Sang Penari

Sang Penari
#Cari sampai ketemu#


__ADS_3

Disinilah Agatha saat ini,di sebuah rumah villa terpencil yang jauh dari keramaian kota, bahkan untuk mencapai tempat tersebut dia diantar beberapa warga dengan berjalan kaki, di tanah lapang yang luas tepat di kelilingi perbukitan yang hijau, hanya ada beberapa rumah penduduk itupun berjauhan, tidak menyurutkan niat Agatha untuk tetap mengasingkan diri, dari luka batin yang menganga saat ini.


Sementara Kristofer, kini tengah mengamuk di hadapan seluruh anak buah nya, diantara seratus orang yang ia sebar tidak satupun yang mengetahui keberadaan Agatha.


"Aku tidak ingin tau temukan istri ku dalam keadaan baik-baik saja, sekarang juga jika tidak kalian akan tahu akibat nya"ucap Kristofer.


Sementara itu yang dia cari kini tengah terlelap di atas ranjang yang jauh dari kata sempurna seperti yang ia miliki di setiap hunian nya, tapi setidaknya Agatha bisa tidur nyenyak mungkin karena kelelahan, disana dia ditemani oleh putri penjaga villa tersebut dan kedua orang tua nya yang mengurus segala kebutuhan nya.


Hari pertama Agatha lewati dengan tidur makan lalu tidur lagi, mungkin karena efek kehamilan nya saat ini.


Dan di hari kedua dia mulai menyusun rencana apa? yang akan dia lakukan kedepannya nanti, setelah ia pergi jauh.


Sari adalah gadis yang sangat sederhana dia selalu mengikuti Agatha kemanapun ia pergi kecuali di kamar pribadinya.


Agatha memberikan uang yang begitu besar pada kedua paruh baya itu, untuk membeli segala keperluan rumah dan juga beberapa barang yang ia pesan termasuk alat lukis.


Gadis itu kini tengah berada di balkon kamar yang lumayan luas, terbuat dari kayu. karena memang keseluruhan rumah tersebut terbuat dari kayu yang sudah berusia puluhan tahun, hingga tidak ada rayap yang bisa menggerogoti kayu tersebut.


"Nona ini ada pisang goreng buatan ibu, mungkin Anda belum pernah mencoba nya, tapi ini enak loh"ucap Sari.


"Terimakasih, apa? dibawah masih ada es krim, aku sedang ingin makan itu"ucap Agatha.


"Ada non kebetulan jika di kombinasikan dengan pisang goreng ini pasti lezat"ucap Sari.


"Itulah yang ingin aku lakukan"ucap Agatha.


Gadis itu terus melukis, orang yang sangat ia rindukan saat ini adalah keluarga nya yang kini berada dalam lukisan tersebut, termasuk almarhum Irma, yang pernah mengajarkan ia melukis.


Kakak ipar nya itu mampu membuat Agatha menemukan jati dirinya, tapi sayang disaat Agatha sudah sembuh dan normal wanita baik hati itu pergi meninggalkan dunia ini.


Agatha begitu merindukan sosok Irma saat ini, dia melukis wajah cantik Irma yang berdampingan dengan sang kakak pertama nya, yang kini tengah hilang kendali atas dirinya sendiri.


Alvaro, sudah kembali pada kebiasaan lamanya yaitu bermain wanita, siapapun wanita yang ia inginkan untuk menjadi penghangat ranjang nya, akan ia dapat kan, seperti saat ini wanita itu adalah Xena.


Gadis yang bahkan sudah seperti saudara bagi Agatha itu, tidak bisa pergi jauh dari Alvaro, yang selalu memanjakan dirinya dengan uang.


"Kalian semua begitu berarti"ucap Agatha sambil menitikkan air mata nya, rasa rindu yang kini ia rasakan membuat Agatha, hanya bisa berharap Kristofer tidak akan melukai keluarganya, karena jika itu terjadi Agatha, akan sangat membenci pria itu.


Tidak ada lukisan Kristofer satupun di sana, Agatha bahkan melukis dirinya dengan ketiga calon anak nya yang bahkan belum tentu jenis kelamin mereka seperti yang ada dalam bayangan nya saat ini.


Dalam lukisan tersebut terdapat dirinya, dua anak laki-laki yang yang begitu mirip dengan ayahnya dan satu orang anak perempuan, dengan seperempat wajah di tutupi topeng yang sangat unik dan menambah kesan glamor dan cantik.


"Kalian adalah anak-anak ku, tumbuh lah dengan baik disini bersama dengan mommy, mommy akan sangat bahagia jika bisa bersama dengan kalian hidup dalam kedamaian"ucap Agatha.


"Amiinn yrbl alamin"timpal Sari.


"Eh.. saru sudah datang mana eskrim nya"ucap Agatha.


"Ini nona"ucap Sari.


"Heumm makasih"ucap Agatha.


"Wah ini sempurna nona, anda bisa menyelesaikan ini dalam waktu beberapa menit, saat saya turun tadi"ucap Sari, melihat lukisan tersebut yang baru dia lihat.


"Kau pikir aku jin yang bisa menyulap itu semua dalam sekejap, coba kamu lihat ini satu persatu"tunjuk Agatha pada kanvas yang berderet di belakang kanvas yang ada di hadapannya.


"Nona sungguh berbakat"ucap Sari.


"Kau juga bisa belajar, apa? kau tau siapa? yang mengajarkan aku melukis"ucap Agatha.


"Heumm, siapa dia nona sepertinya dia adalah seorang yang sangat cerdas dalam bidang itu"ucap Sari.


"Dia kakak ipar ku, dia adalah wanita cantik dengan segudang prestasi dan bakat yang dia miliki dan satu lagi dia begitu baik hati dan tidak sombong, tapi sayang dia sudah tidak ada lagi di dunia ini"ucap Agatha lirih, tampak kesedihan dari raut wajah nya.

__ADS_1


"Apa? orang itu ada dalam lukisan"ucap Sari.


"Tentu saja ada kemarilah lihat ini cantik kan"ucap Agatha menunjukkan gambar wajah Irma, pada Sari, yang kaget setengah mati.


"Owh ya ampun! itu saya nona"ucap Sari yang terkejut setengah mati.


"Bukan kamu tapi dia kakak ipar ku"ucap Agatha.


"Coba nona ingat-ingat lagi mungkin nona salah mengingat orang, ini saya nona... meskipun baju saya dan gaya rambut lukisan itu dan saya berbeda"ucap Sari.


Agatha langsung menoleh dan berdiri melihat ke arah Sari, dia langsung terkejut, sudah beberapa hari bersama dengan Sari, tapi dia , tidak pernah memperhatikan wajah gadis itu.


"Kau!...kau kak Irma, atau Sari"ucap Agatha yang benar-benar baru sadar.


"Tentu saya sari nona, anak dari ibu dan bapak saya yang ada di bawah"ucap Sari.


"Owh my God, duduk di sana"perintah Agatha pada gadis cantik alami khas pedesaan itu, dengan rambut di kepang dua, dan kebaya berlengan pendek juga dengan rok selutut, meskipun tidak menggunakan kain panjang seperti biasa nya.


"Nona... jangan lukis saya, saya malu"ucap gadis itu.


"Sudah menurut lah, biar semua nya cepat selesai, kamu itu ternyata kembar dengan kakak ipar ku"ucap Agatha.


Dengan coretan pensil Agatha hanya butuh beberapa menit saja untuk menggambar wajah gadis itu.


Agatha menikmati es krim nya setelah ia istirahat dari aktifitas melukis nya saat ini.


Tidak terasa waktu sudah berganti petang Agatha kini tengah duduk di tepi ranjang, dengan pikiran melayang menerawang, entah dimana, dia masih bersandar di headbord tersebut sesekali air mata nya menetes, saat kembali teringat pada perkataan Kristofer yang mengatakan bahwa kini istrinya yang pertama tengah mengandung anak darinya, dengan usia kandungan yang tidak jauh beda dengan kehamilan nya.


...🌸......🌸...


"Agatha dimana kamu honey"lirih Kristofer, yang sudah melakukan pencarian di titik dimana wanita itu menghilang, tidak ada satupun yang tau keberadaan istrinya itu.


Kristofer kini sudah berada di Dubai, karena dia memiliki segudang kesibukan di negara tersebut, tapi hatinya tidak sedikit pun berpaling dari wanita yang sangat ia cintai yang kini sudah beberapa minggu pergi entah kemana? ternyata kehebatan seorang Kristofer yang selama ini tidak pernah kehilangan target buruan nya kini bisa dikalahkan oleh sang istri.


Ya, untuk sementara pria itu mengurus perusahaan tersebut sampai sang pemilik kembali keluarga Agatha, yakin bahwa saat ini keadaan putri bungsu nya itu dalam keadaan baik-baik saja, karena Agatha adalah gadis yang pintar.


Sementara Agatha kini tengah berada di sebuah hutan yang tak jauh dari tempat tinggal nya, dia dan sari juga bapak nya tengah mencari kayu bakar, sementara Agatha sendiri kini tengah mencari beberapa, hewan untuk ia pelihara agar tidak terlalu bosan kebetulan disana ada banyak pilihan hewan sudah seperti burung kelinci dan juga ayam hutan yang kini terjebak di perangkap yang dibuat oleh warga.


Agatha melihat Menjangan yang masih sangat kecil, dia meminta ayah sari untuk menangkap bintang tersebut, yang menurutnya sangat lucu.


"Aku ingin kelinci putih dan hitam itu, juga Menjangan dan ayah untuk di villa kita, aku ingin memelihara mereka"ucap Agatha.


"Baiklah nona"jawab ayahnya Sari yang mulai menabur pakan khusus untuk para bintang itu setelah mendekat pria itu langsung melempar tali untuk menjerat hewan tersebut, sudah seperti Koboy saja, hingga dapat dua kelinci satu Menjangan dan dua ayam hutan.


Sementara Sari, mendapatkan burung yang begitu lucu' Yang belum pernah Agatha lihat burung yang kini ditangkap dengan anak-anak nya yang baru menetas beberapa hari tersebut dibawa pulang.


Dengan bantuan warga yang sama berburu untuk lauk makan, sementara Agatha ingin memelihara hewan-hewan tersebut sebagai pengobat sepi nya.


Agatha pun meminta para pria itu membuat kandang yang luas untuk tempat tinggal peliharaan nya itu.


Hanya butuh dua hari untuk membuat pesanan yang Agatha ingin, sampai semua selesai dia sendiri yang memberikan mereka makan dengan coklat yang selalu dia bawa setiap kali pergi ke pasar, dia akan meminta sari untuk membeli itu.


Sementara di ibukota Kristofer sudah kembali untuk mencari istrinya itu, dia sudah menemukan titik terang akan keberadaan istrinya meskipun sedikit terlambat, karena hambatan pekerjaan nya.


Salah seorang warga yang bercerita bahwa di Sebuah villa yang terletak di tengah perbukitan tersebut ada gadis cantik yang kini tengah berbadan dua, dia memiliki uang yang banyak dan selalu meminta pengelola villa untuk berbelanja, meskipun tinggal di hutan yang jauh disana gadis itu selalu hidup berkecukupan.


Sementara saat pria itu bercerita, dengan rekannya yang merupakan seorang preman pasar tradisional itu, yang ternyata adalah orang suruhan dari anak buah Kristofer, dan nama yang dicari pun sudah diketahui.


Kristofer terbang menggunakan helikopter untuk mencapai daerah perbukitan itu, dia diikuti oleh beberapa orang anak buahnya yang juga menggunakan kendaraan yang sama, total ada tiga helikopter yang berada di sana.


Agatha, yang tengah berada di balkon kamar tersebut.


Kristofer, berjalan dengan cepat menuju villa tersebut, sampai tiba di sana, dia langsung membuat kegaduhan dengan menodongkan pistol di pelipis pria yang kini terlihat sangat ketakutan.

__ADS_1


"Hentikan Kris, tidak perlu kamu melukai orang yang sudah baik hati terhadap anak dan istri mu"ucap Agatha.


Wanita itu berjalan dengan santai menuruni anak tangga.


"Istri?"ujar Kristofer.


"Maafkan aku tuan Kristofer, aku lupa karena baru terbangun dari mimpi di siang bolong"perkataan Agatha sudah cukup melukai hati Kristofer, yang terasa sangat sakit.


"Tolong lepaskan dia Don, jika anda ingin saya pergi saya akan pergi"ucap Agatha lagi.


Dor...


Suara tembakan begitu nyaring itu terjadi di hadapan Agatha, Sari dan ibunya seketika itu pria tua itu terjatuh.


"Bapak!"teriak keduanya yang kini berlari menghampiri pria yang kini bersimbah darah.


"Kris! kau kejam"ucap Agatha yang kini terlihat menangis menatap wajah pria tampan yang dingin itu.


Dor...


Satu lagi wanita paruh baya itu tumbang.


"Kris! hentikan!!"teriak Agatha yang kini terlihat benar-benar marah.


Wanita itu bergegas berlari menuju lantai tiga diikuti oleh Kristofer, yang kini tengah berusaha meraih Agatha.


"Stop, jangan mendekat aku akan membawa anakku mati bersama ku, sekarang juga."teriak Agatha.


"Yang...kemarilah jangan buat aku kehabisan rasa sabar ini aku mohon jangan lakukan itu"ucap Kristofer.


"Kau sudah membunuh mereka, kamu sudah membuat Sari menjadi yatim Piatu"ucap Agatha.


"Aku tidak membunuhnya nya mereka baik-baik saja kamu bisa lihat sendiri, mereka masih hidup"ucap Kristofer.


"Tidak usah membohongi ku"ucap Agatha yang kini hanya tinggal satu langkah lagi akan terjatuh.


"Yang aku mencintaimu"ucap Kristofer.


"Bohong jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan pernah melakukan hal yang sama terhadap istri pertama mu, kamu tidak pernah benar-benar mencintai ku, Kris"ucap Agatha yang hendak melompat tapi Kristofer, langsung melompat dan menarik Agatha kedalam dekapannya, sambil berpegangan pada tangga helikopter.


Agatha masih pingsan saat itu, saat Kristofer membawa Agatha kedalam rumah tersebut, dimana ada orang-orang yang baru saja selesai mengobati luka-luka dari tembakan Kristofer.


Hujan lebat disertai petir yang menggelar membuat mereka memutuskan untuk bermalam di sana.


Agatha masih tertidur pulas gadis itu seakan enggan untuk terbangun hingga Kristofer mencium bibir Agatha dengan lembut.


Bibir yang merupakan candu bagi Kristofer.


Saat itu juga, Agatha tersadar dia menatap Kristofer, tersenyum padanya.


"Maafkan aku Honey, aku bersalah padamu"ucap Kristofer.


"Sudah lah, semua sudah berakhir, semua hanya tinggal kenangan. aku akan tetap disini bersama mereka, sekarang kamu bebas"ucap Agatha.


"Tidak honey tidak! aku tidak akan pernah melepaskan mu, sampai kapan pun"ucap Kristofer.


"Kamu egois Kris, kamu mencintai dia dan kamu tidak butuh aku"ucap Agatha.


"Satu tahun! hanya satu tahun, setelah itu kamu bebas menentukan pilihan"ucap Kristofer.


"Apa? yang kamu maksud Kris"ucap Agatha.


"Aku bilang satu tahun lagi jika dalam satu tahun aku tidak kunjung menceraikan istri ku, kamu bebas"ucap Kristofer.

__ADS_1


Deg....


__ADS_2