
Agatha hanya bisa tersenyum kecut saat ini dia tidak ingin lagi berhubungan dengan pria yang selama ini dia cintai, karena hanya ada rasa sakit dari hubungan tersebut hingga keduanya memutuskan untuk tidak bertemu sementara waktu sesuai keinginan Agatha yang tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.
sementara itu di sebuah cafe, tepat nya di ruang VVIP yang sudah dia pesan untuk mengadakan meeting penting, sekumpulan orang berjas mahal sedang mengadakan rapat penting sebuah organisasi yang berlangsung lama, sampai saat pria bernama Rido itu menghentikan meeting penting tersebut.
"Meeting selesai saat ini juga anda semua bisa kembali ke tempat masing-masing"ucap Rido
sementara itu gadis cantik itu tengah berada di dalam cafe tersebut meskipun bukan di ruangan VIP, Agatha berbaur dengan orang lain karena sudah waktunya jam makan siang.
hingga tidak sengaja dia melihat suaminya itu tengah bersama perempuan yang lebih muda darinya, Agatha langsung menghampiri nya, karena dia tidak bisa membiarkan semua masalah berlarut-larut saat ini yang dia inginkan adalah kejelasan dari hubungan mereka saat ini.
Agatha berdiri mematung saat ini tepat di belakang suaminya yang ternyata tengah mengobrol serius dengan wanita yang dia panggil sayang karena sudah terlanjur mendekat Agatha akhirnya menghampiri mereka secara langsung.
"Jadi begini, saat aku terluka dan hingga mati di aniyaya oleh istri tua mu, sekarang sudah ada lagi wanita lain nya, sekarang juga kamu bisa ceraikan aku"ucap Agatha.
"Mas siapa? wanita ini"ucap wanita itu.
"Sayang mas bisa jelaskan"ucap pria itu
"Mau jelaskan apa? lagi sekarang sudah jelas bahwa kamu tidak pernah ada untuk ku dan ternyata kamu sudah punya wanita lain, selamat kamu memang pemain"ucap Agatha yang langsung pergi kembali ke meja nya setelah pertengkaran itu, akhirnya pasangan itu pergi karena malu dengan orang-orang yang melihat dan menatap jijik
sementara Agatha menangis dalam diam dia mengusap air mata nya sedari tadi, dan tak sadarkan seseorang telah menghampiri nya.
"Maaf ini dengan Nona Agatha"ucap nya dengan suara nya yang terdengar seksi.
Agatha buru-buru menghapus air mata nya dengan tisu, setelah itu dia menatap ke arah pria yang kini berdiri di hadapan nya, pria itu sungguh tampan tapi Agatha terlihat biasa saja.
"Iya saya sendiri"Jawab Agatha.
"Maaf saya yang kemarin telah menghubungi anda"ujarnya.
"Owh iya silahkan duduk"ucap Agatha.
"Perkenalkan nama saya Rido"ucap nya.
"Agatha"ucap Agatha.
"Kita sudah bisa membahas tentang rencana kerja sama kita sekarang juga"ucap Agatha yang langsung menyodorkan berkas untuk dipelajari oleh Rido.
Pembicara diantara mereka sedari tadi terlihat sangat fokus, tapi Agatha tidak tau bahwa sesekali pria tampan itu mencuri pandang ke arah Agatha.
wanita yang belum jelas seratus nya itu saat ini tidak ingin pusing dengan urusan pasangan dia ingin mengurus perusahaan itu dengan baik sebagai balas Budi pada ayah sambung nya yang selama ini begitu menyayangi nya, meskipun Angga tidak pernah minta semua itu.
hingga Agatha selesai membahas poin-poin penting dalam ketetapan persyaratan kerja sama tersebut, akhirnya mereka pun mengakhiri meeting tersebut.
"Saya rasa cukup sampai di sini pembahasan kita saat ini, nanti setelah kerja sama dimulai anda bisa langsung hadir di perusahaan kami"ucap wanita itu yang terlihat sangat mengagumkan, Agatha begitu pandai dalam mengatasi klien penting nya itu apalagi dengan kecantikan dan kecerdasan nya itu.
"Baiklah, bisa kah anda hadir di pesta ulang tahun perusahaan kami besok malam, secara diadakan di hotel kami, hotel xx nanti saya kirim undangan nya ke tempat anda"ucap Rido.
"Tentu terimakasih"ucap Agatha
gadis itu pun pamit pergi keluar dari cafe tersebut, sementara itu Rido terus menatap kepergian nya hingga tidak terlihat lagi.
Agatha kembali menitikkan air mata saat dia tiba di ruangan nya, Agatha terkenang saat-saat bahagia dengan Kristian, pria tampan selisih delapan tahun dengan nya itu selalu memanjakan nya, meskipun dia hanya dijadikan istri siri, dia memberikan Agatha rumah yang mewah dan dua buah mobil berharga fantastis.
yang tidak Agatha mengerti kenapa? pria itu tidak pernah cukup dengan satu wanita, Agatha masih sangat mencintai nya, tapi dia tidak ingin menjadi wanita bodoh untuk itu.
hingga dia mengecek ponselnya, ada puluhan panggilan dari Kristian dan juga beberapa pesan yang menjelaskan bahwa Agatha tengah salah paham padanya, Kristian masih sangat mencintai Agatha, hanya saja dia tidak ingin memperkeruh suasana karena wanita itu adalah suruhan istri tua nya yang masih mendekam di penjara, gara-gara kasus penganiyaan tersebut.
__ADS_1
Agatha tidak sedikit pun berniat untuk membalas pesan Kristian yang berjanji akan datang untuk melamar dirinya secara resmi pada keluarga Agatha, apapun yang terjadi nanti.
hingga jam pulang kantor berlalu wanita itu masih berada di dalam ruangan nya, hingga sang adik satu ibu dengan nya itu masuk.
"Ayo pulang apa? kakak sudah siap"ucap Adryan.
"Sudah hanya saja kakak sedang tidak ingin pulang, bisa kamu temani kakak jalan-jalan"ucap Agata.
"Traktir oke"ucap Adryan antusias.
"Apa? uang jajan yang Daddy berikan masih tak cukup"ucap Agatha bertanya.
"Cukup sih kak, tapi aku juga mau ngerasain uang CEO, itu rasanya seperti apa?"canda Adryan sambil nyengir kuda.
"Makanya cepat belajar, sebentar lagi perusahaan ini akan jatuh ke tangan mu, kakak hanya akan membantu mu sesekali, dan jaga kedua orang tua kita, dengan baik jika kelak kakak pergi"ucap Agatha, sambil menatap sendu.
"Nggak mau ah... kakak bicara apa sih gak jelas banget, sudah cukup ya kak, kejadian kemarin membuat kita syok berat, aku tidak mau lagi kakak kenapa-napa"ucap Adryan.
"Adryan tidak selamanya hidup ini abadi, kamu pasti tahu itu, dan jika kelak kakak sudah tidak ada lagi di dunia ini, kakak hanya berharap Adryan jadi pria yang bertanggung jawab, urus perusahaan ini dengan baik dan jaga Mommy dan Daddy, jangan biarkan mereka menangis"ucap Agatha.
"Adryan tidak ingin mendengar itu, kak apaan sih, jangan ngomong kayak gitu, Adryan tidak mau kakak kenapa-napa"ucap Adryan.
"Hi... bocah Cengeng apa? kakak mu ini, kelihatan akan pergi sekarang"ucap Agatha sambil merangkul bahu adiknya yang tumbuh tinggi itu.
Mereka pun berjalan menuju pintu lift untuk turun ke lobi gedung perkantoran tersebut perusahaan itu memiliki tiga cabang perusahaan di beberapa negara Angga dan Marvin adalah pengusaha sukses, hanya saja Angga, tidak punya banyak anak buah yang menangani semua perusahaan tersebut seperti Marvin, pria yang saat ini sudah menikmati mas pensiun nya itu memiliki banyak anak buah yang akan mengurus seluruh cabang perusahaan miliknya itu, sehingga pria itu, hanya akan menerima penghasilan tanpa pusing memikirkan pekerjaan, dan seluruh nya kini dipegang Alvin.
🌸......................🌸
Agatha tiba di sebuah pusat perbelanjaan, dia berencana untuk nonton bareng sang adik di bioskop, saat dia mengantri untuk membeli tiket dan juga makanan ringan, untuk teman dia nonton.
Rido, terlihat merangkul pinggang wanita yang memakai pakaian kurang bahan tersebut yang tengah tersenyum manja pada Rido.
mendadak Agatha ingin muntah dibuat nya tapi dia segera meraih minuman kaleng tersebut, dari tangan Rido.
"Kakak kenapa? kaya orang tengah ngidam gitu"ucap Adryan asal nyablak.
"Aku lihat sesuatu yang buat perut'ini rasanya sungguh mual"ucap Agatha, sambil melihat ke arah Rido.
"Kakak naksir orang itu, dia lumayan juga"ucap Adryan.
"Lumayan gila maksud nya, ah sudah lah ayo kita masuk film nya sudah mau dimulai"ucap Agatha.
"Benarkah"ujar Adryan lebay.
Agatha pun kembali merangkul bahu adiknya itu yang kini membawa dua kotak popcorn dan satu juta tiga kaleng Pepsi ,untung saja Adryan sudah terbiasa dengan itu, dan setelah tiba di barisan ketiga dari belakang Agatha langsung mendaratkan bokong nya di kursi tersebut lalu mengambil satu kotak popcorn berukuran besar itu, dan setelah itu dia juga mengambil satu kaleng Pepsi lagi.
"Wah ini sih film kesukaan ku"ujar Adryan.
"Masa sih?"ucap Agatha yang kini mendongak ke arah Adryan yang masih berdiri.
"Kakak lihat saja nanti"ucap Adryan yang sudah duduk dengan nyaman.begitu juga dengan Agatha, gadis itu kini duduk bersandar, hingga film tersebut selesai setengah , Adryan melihat Agatha, tertidur pulas mungkin dia lelah pemuda itu pun menyandarkan kepala kakaknya itu di bahunya.
Adryan begitu menyayangi kakak satu ibunya itu, hingga saat ini, Agatha adalah kakak berbaik baginya meskipun ada kakak satu ayah dengan nya, tapi tidak sedekat dengan Agatha, wanita itu terlalu sibuk mengurus keluarga kecil nya saat ini.
sementara Agatha, selalu memenuhi apa? yang ia mau, selagi wanita itu mampu untuk memberi nya.
Agatha sudah hampir satu jam tertidur dengan bantalan dada bidang sang adik, hingga film itu usai, Agatha pun Adryan bangun kan karena harus pulang waktu juga sudah menunjukkan pukul tujuh malam, saat nya mereka makan malam.
__ADS_1
saat Agatha bangun Adryan membimbing langkah sang kakak, untuk pergi ke toilet terlebih dahulu agar dia mencuci wajah nya yang terlihat kusut setelah bangun tidur.
Agatha langsung masuk ke toilet wanita itu tanpa tahu ada yang memperhatikan dia sedari tadi, hingga wanita itu keluar dan sudah terlihat lebih segar dari yang tadi saat ini dia sudah kembali merapihkan penampilan nya.
"Jika kakak ingin tidur kenapa? harus di tempat yang ramai, kakak bisa pulang ke rumah"ujar Adryan.
"Sejak saat itu, kakak tidak pernah bisa istirahat dengan tenang, kakak selalu dibayang-bayangi oleh kejadian tersebut"ucap wanita itu.
Agatha membuat sebuah pengakuan yang cukup mengejutkan.
Agatha pun berjalan diikuti oleh Adryan yang menatap iba kearah nya, dia pun bertekad untuk selalu ada untuk kakak nya itu.
Agatha dan Adryan tiba di sebuah restoran Jepang yang masih berada di mall tersebut.
lagi-lagi dia bertemu dengan Rido yang baru masuk bersama dengan wanita lain lagi.
Agatha hanya bisa menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya, dia bisa melihat sang Casanova saat ini dia adalah Rido.
Agatha pun memesan makanan yang sama dengan Adryan.
dia memesan steak Wagyu dan juga dua sushi dan chicken katsu. semua terdiri dari dua porsi dan minuman nya greentea.
tidak lama pesanan pun datang Agatha langsung menyantap sushi berbarengan dengan Adryan.
pria yang ada di meja sebelah tersebut sedari tadi mencuri pandang pada Agatha.
Agatha pun masih asik dengan semua menu makanan tersebut.
hingga saat Adryan selesai makan Agatha masih belum selesai, dan saat pelayan menyajikan minuman hangat yang bisa membuat perut terasa nyaman setelah memakan makanan tersebut.
Adryan melirik ke arah pandangan Agatha yang melihat seseorang yang saat itu mengaku sebagai suami dari Agatha, yang kini tengah merangkul pinggang wanita yang kemungkinan adalah istri siri nya juga.
"Aku sudah selesai, ayo kita pulang"ucap Agatha yang melihat kemarahan terpancar dari wajah sang adik.
Agatha langsung merangkul bahu sang adik dan membawa nya pergi dari tempat tersebut.
Agatha tidak ingin, terjadi keributan di tempat ramai tersebut.
hingga akhirnya mereka sampai di depan mobil Agatha, wanita itu terkejut karena sudah ada seseorang yang dulu menjadi pelaku penganiayaan terhadap Agatha hingga akhirnya wanita itu mundur beberapa langkah tapi kemudian Adryan yang mengerti ketakutan sang kakak dia langsung membawa wanita itu kedalam dekapannya dan menatap tajam kearah wanita itu.
"Nyonya Agatha, saya hanya ingin meminta maaf atas kesalahan yang saya perbuat"ucap wanita itu.
Agatha tidak menjawab dia langsung naik kedalam mobil dan Adryan mengambil alih kemudi, karena tau sang kakak tidak dalam kondisi yang baik-baik saja.
mereka pun pergi dengan mobilnya, ada tawa jahat dari wanita yang tadi bersandiwara meminta maaf pada Agatha, hingga saat Adryan menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan mobil tersebut.
"Kak, gawat mobilnya lolos rem bagaimana ini"ucap Adryan yang terlihat sedikit Panik Adryan pelan kan kecepatan nya biar kakak pindah posisi yang gantikan kamu menyetir, dan kamu siap-siap untuk melompat, nanti kakak nyusul oke"ucap Agatha
"Tidak kak itu bahaya, biar aku saja kakak yang loncat lebih dulu"ucap Adryan hingga tiba saatnya nya mobil itu semakin tidak terkendali.
Agatha langsung merebut kemudi dia langsung meminta adiknya melompat, ke arah trotoar, dan itu berhasil meskipun Adryan mengalami luka yang cukup serius, dan tiba-tiba
"Ahhhhhh, kakak"teriak Adryan yang melihat mobil itu bertubrukan dengan truk hingga Adryan pun pingsan dan orang-orang berlarian memburu Adryan dan melihat kondisi mobil yang menabrak truk tersebut.
Semua orang langsung membantu Agatha untuk keluar dari dalam mobil yang ringsek di bagian depan tersebut beruntung Agatha sempat melompat ke jok belakang dia selamat meskipun terluka di bagian kepala.
mereka berdua pun dilarikan ke rumah sakit.
__ADS_1