
Sementara itu di ruangan rawat lainnya Kinara kini tengah duduk termenung setelah merasa jauh lebih baik.
Hingga seseorang masuk kedalam kamar rawat itu, Siapalagi jika bukan Kalen.
Wanita itu hanya terdiam tanpa menyapa ataupun melihat kearah pria itu.
"Kau sudah baikan, sekarang aku akan meminta seseorang untuk menjemput mu."ucap Kalen.
"Tidak usah,,, aku akan segera kembali ke Kanada setelah ini."ucap gadis itu.
"Aku tidak mengizinkan mu pergi kamu dengar itu."ucap Kalen tegas.
"Aku tidak minta pendapat mu tuan muda lagipula untuk apa? aku disini."ucap gadis itu.
"Kau akan menjadi asisten pribadi untuk istriku nanti."ucap Kalen.
"Ya,,, kau benar, selama ini keluarga ku adalah asisten keluarga besar tuan Marvin dan aku adalah anak keturunan pelayan itu jadi sudah sepantasnya aku menjadi pelayan keluarga mu."ucap gadis itu.
"Sudah selesai bicaranya."ucap Kalen.
"Aku tidak sedang bicara pada tuan muda tapi pada diriku sendiri yang sudah seperti tawanan yang telah melakukan kejahatan yang tidak terampuni."ucap gadis itu sambil tersenyum kecut.
"Kau akan menjadi istri kedua ku."ucap Kalen tegas.
"Istri kedua.... hahaha bahkan dijadikan istri keseratus pun tidak akan pernah pantas jadi jika bercanda jangan berlebihan tuan tidak ada manusia seperti diriku yang pantas untuk bersanding dengan mu, kecuali kekasihmu itu."ucap Kinara yang kini menatap lekat pria yang juga menatap dia penuh amarah.
"Kau anggap aku ini apa? heeuh,,, hingga kau bilang bahwa dirimu tidak pantas untukku."ucap pria itu.
"Aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu kau tau jawabannya. hari ini juga aku akan kembali ke Kanada."ucap gadis itu.
"Siapa? yang akan membiarkan mu pergi."ucap Kalen datar.
"Aku tidak perlu izin dari siapapun tuan muda karena rumah ku ada di sana."ucap gadis itu.
"Rumah,,,, rumah yang mana?."tanya Kalen sinis.
"Kau tidak perlu tau."ucap gadis itu.
"Apa? rumah yang kamu sebutkan itu apartemen yang saat ini sudah dirobohkan."ucap Kalen dengan serius.
"Kau tidak akan pernah tahu tuan muda."ucap gadis itu sambil mencabut jarum infus tersebut dan menekan luka yang kini tengah berdarah akibat sembarangan mencabut jarum infus tersebut.
Pria itu pun langsung merangkul pinggang Kinara yang ramping itu.
"Tidak akan aku biarkan kamu pergi satu langkah pun sebelum kamu benar-benar menjadi istri ku."ucap pria itu yang kini memeluk Kinara dari belakang.
"Apa-apaan ini tuan lepas atau aku akan berteriak."ucap gadis itu tidak terima.
"Berteriak lah sesuka hati mu, setelah itu kamu akan tau apa? yang akan terjadi."ucap Kalen.
Pria itu semakin menggila dengan meraba perut rata itu dengan sengaja untuk menakuti gadis itu.
"Lepaskan saya tuan muda saya mohon lepas."ucap gadis itu tegas.
"Kau tidak tahu jika saat ini kau sedang terciduk tengah melakukan hal mesum dengan ku maka kita akan segera dinikahkan oleh mommy."ucap Kalen yang kini mengecup leher jenjang gadis itu.
"Kalen lepas aku mohon jangan begini aku hanya anak seorang pelayan bukan seperti calon istri mu yang cantik dan seorang dokter itu."ucap Kinara.
"Kau cemburu sayang tapi asal kamu tau aku belum pernah melakukan hal ini padanya karena aku tidak tertarik sama sekali dengan kecantikannya itu, meskipun aku akan tetap menikahi dirinya."ucap kalen yang hendak membuka kancing kemeja bagian atas milik gadis itu.
"Kalen lepas aku mohon lepas jangan lakukan itu, ini rumah sakit apa? kau tidak malu dilihat banyak orang nantinya."ucap gadis itu.
"Owh jadi jika tidak ada yang melihat kamu bersedia bercinta dengan ku, oke sekarang juga kita akan segera ke apartemen ku."ucap Kalen semakin mengeratkan rangkulan tangan itu.
"Kalen,,, aku tau kamu sedang menjebak ku, tapi perlu kamu tahu dimanapun itu aku tidak akan pernah memberikan itu padamu."ucap gadis itu yang membuat Kalen merasa sangat marah karena secara tidak langsung gadis itu tengah menolak dirinya.
Pria itu langsung menggendong gadis itu dan segera membawa pulang Kinara ke apartemen yang akan dia gunakan untuk mengurung gadis itu.
Sepanjang perjalanan gadis itu tidak menolak berada di gendongan Kalen yang kini membawa Kinara keluar dari rumah sakit.
Sampai saat di depan pintu mobil Kalen menurunkan gadis itu tapi tangan kekar itu masih merangkul pinggang Kinara.
"Masuk."ucap kalen dingin.
__ADS_1
"Aku yang menyetir tuan muda."ucap gadis itu.
"Kau hanya perlu patuh pada calon suamimu agar hidupmu tenang."ucap Kalen.
"Apa? jadi istri kedua itu menyenangkan, jika iya aku bisa melakukannya tapi kamu harus janji setelah kita menikah nanti kamu hanya harus tidur dengan ku saja."tantang Kinara.
"Kita akan tidur bertiga dalam satu ranjang."ucap Kalen datar.
"Ya,,, sepertinya itu menyenangkan ahhh berbagi suami itu indah."ucap Kinara dengan sengaja.
Sementara Kalen saat ini mengeratkan genggaman tangannya sendiri di dalam saku celananya.
"Aku akan menambah istri lainnya lagi jika kau suka dengan itu."ucap Kalen dengan sengaja.
"Baiklah itu jauh lebih baik."ucap gadis itu.
Hingga bantingan pintu mobil itu begitu memekakkan telinga, gadis itu baru mengerti jika saat ini pria itu tengah marah atas sikapnya itu.
"Kau benar-benar membuat ku marah Kinara."ucap Kalen dalam hati.
Pria itu membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan bahkan tidak peduli dengan teriakan dari Kinara yang kini seakan merasa mual.
"Apa? Kau sudah gila tuan muda, kita bisa mati jika kamu terus seperti ini."ucap gadis itu.
"Kau takut mati heeuh,,, bukankah kemarin kau ingin melompat dari atas gedung."ucap Kalen sambil sesekali menatap sinis ke arah gadis itu.
Sampai pada saat wanita itu ingin muntah Kalen baru memelankan laju mobilnya itu dan menepi di jalan yang sepi.
Saat itu juga dia membuka jendela mobil yang ada di sebelah Kinara agar gadis itu bisa memuntahkan isi perutnya.
"Tolong buka pintu mobilnya aku sudah tidak tahan ingin muntah please tolong."ucap gadis itu.
"Baiklah kita cari toilet dulu."ucap Kalen.
"Tidak perlu aku sudah tidak tahan."ucap Kinara yang kini hanya memuntahkan air yang tadi sempat dia minum.
Sampai pada saat selesai Kalen menyodorkan tissue dan air mineral kemasan.
"Bersihkan dengan bersih aku tidak ingin calon ibu dari putraku kotor dan dekil."ucap pria itu dengan sengaja menggoda gadis itu.
...🌸........🌸...
"Kamu tidak usah khawatir aku bisa memandikan mu."ucap Kalen dengan sengaja.
Gadis itu hanya melotot tajam pada pria yang kini membawa dirinya masuk kedalam apartemen yang super mewah itu.
"Aku bosan melihat kemewahan ini aku ingin melihat pedesaan dan pegunungan dan juga hutan."ujar gadis itu.
"Baiklah setelah kita menikah nanti kita akan membangun sebuah rumah ditengah hutan seperti milik mendiang Aunty Sari."ucap Kalen.
"Tidak-tidak siapa? juga yang menyetujui pernikahan itu."ucap gadis itu.
"Sayang kamu lupa dengan apa? yang tadi kamu katakan."ucap pria itu.
"Ya,,, sepertinya aku tidak pernah berkata apapun."ucap gadis itu tegas.
Kalem hendak meraih pinggang gadis itu tapi tiba-tiba saja seseorang langsung menghentikan
"Sayang dia siapa?."ucap Tiara yang baru saja masuk.
"Ah...nona Tiara sudah datang perkenalkan saya asisten di apartemen ini."ucap gadis itu ramah meskipun tekanan kuat dari jemari Kalen.
"Dia bercanda sayang dia teman masa kecil ku dari Kanada."ucap Kalen.
"Tuan muda jangan bercanda, tidak ada anak pelayan yang bisa berteman dengan seorang tuan muda seperti anda, silahkan duduk nyonya muda, saya akan buatkan minuman dulu semoga saja disini ada bahan yang bisa dimasak juga."ucap gadis itu sambil tersenyum manis.
Tiara sendiri kini dibawa kedalam kamar tamu oleh Kalen, kebetulan disana ada empat kamar tidur dan juga ruang baca.
Apartemen yang sangat luas dan mewah itu sebenarnya milik berdua antara Kalas dan Kalen yang memutuskan untuk tinggal bersama dulu saat mereka belum berselisih paham.
Setelah membantu Tiara berbaring di dalam kamar tersebut Kalen langsung bergegas menuju dapur dimana gadis keras kepala itu berada dan kini dia tengah membuat bubur lengkap dengan menu yang komplit yang ada di dalam lemari pendingin itu.
Gadis itu tidak tahu jika apartemen itu bahkan selalu terawat dan semua kebutuhan tersedia di sana.
__ADS_1
Saat dia tengah mengaduk bubur tersebut, tiba-tiba Kalen merampas spatula yang kini tengah dipegang oleh gadis itu.
Kalen melempar itu ke tempat cuci piring dengan kasar.
"Apa-apaan kamu heeuh."ucap nya sambil menatap tajam kearah gadis yang kini tengah bersikap cuek.
"Tolong biarkan saya menyelesaikan pekerjaan saya dulu tuan setelah itu kita bisa bicara baik-baik."ucap Kinara yang hendak mengambil spatula yang baru tapi tangan itu Kalen tarik dan hendak mematikan kompor.
"Stop Kalen jika kamu terus bersikap begini maka aku akan benar-benar pergi dari hadapan mu."ucap Kinara.
"lakukan saja jika kamu benar-benar bisa melakukan hal itu."ucap Kalen.
"Gadis itu langsung melepaskan apron yang dia gunakan dan kini melempar itu keatas meja pantry Kinara hendak pergi tapi Kalen langsung menarik gadis itu dan mengangkat gadis itu seperti karung beras membawa Kinara masuk kedalam kamar pribadinya saat itu juga.
Lemparan keras itu akan menimbulkan cedera yang cukup serius jika saja itu bukan kasus yang super empuk.
"Masih ingin pergi heeuh,,, ayo lakukan sebelum aku benar-benar mengikat mu dengan rantai.*ucap pria itu.
"Kamu jahat tuan muda bagaimana? kamu bisa melakukan itu disaat kau sudah memiliki calon istri."ucap Kinara.
"Persetan dengan itu, aku tidak suka dibantah."ucap Kalen.
"Jangan begini please lepaskan aku."ucap gadis itu.
Kalen sengaja mengikat tangan dan kaki gadis itu lalu membawa dia masuk kedalam kamar mandi dan memasukkan dia kedalam bathtub-e Kalen mengguyur gadis itu agar dia memohon ampun dan tidak lagi membantah dirinya lagi.
"Tolong aku aku mohon jangan lakukan ini ampuni aku aku tidak bisa bernafas tolong ampuni aku."ucap gadis itu.
"Berjanjilah bahwa kau tidak akan membantah lagi, kamu adalah calon istri ku."ucap Kalen.
"Baiklah aku akan jujur bahwa aku adalah calon istri kedua mu."ucap gadis yang kini hampir tidak bisa bernafas.
Dia tidak pernah mengira jika Kalen akan melakukan itu padanya.
Pria itu pun melepaskan ikatan itu dan saat itu juga meminta gadis itu mandi.
Sementara itu di dapur kini sudah ada pelayan yang meneruskan pekerjaan gadis itu atas perintah Kalen dia adalah bibinya Kinara.
Sampai saat gadis itu sudah menggunakan bathrobe milik Kalen dengan lilitan handuk di kepalanya gadis itu pun kebingungan karena tidak membawa baju ganti.
Saat dia tengah mondar-mandir di kamar tersebut tiba-tiba gadis itu langsung terkejut saat Kalen masuk.
"Ternyata ini alasan adikku yang ingin menikah cepat, ternyata sangat menyenangkan ketika melihat istrinya selesai mandi."ucap pria itu tanpa canggung seperti Kinara pria itu langsung memeluk Kinara sambil berbisik.
"Persiapkan dirimu karena calon madu mu sudah siap untuk menikah besok."ucap Kalen.
Gadis itu hanya terdiam sambil menahan nafas karena saat ini dia takut bathrobe itu terlepas.
"Aku tidak membawa baju ganti."ucap gadis itu.
"Itu masalah gampang... kamu bisa pakai milikku sesuka hati."ucap pria itu datar.
"Tapi bagaimana bisa kita jelas-jelas berbeda."ucap gadis itu.
"Apa? yang beda ayo katakan aku belum tahu."goda Kalen.
"Ah sudahlah, apa? disini ada pelayan."ucap gadis itu bertanya.
"Aku tidak mengijinkan mu untuk memakai baju pelayan."ucap pria itu tegas.
"Aku hanya ingin memakai pakaian dalam saja."ucap gadis itu.
"Tidak bisa tunggu asisten aku belikan sebutan ukuran nya."ucap kalen.
"Tidak-tidak apa? kau juga ingin asisten mu untuk membelikan pembalut untukku."ucap gadis itu.
"Tentu saja tidak baik'lah tunggu sebentar aku akan mencari semua itu di bawah sekarang."ucap pria itu yang langsung meninggalkan gadis itu.
Sampai akhirnya gadis itu kembali menunggu sambil memilih pakaian Kalen yang mungkin muat di tubuh rampingnya itu.
Gadis itu menatap tak percaya saat melihat wadrobe milik Kalen yang sudah mirip sebuah toko pakaian dengan semua barang branded dia tidak pernah melihat yang ada di Mension.
Gadis itu setelah lama memilih pakaian tersebut gadis itu pun akhirnya memilih sebuah t-shirt berwarna putih dengan tulisan brand ternama yaitu Dior.
__ADS_1
Gadis itu langsung mengenakan itu dan benar saja t-shirt itu cukup menutupi sampai batas paha.
Sementara itu di bawah saat ini Kalen tengah ada di sebuah toko pakaian yang tersedia di sana dengan membeli pakaian dalam untuk wanita dan dia meminta wanita itu memilihkan untuk istrinya itu yang lupa bawa pakaian ganti saat berkunjung adalah alasan yang bisa sedikit membuat Kalen yang kini menggunakan masker tidak merasa malu.