Sang Penari

Sang Penari
#Ingin di manja#


__ADS_3

Hari-hari Agatha bersama ketiga anak nya membuat wanita merasa semakin bahagia.


"Kaley sayang mau latihan menari?."tanya Agatha.


"Ya,,"ucap Kaley.


Agatha pun mendandani putrinya tepat di ruangan yang cukup luas untuk studio tarinya.


"Kamu ikuti gerakan Mommy ya sayang."ucap Agatha lembut.


"Oke,, Mom."ucap gadis kecil itu.


Agatha pun, mulai dengan gerakan tari itu, sambil melirik ke arah depan dimana dinding cermin yang menjulang tinggi itu berada.


Agatha tersenyum dia merasa bangga karena putri semata wayangnya itu ternyata berbakat, namun tanpa sadar kedua putranya pun tengah ikut menari bahkan mereka mengikuti gerakan demi gerakan tari tersebut.


Hingga Kaley berhenti karena merasa lelah Agatha pun melirik ke belakang dan ternyata kedua pria kecil itu tengah tertawa cekikikan sambil menurunkan goyangan pinggul yang Agatha peragakan tadi, dan akhirnya semua orang ikut tertawa.


Agatha pun membuat keduanya berbaris dia mengajarkan keduanya.


Agatha kini berdiri di barisan paling depan.


Wanita itu langsung membuat gerakan break dance tubuh ibu tiga anak itu seketika itu seakan seperti boneka yang digerakkan oleh manusia.


Satu persatu gerakan, ia peragakan hingga akhirnya mereka mengikuti sang Mommy.


Mereka tertawa riang gembira, karena merasa bahagia, bisa menirukan gerakan yang diajarkan oleh sang mommy.


"Mommy aku bisa!"teriak Kala yang begitu antusias.


Agatha pun semakin menyemangati mereka, hingga ketiga anak itu kembali berjoget bersama dengan sang Mommy.


"Sudah dulu sayang sekarang waktunya kita istirahat bilang pada suster untuk buatkan kalian jus buah."ucap Agatha.


Wanita itu langsung membawa anak mereka ke ruang bersantai, sementara setelah itu dirinya pergi ke kamarnya.


Agatha pun duduk di sofa kamar nya sambil meraih laptop nya.


Dia ingin mengecek email yang dikirimkan oleh asisten pribadinya.


Sampai beberapa menit berlalu tak terasa sudah hampir satu jam dia berkutat dengan laptopnya, Agatha mengakhiri itu dengan menutup laptopnya.


Dia pun pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum ketiga anak nya datang menyerbu untuk tidur siang.


Agatha menghabiskan weekend nya bersama dengan ketiga buah hatinya.


Ibu tiga anak itu kini tengah berendam di dalam bathtub-e yang di bubuhi sabun aroma terapi dan lilin aroma terapi yang kini menyala di pinggir bathtub-e.


Wanita yang kini berusia 27 tahun itu terlihat sangat menikmati posisinya saat ini hingga dia bisa memejamkan mata dan merilekskan otot tubuh nya.


Weekend ini tanpa adanya suami disisinya membuat dia merasa sedikit lega, karena jika Kristofer ada wanita itu sudah pasti lebih banyak ribut beradu argument, ketimbang akurnya karena permintaan Agatha sedari dulu masih menjadi pembahasan yang alot dan sulit untuk diakhiri.


Agatha, hanya akan terluka oleh keadaan itu.


Wanita itu kini sudah memiliki rumah impian hasil kerja keras nya sendiri, meskipun dia memiliki perusahaan yang sangat besar dan sedari kecil hidup berkecukupan tapi dia tidak pernah berbuat semena-mena dengan harta warisan itu, dia lebih suka bekerja dan menghasilkan uang sendiri daripada menggunakan uang yang diberikan oleh Kristofer ataupun Marvin dan keluarga nya.


Gajinya sebagai CEO perusahaan itu, selama ini ia gunakan untuk biyaya hidup nya.

__ADS_1


Sementara setiap uang yang Kristofer berikan setiap bulannya masih utuh didalam kartu ajaib tersebut.


Bahkan Kristofer pernah protes karena istrinya tidak pernah menggunakan fasilitas yang ia berikan.


Agatha selesai mandi dia kini sudah menggunakan pakaian santai yang terdiri dari hotpants dan T-shirt kedodoran yang kini melekat di tubuh ramping nya itu.


Agatha pun duduk di depan cermin meja rias miliknya, sambil menatap pantulan dirinya saat ini.


"Kau sudah bukan Agatha yang dulu lagi, kamu adalah ibu dari tiga anak mu yang saat ini bahkan sudah membuat mu bahagia."ujar Agatha.


Agatha langsung meraih ikat rambut dan dia mengikat rambut nya itu.


Setelah selesai dia kembali meraih laptop nya tapi tiba-tiba suaminya menghubungi dirinya.


"Dimana? kamu honey,, pelayan bilang kamu tidak ada di Mension."ucap Kristofer langsung bertanya.


"Di surga dunia yang sangat indah."jawab Agatha.


Sampai beberapa detik, Kristofer terdiam.


"Honey aku bicara serius."ucap Kristofer.


"Aku juga Serius Kris."ucap gadis itu.


"Baiklah honey aku akan segera menyusul mu kesana."ujarnya.


Kristofer pun menutup sambungan telepon tersebut, Agatha sendiri kini dia tengah mencerna ucapan pria itu.


"Mommy,, kami datang!."teriak ketiganya.


"Ya,, mom sudah."jawab Kalan.


Agatha pun langsung membawa mereka naik keatas ranjang tempat mereka akan tidur bersama saat ini.


Sampai dua jam kemudian, akhirnya mereka pun bangun tidur. Agatha membawa mereka bergantian untuk mencuci wajah nya di wastafel.


Agatha membasuh wajah ketiga anaknya dengan sangat lembut sesekali ia akan mengecup pipi putra-putrinya itu.


"Sayang kalian tunggu disini mommy ambilkan camilan untuk kalian jangan turun dulu nanti ada daddy di bawah."ucap Agatha.


Bukan niat Agatha untuk menakuti mereka, tapi ketiga anak nya memang masih kesal dengan Kristofer, Karena mereka sudah dijauhkan dari Agatha.


Dan ternyata ucapan Agatha menjadi kenyataan, pria yang satu Minggu lalu pamit untuk pergi ke Dubai, kini dia sudah berada di rumah tersebut.


"Benar-benar surga dunia yang sangat nyaman."sindir Kristofer.


"Kamu tau rumah ini juga."ucap Agatha pelan.


"Aku tau dimana pun kalian tinggal."Kata Kristofer.


"Aku lupa jika kau adalah seorang cenayang,, masuk lah selamat datang di rumahku."ujar Agatha santai, bahkan tidak ada sambutan peluk cium seperti dulu.


Agatha pun meminta pelayan untuk membuatkan minum untuk suaminya itu, sambil bersibuk memotong buah tidak perduli dengan suaminya yang kini tengah menatap heran kepada istrinya yang terlampau cuek.


Sampai Agatha selesai dengan buah-buahan tersebut pelayan pun sudah membuat tiga gelas susu, dan juga satu gelas kopi seperti yang selalu Agatha ajarkan pada mereka.


Disana hanya ada dua orang pelayan, dua Sopi tiga baby sitter, dan empat scurity yang menjaga rumah besar itu setiap hari nya.

__ADS_1


Tukang kebun sendiri adalah salah satu suami dari pelayan rumah tersebut.


Agatha, kini berjalan menuju lift diikuti oleh Kristofer .


Sementara pelayan naik ke atas dengan menggunakan tangga yang memutar itu yang berada di tengah pilar rumah besar itu.


Agatha meminta ketiga baby sitter nya untuk memberikan mereka buah setelah membawa tiga anak nya ke ruang bermain.


Sementara dirinya kini duduk bersama dengan Kristofer yang kini menatap lekat dirinya.


"Aku harap kamu bisa mengembalikan kepercayaan mereka bertiga, karena perbuatan mu bahkan ketiga anak ku takut pada daddy nya sendiri."ucap Agatha.


...🌸...................🌸...


"Aku tidak berbuat apa-apa, justru semua itu bermula dari keegoisan dirimu, kamu membawa mereka pergi."ucap Kristofer.


"Aku pergi semua itu karena kamu tidak pernah mengabulkan permohonan ku, aku hanya ingin hidup normal seperti pasangan lain, dan kita tidak perlu berpindah-pindah tempat. aku punya banyak urusan begitu juga dengan kamu,, jadi sebaiknya kita hidup masing-masing saja jika kamu pun tidak mau mengerti dengan keadaan ini."ucap Agatha.


"Masing-masing kamu pikir itu mudah heeuh."ucap Kristofer, yang kini menatap lekat Agatha.


"Mudah saja, kamu hanya ingin ketiga anak mu bukan? dan itu sudah kamu dapatkan. dan saat ini kau juga sudah memutuskan untuk tinggal bersama dengan dirinya untuk selamanya, jadi kamu cukup menengok mereka setiap kali ada waktu saja simpel bukan."ucap Agatha.


"Honey,, kamu bicara apa? heeuh aku tidak mendengar nya."ucap Kristofer dengan sengaja.


Agatha hanya geleng-geleng kepala, setelah itu ia kembali terdiam sambil meraih laptop nya.


"Honey,, boleh tolong pijat punggung ku rasanya aku lelah sekali."ujar pria itu, seakan tak terjadi apa-apa.


Sementara Agatha kini menatap lekat wajah tampan itu.


"Kris,, sampai kapan kamu terus mempertahankan aku, apa? ini lucu' menurut mu"ucap Agatha.


"Sayang,, aku tak pernah mempermainkan dirimu. kamu sendiri yang selalu ribet dengan semua peraturan yang ada, aku hanya meminta mu menikmati hidup mu. dan aku juga menyarankan untuk membiarkan ketiga buah cinta kita untuk minum susu formula, tapi kamu terus saja tidak mendengarkan kata-kata ku."ucap Kristofer dengan santainya.


Agatha tidak lagi berkata apa-apa, dia pun naik ke atas ranjang saat ini karena Kristofer meminta dirinya untuk memijatnya, entah apa? yang harus dipijat sementara tubuh yang berotot itu sungguh sangat keras jika benar-benar harus dipijat.


Agatha mengoles body losion ke seluruh permukaan punggung Kristofer.


Wanita itu mengelus punggung itu saja tanpa memberikan pijatan.


Sampai saat suara dengkuran halus itu terdengar, Agatha pun melanjutkan nya usapan lembut itu. dia tau jika Kristofer sedang sangat lelah tapi dia benar-benar merasa tidak kuat dengan semua itu.


Agatha pun menyelimuti tubuh suaminya dengan selimut setelah ia menaikan suhu udara ruangan tersebut menjadi lebih dingin, Karena di luar udaranya sedang sangat panas.


Agatha sendiri pergi ke luar kamar, dia ingin menemui ketiga anak nya yang kini tengah belajar, mewarnai gambar yang ada di hadapannya itu.


Setelah itu Agatha berbicara pada ketiga baby sitter nya untuk menjaga ketiga anak nya selama Kristofer tidur.


Agatha pun kembali ke dalam kamar nya, wanita itu duduk di sofa dan meraih laptopnya itu.


Wanita itu kembali berkutat dengan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena dia harus meladeni ketiga anak nya untuk tidur siang.


Sampai Christopher bangun, wanita itu masih tetap berkutat dengan laptopnya agar tak menyudahinya, setelah Christopher meminta dia untuk menghampirinya di atas ranjang tersebut.


dan Agatha pun menuruti keinginan Christopher yaitu hanya ingin ditemani untuk tidur siang bersama.


Karena rasa lelah, yang teramat sangat saat ini sedang bergerak Christopher 35 tahun yaitu menjadi sangat manja jika berada di depan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2