
Agatha duduk sambil menatap langit malam yang gelap, sejak dia melempar Handphone.
Agatha tidak pergi juga dari balkon meskipun berulang kali Xena, meminta dia untuk makan.
Entah, bagaimana perasaan nya saat ini, sementara itu Kristofer, kini tengah mengamuk karena Agatha tidak menerima panggilan telepon darinya hingga scurity, yang tadi datang membantu sekarang dia sudah datang lagi.
"Alex, ada pak satpam yang tadi disini" ucap Xena, sambil mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban.
Hingga Sena kembali ke hadapan satpam tersebut.
"Maaf pak, nona Agatha sedang tidak bisa ditemui"ucap Xena.
"Tuan Kristofer meminta nona Agatha, untuk mengangkat telepon, jika tidak kita semua akan terkena imbasnya"ucap satpam tersebut.
"Baiklah pak saya akan sampaikan"ucap Xena.
"Jangan sampai tidak nona ini bahaya"ucap satpam tersebut.
"Baiklah"ucap Xena yang tau jika Kristofer telah marah mungkin seperempat dunia ini akan kembali heboh.
Sementara itu Agatha, yang sedari tadi berada di ambang kamar mereka dia langsung berjalan menghampiri sebuah telpon fleksibel dan di kembali membawa nya ke dalam kamar nya lalu menekan tombol dan telpon pun tersambung.
^^^"Honey, apa peringatan ku masih kurang" Kristofer.^^^
Tapi Agatha tidak berkata apa-apa dia terus diam tanpa kata.
^^^"Aku akan datang jika kamu tidak kunjung mau bicara"Kristofer.^^^
Agatha langsung mematikan sambungan telepon tersebut, hingga berulang kali telpon itu kembali berdering tapi lagi- Agatha tidak peduli.
Sampai akhirnya jeritan orang-orang berteriak kebakaran dari lantai teratas gedung apartemen tersebut, Agatha baru mengangkat panggilan tersebut.
"Cukup... silahkan bakar gedung ini jika mereka kebakaran aku juga tidak akan pernah menghindar dari api"Ancam Agatha.
Kristofer yang murka, kini menghentikan aksinya lewat tangan kanannya tersebut dan tiba-tiba api bisa padam hanya dengan hitungan detik.
Agatha tidak memperdulikan itu meskipun Xena meminta Agatha untuk segera turun keluar dari dalam apartemen tersebut tapi gadis itu tidak bergeming sedikitpun dia hanya tidur di kamar nya.
Hingga keesokan harinya tepat saat Agatha tengah berada di dalam ruangan kerja nya, kebetulan Xena, baru saja datang dari jalan-jalan dia kaget, saat melihat para pria bertubuh kekar tengah berdiri di ambang pintu hunian milik Agatha.
"Kris, aku lelah sebaiknya kamu pergi saja" ucap Agatha yang menatap lekat wajah tampan pria yang kini ingin ia lupakan.
"Aku tidak akan pernah pergi sebelum kamu mau ikut dengan ku"ucap Kristofer.
"Aku tidak mau"ucap Agatha yang kini berbalik dan pergi menatap kearah jendela kaca.
"Honey aku tidak terima penolakan"ucap Kristofer.
"Terserah kamu"ucap Agatha yang hendak pergi.
Tapi tangan kekar itu menahan lengan gadis berotot itu meskipun bukan otot kekar. yang besar seperti itu pria.
"Bereskan barang-barang istri ku sekarang juga tidak boleh ada yang tersisa dan bawa kebawah dan siapkan mobil pindahan"ucap Kristofer.
"Kris! stop aku bilang stop!"ujar Agatha berteriak lantang air mata nya tidak bisa dibendung lagi.
"Kamu bisa menghabisi ku, sekarang juga aku lebih baik mati daripada harus terus begini aku lelah, aku lelah"ucap Agatha yang kini merosot di lantai dengan tangis nya yang begitu memilukan.
Kristofer langsung membawa Agatha berjalan menuju keluar hunian nya dengan posisi di gendong ala bridal style agatha menyusupkan wajah nya di dada bidang Kristofer.
Hingga tiba di mobil milik Kristofer, dia masih duduk di pangkuan Kristofer yang masih mendekap erat gadis cantik itu.
"Ke bandara"ucap Kristofer.
"Tidak aku mohon jangan lakukan ini Kris, aku tidak mau meninggalkan keluarga ku"ucap Agatha.
"Aku sudah bilang peringatkan agar tidak membangkang" ucap Kristofer.
"Kris, kamu sudah punya dia aku tidak mau terus-menerus dijadikan wanita cadangan, aku juga ingin hidup normal dan bahagia Kris, tapi jika itu juga tidak diperbolehkan aku lebih baik sendiri"ucap Agatha.
"Siapa? yang bilang kalau kamu adalah wanita cadangan honey, kamu tidak seperti itu"ucap Kristofer.
__ADS_1
"Kau tidak perlu membujuk ku Kris, aku bukan anak kecil lagi, aku tau kamu dan Alex sama saja"ucap Agatha sambil berlinang air mata.
Kristofer menatap tajam kearah Agatha, rahangnya mengeras dan wajah yang merah padam.
"Jangan pernah samakan aku dengan cecunguk itu"ucap Kristofer yang kini menekan genggaman tangan nya begitu kuat.
Sementara itu Agatha hanya menangis dalam diam sambil menatap lekat wajah Kristofer, gadis itu tidak meringis sama sekali, bukan tidak merasa sakit, bahkan rasanya itu sungguh sangat sakit, tapi lebih sakit lagi diperlukan seperti ini oleh orang yang ia cintai.
"Kris, kamu bisa menghabisi ku sekarang"ucap Agatha lirih.
Tidak ada jawaban selain perlahan cengkraman tangan itu memudar, Agatha terus menatap lekat wajah tampan yang kini terlihat merasa bersalah itu, meskipun hanya sekedar ekspresi, tidak dengan pernyataan.
Pria itu memalingkan wajahnya, dan Agatha perlahan turun dari pangkuan Kristofer, gadis itu sungguh sedih dia menatap kearah jendela.
"Antar aku pulang ke Mension"ucap Agatha.
"Dubai, untuk tiga tahun kedepan itu adalah rumah mu"ujar Kristofer.
"Kris!"pekik Agatha
"Jangan membantah"ucap pria itu tegas.
Agatha mengusap rambut nya kasar.
Gadis itu sudah tidak tau lagi kedepannya akan bagaimana yang jelas saat ini dia sedih karena harus berpisah dengan seluruh keluarga nya, tidak hanya dia juga harus membuat Daddy nya kembali mengurus perusahaan.
"Egois"lirih Agatha yang kini masih menatap kearah jendela, sementara Kristofer, refleks menoleh kearah gadis itu.
"Semua ini terjadi karena ulah dirimu apa kamu tau gara-gara kamu aku bahkan haru menanggung kerugian yang begitu besar"ucap gadis itu.
"Aku tidak meminta mu melakukan hal itu Kris, aku tidak meminta mu datang jika kamu lupa itu"ucap Agatha.
"Kau jelas meminta ku untuk datang jika saja kamu mau bicara dan jelaskan semua yang terjadi mungkin semua tidak perlu terjadi"ucap Kristofer.
"Untuk apa? kau melakukan itu jika kamu menyesali nya, aku tidak se-berharga itu di mata mu maka dari itu aku mengalah aku mundur perlahan, dari hidup mu, tapi kenapa? disaat kau melakukan semua itu aku juga yang kamu salahkan, bunuh saja aku Kris, agar kamu puas" ucap Agatha.
Tiba-tiba saja Kristofer menarik tangan Agatha lalu menarik tengkuk gadis itu, Kristofer mencium bibir itu dengan sangat keras, dan Agatha berontak tapi kalah tenaga dengan Kristofer yang kini mengunci pergerakan nya, menggigit bibir bawahnya hingga gadis itu meringis kesakitan.
...🌸...........🌸...
Agatha, kini tengah berada di dalam pesawat jet pribadi milik Kristofer, gadis itu hanya terdiam tanpa membawa apapun, karena barang-barang nya diantar ke Mension, bersama dengan Xena.
Beruntung keluarga Agatha tampak ramah dan menerima Xena, apa? adanya kecuali NATO, yang masih marah saat melihat wanita itu, selalu mengingatkan dirinya pada masa lalu nya.
mantan NATO, adalah kakak satu ayah lain ibu dengan Xena, hingga wajahnya begitu mirip, meskipun usia mereka sedikit jauh .
Kini Xena,tengah ditanyai oleh Ariana rose dan juga Anggita berserta Alvin, bukan asal usul Xena melainkan dimana Agatha, saat ini.
Sampai Xena, mengatakan bahwa Agatha dibawa pergi oleh Kristofer, akhirnya Ariana sedikit merasa lega, Kristofer sudah berjanji di hadapan Marvin, sebelum suaminya meninggal dunia, bahwa sampai kapan pun, Kristofer, akan terus menjaga Agatha, dengan cara apapun karena dia juga mencintai Agatha, selain dia balasbudi atas kebaikan Marvin, yang telah menolong ibunya saat musuh hendak mencelakai ibunya.
"Honey... makan lah ini sudah larut malam"ucap pria tampan yang kini sudah berada di hadapan gadis itu.
"Aku tidak lapar"ucap Agatha.
"Yang, aku tidak minta pendapat mu"ucap Kristofer yang kini duduk berhadapan dengan agathy.
"Keluarga ku"ucap Agatha.
"Mereka sudah tahu, dan sahabat mu ada disana"ucap Kristofer.
"Biarkan dia bersama dengan ku"ucap Agatha.
"Setelah kita menikah nanti" jawab Kristofer.
"Kris itu tidak akan mungkin terjadi kau sudah punya istri"ucap Agatha.
"Honey!"teriak Kristofer.
"Aku benci kamu Kristofer, aku benci kenapa? aku harus kau jadikan wanita cadangan, aku dilahirkan oleh ibu ku, untuk menjadi putri yang bahagia tapi kenapa? kamu dengan semua keegoisan mu itu menjadikan aku sebagai pelakor" teriak agatha yang kini menepis nampan yang ada di hadpan mereka.
Seketika pria itu kaget karena hampir saja semua itu berhamburan keatas pangkuan nya jika saja dia tidak menghindar secara refleks.
__ADS_1
Agatha pergi meninggalkan pria tampan yang kini tengah menatap tajam kearah nya, agatha memasuki kamar yang tersedia di sana.
Kris, menghela nafas kasar pria itu harus ekstra bersabar menghadapi seorang Agatha yang kadang masih labil.
"Honey, aku minta maaf, tapi aku janji tidak akan pernah membiarkan mu seperti itu, pernikahan ku dengan dia hanya formalitas, tidak ada hubungan lebih selain itu"ucap Kris.
"Ceraikan dia, setelah itu kita akan menikah jika tidak maka selamanya akan tetap seperti ini dan aku akan menikah dengan pria lain" ucap Agatha.
"Aku akan menguliti pria manapun yang berani mendekati mu"ucap Kristofer.
Hingga saat Kristofer menyuapi Agatha, secara paksa dengan bubur terbaik yang dia sediakan sendiri, karena dia tau tunangannya itu, sedang kurang baik kesehatan nya.
"Aku bisa makan sendiri"ucap Agatha.
"Menurut atau aku suapi dengan bibir ku langsung" ucap Kristofer.
"Iya-iya bawel"ucap Agatha yang kini menerima suapan tersebut.
"Heumm" ujar Kristofer.
Sampai mereka tiba di Dubai airport.
Kristofer dijemput oleh beberapa orang anak buahnya yang berada di negara tersebut, saat ini keadaan bandara begitu penuh orang-orang berdesakan karena kedatangan artis Korea yang membuat para fans panatik itu berdesakan di sana ingin meraih idola nya, termasuk Agatha, yang ikut-ikutan heboh tapi Kristofer, langsung menariknya kedalam dekapannya.
"Jangan sampai aku melenyapkan mereka detik ini juga"ancam Kristofer.
"Terserah"ucap Agatha yang sedari perjalanan menguji kesabaran Kristofer.
Pria itu langsung menggendong Agatha, yang kini seakan melayang di udara.
Sampai tiba di mobil dan mereka pun pergi ke sebuah hotel berbintang termegah yang ada di sana, tidak tanggung-tanggung kamar yang disediakan untuk agatha, adalah kamar termewah yang ada di sana.
Sesampainya di dalam kamar Kristofer langsung membaringkan agatha, dan juga dirinya yang kini memeluk wanita cantik itu.
"Kris aku mau mandi"ucap Agatha yang mencoba melepaskan pelukan Kristofer.
"Sebentar lagi honey, biarkan aku tidur barang sekejap sebelum aku pulang ke rumah"ucap Kristofer.
Deg...
Sakit rasanya saat mendengar hal itu.
Agatha terdiam seribu bahasa, saat itu Kristofer mengerti arti diam dari gadis itu.
"Aku menyiapkan rumah untuk kita honey"ucap Kris bohong.
"Tidak usah berbohong padaku, jika kamu ingin membuang ku disini silahkan saja"ucap Agatha yang berhasil membuat rasa perih hinggap di hati Kristofer.
Agatha bangkit tanpa permisi gadis itu berjalan menuju kamar mandi dan mengunci pintu nya, dia menatap dirinya di cermin, lalu mengisi bathtub dengan air dingin hingga penuh setelah itu dia mematikan keran air itu.
Agatha langsung masuk kedalam air tersebut dia tidak perduli lagi dengan apapun saat ini yang dia inginkan adalah pergi untuk selama-lamanya dari kehidupan pahit yang ia jalani, sampai saat dia hendak menenggelamkan kepalanya kristofer mendobrak pintu kamar mandi tersebut, tapi Agatha, tidak kunjung menyurutkan niatnya, dia langsung menenggelamkan kepalanya sampai Kristofer berlari menghampiri bathtub, dan meraih tubuh itu dengan gesit.
Agatha, terbatuk-batuk dan nafasnya tersengal-sengal, Kristofer mengamuk di hadapan Agatha, yang kini tengah memeluk lutut nya karena kedinginan.
"Apa? segitu inginnya kau pergi dari ku, iya! katakan agatha katakan"ucap Kristofer yang kini menghancurkan semua yang ada di hadapannya.
"Stop Kris, aku kepeleset tadi!"teriak Agatha.
"Apa? itu yang kamu bilang kepeleset" ucap Kristofer yang memperlihatkan rekaman Cctv yang berulang-ulang di depan televisi yang ada di hadapannya.
Agatha, terdiam dia tidak tau lagi harus menjawab apa?Kris langsung meraih pakaian yang Agatha kenakan hingga gadis itu hanya menggunakan underwear dan penutup gunung kembarnya Kristofer kini langsung menyelimuti tubuh seksi nan mulus itu terdapat gambar tato yang melingkar di pinggang sebelah kiri Agatha.
Agatha, duduk di sofa dengan selimut tebal tersebut.
"buka semua nya"perintah Kristofer, yang jujur sulit untuk mengontrol nafsu nya, yang kini memuncak saat melihat tubuh molek milik gadis cantik itu, tapi dia tidak ingin menodai Agatha, sebelum benar-benar ada pernikahan di antara keduanya.
"Aku tidak bawa baju" ucap Agatha.
"Kau masih menggunakan selimut, sebelum asisten pribadi ku datang membawa nya"ucap Kristofer yang sedari tadi menahan gejolak jiwa nya yang membuncah.
Agatha bangkit dan menjepit selimut tebal itu, tapi dia kesulitan saat akan melepaskan pengait bra nya, hingga dia melirik ke arah Kris, yang sedari tadi membuang nafas kasar.
__ADS_1
"Aku kesulitan melepaskan ini sambil memegang selimut"ucap Agatha yang langsung membuat Kristofer, menelan ludah nya dengan kasar , ini bukan kali pertama melihat wanita bertelanjang bulat dan seksi, tapi kenapa? hanya pada Agatha, dia begitu tertarik.