Sang Penari

Sang Penari
#Harus tau#


__ADS_3

"Baik'lah tolong antarkan aku pulang, kasihan Xena, sendirian"ucap Agatha.


"Sebentar lagi honey, apa? kau tidak merindukan aku" ucap Kristofer.


"Aku merindukan suami orang Kris, kamu pikir aku sudah gila apa?" ujar Agatha.


"Apa? peringatan ku masih kurang" ancam Kristofer.


"Aku bicara tentang kenyataan" ucap Agatha.


"Baiklah renungkan semua kesalahan mu, mulai saat ini kamu tetap tinggal di sini" ucap Kristofer tegas.


"Tidak Kris, aku mohon jangan lakukan ini Kris, aku mencintaimu"ucap Agatha yang langsung membuat Kris, mematung di tempatnya, dan beberapa detik kemudian ia berbalik.


"Apa? itu serius" ucap Kristofer.


"Kau pikir apa? sudah lah tidak ada siaran ulang aku, akan berdiam diri di sini setidaknya sampai aku sudah tidak bernyawa lagi" ucap Agatha, sambil menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu.


"Agatha kesal, dan kini bahkan dia mencebikkan bibir nya.


Kristofer, langsung tersenyum melihat wanita yang sangat ia cintai merajuk, bagaimana bisa wanita itu begitu menggemaskan saat ini.


"Honey, jangan ngambek gak ada lucu-lucu nya"ucap Kristofer berkata tegas.


"Siapa? juga yang mau di katakan lucu, silahkan pergi bukan nya itu yang kamu inginkan, mengurung ku disini" ucap Agatha.


"Heumm... marah ternyata"ucap Kristofer sambil mendekat dan duduk di samping Agatha yang kini menutup wajahnya dengan bantal tersebut.


"Honey, sejak kapan? kau jadi seperti ini" ucap Kristofer.


"Sejak kecil, kamu mungkin tidak tau karena kamu bukan Daddy dan Opah" ucap Agatha.


"Heumm... baiklah-baiklah, sebagai tunangan mu, mulai saat ini aku minta jangan tutupi apapun dari ku"ucap Kristofer.


" What's... tunangan"ucap Agatha kaget.


"Ini cincin pertunangan kita"ucap Kristofer.


Pria itu memasangkan cincin di jari manis Agatha, dan Agatha melihat cincin berlian yang sangat cantik saat ini.


"Pakaikan itu padaku, mulai saat ini hanya ada satu cincin ini tidak ada yang lain nya" ucap Kristofer.


"Kris aku masih punya keluarga utuh harusnya kau datang melamar ku kepada kedua orang tua ku" ucap Agatha.

__ADS_1


"Honey, kamu tidak perlu repot-repot untuk hal itu, Oma mu adalah orang pertama yang tau apa? yang sedang kita lakukan dan dia merestui kita" ucap Kristofer.


"Itu tidak mungkin Oma, tidak mungkin seperti itu Kris, aku tidak mau Oma mengira aku wanita bodoh yang jatuh cinta dengan pria beristri"ucap Agatha.


"Sekali lagi kamu bilang seperti itu, maka aku tidak akan segan untuk melakukan malam pertama sebelum pernikahan" ucap Kristofer tegas.


"Tidak-tidak jangan lakukan itu, aku mohon, aku masih harus menjalani kehidupan ku yang panjang ini"ucap Agatha.


"Memangnya hidup akan berhenti saat kau tak lagi perawan" ucap Kristofer.


Tidak Kris, kamu tidak mengerti hal itu sangat berarti bagi hidup ku, aku ingin memberikan semua itu pada suamiku"ucap Agatha.


"Sekarang aku tanya siapa? calon suami mu" ucap Kristofer.


"Aku tidak tahu, semua itu rahasia sang pencipta, karena jodoh rejeki maut tuhan yang mengatur"ucap Agatha.


"Kau seperti seorang penceramah saja Honey, tapi tidak apa? aku suka"ucap Kristofer sambil mengecup bibir Agatha, yang kini terlihat menatap sayu pada Kristofer.


Kristofer, kembali mengecup bibir Agatha, yang manis itu.


"Belikan aku eskrim dan bawa Xena kemari jika kamu ingin mengurung ku" ucap Agatha.


"Tidak sayang, tidak ada orang lain yang akan datang kesini, kalau soal es krim kamu boleh memintanya berapa? pun banyak nya"ucap Kristofer.


"Gak, mau antar aku pulang" ucap Agatha.


"Baiklah kamu matikan saja aku"ucap Agatha.


"Honey, jangan begitu"ucap Kristofer.


"Aku ingin pulang"ujar Agatha dengan lelehan air mata.


"Yang... please malam ini saja jika kamu tidak percaya bahwa temanmu itu baik-baik saja kamu bisa cari tahu dari sini" Kristofer.


Pria yang tidak biasanya bersikap lembut pada mahluk yang namanya wanita, selain sedang berkamuflase, disaat ingin menghancurkan lawan, tapi pada Agatha, Kristofer benar-benar menyerah.


"Baiklah dimana aku bisa melihat Xena"ucap Agatha.


"Ayo ikut honey" ucap Kristofer yang kini menggendong Agatha ala bridal style.


Semua pegawai Kristofer melihat itu sambil mematung di tempatnya, bagaimana bisa bos nya yang terkenal kejam itu bisa berbuat lembut pada gadis seperti Agatha.


"Duduk di sini honey" ucap Kristofer.

__ADS_1


"Heumm" ucap Agatha.


Dengan mudahnya Kristofer meretas seisi gedung apartemen yang ditempati oleh Agatha.


Agatha, membulatkan matanya saat melihat Xena, tengah mandi sambil bertelanjang bulat.


"Ah!! Kris, matikan!" teriak Agatha yang kini menutup mata Kristofer, karena Kristofer melihat dengan jelas, bagaimana cara Xena mandi.


"Jangan ribut honey, semua itu sudah tidak asing lagi bagi ku" ucap Kristofer.


"A apa? maksud mu, satu lagi kamu hutang penjelasan padaku tentang itu semua." ujar Agatha, yang langsung membuat Kristofer menelan ludah nya.


"Maksudnya apa? honey" tanya Kris sambil menatap wajah cantik itu begitu lekat.


"Apa? kau juga suka mengintip setiap kali aku mandi" ucap Agatha, tanpa ragu.


"Apa? maksudnya ini honey, aku tidak perlu mengintip mu, jika aku mau aku bisa melihatnya sekarang juga" ucap Kristofer.


"Kamu pasti bohong"ucap Agatha sambil mencebikkan bibir nya.


"Owh, ya ampun begini kah rasanya miliki istri muda" ujar Kristofer.


"Sudah aku bilang pulangkan saja aku, jika memang kamu tidak sanggup bersama dengan ku"ucap Agatha.


Agatha berjalan meninggalkan Kristofer.


Sementara Kristofer, mengikuti langkah nya dari belakang, Agatha menoleh kemudian lanjut berjalan menuju kamar nya.


Baru saja Kristofer akan ikut masuk tiba-tiba Agatha, membanting pintu.


Beruntung hidung mancung itu selamat dari kerasnya pintu yang menolak untuk dimasuki oleh nya.


Agatha langsung pergi memasuki kamar mandi, dia merasa sangat gerah dan geram karena keinginan nya tidak terpenuhi, Kristofer sendiri kini tengah menerima telepon dari istrinya meminta dia untuk menemani nya makan malam di Mension.


"Kristofer langsung pergi tanpa izin dulu pada Agatha, yang kini tengah mengumpat dirinya.


Sampai, Agatha selesai menggunakan pakaian piyama tidur nya, seseorang mengantar makan malam untuk Agatha, dan bilang tuanya tidak bisa menemani dia makan malam karena Kristofer, sedang ada kegiatan di luar.


Sementara Agatha tahu bahwa Kristofer, pasti pulang ke rumah istrinya, gadis itu langsung meraih kunci mobil milik Kristofer, dan pergi begitu saja tanpa izin dari Kristofer.


Agatha, pulang ke apartemen nya.


Sesampainya di sana dia melihat sahabatnya tengah tertidur pulas.

__ADS_1


Agatha langsung berjalan menuju kamar nya, gadis itu sudah sangat mengantuk Agatha, berjalan menuju ranjang dan langsung berbaring saat itu juga.


"Lelah"


__ADS_2