Sang Penari

Sang Penari
#Rasa cinta#


__ADS_3

"Apa? itu perlu dipertanyakan."jawab Agatha.


Kristofer langsung tersenyum bahagia, dia langsung menyambar bibir Agatha dan menciumnya dengan ciuman yang sangat memabukkan.


Agatha pun membalas itu tidak kalah dari suaminya hingga percintaan itu terjadi setelah sekian bulan Kristofer baru kembali.


Sampai saat pagi hari kini mereka baru membuka matanya.


"Morning honey."ucap Kristofer.


"Morning Kris,,"balas Agatha.


"Apa? yang kamu katakan kemarin itu benar."ujar Agatha penasaran.


"Tentu saja, kami resmi bercerai karena ternyata putra yang ia lahir kan bukanlah darah dagingku, melainkan darah daging dari kakak tirinya."ujar Kristofer.


"Hahaha,,, seorang Kristofer bisa kecolongan."tawa Agatha pecah, dia benar-benar puas dengan kenyataan itu karena selama ini Kristofer terlalu abai terhadap keinginan nya, karena alasan istri pertamanya.


Kris tidak berkata apa-apa lagi, dia menatap lekat wajah cantik yang kini tertawa terbahak-bahak dan sangat lepas, rasanya dunia ini seakan sudah benar-benar berubah karena saat melihat tawa istrinya seakan dunia penuh warna.


Setelah sekian tahun lamanya, baru saat ini dia melihat tawa lepas itu, terakhir kali dia melihat itu saat dirinya dan Agatha berenang di gedung laboratorium miliknya kebersamaan mereka selalu ditengahi tawa lepas disaat Kristofer mengalah atau melakukan hal konyol untuk menghibur gadis yang baru menginjak usia dewasa itu.


"Honey,, sepertinya kamu suka sekali mentertawakan kegagalan ku."ujar Kristofer sambil pura-pura sedih.


"Kenapa? tidak dilakukan tes DNA sejak dulu, tapi meskipun begitu kamu bisa membedakan wajah putra mu dengan putra mu yang sebelumnya minimal apa? dia mirip dirimu atau tidak."ujar Agatha.


"Aku tidak diizinkan untuk melihat nya saat melahirkan aku pikir karena dia memang tidak ingin ada aku saat melahirkan, ternyata dia takut ketahuan sampai saat aku melihatnya satu bulan yang lalu dia tidak mirip dengan ku sedikitpun berbeda dengan bayi tabung ku yang kini sudah masuk kelas satu SMP mereka begitu mirip dengan ku."ujar Kristofer.


Agatha, terdiam dia kembali mengingat anak Kristofer yang kembar itu, yang tak lain adalah anak sambung nya.


"Kris, apa? mereka tau jika mereka mempunyai lima adik kembar."ujar Agatha yang kini menatap wajah tampan itu.


"Tentu saja, mereka bahkan akan datang berkunjung bersama dengan mommy. Kaley pasti senang bertemu dengan Omah nya."ujar Kristofer.


"Apa? dia akan menerima anak kita."tanya Agatha cemas.


Tentu saja Sayang bahkan mommy begitu kagum saat aku bercerita tentang ketiga anak kita yang sudah besar itu dan yang masih berada di dalam kandungan, mommy bilang jika aku keterlaluan karena telah menyembunyikan semua ini."ujar Kristofer.


Agatha pun tersenyum, sambil menarik selimut tebal itu dia ingin meraih underwear dan lingerie nya.


"Honey,, tidak usah gunakan itu, biar aku saja yang akan menggendong mu ke sana."ujar Kristofer.


"Kris aku bisa jalan sendiri."ujar wanita cantik itu, yang kini tiba-tiba memekik karena tubuhnya melayang di udara.


"Kris lepas aku masih bisa berjalan" ucapnya lagi.


Namun pria itu, tidak melepaskan Agatha sama sekali, dia membawa istrinya menuju ke dalam kamar mandi. Christopher mendudukkan wanita itu di pinggiran bathtub-e yang cukup luas untuk duduk.


Setelah itu ia pun mengisi air ke dalamnya bubuhkan sabun aromaterapi ke dalam bathtub-e.


Setelah air terisi setengah dari luasnya bathtub-e tersebut, Christopher langsung m membantu istrinya untuk masuk ke dalam bathtub-e tersebut.


"Aku bantu kamu mandi setelah itu giliran aku mandi tapi setelah selesai mandi kita akan pergi ke suatu tempat. apa? kamu bersedia."ujar Christopher.


"Setelah mandi tentu nya pakai baju honey."ujar Agatha.


"Heumm,, maksud aku setelah berdandan rapi Aku ingin kita pergi ke suatu tempat dimana dulu kita sering menghabiskan waktu berdua, bahkan melakukan malam pertama di sana."ujar Kristofer.


"Heumm laboratorium."tebak Agatha.


"Tentu saja, memang kamu pikir tempat mana yang kita gunakan untuk itu."ujar Kristofer.


"Lalu anak-anak kita."ujar wanita itu lagi.


"Tentu saja dibawa sekaligus diperkenalkan dengan semua ciptaan dari Daddy mereka di sana."ujar gadis itu.

__ADS_1


"Jangan perlihatkan tempat uji coba yang mengerikan itu Kris."ujar Agatha.


Agatha sedikit takut jika Kristofer memperlihatkan tempat dimana uji coba organ tubuh manusia di teliti, meskipun itu diambil dari mayat tanpa identitas oleh dokter yang bekerja di tempat itu.


"Heumm,, sayang aku sudah tidak meneliti tentang itu karena semua obat-obatan itu sedang di proses, mungkin sebentar lagi akan diluncurkan.


Sudah waktunya ketiga anak kita tau jika Daddy adalah pemilik semua itu."ujar Kristofer menyombongkan diri.


"Heumm sombong."ujar Agatha.


Mereka pun menyudahi ritual mandi mereka, setelah itu mereka pun menggunakan bathrobe dan mereka berdua saling bantu untuk mengeringkan rambut nya.


Sampai mereka selesai bersiap, kini keduanya turun menuju lantai bawah.


Agatha pun sudah berada di depan meja makan bersama ketiga anak nya, di susul oleh Kristofer.


Sampai saat mereka sarapan bersama, Kristofer memberitahu pada ketiga anak nya bahwa ia akan pergi ke suatu tempat yang akan menjadi tempat baru untuk mereka tinggal dan bermain kapanpun mereka mau, dan ketiga anak nya itu begitu antusias.


Mereka pun berangkat pagi itu setelah Agatha menyiapkan barang bawaan milik ketiga anak nya karena barang-barang mereka berdua sudah ada di sana jadi Agatha dan Kristofer tidak membawa apa-apa.


Sepanjang perjalanan, mereka begitu riang gembira kali ini Kaley berada di paling depan dia duduk di samping jok kemudi, Kaley dan Kala. kini mereka duduk di jok kedua dari depan sementara Agatha dan Kristofer duduk di barisan ketiga, mereka berdua begitu terlihat romantis dan tidak terlihat seperti pasangan yang sering bertengkar.


Agatha bersandar di dada bidang suaminya, sementara Kristofer berulang kali mengelus dan mengecup puncak kepala istrinya itu, dan sesekali ia akan mengajak. anak nya bicara baik itu yang berada di dalam perut ataupun yang sudah besar yang kini tengah fokus menonton layar gadget masing-masing.


Sampai suara Kaley terdengar berteriak memanggil sang mommy.


"Mommy!!"teriak nya.


"Ya, honey ada apa? heumm."tanya Agatha.


"Aku lupa bawa mainan."ucap gadis kecil yang kini lupa membawa mainan nya.


"Tenang saja honey Daddy sudah siapkan semua di sana oke, sekarang Kaley tenang saja ya."ujar Kristofer.


"Oh ya ampun,,, lihat kan betapa hebohnya putri ku itu."ujar Agatha.


"Putri kita honey,"ujar Kristofer.


"Ya, dia selalu heboh seperti ini."ujar Agatha.


"Dia seperti mu honey,. seperti Agatha kecil yang selalu mencintai eskrim nya dan juga steak campur salad."ujar Kristofer.


"Heumm,, kamu tidak tau bagaimana aku saat kecil Kris."ucap Agatha.


"Tentu saja tau honey mau aku perlihatkan bagaimana kehebohan mu saat masih kecil, dan itu membuat aku semakin mencintai mu dan juga putri kita."ujar Kristofer.


"Coba kamu tunjukkan."ujar Agatha.


Tiba-tiba Kristofer mengeluarkan ponsel nya dan dia mengotak-atik ponsel tersebut tiba-tiba di setiap kursi penumpang muncul layar monitor berbentuk segi empat yang kini menampakkan Vidio cuplikan sejak Agatha kecil terlahir hingga saat dia hidup masih normal dan setelah penculikan itu terjadi, saat Agatha mengalami gangguan pada memori nya, dan keluh kesah Agatha juga bagaimana cara dia bicara, dan kehebohan itu sama persis seperti putrinya Kaley.


Setelah menyaksikan tayangan itu ketiga anaknya merasa bangga pada sang mommy yang hingga saat ini masih bisa bertahan hidup dengan kondisi berulang kali berjuang melewati kematian di balik meja operasi.


Ternyata yang mereka cerna bukan hanya sifat Agatha yang selalu manja dan memiliki keanehan namun saat mereka melihat perjuangan ibu mereka untuk hidup normal seperti saat ini.


Ada air mata, di sudut pipi Agatha .


Agatha kini menangis sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Kristofer yang mengusap puncak kepala dan bahunya itu.


"Hi,, honey aku tidak ingin kamu menangis, aku hanya ingin kamu melihat kemiripan mu dengan putri kita."ujar Kristofer.


Pria itu merasa bersalah karena telah membuat istrinya menangis.


Ketiga anaknya melirik ke arah Agatha, mereka dengan kompaknya berkata."Mom,, please don't cry,,, we love you so much Mom."ujar ketiganya.


"Thank you honey I love you too."balas Agatha.

__ADS_1


...🌸.............🌸...


Kini mereka telah sampai di tempat tujuan tepat pada saat jam makan siang tiba, namun bukan langsung makan siang Kristofer justru dibuat sibuk oleh kehebohan mereka bertiga saat mengagumi semua yang ada disana termasuk soal penelitian yang dilakukan oleh Daddy mereka di sana mereka benar-benar bangga pada Daddy, yang selama ini tidak pernah muncul di publik bersama dengan mereka, secara langsung hanya diwaktu waktu tertentu, itupun seakan jauh dari pemberitaan.


"Daddy,, boleh aku kasih tunjuk semua ini pada teman-teman sekolah ku."ujar ketiganya.


Kristofer langsung terdiam dia bingung harus menjawab apa? soalnya itu adalah tempat rahasia nya, dalam melakukan riset dan tidak sembarang orang bisa masuk ke sana kecuali mereka yang memiliki DNA, sama dengan Kristofer dan para ilmuwan itupun tidak bisa keluar dari tempat itu, sampai Kristofer mengizinkan itu.


Mereka hidup untuk bekerja dan melakukan penelitian ada pun mereka bertemu dengan keluarga yang mereka miliki semua itu atas ijin Kristofer, dan untuk mencegah data hasil penelitian bocor ke luar, dia benar-benar menjaga ketat tempat itu dengan sistem teknologi canggih, bahkan tempat itu tidak terlihat dari permukaan, yang orang-orang lihat itu adalah sebuah hutan Pinus yang bahkan tidak menarik untuk dikunjungi, itulah kenapa? kawasan itu tidak pernah ada yang mengunjungi karena dijaga ketat oleh teknologi canggih yang Kristofer buat.


Bahkan anaknya sendiri tidak tau jika untuk masuk ke sana mereka telah melewati jalan terowongan bawah tanah, karena mereka masih berada di dalam mobil yang tertutup oleh keindahan alam yang mereka lihat itu bagian dari teknologi yang Kristofer ciptakan, Karena sesungguhnya itu hanya layar ilusi.


Sementara saat mereka tiba di sebuah gedung laboratorium itu mereka kembali muncul di permukaan tanah.


Agatha pun langsung menjelaskan kepada ketiganya bahwa tempat itu tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang, dan itu adalah tempat rahasia milik sang Daddy.


Jika wanita ikut turun tangan untuk memberikan sebuah pengertian, akhirnya semua itu beres dan mereka pun langsung mengerti kenapa? Daddy mereka. tidak mau menjawab pertanyaan mereka, dan juga tidak menolak.


"Tidak usah khawatir Daddy semua aman."ujar mereka bertiga.


"Daddy tau itu sayang,,, kalian memang anak yang hebat dan Daddy sangat menyayangi dan mencintai kalian."ujar Kristofer.


Agatha pun ikut tersenyum, setelah itu dia langsung mengajak ketiga anak nya itu makan siang terlebih dahulu.


"Sayang, aku ganti baju dulu."ujar Kristofer.


"Ah,, aku lupa Yank, tunggu di atas saja aku siapkan anak-anak dulu."ucap Agatha.


"Tidak perlu honey,, aku bisa sendiri kamu tidak perlu repot oke."ujar Kristofer.


"Thank you honey."balas Agatha.


"Heumm,, I love you so much."ujar pria itu sambil mengecup bibir Agatha sekilas lalu pergi menuju kamar utama milik mereka.


Sampai saat Kristofer kembali mereka telah menunggu di depan meja makan dengan aneka hidangan yang disiapkan oleh koki profesional yang ada di sana.


Segala yang mereka butuhkan ada di sana, jadi tidak perlu repot-repot pergi ke luar, untuk itu.


Karena anak buah Kristofer selalu mengirim bahan sandang dan pangan untuk mereka yang ada di sana.


"Daddy tempat ini begitu keren, tapi sayang tidak dibuka untuk umum."ujar Kaley.


Lagi-lagi Kristofer tidak bisa berkata apa-apa.


"Sayang suatu saat nanti setelah kalian dewasa kalian akan mengerti kenapa? tempat ini tidak dibuka untuk umum, sekarang mommy dan Daddy membawa kalian kemari agar kalian tau jika Daddy memiliki semua yang kalian butuhkan di masadepan."ujar Agatha memberikan pengertian.


"Tapi Daddy, Kala,, ingin tempat penelitian robot yang super canggih seperti Transformer."ujar anak kecil itu polos.


Disaat kedua orang tua nya berbicara masadepan mereka justru si bontot yang beberapa bulan lagi berganti menjadi kakak ketiga itu,sibuk dengan imajinasinya.


"Daddy, akan buat itu khusus untuk mu tapi bukan di negara ini, cepatlah tubuh besar putra Daddy,"ujar Kristofer sambil tersenyum hangat.


"Sekarang habiskan makan siang kalian setelah itu ikut uncle Nick, untuk istirahat."ujar Agatha.


"Heumm, baik Mom."ujar ketiganya.


"Sampai saat ini aku masih belum percaya jika kita sudah memiliki mereka berlima."ujar Agatha lirih.


"Kau adalah bidadari tercantik di dunia ini yang sangat aku cintai dan hanya satu-satunya di hatiku,, kita akan jalani semua bersama-sama, terimakasih atas kebahagiaan yang telah kamu berikan, terimakasih pula masih setia bertahan di sisiku meskipun aku tau semua itu tidak lah mudah, aku benar-benar sangat mencintai mu, Agatha, aku sangat mencintaimu sampai akhir hayat ku nanti."ucap Kristofer sambil memeluk istrinya dan menghujani nya dengan kecupan.


"Aku pun bertahan karena cinta, meskipun jujur aku bertahan karena terpaksa."ujar Agatha yang langsung membuat Kristofer terdiam sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Terpaksa demi cinta ku yang begitu besar untuk mu honey"ujar Agatha.


Kristofer langsung menarik Agatha kedalam dekapannya dan ciuman panas di siang hari pun terjadi.

__ADS_1


__ADS_2