
Setelah perdebatan yang cukup alot dan menyakitkan akhirnya Anggita memutus untuk tetap berada di rumah itu, demi putri nya.
sementara Alvaro sudah memohon kepada Alvin agar tidak pergi dari rumah karena biar bagaimanapun Alvaro dan yang lain tidak ingin kedua nya berpisah, tapi Alvin memilih untuk pergi, karena rasa bersalah nya pada kedua nya, Anggita dan pada putrinya putri kecilnya yang sangat menggemaskan.
Anggita hanya bisa menahan rasa sakit yang teramat yang telah Alvin torehkan secara bertubi-tubi hingga mereka memutuskan untuk pisah rumah.
hari demi hari, Anggita lewati dengan tetesan air mata, dia dengan telaten merawat putri bungsu nya, yang kini sudah mulai membaik dan tidak lagi mengeluh pusing saat harus berpikir lebih keras, dari biasanya.
Agatha bahkan sudah mulai tertarik dengan pelajaran matematika nya, dan saat ini gadis kecil itu tengah belajar ditemani sang Mommy yang akan bekerja tiga kali dalam satu Minggu.
sementara itu Alvin setiap hari dia akan meminta wanita yang kini menjadi asisten pribadi nya kembali, membawa putrinya sebagai penyemangat hidup nya, yang sudah ditolak oleh Alana mau pun Agatha, untuk menemui mereka.
kedua anak perempuan nya itu begitu kecewa pada dirinya hingga mereka mengadu kepada Marvin yang kini benar-benar murka pada Alvin, bahkan Alvin di singkirkan dari daftar keluarga, Marvin bahkan mengambil alih hak asuh putri bungsu Alvin dari wanita itu dan kedua orang tua nya tidak diperbolehkan untuk menemui nya, kini tengah mengurus perusahaan adalah Alvaro dan NATO yang sudah belajar semua dari Alvin meskipun mereka masih sekolah dan Alvaro masih kuliah saat ini dengan bimbingan Marvin dan orang kepercayaan nya dia mampu melewati itu, sementara Alvin hanya menjadi pria kesepian, dan tidak hanya itu dia harus mengemis pekerjaan dari Anggita.
Anggita pun membiarkan Alvin menjabat sebagai direktur utama rumah sakit milik Anggita yang juga pemberian Alvin.
Marvin bukan tidak tau tapi dia ingin keduanya belajar dari kesalahannya.
Anggita, akan bertemu Alvin saat dia masuk kerja, dan ada satu alasan untuk Alvin meminta bekerja di sana, karena istrinya dikabarkan dekat dengan dokter muda yang sangat tampan itu ,jelas saja Alvin tidak terima.
sementara saat ini sang istri tengah berada di ruangan yang sama bersama dokter tersebut, mereka sedang bekerja sama untuk menangani pasien gawat darurat yang mungkin kesempatan untuk bertahan hidup nya sangat tipis, tapi mereka terus berusaha tetesan keringat menjadi saksi bahwa Anggita berusaha sekuat tenaga untuk menolong pasien tersebut.
dokter Randi yang sedari tadi membantu dirinya, sesekali menatap wajah wanita cantik yang semakin terlihat cantik meskipun usianya tidak bisa dibilang muda lagi, sudah masuk kepala empat tapi masih terlihat seperti gadis muda pada umumnya.
Anggita mampu menyelesaikan pekerjaan nya dengan sangat baik bahkan tidak ada cacat sedikitpun dan rekan kerja nya yang sudah biasa mengikuti kegiatan Anggita, mereka pun, sudah terbiasa disiplin dalam kondisi apapun.
setelah operasi berhasil dilakukan, dan keadaan pasien masih bisa diselamatkan meskipun masih harus menunggu perkembangan yang masih sangat panjang untuk melewati semua itu.
Anggita berjalan meninggalkan ruangan bersama dengan dokter Randi yang kini berada di samping nya, setelah sebelumnya memberikan arahan pada para perawat dan dokter jaga pasien tersebut untuk membawa nya langsung ke ruang rawat intensif.
sampai saat di depan ruangan seseorang sudah menghadang langkah mereka.
"Sayang kita harus bicara"ucap Alvin.
"Aku lelah mas dan tidak ada yang harus kita bicarakan, mungkin kamu juga sedang sibuk"ucap Anggita.
"Anggita, banyak yang harus kita bahas, dan masih banyak hal"ucap Alvin.
"Aku lelah"ucap Anggita.
"Tuan sebaiknya anda jangan mengganggu nya, dia sudah bekerja keras di dalam sana seharusnya anda bisa mengerti"ucap Randi.
"Hey kau jangan ikut campur ini urusan pribadi ku, dan tidak ada hubungan nya dengan mu, apa? kau sudah bosan bekerja disini"ujar Alvin.
"Tapi anda juga harus tau posisi saat ini istri anda sudah sangat lelah, apa ? tidak"
"Sudah lah dokter Randi, kita tidak akan pernah bisa berdebat dengan nya"ucap Anggita.
"Mas ingin bicara bukan, ayo ikut aku"ucap Anggita yang benar-benar tengah berusaha menahan emosi nya.
__ADS_1
sesampainya di dalam ruangan, Alvin langsung memeluk Anggita yang baru saja selesai membersihkan diri, pria itu bahkan mencium bibir Anggita karena sudah terlalu merindukan sosok wanita cantik itu.
"Mas, kamu itu kenapa? apa dia tidak pernah memuaskan mu"ucap Anggita.
"Tidak ada dia sayang, sudah aku jelaskan kami tidak pernah lagi berhubungan setelah malam yang menyesatkan itu, aku hanya mencintai mu, jika saja aku dalam keadaan sadar mungkin sudah aku tendang dia"ucap Alvin.
Anggita hanya tersenyum remeh lalu berkata"Apa? kau benar-benar pria normal yang tidak terangsang saat disuguhkan pemandangan yang sangat menggoda di depan mu setiap saat, jangan membuat Alvin Alexander, bahkan laki-laki tak normal pun akan sangat tergoda bila wanita itu selalu ada di samping nya, sekarang mau mu apa? aku sudah merelakan mu memilih dia, meskipun kau sudah membuang ku, aku tidak dendam silahkan lanjutkan semua hubungan yang sempat terhalang karena aku, dan puaskan dirimu tapi jangan harap kita bisa bersama lagi, kau bahkan bisa memecat ku dari sini jika kamu mau, aku akan langsung pergi dari sini dengan senang hati sekalipun tidak ada pekerjaan lain lagi nantinya, aku masih bisa menghidupi putri ku"ucap Anggita berapi-api.
hatinya sudah sangat sakit, dan kini tidak ada lagi harapan untuk nya agar bisa bersama dengan Alvin.
"Aku tidak pernah melakukan hal itu, tuhan yang maha kuasa sebagai saksi nya"ucap Alvin.
Alvin kini berlutut memohon ampun kepada Anggita, dia benar-benar tidak melakukan tudingan itu.
Anggita hanya terdiam dia sebenarnya percaya pada kata-kata Alvin karena mereka hidup bukan hanya satu atau dua tahun tapi hatinya belum bisa berdamai dengan keadaan, rasa sakit itu seakan menutup relung hati nya.
"Bangun lah mas tidak ada gunanya kamu seperti ini, rasanya sudah kebas jika mengingat semua itu, kamu juga masih bisa mulai hidup baru bersama dengan nya, bukan kah saat itu kamu berkata tidak ingin pisah dengan putri mu yang sangat menggemaskan itu, seharusnya kamu bisa membuat dia diakui oleh negara dan keluarga mu, dan kalian bisa hidup dengan bahagia, cukup dengan penghasilan tinggi yang kamu dapatkan saat ini"ujar Anggita, wanita cantik itu meninggal kan Alvin.
🌸.........................🌸
Alvin pergi dengan langkah gontai, dia sudah memohon sekuat tenaga dan bahkan sudah berlutut karena dia tidak ingin berpisah dengan Anggita wanita yang menjadi cinta pertama dan terakhir nya.
Anggita, pun duduk sambil bersandar di kursi berkali-kali mengusap air mata nya, dia pun tidak ingin seperti ini tapi Alvin yang sudah mengambil keputusan untuk pergi dari nya meskipun dirinya sudah mau bertahan dengan rasa sakit itu, tapi Alvin memilih bersama dengan putri bungsu nya, anak hasil kesalahan nya dengan asisten pribadi nya itu.
"Agatha maafkan Mommy, Mommy tau Agatha terluka karena semua ini tapi, Mommy tidak bisa berbuat lebih.
"Yang ikut aku"ucap pria tampan itu.
"Aku"ucap nya.
"Mas aku tidak punya waktu,aku harus segera kembali Agatha sedang sakit kepala"ucap Anggita.
"Aku akan menengok putri ku"ujar Alvin.
"Tidak usah mas, mereka akan kembali terluka saat melihat dirimu, sebaiknya kamu pulang"ucap Anggita.
"Sayang aku masih suami mu, aku Daddy nya mereka"ucap Alvin.
"Aku tau itu, tapi semua tidak akan diterima dengan mudah oleh keempat anak kita, Agatha bahkan lebih tertekan karena itu,pantas saja selama ini dia selalu mengeluh sakit kepala ternyata dia tengah menyimpan beban berat tentang penghianatan sang Daddy, padahal pengobatan itu sudah cukup optimal"Ujar Anggita yang langsung pergi tapi Alvin langsung menarik tangan Anggita dia tidak mau dengar wanita itu langsung dibawa pergi oleh nya.
"Mas aku harus pulang, anak kita menunggu di rumah"ucap Anggita.
"Kita akan pulang setelah kamu menerima ku kembali"ujar Alvin.
"Mas, aku tidak membuat mu sulit tapi itu pilihan mu sendiri, ada atau tidak nya masalah ini kamu yang putus kan, Ok aku ikut andil dalam semua kesalahan yang kamu perbuat semua terjadi mungkin karena kau kekurangan perhatian, tapi aku sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik dibalik tugas ku sebagai seorang ibu seorang istri dan pekerjaan ku, mungkin mudah bagi orang lain tapi jadi wanita seperti ku sungguh tidak lah mudah, banyak hal yang harus aku perhatikan banyak hal yang harus aku urus jika karena kesibukan ku kamu merasa kurang perhatian, bukan nya kamu tau sedari awal cita-cita ku"ucap Anggita panjang lebar.
"Sayang aku tak pernah merasakan kekurangan perhatian, aku justru bahagia hidup dengan mu, tapi kecelakaan itu tidak dapat di cegah, apa? kamu akan tega melihat darah daging mu sendiri ditelantarkan"ujar Alvin.
"Buktinya kamu bisa berbuat seperti itu, pada kedua putri ku jadi itu bukan lah alasan, andaikan saja kamu bilang sedari awal mungkin aku akan terima semua kesalahan mu itu tapi kamu melakukan kesalahan dua kali lipat, karena menyembunyikan dan menyakiti putri ku"ujar Anggita.
__ADS_1
Alvin terdiam sambil tetap fokus menyetir.
beberapa detik kemudian"Apa? sudah tidak ada lagi kesempatan untuk ku, sayang"Alvin memelas.
"Jika mas ingin tetap kembali, aku hanya minta sesuatu dari dirimu, tolong sembuhkan luka di hati anak-anak terutama Agatha"ujar Anggita.
"Baiklah Sayang terimakasih"ucap Alvin.
mereka pun akhirnya pulang ke rumah mereka hendak menemui keempat anak nya, sementara itu di rumah hanya ada Agatha karena Alana, sedang mengikuti ajang tari di sebuah club malam, acara yang di selenggarakan oleh pemilik club tersebut menawarkan sebuah kesempatan yang sangat menjanjikan mulai dari Go internasional hingga menjadi penari club ekslusif dengan bayaran yang fantastis, Alana mengikuti lomba tersebut karena dia ingin mendapatkan keuntungan untuk menjadi Go internasional, bukan karena keluarga nya tidak mampu tapi gadis itu ingin berjuang sendiri, karena tidak mungkin dia terus bergantung pada sang Mommy, yang mungkin sebentar lagi akan bercerai dengan Daddy nya.
beruntung Marvin tau akan hal itu dia menempatkan orang-orang nya untuk menjaga cucunya itu.
Dia tidak akan melarang cucunya untuk berkembang dengan dirinya sendiri, tapi dia tidak ingin cucunya celaka maka dari itu Marvin menjaga ketat keempat cucunya dengan orang-orang terbaiknya.
hingga akhirnya Alana menjadi juara pertama saat ini dia bisa langsung mendapat kan hadiah yang cukup besar yaitu uang sebanyak dua milyar rupiah, karena dia tidak memilih untuk go internasional, karena dia sadar dengan dirinya yang masih butuh bimbingan dan kasih sayang kedua orang tua nya, dia juga saat ini baru kelas dua SMA.
sampai di rumah Alana melihat sang Daddy yang sedang duduk di samping Agatha sambil mengelus puncak kepala adiknya itu, dia hanya melewati nya begitu saja tanpa ingin menyapa sang Daddy yang sedari tadi Alvin harapkan.
"Mommy, aku dapat uang dua milyar Mommy, lihat lah"ucap Alana.
"Owh sayang benarkah itu, tapi kamu dapat kan dari mana uang itu?"tanya sang mommy
"Dari club, aku juara lomba tari Mommy"ucap Alana terlihat begitu bahagia.
"Benarkah, tapi siapa? yang mengijinkan putri Mommy main di club"ucap Anggita.
"Maaf Mommy hanya saat ini saja..."ucap nya lesu.
"Owh benarkah"ucap Anggita.
"Tentu saja Mom..."jawab Alana.
"Sayang Mommy tau kamu sangat berbakat dengan itu, tapi Mommy tidak mau karena hobi mu itu, kamu celaka"ucap Anggita.
"Tidak akan Mom, percayalah aku bisa jaga diri"ucap gadis itu.
"Putri Mommy memang pintar, sayang boleh Mommy bicara sesuatu ini tentang Daddy, apa? Alana akan mengijinkan Daddy kembali ke rumah"tanya Anggita.
"Mommy, Alana tidak punya masalah dengan Daddy, tapi jika Daddy menyakiti Mommy lagi, Alana tidak akan pernah tinggal diam, Alana hanya ingin Mommy dan Agatha bisa bahagia dan kembali tersenyum, itu sudah cukup, terserah Daddy mau bawa putri nya atau putra nya, yang penting jangan melukai Mommy"ucap Alana.
"Tentang itu Mommy tidak masalah asalkan kalian bahagia Mommy akan ikut bahagia"ucap Anggita.
"Ya sudah bilang saja pada Daddy, pulang saja jika dia ingin pulang"ucap Alana.
gadis itu langsung berlalu pergi, setelah berbicara dengan sang Mommy dikamar Anggita, sementara Anggita langsung menyusul Alvin dan Agatha.
Agatha sendiri saat ini sudah kembali bermanja-manja pada sang Daddy, gadis kecil itu memang sangat merindukan sosok Alvin di rumah itu.
sampai lah Anggita di samping Alvin dia langsung bicara pada pria itu tentang apa? yang Alana ucap kan dan pria itu sangat bersyukur, setelah itu akhirnya Alvin memeluk Anggita sebagai rasa terima kasih.
__ADS_1