Sang Penari

Sang Penari
#Murka#


__ADS_3

Untuk saat ini Kristofer masih takut kehilangan istrinya meskipun dia tau Agatha adalah istri yang setia, tapi kejadian saat sebelum mereka menikah dulu. disaat Agatha bercumbu mesra dengan Piter selalu membuat dia merasa marah.


Padahal Agatha melakukan itu karena tidak ingin menyakiti pria manapun, karena dia tau rasanya mencintai tapi tak dihargai seperti cinta Agatha dulu pada Alexander Abraham.


Ya,, cinta Agatha untuk Alexander begitu besar saat itu, tapi Alexander tidak bisa mempertahankan hubungan itu. berkali-kali Agatha di tinggal menikah oleh Alexander hanya karena gara-gara restu orang tua yang tak pernah berpihak pada Agatha.


Jika ditanya apa? Agatha masih mencintai Alex, jawaban nya adalah iya. tapi cintanya itu dia coba kubur dalam-dalam karena tidak ingin menyakiti cinta barunya bersama dengan Kristofer.


Ya,,, Alexander adalah cinta lamanya yang masih membekas hingga saat ini.


Sementara untuk Piter, wanita itu hanya tidak tega jika harus menyakiti pria itu dengan penolakan terhadap nya.


Kini semua sudah berbeda, Agatha hanya ingin fokus pada keluarga nya yang sebentar lagi akan bertambah.


Kandungan Agatha bahkan sudah hampir menginjak enam bulan, bayi laki-laki yang kini bergerak aktif di dalam perut nya itu, selalu membuat Agatha tersenyum bahagia.


Setelah selesai memberi makan malam untuk Kristofer, wanita itu kini tengah berbaring di ranjang, saat ini waktu telah menunjukkan pukul 22:00 wanita yang kini tengah merebahkan tubuhnya itu tersenyum kecil saat dia menyapa kedua bayinya di dalam perutnya itu.


Keduanya merespon sapaan sang Mommy.


"Kalian harus tumbuh sehat seperti ketiga kakak kalian."ujar Agatha lirih.


Sampai saat seseorang masuk kedalam kamar nya, Agatha menatap kearah suaminya itu.


"Sudah selesai, aku siapkan air hangat untuk mu mandi."ujar Agatha.


"Tidak usah,, istirahat lah aku tidak ingin berendam."ujar Kristofer.


"Heumm,,, baik'lah."ujar Kristofer.


Sampai Kristofer selesai mandi, Agatha hanya menyiapkan kimono tidur nya milik Kristofer karena Kris tidak terlalu suka menggunakan piyama saat tidur bareng istrinya.


"Tidurlah lebih dulu,,, aku akan kembali ke ruang baca."ujar Kristofer.


"Kris,,, apa? aku sudah membuat kesalahan hingga seharian lebih kau mendiamkan aku, apa? aku salah jika aku menghubungi keponakan ku sendiri hanya karena ingin tau kabar mereka."ujar Agatha yang sudah tidak tahan dengan sikap Kris yang dingin hingga saat ini.


"Kau tidak salah,,, hanya aku yang salah, karena aku terlalu mencintaimu."ujar Kristofer yang berhasil membuat Agatha terdiam.


"Kau bohong Kris, apa? cinta seegois ini."


"Apa? cinta tak memiliki kepercayaan didalamnya."ujar Agatha yang kini menghentikan langkah dari Kristofer.


"Aku hanya belajar dari yang sudah terjadi, seberapa percayanya aku padamu dulu sebelum kita menikah, tapi hal itu kalian lakukan meskipun tidak sampai melakukan hal lebih karena aku lebih dulu mengambilnya darimu."ujar Kristofer.


Agatha langsung teringat malam dimana dia dan Piter sempat bercumbu mesra.


"Waktu itu aku sedang sangat frustasi Kris, aku tidak benar-benar berniat untuk melakukan itu."ujar Agatha.


"Tapi apa? kau melakukan itu juga kan."ujar Kristofer.


"Itu masalalu Kris,,, semua orang memiliki masalalu, termasuk dirimu. tapi aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, tapi kenapa? saat bersama kak Piter saja yang kamu permasalah kenapa tidak saat bersama dengan Alex yang jelas-jelas aku cintai."ujar Agatha.


Pang...


Tiba-tiba saja, lampu temaram itu jatuh akibat lemparan yang dilakukan oleh Kristofer .

__ADS_1


"Beraninya kamu bicara bahwa kamu mencintai dia."ujar Kristofer.


"Aku bicara fakta, jika kamu cemburu akan kejadian masalalu kenapa? kamu tidak cemburu dengan Alexander yang jelas-jelas pernah aku cintai!."Agatha berteriak pada Kristofer.


"Diam,,,! aku bilang jangan katakan itu di hadapan ku lagi."ujar Kristofer.


Pertengkaran yang sedari pagi Kristofer hindari kini akhirnya terjadi juga.


"Aku tidak habis pikir, bahkan saat kau masih bersama dengan dia saja bermesraan dihadapan ku dengan sengaja aku bahkan tidak pernah di berikan waktu untuk protes, tapi hanya karena gara-gara masalalu yang sumberdaya dirimu sendiri pun sampai saat ini kamu terus mengungkitnya kenapa? tidak menceraikan aku saja, dan kau juga seharusnya curigai ke-lima anakku itu."ujar Agatha.


"Honey jangan kelewat batas,,, aku sudah bersabar selama ini menghadapi sikap mu yang selalu meminta perpisahan, apa? kau pikir selamanya aku akan tetap bertahan dengan kesabaran ini heuuhh!."teriak Kristofer.


"Kenapa! apa? sekarang kau ingin menceraikan aku,,, ayo silahkan lakukan, dan jika itu terjadi aku tidak akan segan untuk menikah dengan dia,agar kau puas dengan semua kecurigaan mu itu."tantang Agatha.


"Agatha!!!" bentak Kristofer yang kini mengamuk melempar seluruh barang dan menghancurkan semua termasuk foto pernikahan mereka yang berada di dinding tidak luput dari amukan kristofer.


"Mungkin jika Agatha adalah mantan istri pertamanya, pria itu akan langsung memukul wanita itu tidak perduli jika wanita itu sedang hamil, tapi Agatha adalah kelemahan nya, dia terlalu mencintai wanita yang kini tengah mengandung anak nya untuk keduakalinya.


Agatha pun pergi sambil menangis keluar dari dalam kamar yang kini sudah mirip sebuah tong sampah karena semua perabotan itu sudah hancur akibat perbuatan Kristofer.


Wanita itu kini tengah menangis sesenggukan di sebuah ruangan kosong dimana hanya ada sofa.


Wanita itu terduduk di lantai bersandar di sofa sambil memeluk bantal sofa tersebut.


Sementara Kristofer saat ini masih meluapkan emosi nya dengan meninju dinding rumah nya hingga tangan nya terluka, dia merutukki kebodohan nya karena telah menyakiti hati istrinya saat dia sedang mengandung anaknya.


Sebenarnya Kristofer sudah berusaha untuk menahan rasa kesal akibat kecemburuan nya itu, tapi Agatha tidak mau mengerti jika dia sedang tidak ingin diganggu, mungkin bukan salah Agatha juga semua karena ego dalam diri Kristofer yang begitu besar saat ini.


Agatha masih berada di sana hingga dia tertidur pulas, dengan kepala bertumpu di atas sofa, sementara posisi tubuhnya terduduk di lantai.


"Honey maafkan aku."lirih Kristofer yang kini tengah mengangkat tubuh Agatha, membawa istrinya itu ke lantai dua menuju kamar utama milik mereka.


Sesampainya di sana, Kristofer langsung membaringkan istrinya diatas ranjang empuk itu. dan dia pun menyelimuti tubuh Agatha lalu mendaratkan kecupan yang cukup lama di kening dan di puncak kepala istrinya itu, sambil kembali berkata maaf.


...🌸........................🌸...


Agatha terbangun di pagi hari, saat dia merasakan pergerakan yang membuat dia merasa ngilu di bagian perutnya karena ternyata kedua anaknya yang kini tengah berada di dalam perut sedang bergerak aktif, seakan meminta Agatha untuk bangun dan segera memberikan mereka makan karena saat ini dia pun sudah merasa sangat lapar.


Agatha yang kini bangkit dan terduduk di tepi ranjang untuk mengumpulkan kesadarannya, tiba-tiba dia teringat kejadian semalam, dia bahkan masih merasakan bengkak di bagian kelopak mata nya mungkin karena menangis terlalu lama hingga tertidur, tapi yang jadi pertanyaan siapa? yang membawa dia kedalam kamar tersebut. jika saat ini Kristofer tidak ada di sana.


Agatha pun berjalan menuju kamar mandi, dia ingin mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu sebelum dia mengisi perut nya yang terasa sangat laper.


Sampai saat dia selesai mandi dan berganti pakaian dan kini Agatha sudah terlihat sangat cantik saat ini meskipun dia menggunakan dress selutut khusus wanita hamil tersebut.


Setelah selesai memoles makeup tipis di wajah nya untuk menutupi matanya yang sembab dia pun turun menuju lantai bawah dimana kini ketiga anak nya yang sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi lebih awal karena harus berangkat ke sekolah.


"Mommy,,, Daddy mana?."ujar Kaley.


"Tidak tau coba tanya orang rumah mungkin mereka tau, karena Mommy tidak melihat Daddy saat bangun tidur."ujar Agatha santai agar anaknya tidak curiga jika ternyata semalam mereka bertengkar hebat.


Agatha pun membantu menuangkan makanan untuk ketiga anak nya.


Sampai dia menghabiskan sarapan pagi bersama Agatha pun kembali menyiapkan bekal untuk ke tiga anak nya.


Sampai saat mereka pergi sekolah, Agatha pun pergi menuju kamar utama yang semalam hancur berantakan, saat Agatha masuk dia merasa heran karena semua terlihat utuh. seakan tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Terlihat suaminya masih tertidur pulas di sana, Agatha pun berpikir keras saat ini apa? otaknya kembali bermasalah atau semua memang sudah diganti oleh pria itu.


"Aku tidak mungkin salah semalam."ucapan Agatha terhenti saat melihat tangan Kristofer terdapat banyak luka.


Agatha langsung bergegas menuju kedalam walk-in closed, untuk mengambil cadangan kotak p3k.


Setelah itu ia duduk di atas karpet tebal di samping ranjang, dia membuka salep yang kini dia oleskan ke punggung tangan Kristofer,di sela-sela jarinya yang terdapat luka lecet dan luka yang cukup serius, hingga ia membalut itu dengan kain kasa.


Setelah perban terpasang di tangan kanan Kristofer, Agata kembali memeriksa tangan kiri pria yang kini mulai membuka mata.


"Kenapa? tidak pukul aku saja agar kamu tidak harus terluka seperti ini."ujar Agatha yang kini mengoleskan salep di tangan kiri Kristofer.


"Maka aku akan lebih terluka lagi."ujar Kristofer.


"Aku tidak akan marah jika kamu melakukan itu padaku, asalkan kamu puas dan tidak lagi melukai diri sendiri."ujar Agatha.


"Aku akan menghabisi diriku sendiri, jika sampai itu terjadi,,, karena bagiku kau lebih dari nyawaku aku sangat mencintaimu maafkan aku."ujar Kristofer.


Agatha pun menghambur memeluk suaminya itu


Begitu juga dengan Kristofer yang kini mendekap erat istrinya dan menghujani istrinya dengan kecupan sayang dan penuh penyesalan puluhan kali Kristofer meminta maaf hingga cairan bening itu turun dari sudut matanya.


Kristofer pun membawa Agatha keatas pangkuan nya, meskipun perut buncit itu memberikan mereka jarak tapi Kristofer masih bisa membelai rambut Agatha dan lagi-lagi kembali mengecup bibir wanita itu.


Sementara itu di kediaman Marvin, hingga saat ini NATO masih tidur terpisah dengan istrinya, seperti saran Ariana pada Rosella agar menjauh dari suaminya itu untuk memberikan pelajaran yang tidak akan pernah NATO lupakan. bahkan Ariana menyarankan untuk meminta cerai pada NATO, seperti sarannya dulu pada menantunya Anggita.


Dan saat itu Marvin membuat putra semata wayangnya Alvin jatuh miskin hingga dia bergantung pada Anggita dan akhirnya pria itu pun menyerah dan memohon untuk kembali kepada Anggita.


Masih teringat jelas di ingatan mereka semua saat Alvin mengejar Anggita kembali. pada saat itu Ariana lebih memihak kepada Anggita menantunya yang sangat baik dan penuh perhatian, hingga mampu menerima kedua anak Alvin dari dua wanita yang sudah mengisi hari-hari putranya itu.


Sementara ini Rosella cukup meminta pisah ranjang seperti Alana dan Piter, meskipun kasus mereka berbeda, namun jika itu tetap berlanjut mungkin saat ini Rosella akan melakukan rencana kedua meskipun itu harus berakhir dengan perceraian. Rosella tidak akan gentar karena seluruh keluarga NATO masih mendukung dirinya.


Kini NATO bahkan sudah seperti cacing kepanasan, setiap hari setiap bangun tidur dan akan tidur. pria itu terus membujuk istrinya untuk bisa berbaikan kembali tapi Rosella tetap kekeuh pada pendiriannya dia ingin pisah.


Namun NATO tidak patah semangat, pria itu bahkan melakukan segala cara. termasuk membelikan barang-barang yang istrinya suka namun sampai saat ini Rosella masih mengabaikan hal itu.


NATO, bahkan sudah memohon kepada Marvin agar pria tua itu membantu dirinya untuk bisa mendapatkan Rosella kembali meskipun mereka belum berpisah saat ini.


Namun jawab yang mengecewakan itu terdengar nyaring di telinga NATO.


"Kau sendiri yang membuat masalah,,, maka sebagai seorang pria sejati kau harus membereskan masalah itu, kecuali jika kau banci."ujar Marvin tegas.


"Opah,,, NATO tidak berselingkuh meskipun NATO tidak menyangkal pernah jalan bareng dengan wanita itu, tapi hanya sekedar jalan dan pergi makan tidak untuk hal lebih."ujar NATO jujur.


"Heumm,,, maka lakukan apapun yang kamu suka saat ini dan lupakan istrimu."ujar Marvin.


Dengan nada datar Marvin meminta NATO mengulangi semua kesalahan itu meskipun sebenarnya Marvin tengah sangat marah.


"Sudah beruntung kau tidak di usir dari sini karena aku tidak butuh cucu yang punya kelakuan buruk seperti dirimu. apa? kau tidak pernah berkaca pada kejadian Alana, bahkan adik ipar mu itu dia hanya mengagumi adik bungsu mu. tapi lihat apa? yang terjadi semua berakhir dan siapa? yang menjadi korban anak mereka."ujar Marvin tegas.


"Aku tidak akan menceraikan Rosella Opah, sampai kapan pun,,, Rosella adalah rumah untuk NATO kembali setelah kalian semua."ujar NATO.


"Dan kau pulang setelah melakukan kesalahan,,,, maka yang terjadi adalah rumah itu dihancurkan oleh keegoisan mu sendiri."ujar Marvin tegas.


"Jangan lupa jika disini bukan hanya kamu yang bisa melakukan hal itu, bahkan jika Rosella berniat untuk membalas perbuatan mu pun, kami akan dengan senang hati membantu dia untuk itu.

__ADS_1


__ADS_2