Sang Penari

Sang Penari
#Kegelisahan#


__ADS_3

Tidak terasa satu minggu telah berlalu Agatha dan Ariana kini tinggal di negara tersebut, sementara seluruh keluarga nya yang lain hingga saat ini masih harap-harap cemas atas keselamatan Agatha.


Sementara itu di kediaman Kristofer sendiri saat ini mereka sudah bersiap untuk pergi ke kantor, kantor cabang yang ada di Dubai tersebut tengah mengurus proyek pembangunan twins hotel yang akan memakan waktu bertahun-tahun karena twins hotel adalah hotel termegah yang memiliki ratusan lantai dan bukan cuma satu gedung tapi ada tiga gedung yang masing-masing memiliki seratus lantai bisa dibayangkan betapa tingginya gedung tersebut.


Semua itu terangkum dalam Mega proyek yang melibatkan ratusan perusahaan, dan perusahaan milik Marvin termasuk di dalamnya, semua perwakilan setiap perusahaan akan hadir setiap bulan selama pembangunan tersebut masih berjalan untuk meninjau proyek pembangunan hotel tersebut.


Sementara itu ketua dari perhimpunan perusahaan itu, adalah Kristofer sendiri.


Agatha, pernah membahas semua itu di rapat besar itu dan saat ini entah akan bagaimana, karena perwakilan perusahaan Marvin adalah Agatha sendiri.


Agatha masih sibuk mengurus perusahaan tapi, dia tidak pernah memikirkan akan hal itu, sekalipun akan ada denda nantinya, dia akan tetap membayar nya.


Hari demi hari gadis itu lalui dengan bekerja setelah itu dia akan jalan-jalan bersama dengan sang Oma, namun semua itu tidak pernah bisa membuat ia melupakan semua yang terjadi padanya selama ini.


Agatha hanya terus berusaha untuk terlihat baik-baik saja.


Sampai satu bulan berlalu, kini Agatha kembali ke Indonesia karena harus mengurus perusahaan secara langsung, dia dan Ariana, kembali ke rumah kediaman Marvin, dimana keluarga besarnya itu selalu berkumpul.


Sesampainya di rumah, Agatha disambut tangis haru oleh kedua orang tua dan kakak tercinta nya, termasuk Xena, yang sudah hampir satu bulan lebih berada di rumah tersebut.


Agatha bahagia bisa kembali dengan selamat saat ini, karena seperti yang Marvin katakan Kristofer bukan pria biasa dan dia memiliki banyak kekuatan tersembunyi dan tidak akan membiarkan siapapun lolos dari nya.


Hari ini adalah jadwal meeting bulanan yang akan membahas tentang proyek yang ada di Dubai tersebut, Agatha sudah tampil cantik dan sangat elegan dengan balutan baju formal yang ia kenakan saat ini, dengan tatanan rambut yang sangat rapi dan polesan make up natural yang sangat sempurna di wajah gadis cantik itu, dia berjalan menuju mobilnya yang dikemudikan oleh asisten pribadi nya.


Hingga tiba di ballroom hotel tersebut, Agatha duduk sesuai urutan kursi yang telah diberikan nama perusahaan milik masing-masing peserta.


Saat ini adalah pembahasan kelanjutan pembangunan hotel tersebut, dan disini Agatha akan melepaskan proyek tersebut, meskipun kerugian besar akan dia tanggung.


Agatha masih bisa duduk dengan tenang saat ini karena dia yakin bahwa pria itu tidak akan hadir, tapi saat rapat akan dimulai tiba-tiba, Agatha menatap tak percaya karena ternyata pria itu datang bersama dengan beberapa asisten pribadi dan juga anak buah nya yang kini duduk di samping nya.


Agatha pura-pura tidak melihat kedatangan nya bahkan saat rapat dimulai Agatha mengandalkan juru bicara terbaik nya, hingga kristofer menggebrak meja saat Agatha, mengatakan akan mundur dari proyek pembangunan tersebut.


"Apa-apaan ini, nona Agatha, kamu pikir bisa seenaknya datang dan pergi begitu ia"ucap Kristofer yang terlihat murka.


"Disini saya punya hak untuk memutuskan sesuai kesepakatan semua nya, jika salah satu ada yang mundur dari kontrak kerja sama ini, dia tidak bisa menarik modal yang sudah dikeluarkan di tambah membayar denda sekian sesuai yang tertera di sana, dan saya akan melakukan hal itu"ucap Agatha tegas kemudian ia undur diri.


Semua orang begitu menyayangkan sikap Agatha, karena dengan begitu itu artinya dia sudah kehilangan banyak modal yang bahkan bisa meliputi sebuah perusahaan besar.


Kristofer tau bahwa gadis itu sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan nya.


Saat Agatha pergi Kristofer meminta asisten pribadi nya mengurus rapat tersebut dia berusaha untuk mengejar Agatha, tapi gadis itu bahkan sudah pergi dengan asisten pribadi nya.


"Honey, kamu tidak bisa melakukan hal ini"ucap Kristofer.


"Jangan pernah kamu melakukan hal ini"lirih Kristofer.


Pria itu pergi hendak menemui Agatha di kantor nya, butuh waktu satu jam lebih untuk sampai di sana, saat sampai di sana Kristofer, langsung masuk lift khusus Presdir tanpa bisa dicegah pria itu terlihat sedang sangat marah saat ini.


Sesampainya di depan ruangan CEO, perusahaan M.A6.N group Nama itu diambil dari nama anggota keluarga mereka saat ini.

__ADS_1


Kristofer langsung masuk tanpa bisa dicegah, sementara pemilik ruangan itu tengah mengobrol dengan beberapa orang klien penting saat ini alhasil rapat dadakan itu dibubarkan karena tidak mungkin bisa menahan Kristofer yang kini tengah murka.


Setelah semua orang keluar dari dalam ruangan tersebut, Agatha mempersilahkan Kristofer untuk duduk di sofa panjang. tapi pria itu bukan nya duduk melainkan langsung menghampiri Agatha, dan meraih tengkuk dan Agatha tidak bisa lagi menghindar karena Kristofer mengunci pergerakan nya.


"Apa-apaan ini tuan Kristofer, kita sudah tidak punya urusan apapun! aku bahkan sudah membayar pinalti"ucap Agatha.


"Honey, apa? kau sadar jika ternyata mental mu payah! aku bahkan merasa kasihan kepada mending kakek mu yang bahkan mungkin tengah bersedih karena mengalami kerugian akibat kecerobohan cucunya sendiri, apa? kau tau berapa tahun waktu yang dia habiskan untuk menjadi seperti sekarang ini"tanya Kristofer.


"Opah ku tak akan sedih karena kehilangan satu persen dari harta kekayaan nya, dia akan bersedih jika melihat cucu kesayangan nya menitikkan air mata, saat dirinya di sia-sia kan bahkan hampir dibunuh oleh pria yang kini ada di hadapannya yang selalu bilang bahwa dia mencintai nya, tapi ternyata hanya dusta"ucap Agatha.


Nyes....


Rasanya begitu menyakitkan di hati keduanya.


"Aku tidak ingin mendengar apapun, yang pasti kamu harus melanjutkan kerjasama kita"ucap Kristofer.


"Sorry, aku tidak punya waktu"ucap Agatha sambil mendorong dada bidang Kristofer, tapi pria itu tidak bergeming sedikitpun, saat itu Kristofer meraih bibir Agatha dengan bibirnya ciuman yang begitu kasar itu terjadi karena Agatha kini benar-benar berontak, dia tidak ingin harga diri nya terus diinjak-injak hingga Kristofer, sudah tidak bisa lagi menahan hasrat nya.


Pria itu menarik Agatha, membawa gadis itu kedalam ruangan istirahat yang tersedia di ruang CEO tersebut, Agatha bahkan sudah berulang kali berteriak agar Kristofer mau mengampuni nya, tapi sayang pria itu bahkan sudah benar-benar gelap mata, rasa takut kehilangan Agatha jauh lebih besar daripada takut dengan ancaman keluarga besarnya.


...🌸.......🌸...


Semua sudah terjadi, kini tidak ada lagi masadepan seperti yang selalu dimimpikan oleh gadis yang selalu berjuang melawan rasa sakit yang ia jalani selama ini, jatuh bangun kehidupan yang ia lalui bukan karena dia terlahir miskin, tapi karena masalah demi masalah dalam hidupnya yang akhirnya hampir membuat gadis itu mati di meja operasi, tapi berkat kegigihan dan perjuangan nya, membawa dia hidup hingga saat ini meskipun terlalu banyak hal sulit yang harus dia hadapi.


Agatha masih menangis dalam diam sambil bersandar di headbord tempat istirahat nya, sementara kini pria itu tengah duduk di sebuah sofa singgel menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat kacau karena perbuatannya Kristofer, sudah merenggut kesucian wanita yang sangat ia cintai.


Pria yang kini sudah berpakaian lengkap itu masih menatap lekat wajah cantik yang selalu menjadi candu untuk nya itu, rasanya sulit dipercaya bahwa dia bisa menikmati keindahan surga dunia yang selama ini ia inginkan meskipun caranya bukan seperti saat ini.tapi dia terpaksa melakukan itu agar wanita yang sangat ia cintai tidak pergi jauh dari nya.


"Pergilah aku tidak butuh tanggung jawab mu, karena sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa bersama"gadis itu menjepit selimut tebal tersebut dia berjalan perlahan menuju kamar mandi, terlihat langkah nya yang terlihat sangat menyakitkan tapi Agatha, tidak mengeluh sedikitpun.


Bayangan itu terus terlintas di benak Agatha, yang kini tengah memejamkan mata nya sambil berendam di dalam bathtub.


Mungkin itu akan jadi hal terindah jika itu terjadi setelah pernikahan diantara mereka terjadi, tapi semua hanya angan-angan saja, Agatha bahkan tidak pernah punya hak untuk mencintai pria yang sudah merenggut kesucian nya dengan paksa.


Air mata itu belum berhenti menetes, meskipun Agatha sudah berulang kali mengusap wajah itu dengan sangat kasar.


Hingga akhirnya, gadis itu menyudahi acara berendam nya, dia mengguyur tubuhnya di bawah pancuran shower hingga akhirnya selesai.


Gadis itu berjalan menuju kamar istirahat nya, tapi pria itu tidak ada lagi di dalam sana ada rasa sesak yang kini menyelimuti dadanya.


Agatha meraih sebuah dress selutut berwarna putih dengan corak bunga mawar merah di sekeliling nya dress itu sengaja disediakan jika Agatha ingin bersantai di sela pekerjaan nya, setelah menggunakan itu dia menyisir mengeringkan rambut nya hingga selesai menggunakan makeup Agatha berjalan keluar dari dalam kamar tempat beristirahat.


Agatha kini menatap lekat kearah pria yang ternyata masih berada di sana, gadis itu seakan tak percaya tapi dia mencoba untuk tak menghiraukan nya.


Agatha duduk di kursi kebesaran nya dia kembali menyalak laptop nya, dan memeriksa berkas-berkas yang ada di hadapannya.


Hingga satu jam berlalu Kristofer masih duduk anteng sambil memainkan ponsel nya, tapi saat jam kedua Agatha masih tetap tidak menghiraukan nya, bahkan tidak terlihat tanda-tanda itu akan berakhir akhirnya Kristofer bangkit dari duduknya dan menghampiri Agatha.


"Mau sampai kapan kamu mengujiku honey, apa? perlu aku hancurkan semua nya ini"ucap Kristofer.

__ADS_1


"Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan aku tak peduli lagi, semua sudah kau rengut dari ku"ucap Agatha.


"Semua?"ucap Kristofer balik bertanya.


"Ya... Opah, satu perusahaan dan juga kesucian ku, aku rasa sekarang sudah tidak ada lagi alasan untuk kamu tetap ada di sini, karena semua sudah tidak berharga lagi"ucap Agatha.


Sementara Kristofer, kini pria itu diam seribu bahasa tapi diamnya pria itu adalah sebuah bencana.


"Aku akan katakan ini sekali lagi sampai dunia ini kiamat sekalipun aku tidak akan pernah melepaskan mu, terserah kamu mau menolak sekeras apapun yang jelas aku tidak akan pernah pergi dari hidup mu"ucap Kristofer.


"Kau egois!"teriak Agatha yang terlanjur emosi dia bahkan melempar semua benda yang ada di meja tersebut, Agatha langsung beranjak pergi dari kursi kebesaran nya itu dengan membawa tas berisi barang-barang pribadi nya.


Agatha meminta sekertaris nya untuk membereskan semua kekacauan yang ada di dalam sana, sementara Agatha pergi terburu-buru dengan langkah yang diseret karena demi apapun itu terasa sangat sakit.


Sementara itu Kristofer mengikuti langkah Agatha, yang tetap tidak bisa menjauh dari nya hingga saat Kristofer, mengangkat tubuh Agatha yang kini melayang di udara dan kini Agatha mengalungkan lengannya di leher Kristofer secara refleks.


"Itu lebih baik honey, daripada aku memaksa mu kembali untuk kejadian tadi"ucap Kristofer.


Agatha tidak menjawab dia bahkan hanya membuang pandangannya.


"Honey, aku akan segera kembali ke Dubai, setelah kita menikah"ucap Kristofer.


Agatha masih bungkam sampai saat dia duduk di dalam mobil milik Kristofer.


"Yang, kamu masih ingin mendiamkan aku seperti itu setelah apa? yang terjadi"ucap Kristofer.


"Jawaban ku tak penting untuk mu, karena semua tidak ada gunanya"ucap Agatha lirih.


"Honey, setidaknya kamu bilang ingin pernikahan seperti apa? agar aku bisa memberikan nya padamu"ucap Kristofer.


"Aku lebih suka meminta peti mati daripada pernikahan, itu sungguh simpel, dari pada kau angkat aku setinggi awan dan kau jatuhkan kematian itu juga tetap akan terjadi"ucap Agatha.


"Kamu bicara seolah-olah aku sudah memperlakukan mu dengan sangat sadis"ucap Kristofer, seperti tidak merasa pernah melakukan hal buruk pada Agatha.


"Aku pikir bukan aku yang punya masalah dengan otakku tapi kau, buktinya kau melupakan semua perlakuan kejam mu padaku tadi"ucap Agatha.


"Hahaha, itu bukan perlakuan kejam sayang meskipun sedikit memaksa, tapi aku membawa mu menuju surga dunia yang begitu indah"ucap Kristofer tidak mau kalah.


Agatha hanya memukul dada bidang yang keras tersebut, sementara Kristofer mendarat kan ciuman di puncak kepala Agatha.


"Honey, apa? tidak masalah jika sudah menikah kita tinggal terpisah" tanya Kristofer.


"Terserah lagi pula siapa? yang akan menikah dengan mu"ucap Agatha kesal.


"Aku tidak minta pendapat mu tentang hal itu cinta, yang aku tanyakan adalah setelah kita menikah"ucap Kristofer.


"Sama saja tidak ada jawaban untuk itu"ucap Agatha.


"Honey... aku tidak perduli kau mencintaiku atau tidak karena yang aku pedulikan saat ini calon putra kita yang ada di sana"ucap Kristofer yang kini terlihat menujuk ke arah perut Agatha yang tampak membulatkan matanya.

__ADS_1


"Tidak mungkin"


__ADS_2