
Anggita tiba di apartemen, wanita langsung membereskan barang-barang belanjaan nya kedalam kulkas dan tempat lainnya.
setelah semuanya selesai, wanita itu langsung mengambil ponselnya, dia ingin menghubungi putri nya.
📱"halo, sayang kamu sedang apa? heummm Mommy kangen"ucap Anggita saat panggilan nya diterima.
📱"Kangen, kamu tidak salah? bukan nya kamu yang meninggalkan nya"ucap seseorang terdengar dingin.
📱"Dimana? putri ku"tanya Anggita.
📱"Kau tau dimana dia berada jadi kenapa? tidak mencarinya sendiri"ucap pria itu.
📱"Al aku akan menjemput putri ku"ucap Anggita yang kesal dia tidak tahan lagi menahan rindu.
Anggita langsung meraih kardigan nya dan setelah itu dia juga meraih tas nya setelah itu langsung pergi begitu saja keluar dari unit apartemen nya dan memasuki lift.
sesampainya di basement, dia langsung menghampiri mobil nya setelah itu dia langsung pergi meninggalkan gedung yang menjulang tinggi, wanita itu mengemudikan mobilnya menuju kediaman Alvin, dia tidak perduli jika ia harus di jebloskan ke ruang bawah tanah.
setelah satu jam lebih mengemudi kan mobil nya, akhirnya dia juga sampai di rumah Alvin, wanita itu langsung keluar dari mobil, dan masuk kedalam rumah yang tidak dikunci karena ternyata di dalam sana juga ada orang asing yang tidak Anggita ketahui seorang wanita cantik, yang entah apa? hubungan nya dengan Alvin kini tengah duduk lesehan bermain dengan putri kecilnya itu.
Anggita langsung bergegas menghampiri putri nya.
"Sayang Mommy datang ingin menjemput mu"ucap Anggita .
Alana langsung berlari memeluk sang ibu, tapi tiba-tiba dihentikan oleh wanita itu"Maaf Alana Mommy tidak bisa membiarkan mu untuk memeluk orang asing"ucap wanita itu yang tiba-tiba menyebut dirinya sebagai Mommy.
Alana tiba-tiba menjerit menangis karena terlalu rindu dengan sosok ibunya, Anggita langsung mendekat meraih putra nya, tapi wanita itu tidak mengijinkan nya mendekat hingga Alvin datang.
"Ada apa? ini kenapa? Alana menangis"tanyanya sambil berjalan masuk.
"Alvin! dia putri ku, aku lebih berhak atas dia daripada orang asing itu"ucap Anggita.
"Dia bukan orang asing, dia calon istri ku, calon ibu ketiga anak ku"ucap Alvin tegas.
"Oke, dia calon istri mu, tapi Alana putri ku, dia tidak berhak melarang ku untuk menemui putri ku sendiri"ucap Anggita tegas.
"Ibu... benarkah kamu ibunya lalu apa? seorang ibu akan dengan tega meninggalkan putri nya di rumah sendirian"ucap Alvin seakan menyudutkan Anggita.
"Aku bekerja, Alvin, kenapa? kamu baru peduli sekarang! sedari dulu pun Alana, sudah terbiasa aku tinggal bekerja dan kesibukan lain nya, tapi semua itu karena aku lakukan untuk masadepan nya, dia bahkan sudah lebih mengerti dari orang dewasa yang bisa nya hanya mementingkan kepentingan pribadi"ucap Anggita.
"Aku tidak minta pendapat mu, Anggita mulai sekarang dia yang akan menjadi ibu dari Alana"ucap Alvin tegas.
"Kamu tidak bisa egois seperti itu karena biar bagaimanapun Alana, adalah putri ku dia tidak punya ibu lain atau ayah yang egois seperti kamu"ucap Anggita.
"Apa? kamu bilang aku egois, lalu aku egois karena kamu bahkan tidak pernah peduli dengan anak dan suami mu"ucap Alvin.
keributan itu terus berlanjut hingga Alvin kehilangan kesabaran nya, Anggita diseret menuju kamar nya, bahkan dia mengurung Anggita didalam kamar bersama dengan nya saat itu juga.
Anggita bahkan dilempar ke atas ranjang empuk tersebut wanita itu pun menangis sesenggukan, tapi Alvin tidak peduli, hingga pria itu pergi dan mengunci pintu kamar tersebut, Alvin langsung bergegas menuju kamar Alana, yang masih menangis sesenggukan saat ini.
"Apa? yang kamu lakukan"ucap Alvin yang langsung menampar wanita bayaran itu yang kepergok tengah mencubit lengan Alana yang berteriak kesakitan.
"Tadi dia mengigit tangan saya "ucap nya membela diri
"Pergi atau aku laporkan ke polisi"ancam Alvin .
Pria itu langsung memeluk putri nya yang menangis kencang beruntung tadi tidak sampai kena karena Alvin keburu datang.
"Sayang maafkan Daddy, semua Daddy lakukan karena Daddy ingin Mommy kembali pulang"ucap Alvin.
"Daddy bohong sama aku kan kalau Mommy mau di ganti"ucap Alana.
"Daddy tidak bohong jika Mommy Terry, tidak mau kembali bersama dengan kita, Daddy akan cari Mommy baru"ucap Alvin.
__ADS_1
"Jangan Daddy Alana tidak mau Mommy baru Alana mau Mommy Terry hiks hiks hiks Mommy Alana hanya mommy Terry"ucap Alana.
"Sayang Daddy juga maunya begitu tapi Mommy tetap kekeuh ingin meninggalkan rumah bagaimana dong tapi jika kamu mau bujuk Mommy untuk tinggal disini bersama dengan kita semua, Daddy janji tidak akan pernah menggantikan posisi Mommy dengan yang lain"ucap Alvin.
katakan lah dia egois karena telah memanfaatkan putri nya untuk mengikat Anggita selamanya berada di sisinya, itu semua karena rasa cinta nya pada Anggita.
Anggita masih menangis sesenggukan di atas ranjang sambil memeluk lutut nya, saat Alvin masuk sambil menggendong putri nya yang langsung minta diturunkan untuk memeluk ibunya.
"Mommy"ucap Alana yang langsung membuat Anggita menghambur memeluk putri nya itu.
"Sayang Mommy sangat menyayngimu tolong jangan gantikan Mommy dengan wanita lain"ucap Anggita.
"Tidak Mommy, tidak akan ada yang menggantikan Mommy, aku sangat merindukan Mommy, tapi Alana ingin Mommy dan Daddy tinggal bersama "ucap Alana, ucapan nya membuat Anggita menatap tajam kearah Alvin.
"Jangan melihat ku, seperti itu, semua murni keinginan putri kita"ucap Alvin.
"Sayang kita bisa tinggal di apartemen berdua, seperti dulu, agar kita tetap bersama"ucap Anggita.
Alvin terlihat mengepalkan tangannya saat ini, dia benar-benar kesal kenapa? istrinya itu begitu keras kepala.
"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku"ucap Alvin.
"Bukan kah ada dia yang sudah langsung menggantikan posisi ku"ucap Anggita.
"Dia siap? tanya putri kita apa? ada orang lain disini selain putri kita"ucap Alvin.
Anggita, masih menatap lekat wajah tampan itu, dia mencari kebohongan dari tatapan mata nya, tapi tidak pernah ada.
"Apa? kau yakin"tanya Anggita.
"Tentu saja"ucap Alvin.
"Aku sudah terlanjur belanja semua kebutuhan di apartemen, jadi malam ini aku akan membawa anak-anak pulang ke sana"ucap Anggita.
"Tidak bisa begitu dong sayang ini rumah kita"ucap Alvin.
"Baiklah aku ikut ibu ratu"ucap Alvin yang langsung memeluk Anggita dan putri nya, seakan tak terjadi apa-apa, mereka pun kembali berbaikan, dan akhirnya pergi ke apartemen.
🌸.....................🌸
sesampainya di apartemen semua nya langsung bergegas menuju ruang tv, kecuali Alvin dan Anggita, keduanya pergi untuk menyiapkan makan malam, Anggita tidak merasa keberatan sedari tadi Alvin terus mengekor di belakang nya.
"Mas kamu bisa duduk dengan baik di sana, aku akan bikinkan kamu minuman"ucap Anggita.
"Tidak mau, aku maunya kamu"ucap Alvin.
"Dasar mesum"ucap Anggita sambil berjalan menuju wastafel untuk mengisi air kedalam panci, setelah terisi penuh wanita itu pun langsung bergegas membawa nya keatas kompor dan menyalakan api nya.
Anggita dengan cekatan membuat SOP buntut sapi, untuk lima porsi dan sambil menunggu SOP nya matang dia menggoreng ayam dan membuat telur dadar juga karena ketiga anak nya selalu makan dengan banyak menu makanan tidak hanya itu dia juga mengukus brokoli dan wortel sebagai pelengkap serat nya.
setelah semuanya selesai, Anggita pun menghidangkan semua nya di meja dia juga menyiapkan pirang makan dan mangkuk untuk Lima orang saat akan memanggil mereka tiba-tiba tangan kekar yang kini berbalut perban itu melingkar di pinggang wanita itu.
"Sayang aku sangat mencintaimu dan sangat merindukan mu"ucap Alvin.
"Mas ini waktunya makan malam"ucap Anggita.
"Tapi aku sudah tidak sabar ingin memakan mu terlebih dahulu"ucap Alvin.
"Mas, tolong panggil anak-anak"ucap Anggita.
"Kiss me please"ucap Alvin sambil mengarahkan bibir nya di hadapan Anggita.
akhirnya Anggita melakukan permintaan Anggita meskipun dengan pemaksaan.
__ADS_1
hingga akhirnya anak-anak sudah berada di kursi depan meja makan, Anggita langsung mengisi piring Alvin terlebih dahulu dan juga lalu Alvaro, NATO, dan Alana putri kecilnya.
mereka pun makan bersama dengan penuh kenikmatan, karena masakan buatan Anggita adalah makanan terlezat untuk mereka hingga seluruh masakan yang tersaji ludes begitu saja, Anggita pun bersiap untuk mencuci bekas makan dan bekas masak, tapi lagi-lagi tangan Alvin menahan nya dia memeluk wanita itu erat entah apa? yang dia rasakan saat ini.
"Mas aku masih punya banyak pekerjaan"ucap Anggita.
"Sayang aku kangen"ucap Alvin.
"Iya, mas iya"ucap Anggita yang langsung melepaskan pelukan Alvin, tapi pria itu terus mengikuti langkah nya menuju wastafel.
"Sini aku bantu sayang"ucap Alvin.
"Mau bantu bagaimana gak nyadar apa? tangannya saja belum boleh kena air"ucap Anggita.
"Iya sayang aku lupa, kalau begitu aku bantu do'a saja"ucap Alvin sambil tersenyum manis.
"Owh ya ampun, ternyata begini rasanya"ucap Anggita.
"Rasa apa? sayang ku"ucap Anggita.
"Rasa Air mineral"ucap Anggita yang berbalik memperlihatkan dirinya tengah minum segelas air, terlihat ada tetesan di bibir bawahnya membuat bibir Anggita semakin terlihat seksi.
"Sayang aku ingin ini"ucap Alvin yang menunjuk bibir istrinya itu.
"Aku mau nyuci dulu sebaiknya kamu tunggu di kamar mu sayang ku"ucap Anggita, sengaja membujuk Alvin.
"Baiklah sayang ku"jawab Alvin yang langsung pergi.
Anggita langsung bergegas mencuci piring dan semua peralatan masak tadi setelah selesai dia pun membersihkan meja makan dan menyapu lantai menggunakan robot, hingga wanita itu berjalan mematikan lampu ruangan makan dan dapur nya tidak lupa membawa air putih tiga gelas untuk ke tiga anak nya ditaruh di masing-masing kamar di atas nakas karena takut mereka terbangun malam kehausan karena saat ini tidak ada babby sister, mereka.
Anggita pun berjalan menuju kamar nya setelah memastikan ketiga anaknya tidur, dia tidak membawa botol air kedalam kamar nya karena disana sudah ada kulkas mini, tempat ia menyimpan minuman dan camilan disaat malas turun untuk sarapan.
sesampainya di dalam kamar nya, dia langsung berjalan menuju kamar mandi, karena hendak membersihkan tubuhnya, yang terasa lengket saat ini.
saat Anggita hendak menutup pintu Alvin langsung menahan nya, dan ikut masuk kedalam kamar mandi, dengan alasan ingin mandi bersama tapi Anggita tau bukan hanya itu maksudnya Alvin, pria itu bahkan tidak menghiraukan tangannya yang sakit, dia langsung bergegas membawa Anggita masuk kedalam bathtub yang kini hampir terisi penuh dengan air.
Anggita tidak melarang Alvin, untuk berbuat sesuka hati nya, saat ini hingga mandi yang seharusnya dilakukan hanya tiga puluh menit paling lambat, tapi sudah dua jam lebih mereka ada di sana.
Anggita dan Alvin baru keluar dari dalam kamar mandi dan sudah selesai mandi, yang tadinya hanya akan mandi biasa kini menjadi mandi luar biasa.
Alvin memang keterlaluan, bahkan kini Anggita harus mengobati ulang luka yang ada di tangan pria itu karena terkena air.
Anggita langsung bergegas mengambil kotak p3k untuk mengobati luka di tangan wanita itu.
"Tuh kan lihat luka nya kembali basah mas, kamu sih tidak bisa di bilangin"ucap Anggita.
"AW, pelan-pelan sayang perih nih"ucap Alvin.
"Mas, ini juga pelan, sekarang aja ngeluh, tadi kemana saja"tanya Anggita.
"Tadi saat terbang ke alam nirwana tidak terasa sedikit pun, karena terlalu nikmat sayang, tapi kenapa? sekarang jadi sakit"ucap Alvin sambil menggoda Anggita.
"Itu karena kamu terlalu fokus pada pikiran mu, sekarang lihat lah sakit bukan"ucap Anggita.
Anggita langsung membalut luka tersebut dengan telaten dan terlihat sangat cekatan, tidak sia-sia wanita itu kuliah dalam waktu yang lama, karena ilmu yang dia dapat kan juga tidak main-main, Anggita bahkan lulus kuliah dengan nilai terbaik.
hingga dia menjadi dokter terhebat, saat ini dan Alvin kagum, Anggita bahkan bisa berjuang, disaat dia harus mengandung dan merawat putri mereka dia juga bekerja dan kuliah diwaktu yang bersamaan, dan jika ada penghargaan untuk seorang wanita tangguh, Alvin adalah orang pertama yang melakukan itu untuk istri nya.
"Sayang, apa? kamu pernah terpikir untuk memiliki rumah sakit sendiri"tanya Alvin.
"Pernah sih tapi sepertinya itu tidak akan pernah terwujud, karena semua membutuhkan biyaya yang tak sedikit, bahkan sepertinya terlalu sulit untuk mewujudkannya"ucap Anggita.
"Tidak sulit kok, sayang kamu tau Suamimu banyak uang bukan, jika hanya untuk sebuah rumah sakit aku bisa mewujudkan nya untuk mu"ucap Alvin.
__ADS_1
"Tapi mas, aku ingin membantu orang yang sangat membutuhkan, dan saat mereka datang ke rumah sakit, milikku itu tidak membayar biyaya apapun, lalu bagaimana bisa semua peralatan medis juga obat-obatan itu tidak ada yang gratis, dan jika pun ada, itu atas kebijakan pemerintah, percuma dong aku mendirikan rumah sakit tersebut jika akhirnya masih bergantung pada yang lain"ucap Anggita.
Alvin tersenyum, dia begitu kagum dengan dengan kebaikan hati istrinya itu.