Sang Penari

Sang Penari
#pengemar rahasia.


__ADS_3

Aku melupakan semua perasaan ku, lewat tari yang aku persembahkan untuk anak-anak didik ku, berulang kali tanpa lelah mengulang gerakan satu dan yang lainnya, hingga mereka mulai bisa mengikuti nya, aku saat ini sedang mengajar dengan genre tari tradisional, jawab barat jaipong, karena ada salah seorang anak didik ku mengajak ku bertanding, setelah selesai mengajar mereka, mereka begitu kaget karena ternyata aku bisa menari jaipong dengan berbekal mendengar kan music tersebut.


sampai seseorang memberikan bunga padaku, aku tersenyum dan langsung menerima nya.


"Untuk yang terindah"ucapan yang tertera di kartu tersebut.


"Dari siapa? ucap teman mas Marvin, yang kini menjadi partner kerja ku.


"Tau, mungkin dari mereka"jawab ku, yang kembali mencium wangi bunga tersebut.


"Satu jam lagi anak-anak akan datang sebaiknya kamu istirahat terlebih dahulu"ucap nya, sambil duduk di samping ku yang sedang menikmati makan siang ku.


tiba-tiba Bi Ijah datang membawa ponsel ku yang berdering, dan sudah tidak asing lagi, suamiku tercinta yang sedang sangat merindukan ku.


📱"Yang bagaimana hari kedua bekerja heumm,ingat ya jangan sampai kelelahan mas tidak ingin kamu kenapa-napa"ucap Marvin.


📱"Mas tenang saja aku baik-baik saja ko, tidak usah khawatir disini benar-benar menyenangkan"ucap ku sambil tersenyum.


📱"Oh benarkah itu, awas saja pas nanti malam jatah mas berkurang"ucap nya sambil terkekeh.


📱"Mas, tidak usah khawatir, aku masih bisa memberikan mu beberapa ronde jika mas belum puas"ucap ku.


📱"Mas percaya sayang kamu memang yang paling the best"ucap mas Marvin.


📱"Mas, satu lagi pindah sekertaris mu yang menggunakan pakaian kurang bahan itu segera pecat, atau pulangkan ke rumah kita, aku harus mengajarkan dia cara menggoda laki-laki"ucap ku sambil menatap wajah mas Marvin yang tiba-tiba gelagapan dan ada nada marah di akhir.


📱"Apapun, untuk mu sayang, tapi sejak kapan? kamu pandai menggoda pria"ucap mas Marvin penuh penekanan.


📱"Heummm" ujar ku yang langsung mematikan sambungan telepon, aku malas berdebat dengan mas Marvin yang akan merusak mood ku.


hingga saat anak murid ku yang tingkat SMA datang,diantar oleh para orang tua kakak atau yang lainnya sudah berada di kelas tari ku kebanyakan dari mereka ingin tari modern dan tradisional, hingga aku harus ekstra untuk mengajar mereka, hingga akhirnya aku merasakan benar-benar terkuras energi ku, karena hampir seharian aku mengajar, dan saat ini selesai mengajar aku merebahkan tubuh ku bersama dengan anak didik ku di lantai dansa, sekaligus untuk beramah-tamah dengan mereka agar kita mulai akrab.


hingga deru langkah terdengar nyaring, seorang pria tampan dengan stelan jas lengkap dan sangat rapi, dia berjalan menghampiri salah satu anak didik ku yang mungkin usia nya ,baru delapan belas tahun.


dia bernama Astrid, tiba-tiba saja ia berdiri sambil menyambut uluran tangan pria itu dan tidak hanya itu kami semua yang ikut bangkit, melihat gadis belia itu mengecup bibir pria tampan tersebut dan mengatakan"Daddy aku sangat merindukan mu, kapan kamu pulang"ucap nya.


"Baru saja, Honey, apa kau suka ikut kelas ini"ucap pria itu.


"Suka sekali Daddy, gurunya sangat baik hati dan, mengajar segala jenis tari"ucap wanita tersebut, aku tidak menyebut dia gadis, karena bagiku antara gadis dan wanita itu dua hal yang berbeda meskipun sama-sama perempuan.


jika gadis, adalah perempuan yang masih tersegel kesucian nya, dan wanita adalah perempuan yang sudah merasakan kenikmatan dari sebuah hubungan.


aku mengambil handuk dan air mineral yang bi Ijah berikan pada ku, setelah itu aku kembali memberikan botol tersebut.


"Tunggu Nona"saat aku hendak pergi ke luar, tiba-tiba dia menghentikan langkah ku.

__ADS_1


"Maaf tuan ada apa ya"tanya ku sambil berdiri di tempat ku.


"Aku ingin melihat calon istri ku menari dengan anda, dan untuk itu tenang saja, ada uang tip yang akan aku berikan pada anda"ucap nya.


"Baiklah anda ingin melihat kami menari dengan genre musik apa"tanya ku.


"dengan musik ini"ucap pria itu memberikan ponselnya yang masih menyala dan menyala alunan musik DJ.


"Baiklah, tapi betapa kau akan membayar ku"ucap ku, serius.


"Satu M, jika kamu bisa menari dengan baik dari yang aku harapkan"jawab nya.


"Dil" jawab ku lantang, hingga akhirnya musik tersambung ke speaker aktif yang benar-benar menggema dan aku menarik wanita itu ketengah lantai di ruangan tempat ku mengajar hingga aku mulai berjoget mengikuti alunan musik DJ, yang berasal dari handphone tersebut, ekspresi pria itu seketika kaget dengan mulut yang menganga dia membulatkan matanya, saat melihat tubuh ku yang benar-benar energik dan mampu mengikuti alunan musik.


hingga seseorang mematikan sambungan music tersebut dan ternyata dia adalah suamiku sendiri, aku langsung. berhenti dan menghambur memeluk nya.


"Eum... manja lihat ada yang bau sesuatu nih"ucap Marvin sambil menggendong ku pergi membawa ku menuju ke ruangan sahabat nya.


"Pangeran sudah menjemput tuan putri rupanya, tapi sayang taruhan satu M batal gara-gara kehadiran mu, ucap sahabat mas Marvin.


"Aku bisa berikan dia puluhan triliun, jika dia mau tapi kau salah karena istri ku, tidak suka kemewahan"ucap nya sambil terus menggendong ku, untuk membawa ku menuju mobilnya diikuti oleh BI Ijah dari belakang.


"Sayang, jangan marah aku hanya ingin membuat pria itu tidak lagi meremehkan keberadaan ku, sebagai pengajar dari kekasihnya itu" ucap ku yang bermanja-manja pada mas Marvin.


"Tidak ada satu orang pun yang akan berani meremehkan mu sayang ku, jika ada mereka pasti sudah bosan hidup"ucap mas Marvin yang membawa ku masuk kedalam mobil diikuti oleh BI Ijah, kami langsung menuju pulang ke rumah, dan sesampainya di rumah BI Ijah langsung menyiapkan makan malam untuk kami sementara kami berdua tengah mandi bersama, aku duduk di pangkuan mas Marvin di dalam bathtub kami pun saling bantu menggosok punggung seperti biasanya.


"Mas kenapa....ada apa? heummm"tanya ku.


"Aku sedang memandangi rembulan yang begitu cantik dan sangat mempesona di hati ku"ujarnya.


"Thank you my husband "ucap ku sambil tersenyum manis, mas Marvin mengecup pipiku dari samping.


setelah selesai merapihkan penampilan ku ,akupun berjalan dengan mas Marvin untuk turun ke bawah kebetulan ini sudah waktunya makan malam dan aku sangat laper.


🌹💖💖💖🌹


keesokan paginya, aku sedang bermalas-malasan karena hari ini aku mendapatkan tamu bulanan ku, seperti biasanya beruntung semalam mas Marvin sudah mengambil jatah malam nya sebelum tamu itu datang.


"Sayang bangun yu, kamu hari ini tidak mengajar"ucap nya lembut.


"Mas aku malas bangun dan tadi tamu bulanan ku datang, jadi tidak mungkin aku mengajar saat keadaan begini, paling aku hanya kasih contoh gerakan lewat salah seorang murid ku, dan itu sangat malas aku lakukan"ucap ku sambil membenamkan wajahku di dada bidang mas Marvin.


"Sayang ku ini sedang sangat manja, ayo bangun sekarang kamu ikut mas ke kantor ya sayang mas mau ditemani bekerja, oleh mu honey"ucap mas Marvin yang mencium bibirku.


"Baik lah, tapi apa? boleh aku bobo di kantor mas, seharian"ucap ku.

__ADS_1


"Iya sayang tentu saja boleh, ayo mandi"ucap mas Marvin sambil menggendong ku kedalam kamar mandi.


kami pun kembali mandi bersama, meskipun kali ini kami mandi terpisah aku selesai lebih dulu karena harus segera menyiapkan keperluan mas Marvin, sementara si bibi sudah memanggil untuk sarapan sedari tadi.


setelah selesai menyiapkan semuanya aku pun berjalan kembali ke walk-in closed untuk menggunakan pakaian ku, dan mas Marvin menyusul ku, dia terlihat begitu tampan dan fresh, saat ini entah mungkin karena habis mandi aku melihat suamiku lebih tampan berkali-kali lipat, apa lagi saat melihat perutnya yang bak roti sobek dan tetesan air itu menetes di sana aku buru-buru mendekat dan mengecup dada mas Marvin hingga dia langsung memejamkan mata nya.


"Sayang jangan menggoda mas, bukan nya kamu sedang ada tamu bulanan"ucap nya sambil mencoba menjauhkan ku dari nya.


"Mas kangen"ucap ku yang entah kenapa? kangen terus dengan suamiku ini.


"Sayang kamu tidak ada masalah dengan kepala mu, apa? di sini sakit atau yang lainnya"ucap nya terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja ko mas, kenapa? mas berpikir begitu, apa? salah jika aku kangen kamu"ucap ku yang tiba-tiba merasa sedih.


"Sayang jangan sedih maaf mas tidak bermaksud seperti itu, hanya mas sedikit merasa aneh tidak biasa nya kamu seperti ini, tapi tidak apa-apa, mas suka sayang, seandainya sedari dulu kamu seperti ini mas akan menjadi manusia paling bahagia di dunia ini"ucap mas Marvin padaku.


"Aku juga tidak tau mas, aku merasa sangat ingin bermanja-manja dengan mas"jawab ku.


"Baiklah honey kemarilah"ucap nya sambil tersenyum dia mendekap ku mengecup puncak kepala ku, dengan penuh cinta dan sayang yang begitu tulus, yang kurasakan, setelah itu aku kembali berpakaian rapi, dan membantu mas Marvin menggunakan kemeja nya, dan juga dasi nya,jas dan merapihkan rambut nya, setelah itu giliran ku untuk bersiap.


kami pun duduk di kursi depan meja makan saat akan mengambil makanan, aku langsung mundur dan berlari, menuju wastafel yang tidak jauh dari sana aku langsung memuntahkan isi perut ku yang bahkan belum terisi pagi ini, mas Marvin berlari menghampiri ku memijat tengkuk ku, sambil bertanya-tanya, apa? ada yang sakit atau apa? aku makan sesuatu kemarin, hingga seperti saat ini.


aku hanya mampu menggeleng dan secepat kilat pergi menaiki tangga, menuju lantai atas aku sudah tidak ingin mencium bau masakan tersebut, yang begitu menusuk di Indra penciuman ku.


sampai akhirnya mas Marvin langsung memanggil dokter untuk ku,aku begitu kaget, saat dokter mengatakan bahwa di rahim ku ini sedang tumbuh janin yang kini berusia delapan minggu tapi aku katakan pada dokter tersebut bahwa aku sedang datang bulan.


tapi dokter mengatakan itu biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama, dan bahkan ada yang hingga sampai usia kandungan trimester tiga.


aku hanya terbengong, dan yang aku tidak mengerti pernikahan kami bahkan belum genap satu bulan, aku sudah tidak tau lagi apa? yang aku lewat kan saat ini, karena mungkin ada sesuatu hal yang sudah mas Marvin tutupi, tapi saat melihat mas Marvin begitu antusias, aku kembali berpikir positif.


berapa pun usia kandungan ku, selagi ini adalah anak mas Marvin, aku bisa bernafas lega, karena selama ini aku hanya mengenal pria itu, bersama dengan ku, hingga aku dinyatakan hamil.


tapi aku bahkan melupakan hal yang paling berharga dalam hidup ku, aku tidak ingat kapan aku melepas hal yang paling berharga dalam hidup ku, bersama dengan mas Marvin, mungkin jawabannya ada pada pria tampan yang selama ini selalu ada di sisiku.


sementara setelah dokter memeriksa keadaan ku, dokter tersebut merasa sangat heran dan bertanya kepada mas Marvin, apa? aku mengalami gangguan ingatan, dan mas Marvin, sempat memberikan isyarat pada dokter tersebut, hingga dokter itu pun mengangguk faham.


aku hanya bisa terdiam bingung dengan semua yang terjadi, tapi kemudian aku dikejutkan dengan pelukan mas Marvin yang bahkan langsung mencium perutku.


"Mas, apa? aku melewatkan sesuatu yang paling berharga hingga kamu bisa setenang ini"tanya ku penasaran.


"Sayang jangan terlalu keras berpikir,ok apapun yang terjadi pada mu,aku tidak akan pernah meninggalkan mu, dan semua yang kita lewati kamu tidak perlu menyimpan dan mengingat semua nya, jika kamu tidak mampu, tapi hanya satu yang aku minta, tetap simpan aku di hati mu disini bersama dengan buah hati kita"ucap nya, yang membuat ku menangis sesenggukan, jika ada wanita yang paling beruntung di dunia ini itu hanya aku, karena aku punya pria yang selalu mencintai diriku dengan segala kekurangan ku, aku ingin sekali menyimpan semua kenangan terindah bersama nya di memori ku ini tapi sepertinya tuhan tidak merestui nya, untuk saat ini.


mas Marvin tidak jadi pergi ke kantor, dia bahkan menelpon asisten pribadi nya saat ini dia terus berada di samping ku dan mendekap ku erat, karena aku masih memikirkan apa yang terjadi pada diri ku sendiri.


POV: Marvin.

__ADS_1


Aku rela melakukan semua hal untuk membuat nya mengingat semua nya, tapi mungkin keterbatasan memori nya untuk menyimpan semua yang telah kami lewati tidak seperti orang normal pada umumnya, istri ku mengalami hal itu, tapi bagiku dia tetap yang teristimewa, tidak perduli, dia melupakan semua kenangan terindah yang pernah kita lewati, tapi satu hal yang membuat aku salut dia tetap menyimpan ku di hati nya, sekalipun dia mengingatku seperti orang asing, tapi setidaknya aku ada di sana, dan sekarang calon anak kami.


__ADS_2