadap dirinya, dan kini anak yang ia besarkan dari pernikahan pertama nya, meskipun bukan anak kandung nya, dia memperalat Piter.
Awalnya dia sudah tidak ingin melihat Piter hidup bersama dengan nya, saat istrinya bunuh diri bersama dengan kekasih nya yang tak lain adalah ayah dari Piter dan kekuasaan yang dia dapatkan selama ini adalah milik ayah Piter.
"Aku akan usahakan nyonya"ujar Piter.
"Secepatnya sebelum cucuku benar-benar jadi milik orang"ujar Ariana semakin menekan Piter.
Ariana bisa membaca situasi maka dari itu dia , langsung menekan Piter.
sementara pria memohon untuk hari ini saja meminta untuk membawa Alana pergi, tapi Ariana menolak.
Alana sempat menatap iba pada pria yang kini menatap lekat wajah Alana yang sedikit menunduk.
Piter pun pergi meninggalkan rumah Marvin, dia begitu tertekan niat hati ingin menjadikan Alana alat untuk balas dendam tapi dia sendiri semakin tidak tega melihat Alana terluka, tapi di satu sisi dia juga ingin Alana pergi secara perlahan tapi hatinya semakin tidak rela.
Dan ancaman yang selalu ia lontarkan terhadap Alana adalah bagian dari rencana nya, untuk menjerat gadis itu.
Piter berkali-kali memukul stir jika sudah begini dia tidak tau apa? yang harus aku lakukan.
Ariana pun memeluk cucunya itu, untuk keselamatan sang cucu dia tidak peduli meskipun harus berkorban nyawa, maka dari itu dia terang-terangan menyatakan perang jika memang pria itu melakukan penindasan terhadap cucunya itu.
"Sayang syukur lah kamu baik-baik saja"ujar Ariana.
"Iya Oma, terimakasih"ucap Alana.
"Apa? itu, semua ini sudah menjadi kewajiban Oma untuk melindungi cucu nya"ujar Ariana yang kembali memeluk sang cucu.
"Oma dimana anak Daddy yang dulu"ujar Alana penasaran karena dia tidak menjumpai anak itu.
"Owh dia sedang ada acara sekolah dia pergi bersama dengan pengasuh nya"ujar Ariana.
"Oma, apa? Alana salah jika tidak mengakui dia sebagai bagian dari Alana dan Daddy, hati Alana masih terasa sakit hingga saat ini"ujar Alana.
"Tidak sayang semua itu yang salah adalah Daddy mu, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah dan Oma, bisa atur jika kamu tidak ingin bertemu dengan nya"ujar Ariana.
wanita itu melakukan itu karena dia terlalu sayang pada pada kedua cucunya itu, biar bagaimanapun Alina juga cucunya.
"Sekarang bersiap lah Oma, akan mengurus kuliah mu, mulai saat ini kamu bisa kuliah di universitas yang kamu mau"ujar Ariana.
"Baiklah Oma, tapi semua surat penting milikku ada di apartemen Piter"ujar Alana.
"Opa, yang akan mengambil nya"ujar Marvin.
"Good my love"ujar Ariana yang langsung mencium pipi suaminya itu.
__ADS_1
"Sayang, aku akan segera bersiap"ujar Marvin .
"Baiklah Sayang"ujar Ariana.
wanita lanjut usia yang terlihat. sangat awet muda itu mengikuti langkah suaminya menuju kamar nya yang berada di atas.
usianya yang sudah tidak muda lagi tidak menjadi penghalang untuk melakukan aktifitas apapun, Ariana masih Ariana yang enerjik seperti dulu.
Marvin yang sangat mencintai nya, meskipun mereka sempat jatuh bangun karena Ariana mengalami hilang ingatan.
Ariana pun berjalan menuju walk-in closed untuk mengambil kan pakaian formal milik suaminya itu, yang hingga kini masih sangat keren dengan otot tubuh nya yang bikin setiap wanita kelepek-kelepek Ariana adalah wanita beruntung, meskipun saat ini suaminya sudah berganti rambut menjadi putih, tapi cinta mereka berdua masih yang terbesar.
ketampanan Marvin, tidak pernah pudar meskipun waktu terus berputar.
Ariana selalu melihat masa muda mereka yang penuh warna, saat pertemuan dan perpisahan karena ingatan nya, hingga saat dia mengandung putra nya satu-satunya itu, Ariana bahkan masih mengalami gangguan ingatan, dan sekarang wanita itu semakin kagum dengan kesetiaan Marvin.
Ariana pun memakai kan kemeja yang ngepas di badan Marvin yang memperlihatkan perut yang menyerupai roti sobek itu.
Ariana pun tersenyum lalu sedikit berjinjit dan mengalungkan tangannya di leher sang suami Ariana pun mengecup bibir yang begitu menggoda untuk nya itu.
"Sayang jangan menggodaku"ujar Marvin.
"Aku selalu merindukan mu sayang ku, pangeran ku"ujar Ariana yang lagi-lagi mencium bibir suaminya itu, dan sudah bisa ditebak apa? yang akan Marvin lakukan tentu saja memperdalam ciuman mereka, hingga istrinya meminta ampun, tapi Ariana yang sekarang bukan Ariana yang dulu, yang saat pertama kali dia cium, wanita itu sudah lihai mengimbangi pergerakan Marvin.
ciuman itu pun berakhir dan Ariana pun menatap lekat wajah tampan itu yang selalu ada dan selalu ia rindukan.
"Aku sangat mencintaimu tuan Marvin sampai akhir hayat ku"ujar Ariana yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
"Aku lebih mencintai mu lagi sayang terus lah hidup dan selalu ada untuk ku"ucap Marvin yang kini mengecup puncak kepala istrinya itu.
Ariana pun melanjutkan memasang dasi suaminya itu, dan mengusap bahu suaminya setelah dasi selesai di pasang lalu ia memakai kan jasnya.
semua sudah siap kini mereka pun turun orang-orang Marvin pun sudah bersiap untuk mengawal kepergian suaminya itu, dan Ariana seperti biasa menitipkan suaminya itu seakan menitipkan putra kecil yang memperingati anak buah Marvin bahwa mereka harus benar-benar menjaga suaminya dan jangan sampai lecet sedikit pun.
Dan mereka pun sudah terbiasa untuk itu, sementara Marvin hanya akan menghujani istrinya itu dengan kecupan mesra.
akhirnya mereka pun pergi meninggalkan rumah untuk mengambil seluruh barang dan surat berharga milik cucu kesayangan nya itu Marvin akan pastikan tidak ada satupun yang akan berani mengusik keluarga nya, sampai kapan pun.
...🌸....................🌸...
sementara itu di kediaman Alvin, mereka semua sudah bersiap untuk kembali ke Indonesia, sebelum itu dia menempatkan orang-orang kepercayaan untuk mengurus perusahaan milik sang istri dan mereka juga mengabari kedua putranya dimana pun mereka berada saat ini harus benar-benar waspada terhadap orang di sekitar nya.
begitu juga NATO, dia tidak ingin putra nya yang masih labil itu sampai terluka, karena musuh keluarga Marvin seperti nya sedang mengincar mereka.
NATO sendiri saat ini masih fokus dengan studi nya, pria yang memiliki cita-cita menjadi dokter spesialis bedah itu, saat ini sudah bisa melupakan semua kenangan pahit tentang percintaan nya, saat ini ada penyemangat hidup nya yang baru, dia adalah seorang mahasiswi cantik satu jurusan dengan nya, dan dia berasal dari Malaysia, sama-sama merantau dengan tujuan mencari ilmu gadis berhijab itu mampu membawa NATO kejalan yang lurus.
pria itu bahkan selalu bersikap hormat pada wanita itu, tidak memperlakukan nya seperti memperlakukan Riana, karena Sintia adalah gadis yang Soleha, jadi pria manapun akan merasa segan untuk mendekati nya.
Sintia, selalu bersikap ramah pada siapapun, tapi dia begitu pandai menjaga diri, hingga hampir semua pria mengagumi dirinya, tapi hanya NATO yang mendapatkan kehormatan untuk menjadi kekasih nya itu pun, masih dalam batasan, mereka tidak bersentuhan apa lagi berpelukan dan yang lain nya, mereka akan bertemu dan saling menjaga jarak hanya mengobrol dan makan bersama meskipun tidak jarang NATO gemas dan ingin mengigit bibir wanita cantik itu.
Saat ini mereka tengah berada di sebuah cafetaria NATO, makan dengan sendok dan garpu, sementara gadis nya menggunakan tangan, karena ajaran kedua orang tua nya, makan menggunakan tangan itu jauh lebih baik dari pada menggunakan sendok kecuali sayuran yang berkuah.
Bukan gadis itu tidak mampu menggunakan semu peralatan makan hanya saja kebiasaan nya seperti itu, dia akan pergi ke toilet umum untuk mencuci tangan sebelum dan setelah makan, meskipun itu awalnya menjengkelkan tapi lama-lama menjadi terbiasa bagi NATO.
__ADS_1
"Sayang bibir mu terdapat saus"ujar NATO.
"Terimakasih Abang, tapi Sintia belum selesai makan"ujar Sintia yang kemudian mengambil tissue.
"Tidak apa? bersihkan dulu dengan tissue, biar Abang bantu Abang janji tidak akan menyentuh kulit mu"ujar NATO.
"Tak kesah bang biar Sintia yang bersihkan"ujar gadis itu sambil meraih tissue dari tempat nya.
NATO tersenyum ternyata begitu mahal nya seorang wanita yang benar-benar menjaga kesucian diri nya, dan NATO, semakin kagum dengan itu.
"Abang lanjut lah makan, Sintia malu jika Abang terus memandangi Sintia, dan itu adalah dosa"ujar wanita cantik itu.
"Maaf kan Abang Sintia, Abang masih harus banyak belajar"ujar NATO.
"Tak ape belajar lah pelan-pelan saja lama-lama akan tau, dan Sintia akan setia untuk membimbing Abang"ujar wanita itu.
mereka akan makan siang bersama sesekali itupun jika keduanya sempat, Sintia dan NATO, jarang bertemu selain di kelas atau saat mereka membuat janji untuk bertemu karena kesibukan kedua yang sama-sama merintis karir, di negara tersebut.
sementara itu rumah tangga Alvaro dan Irma, hingga saat ini tampak harmonis dan bahagia, meskipun mereka belum dikaruniai momongan Kate pernikahan mereka juga baru satu tahun berlalu.
mereka selalu berbulan madu di kantor di sela waktu pekerjaan mereka.
sementara itu di kantor, Piter kini tengah mengamuk karena Marvin sudah membawa semua barang-barang milik calon istri nya, tanpa ada yang tersisa sedikit pun, termasuk foto wanita itu.
pria itu kini tengah meratapi kesepian yang akan dia hadapi selama Ayah nya belum kembali dari pelayaran, pria itu terus menekan Piter untuk balas dendam sementara dirinya sibuk berlayar di lautan luas bersama dengan cinta nya, yaitu Agatha.
Agatha mampu membuat dirinya menjadi candu yang begitu memabukkan untuk pria yang gila kekuasaan itu.
istilah nya lepas dari kandang buaya masuk kedalam kandang singa, begitu lah yang terjadi pada wanita itu, dia bahkan sangat merindukan Adryan, adiknya yang selalu ada untuk nya,tapi kini entah bagaimana nasibnya mereka, Agatha sendiri tidak tau akan hidup nya, apa? bisa dia kembali pada keluarga nya, sebelum kedua orang tua nya tiada nanti, hanya ada kesedihan yang tertahan di hati nya hingga saat ini wanita itu hanya akan menangis saat di benar-benar tengah sendirian.
pertemuan nya dengan Alana, sedikit mengobati rasa rindu nya terhadap keluarga nya, wanita itu sekuat tenaga mencoba bertahan hidup di balik sangkar emas itu.
saat ini Agatha tengah berada di atas kapal pesiar mewah dia tengah duduk di pangkuan pria bule yang usianya mungkin lebih tua dari ibunya, hanya saja kekuasaan nya begitu besar .
"Honey, aku rindu kampung halaman ku, boleh kah aku melihat keluarga ku, sebentar saja meskipun dari kejauhan"ujar Agatha.
"Belum saat nya sayang,, nyawa mu masih dalam bahaya"ujar nya itu yang selalu ia ucapkan untuk membungkam Agatha.
"Aku sangat merindukan keluarga ku, Mommy dan Daddy ku, setidaknya aku bisa melihat mereka sebelum waktunya terlambat nanti tolong berikan aku kesempatan untuk bisa bersama mereka, meskipun hanya sebentar, aku tidak ingin Mommy terus larut dalam penderitaan karena kehilangan ku, Honey please, setelah itu aku akan selalu bersama dengan mu sampai maut menjemput, hanya itu keinginan ku"ujar Agatha memelas.
tapi pria itu hanya menatap lekat wajah Agatha seakan mencari sebuah kebenaran di mata cantik itu.
"Suatu saat nanti, setelah Piter menikah dengan keponakan mu itu aku akan mengijinkan nya"ujar nya.
"Heumm Baiklah "ujar Agatha meskipun itu adalah keputusan yang sulit, karena dia harus melibatkan keponakan tersayang nya itu.
Anggita sendiri saat ini masih sangat mencemaskan keadaan putri pertama nya itu, dan saat ini dia memutuskan untuk tinggal bersama dengan mertua nya, setidaknya itu adalah tempat teraman yang akan melindungi semua anak nya.
sementara untuk keamanan Alvaro, Marvin dan Alvin sudah menempatkan orang-orang terbaik nya untuk menjaga mereka, sambil mereka merancang strategi untuk menghabisi lawan yang berniat jahat pada mereka.
seperti pembahasan mereka saat ini, mereka akan menikahkan Alana dan Piter untuk memancing pria itu keluar.
Anggita dan Agata berjalan saling merangkul begitu juga Alvin yang selalu menggenggam tangan putri bungsu nya itu.
__ADS_1
hingga mereka tiba di sebuah mobil jemputan dari orang suruhan Marvin.
"Mommy, aku ngantuk"