
"Mommy baik-baik saja. mungkin sekarang sudah kembali dari bulan madu kedua bersama Daddy setelah berkeliling dunia."ujar Gadis cantik itu.
"Kamu tinggal di sini sendirian?."tanya Alexander.
"Tidak kami berlima di sini, aku dan keempat adik kembar ku."ujar gadis itu.
"Empat!"ujar Alexander.
Mereka kini sudah duduk di dalam mobil karena ingin mengobrol.
"Ya,,, empat. mommy hamil dua kali aku kembar tiga dan dan satu lagi kembar dua."ujar gadis itu.
"Boleh minta no handphone mu."ujar Alexander.
"Ini."kata gadis itu yang langsung memberikan handphone pada Alexander.
Pria itu mengetik nomor handphone milik nya di handphone milik Kaley.
"Setelah itu ia langsung melakukan panggilan telepon seluler ke nomor nya dan nomor Kaley pun dia dapat kan.
"Itu nomor ku, jika butuh apa? langsung aja hubungi aku."ujar Alexander.
"Terimakasih uncle."ujar Kaley berbasa-basi karena dia tidak pernah mengalami kesulitan apapun, Daddy nya selalu memenuhi dan menjaga kebutuhan nya.
Sampai saat mereka berpisah, Kaley pun pulang dengan mobilnya sendiri dan begitu pula Alexander yang pergi bersama dengan Feliks.
Di perjalanan Feliks bicara tanpa henti.
"Dia begitu cantik apa? Mommy nya juga lebih cantik dari dia."tanya Feliks.
"Heumm."ujar Alexander.
"Kau tidak tertarik pada putrinya."ujar Feliks.
"Apa? kau sudah gila, aku bukan pedofil."ujar Alexander.
"Heumm,,, tapi dia sudah dewasa."ujar Feliks .
"Apa? kau sudah bosan hidup."ujar Alexander.
"Heumm,,, sorry."ujar gadis itu.
Sampai akhirnya mereka tiba di apartemen yang selama belasan tahun ini mereka tinggali meskipun berbeda hunian tapi keduanya masih satu gedung apartemen.
Bahkan tak jarang Feliks menginap di apartemen super mewah itu.
Meskipun milik Feliks juga tidak kalah mewah.
Saat Alexander sudah berada di dalam kamar nya, pria itu langsung melepaskan dasi dan segala aksesoris yang melekat di tubuhnya.
Alexander pun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi hanya untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci tangan juga wajah.
Setelah selesai Alexander pun pergi menuju walk-in closed untuk mengambil kimono tidur nya.
Pria itu langsung berbaring di ranjang ranjang yang selama ini menjadi tempat ia beristirahat.
Pria itu seperti biasa akan menatap foto Agatha dan bergumam dalam hati.
Setelah puas berkeluh-kesah dengan gambar wanita cantik itu, akhirnya pria itu langsung memejamkan mata nya.
Alexander pun tertidur pulas di atas ranjang empuk tersebut hingga pagi menjelma.
Alexander pun bersiap untuk pergi ke kantor.
Sementara itu di tempat lain, kini Kaley, Kalan dan Kala tengah bersiap untuk pergi kuliah.
Sementara kedua bungsu sudah bergegas pergi menuju sekolah mereka.
yang sebentar lagi akan memasuki ujian akhir semester.
Agatha selalu memantau anak-anak nya lewat monitor. wanita itu selalu melakukan itu setiap tiga jam sekali.
Sejak berpisah dengan mereka berlima Agatha kini sibuk memimpin perusahaan milik nya meskipun Kristofer sudah melarang nya karena dia sudah menempatkan orang-orang kepercayaannya di sana. namun istrinya tetap ingin melakukan hal itu dan Kristofer tidak bisa melarangnya.
Keduanya kembali bersibuk setelah pulang dari bulan madu yang sempat tertunda selama ini, setelah pernikahan mereka Agatha tidak pernah pergi berbulan madu, sekarang setelah dia berusia 44 tahun akhirnya Agatha baru bisa berbulan madu.
Wanita itu hanya akan bertemu dengan Kristofer setelah pulang kerja sampai dia pergi bekerja.
Selama itu mereka akan terus saling bermesraan, keromantisan mereka berdua terjalin sejak anak-anak mereka berusia remaja sejak saat itu mereka terus mesra karena tidak ada lagi pertengkaran.
Sekarang kedekatan mereka semakin bertambah, Agatha akan mengunjungi suaminya saat waktu luang.
Agatha saat ini sudah berada di dalam ruangan suaminya yang ternyata sedang meeting penting di ruangan nya.
Agatha pun duduk di kursi kebesaran milik suaminya itu, dia pun melihat-lihat seluruh properti yang ada di ruangan itu termasuk apa yang ada di dalam nya.
Tanpa Agatha sadari dia menekan tombol laci meja kebesaran suaminya yang tiba-tiba terbuka seperti sihir. alangkah terkejutnya ia saat melihat foto sebuah keluarga yang tampak harmonis dan Kristofer lah orangnya.
Ada wanita lain yang terlihat jelas dirangkul oleh Kristofer dan juga tangan wanita itu.
__ADS_1
Tengah menggendong bayi berusia sekitar lima bulan itu.
Tangan Agatha bergetar hebat wanita itu bahkan tidak kuasa menahan tangisnya dia berusaha untuk bangkit meskipun sulit tepat saat Kristofer masuk wanita itu langsung pergi setelah mendorong dada suaminya yang kaget saat melihat Agatha terlihat kacau.
"Yank,,, tunggu kamu kenapa? ada apa? heumm."Kristofer berhasil meraih tangan Agatha yang langsung jatuh pingsan karena syok.
"Honey!."teriak Kristofer kaget dan langsung mendekap istrinya itu.
Asisten Kristofer datang untuk membantu, Agatha langsung dibawa kedalam ruangannya.
Kristofer terlihat panik dan tak bisa berpikir hingga dokter perusahaan datang kedalam ruangan nya.
Agatha masih belum sadarkan diri, hingga asisten pribadi nya menunjukkan sebuah penyebab Agatha sampai seperti itu.
"Ahhhhhh,,,!"teriak Kristofer. saat melihat foto itu.
Kesalahannya yang sudah dia sembunyikan selama lima tahun ini kini terbongkar oleh Agatha.
Entah alasan apa? yang harus ia katakan untuk membuat istrinya mau menerima sebuah kesalahan itu.
Jebakan itu terjadi lima tahun yang lalu, saat Kristofer mengunjungi negara kelahirannya wanita yang terlihat terluka parah dan meminta bantuan nya itu, sengaja menjebak dia hingga akhirnya semua kesalahan itu terjadi.
Kristofer tidak dapat melepaskan diri karena ternyata semua itu adalah perbuatan ibunya yang menginginkan kelima anak Kristofer dari Agatha untuk terjun ke dunia mafia.
Namun Kristofer tidak bisa melakukan itu. karena tidak ingin membuat istrinya murka, dia juga ingin kelima anak mereka hidup normal seperti anak lainnya, terlebih sudah ada dua anak pertama nya yang memimpin dunia itu tapi ibunya yang serakah tidak bisa membuat wanita itu puas.
Agatha pun membuka mata, saat ini tidak sepatah kata pun yang keluar dari bibir wanita cantik itu.
"Honey,,, maaf aku tidak sempat menjelaskan semua nya."ujar Kristofer.
"Ceraikan aku sekarang juga."ujar Agatha datar tanpa ekspresi.
Wanita itu langsung bergegas bangkit namun Kristofer tidak mengijinkan dia untuk pergi, Kristofer menahan Agatha dan mendekapnya erat.
"Honey,,,maaf."lirih Kristofer.
"Tidak ada gunanya minta maaf, semua sudah terjadi. sekarang kamu hanya harus mencerminkan aku, dan itu aku rasa bukan hal yang sulit seperti saat kau memilih wanita cantik itu, ya aku sadar sedari dulu aku memang tidak pernah pantas untuk mu."ujar Agatha.
"Honey,,, tidak jangan katakan itu, aku sangat mencintaimu bahkan aku mencintaimu sampai mati."kamu dengar itu.
"Heeuh,,, cinta aku muak mendengar hal itu, karena pada kenyataannya semua hanya dusta, sekarang kamu hanya punya dua pilihan ceraikan aku atau melihat ku mati."ujar Agatha.
"Honey!! jangan bicara sembarangan, karena dua-duanya tidak akan pernah terjadi."ujar Kristofer.
Agatha langsung meraih pistol dari baik jas Kristofer dengan hitungan detik, wanita itu sudah mengarahkan pistol itu di pelipisnya.
"Honey! lepas jangan main-main dengan nyawa mu, atau aku akan menghancurkan semua nya dengan tangan ku sendiri."ujar Kristofer.
Wanita itu hendak menarik pelatuk, namun Kristofer langsung merebut pistol itu hingga.
Dor...
Dor....
Dor......
Tembakan itu berulang-ulang kali terjadi hingga ruangan Kristofer berantakan termasuk laptop yang ia gunakan.
Pistol itu pun terlepas saat Kristofer menarik nya dari tangan Agatha.
Wanita itu hendak pergi tapi berulang kali Kristofer menahannya hingga pria itu menggunakan teknologi canggih yang ada di dalam ruangan pribadi nya itu.
Pintu terkunci otomatis, sampai saat mereka duduk bersama terdiam.
"Kau sudah membuat semua hancur, sekarang tidak ada lagi yang harus dipertimbangkan. sekarang kau bisa pergi bersamanya."ujar Agatha.
Agatha bahkan tidak ingin lagi disentuh oleh Kristofer.
"Honey,,, aku terpaksa melakukan itu, kamu tau siapa? mertua mu."ujar Kristofer.
"Dan kau menikmati itu jangan munafik Kristofer aku tidak sebodoh itu hingga kau bisa membohongi aku."ujar Kristofer.
Kristofer hanya menggeleng pelan.
"Tidak honey,,, aku."
"Cukup!! tidak ada gunanya pembelaan mulai sekarang kita akan tetap berpisah aku bahkan tidak akan pernah membiarkan kelima anak ku menerima uang atau hartamu sepeser pun, aku akan mengharamkan itu."ujar Agatha.
"Yank! aku tau aku salah tapi kamu tidak bisa melakukan itu, mereka juga darah daging kita."ujar Kristofer.
"Tidak mulai sekarang hubungan itu sudah berakhir. ya kamu yang mengakhiri semuanya selamat Kristofer kau berhasil membuat semuanya hancur."ujar Agatha yang langsung berdiri dan beranjak pergi dari ruangan itu tanpa Kristofer duga Agatha bahkan bisa menghancurkan pintu itu meskipun kunci ganda sudah di pasang.
Semua orang kaget terutama sekertaris Kristofer.
Pria tampan itu di usia matang nya itu kini tengah mengejar istrinya yang bahkan tidak ada yang berani menghadang jalan nya.
Mereka sudah sangat mengenal siapa? Agatha.
Pria itu langsung menghadang langkah istrinya namun Agatha tidak bisa dihentikan.
__ADS_1
"Tutup semua jalan.ujar Kristofer yang masih menggunakan earphone.
"Kau pikir aku tidak bisa pergi dengan kau menutup jalan."ujar Agatha sambil menatap tajam kearah Kristofer.
"Cinta, aku mohon hentikan. sudah tidak pernah menemui dia lagi."ujar Kristofer.
"Kamu pikir aku peduli dengan itu."ujar Agatha.
"Yang,, aku mohon, aku sangat mencintaimu jika kamu tidak percaya itu tidak apa? tapi kamu bisa merasakan itu di sini."ujar Kristofer.
"Cukup semua sudah hilang dan hancur."ujar Agatha yang turun menggunakan tangga darurat dari lantai tiga puluh gedung itu.
"Yang berhenti ingat dengan kesehatan mu."ujar Kristofer.
"Aku tidak perduli sekalipun aku mati tidak ada lagi yang akan menangisi kepergian ku, semua sudah tiada."ujar Agatha.
Agatha bahkan menghajar orang-orang yang sudah menghalangi nya.
Hingga wanita itu tiba di basement kantor pria itu, dia langsung masuk kedalam mobil nya.
Agatha menunduk di atas stir dengan tangis pilu, hatinya begitu perih dan sangat hancur, membayangkan kebohongan Kristofer dan kebersamaan mereka.
Agatha langsung tancap gas saat itu juga dia mematikan GPS mobilnya dan pergi ke tempat dimana peristirahatan terakhir kedua orang tua dan kakek juga neneknya.
Sesampainya di sana, Agatha langsung berlari kakinya sudah tidak sanggup lagi berdiri dia terduduk di rerumputan hijau di hadapan makan keempat orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
"Opah ,omah, daddy, mommy. rasanya sungguh sangat menyakitkan Agatha tidak kuat lagi."tangis pilu itu semakin pecah Agatha menggenggam erat Nissan kedua orang tua nya.
Tidak ada lagi tempat dia mengadu dan berkeluh kesah, Agatha sudah kehilangan kekuatan terbesar dalam hidupnya.
Keempat orang yang selama ini menjadi kekuatan bagi Agatha sekarang sudah tidak ada lagi.
Rasa sakit itu begitu menyesakan dada nya, Agatha kembali tak sadarkan diri.
Sampai saat ia terjaga di ruangan yang serba putih itu.
'Mommy,,, syukurlah Mommy sudah sadar."ujar Kalas yang kini tengah terjaga karena keempat kakak nya sedang terlelap tidur.
"Putra Mommy,,, Agatha tidak bisa bergerak sedikit pun karena mungkin tubuhnya sedikit kaku setelah satu bulan berlalu Agatha tidak sadarkan diri pasca operasi di bagian jantung nya itu.
Agatha, di diagnosa mengalami kebocoran jantung, akhirnya seluruh keluarga berusaha untuk melepaskan operasi.
Agatha pun selesai dioperasi tapi sayang Agatha mengalami koma.
Sampai akhirnya kelima anaknya memutuskan untuk kembali dari Kanada.
Tidak hanya mereka Alexander pun datang untuk menjenguk cintanya itu.
Hingga satu Minggu lamanya Alexander setiap hari menunggui Agatha bersama dengan kelima anak Agatha yang selama ini dekat dengan nya.
Sementara Kristofer, pria itu akan terus mengabaikan keberadaan Alexander yang selama ini terlihat begitu dekat dengan Kaley.
"Mommy." ketiga anak Agatha yang sudah menginjak usia dewasa itu memeluk Mommy nya.
Agatha, langsung berkata."Kalian sudah dewasa sekarang Mommy harap kalian bisa menjaga adik kalian, kalian harus saling menyayangi hingga akhir hayat kalian nanti."
"Mommy sudah sudah membagikan semua harta yang Mommy miliki, dan Mommy harap semua sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup kalian semua, agar Mommy bisa tenang saat Mommy pergi nanti. ingat selalu kata-kata Mommy jauhilah semua hal yang berhubungan dengan urusan Daddy kalian jangan pernah terjerumus kedalamnya, semua terlalu berbahaya, Kaley putri ku sayang bimbing adikmu dengan baik, ingat yang telah Mommy ajarkan padamu kamu bisa ajarkan itu pada adik dan anak keturunan mu kelak."
"Maafkan mommy tidak bisa mendampingi kalian lebih lama lagi."ujar Agatha.
"Tidak Mommy,,, kami tidak mau mommy pergi."ujar gadis kecil itu.
"Honey,,, bertahan lah aku akan membawa mu berobat di tempat lain."ujar Kristofer.
Agatha hanya tersenyum kecil setelah itu ia pun memejamkan mata nya perlahan tapi pasti, dia kembali tertidur pulas.
Tapi tidurnya kini untuk selamanya. Agatha telah pergi untuk selamanya.
Sampai saat alat pendeteksi jantung bergerak lurus semua orang menjerit termasuk Kristofer yang terus memeluk menggunakan tubuh wanita yang sangat ia cintai.
Namun Agatha tidak pernah kembali hingga akhirnya Kristofer berteriak memanggil nama istrinya,
Dia bangun setelah seharian tertidur karena pengaruh alkohol, setelah perdebatan nya dengan sang istri di kantor.
Kristofer langsung kembali ke rumah dimana Agatha kini berada mimpi buruk itu terasa begitu nyata.
Kristofer berlari menuju kamar dimana Agatha masih menangis sesenggukan Kristofer langsung berhambur memeluk nya dia menangis sesenggukan sambil memeluk erat istrinya itu.
"Yang,,, foto itu adalah foto palsu semua adalah jebakan aku tidak pernah menduakan mu."ujar Kristofer.
"Kau bohong Kris aku melihat mu bermesraan dengan mu."ujar Agatha sambil memukul-mukul dada bidang suaminya itu.
Mimpi buruk tentang Agatha yang meninggal dunia membuat hatinya begitu hancur.
"Aku sedang menyelidiki semua makanya aku simpan foto itu, apa? kamu bisa melihat wajah anak itu dan anak kita coba bandingkan."ujar Kristofer.
Agatha langsung tersadar.
Tidak ada kemiripan sedikit pun pada anak itu, dan itu artinya Kristofer tidak pernah berselingkuh.
__ADS_1
Agatha memeluk erat suaminya itu, amarah yang tadi begitu besar sekarang sudah tidak ada lagi.