Sang Penari

Sang Penari
#Aku tidak lemah#


__ADS_3

Agatha, masih menitikkan air mata nya di atas sana.


Gadis itu bahkan tidak sadar jika ada seseorang yang datang dengan dikawal oleh para bodyguard, dengan mobil mereka masing-masing.


"Kau sedang apa? di sana, turun Agatha, mati tidak akan pernah menyelesaikan masalah!"teriak Kristofer, yang benar-benar datang, dan tidak menunggu satu tahun untuk kembali.


"Aku, tidak akan mati, hanya karena kalian mempermainkan aku, aku akan selalu baik-baik saja, tidak selemah itu!"teriak Agatha.


"Bagus lah! sekarang turun !"teriak Kristofer.


"Pergilah Kris! kau orang sibuk kau juga punya anak dan istri yang harus kau perhatikan, tidak usah pedulikan aku, hanya karena rasa iba, aku, tidak akan mati secepat itu, masih ada kedua orang tua ku, yang membutuhkan ku"ucap Agatha, sambil bercucuran air mata.


"Turun sekarang Agatha!"teriak Kristofer.


"Tidak aku masih mau disini, pergilah, tidak usah pedulikan aku"ucap Agatha.


"Agatha! jangan buat aku, marah dan merobohkan jembatan ini, sekarang juga!"ujar Kristofer.


"Robohkan saja, semua aku tidak perduli"ujar Agatha lirih


"Turun Honey"ujar Kristofer.


Anak buahnya membelalakkan matanya, saat mendengar itu, bos nya begitu bersikap lembut pada gadis yang kini tengah ia hadapi.


Agatha, akhirnya turun, tapi dia melewati Kristofer Alen, begitu saja.


"Honey, aku datang untuk mu, kenapa? sikapmu seperti ini heuuhh, ucap Kristofer, sambil menatap datar ke arah Agatha.


"Kris, pergilah tidak usah mengurus ku, kamu memiliki semua yang harus kamu urus, aku membawa mobil"ucap Agatha, tapi Kristofer, sudah tidak mau mendengar alasan apapun dia mencengkeram erat pergelangan tangan Kristofer.


Agatha, sendiri kembali bercucuran air mata, dia teringat Alex, andaikan saja saat ini, yang melakukan hal itu adalah Alex, mungkin dia akan menjadi wanita paling bahagia di dunia, tapi sayang semua itu, hanya ada dalam mimpi, Agatha.


Gadis itu terdiam, saat setelah berada di dalam mobil, hingga berulang kali Kristofer bertanya tapi Agatha, masih tidak menjawab, tatapan mata nya kosong, hingga kristofer berkata dengan kencang dan penuh penekanan.


"Aku,harus membunuh ketiganya agar, kamu bisa menjawab pertanyaan ku"ujar kristofer.


Tapi Agatha tetap tidak bergeming"Baiklah sekarang juga. bawa mereka ke markas"


"Tidak aku, minta maaf jika aku sudah membuat mu kecewa tapi sumpah aku tidak bermaksud seperti itu"ucap Agatha.


"Honey, katakan siapa? telah membuat mu seperti ini"ucap Kristofer.


"Tidak ada"ucap Agatha.


"Kamu berani berbohong Agatha"ucap kristofer.


"Jika kamu bisa tau, kamu tidak usah bertanya pada ku, tolong antar kan aku pulang, atau tinggalkan aku disini"ucap Agatha.


"Jangan harap, sebelum kamu bicara sendiri apa? yang membuat mu menjadi seperti ini"ucap Kristofer.


"Tidak ada Kris, aku hanya sedang ingin sendirian saja"ucap Agatha.


"Kamu pikir aku bodoh"ujar Kristofer .


"Tidak Kris, aku mohon antarkan aku pulang"ujar Agatha.


"Tidak bisa, sebelum kamu, bilang siapa? yang membuat mu seperti ini"ujar nya.


"Aku ada masalah keluarga, yang tidak bisa aku ceritakan Kris, aku mohon biarkan aku sendiri "ujar Agatha.


"Agatha, aku tidak punya waktu lebih lama lagi, aku punya banyak urusan, jika kamu begini terus, waktu ku terkuras banyak"ucap Kristofer.


"Kris, aku tidak meminta mu, untuk datang aku tau kamu punya urusan yang jauh lebih penting, termasuk waktu berharga mu untuk anak istri mu, jadi untuk apa? datang buang-buang waktu untuk wanita yang bahkan tidak berguna seperti ku, kamu pulang saja dan tidak usah mencari ku lagi, anggap saja kita tidak saling mengenal"ujar Agatha, yang kini menatap jendela, sampai suara bariton itu terdengar marah.

__ADS_1


"Kau bilang tidak saling mengenal, apa kamu tidak salah bicara, jika kamu masih egois, seperti ini, maka jangan salahkan aku jika aku berbuat semauku"ancam Kris, sambil memperlihatkan foto-foto ketiga pria yang Agatha kenali, yaitu Alexander, Piter, dan Tama.


"Jangan apa-apa kan mereka, please, mereka tidak ada hubungan nya, dengan apa? yang terjadi padaku"ucap Agatha.


"Kau yakin?"ujar Kristofer.


"Aku baik-baik saja Kris, mereka sudah tidak ada hubungan dengan ku, kecuali Piter, dia kakak ipar ku, dia hanya sering mengejek ku, Big baby, selebihnya dia baik dan sayang padaku, seperti kakak ku pada umumnya"ucap Agatha.


"Kau yakin?"tanya Kristofer.


"Sayang, seperti kakak sendiri dan bahkan memberikan hadiah ulang tahun mobil super mewah, yang bahkan mengalahkan mobil yang diberikan oleh mantan kekasih mu"ucap Kristofer.


Deg....


Agatha, benar-benar merasa seperti debu, di hadapan Kristofer.


"Kris, itu wajar kan dia keluarga ku"ujar Agatha.


"Kau yakin, tidak menyembunyikan sesuatu dari ku"ujar Kristofer.


"Tidak Kris"jawab Agatha.


"Sebaiknya, aku berikan potongan tubuh nya, pada peliharaan ku"ucap Kris.


"Tidak Kris, jangan aku mohon jangan lakukan itu, oke aku akui, dia sudah mengungkapkan perasaan nya padaku, dia mencintai ku, dan baru malam kemarin dia menyatakan itu, setelah aku kembali dari tempat mu"ujar Agatha.


"mencintai, heumm menarik juga, sepertinya, dia harus aku jadikan bahan uji coba ku, selanjutnya"ujar Kristofer.


"Tidak please, jangan lakukan itu, aku mohon Kris, aku mohon hiks hiks hiks, dia hanya khilaf, saat ini dan dia baru, memiliki anak dari kakak ku, aku tidak ingin menyakiti keluarga ku, sendiri biarkan dia hidup aku, mohon, kamu boleh jadikan aku sebagai gantinya, aku ikhlas, tapi jangan merenggut kebahagiaan kakak ku"ucap Agatha.


"Kau memohon, untuk pria menjijikkan itu, yang bahkan tidak pantas kau, mengasihani nya, sungguh scandal yang menggelikan, bahkan jika di buat novel pun, ceritanya akan sangat panjang begitu juga dengan judulnya,Balas dendam terhenti karena kakak ipar ku jatuh cinta pada ku, bagaimana, apa,? itu cocok, atau scandal kakak ipar yang mencintai adik ipar, kau bisa pilih yang mana yang lebih baik dari dua itu, atau ada lagi, Kakak kandungku sendiri membenci ku, karena suaminya mencintai ku"


"Stop, Kris, kau boleh menghina ku, sesuka hati mu, tapi aku mohon jangan sakiti Piter, aku hanya tidak ingin Alana, dan putra nya kehilangan dia, aku akan pergi jauh, dan jika perlu aku lenyap dari dunia ini"ujar Agatha.


"Apa? harus aku mati saja, agar aku tidak jadi benalu untuk ? pria beristri seperti mu, dan yang lain nya"ujar Agatha.


Kristofer mulai kehilangan kesabaran nya, pria itu bahkan sudah mencengkeram erat tengkuk Agatha, tapi gadis itu bahkan tidak bergeming sedikitpun, tidak ada kata yang terucap dari bibirnya itu.


...🌸........🌸...


Sampai satu hari satu malam, Agatha, bahkan tidak pernah bisa keluar dari apartemen nya, sendiri, karena Kristofer, menyuruh orang-orang nya, untuk menahan dirinya, di sana, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, semua demi keselamatan Piter, dan yang lain nya.


Jika saja Agatha, tega mungkin, semua itu, tidak akan Agatha, lakukan toh dirinya juga korban dari keegoisan cinta mereka, pria yang menjadi cinta pertama nya saat, dia tumbuh remaja kini sudah menjadi milik orang dan sudah bahagia, dan Piter, bukan salah Agatha, jika pria itu jatuh cinta pada nya, dan untuk Tama, pria itu, hanya ingin balas Budi, jadi tidak perlu di ikuti, tapi dengan Kris, Agatha merasakan rasa yang berbeda.


Terkadang Kris, membuat dia takut, terkadang rasa nyaman yang begitu besar, tapi Agatha, juga tidak ingin berhubungan dengan pria yang sudah berkeluarga seperti Kris, meskipun dia tidak pernah tau, siapa? istri Kristofer, perbedaan usia sepuluh tahun, juga, tidak terlalu kentara, justru Agatha dan Kristofer, terlihat serasi, hanya saja, Kris, lebih terlihat dewasa karena penampilan nya, dari tubuh tinggi tegap, dan rahang yang kokoh bahkan bisa, membuat siapapun bertekuk lutut padanya.


Agatha, berkali-kali, menghubungi Kristofer, tapi pria itu seolah tak perduli, dia tetap sibuk bekerja, dan bahkan sibuk mengurus perusahaan nya, bukan apa-apa dia masih sangat marah tidak terima Agatha memilih memohon untuk pria lain, dan bahkan dia selalu ingin mengakhiri hidupnya, karena kecewa dengan pria lain.


Agatha, mengirim puluhan pesan,agar Piter, mengijinkan dia keluar dari dalam apartemen nya, saat ini.


Sementara itu di kantor di kantor Piter, tengah menatap layar laptop nya, yang memperlihatkan, Agatha yang benar-benar sangat cantik, terlihat dari atas hingga bawah, dan tatto, yang terlihat di bagian pinggang nya.


"Sayang, kamu masih tidak menyadari, seberapa besar rasa cinta ku, jika saja dulu, kamu sudah mengerti arti dari cinta, mungkin aku, akan lebih memilih kamu, untuk menjadi istri ku, meskipun harus menunggu sampai seribu tahun lagi, aku akan melakukan nya, kamu begitu indah dibalik kepolosan yang tertutup dengan sikap mu, selalu bisa menyimpan rahasia sendiri, Agatha, aku sangat mencintaimu, kapan? kamu bisa membalas semua rasaku ini"ucap Piter lirih.


Sementara itu di kediamannya Piter sendiri Alana, tengah berbincang dengan putra nya yang masih bayi wanita itu begitu bahagia sudah memiliki putra yang tampan, seperti ayahnya, dan suami yang begitu mencintai nya selama ini.


Sementara dibalik itu, Alana, tidak menyadari bahwa sikap usil yang selalu Piter, tunjukkan pada adiknya adalah rasa cinta pria itu, pada sang adik, Alana, bahkan tidak jarang meminta Piter, untuk mendekatkan diri kepada Agatha, tapi Piter, menolak semua itu untuk menutupi perasaannya , terhadap Agatha, dihadapan Alana.


"Sayang, jangan ikut-ikutan seperti Daddy mu, ya' aunty Agatha itu baik, dan sangat sayang pada kita semua, jadi jangan benci aunty,adik mommy satu-satunya."ujar Alana.


Wanita itu bahkan tidak sadar, jika dirinya hanya dijadikan pelampiasan nafsu, oleh Piter, selama ini, meskipun Piter, memperlakukan dia dengan penuh perhatian, Piter, bahkan tidak pernah memperhatikan kekurangan itu.


Agatha, sudah menghindari Piter sejak saat itu.

__ADS_1


Agatha, kembali menelpon Kristofer, hingga kristofer tidak lagi mengabaikan nya, dia meminta Agatha, datang ke kantor nya, saat itu juga.


Agatha, pun hanya bisa pasrah dan dia juga berharap Kristofer, akan kembali membuat dia merasakan kebebasan.


Sampai saat tiba di lobby perusahaan, Agatha, langsung disambut oleh asisten pribadi nya Kristofer, pria itu bahkan tau jika Agatha, sudah tiba, meskipun wanita itu tidak memberitahu nya.


Agatha, tiba di ruangan Kristofer, terlihat pria itu tengah sibuk dengan pekerjaan nya.


"Tutup pintu nya"ujar Kristofer.


"Baik tuan"jawab sang asisten.


"Kris, aku lapar"ucap Agatha.


"Tunggu di situ"ucap nya menunjuk sofa panjang yang ada di ruangan itu.


" Bawakan makanan siang untuk dua orang"ucap Kristofer.


"Kris, aku minta maaf"ucap Agatha.


"Sudah sadar dimana letak kesalahan mu"tanya Kristofer.


"Aku tidak tau Kris, jika melindungi orang lain adalah sebuah kesalahan"jawab Agatha.


"Jadi kau masih belum menyadari kesalahan mu, setelah ini jangan harap bisa keluar"ujar Kristofer.


"Kris, please, beritahu aku dimana letak kesalahan ku"ujar gadis itu memohon.


"Aku tidak bisa melakukan itu kau bisa memikirkan apa? kesalahan mu itu, setelah kembali, dari sini"ucap pria itu tegas.


"Kris"ujar Agatha.


"Diam Agatha, jangan sampai hukuman mu bertambah, sekarang kau tandatangani semua berkas ini"ucap Kristofer.


"Tapi, apa? ini Kris"ucap Agatha.


"Kau bukan anak TK, yang harus diajarkan membaca"ucap Kristofer tegas.


"Surat kontrak menikah, dan perjanjian pelanggaran,apa? ini Kris, aku masih belum siap untuk itu, aku juga harus mengurus perusahaan milik keluarga, dan satu lagi sudah memiliki keluarga"ujar Agatha.


"Aku tidak minta pendapat mu"ucap Kristofer tegas.


Agatha membaca beberapa lembar kertas yang ada di hadapannya, dia seakan merasa di jebak, dan jika dia tidak mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku maka wanita itu akan kehilangan orang-orang yang sangat ia kasihi.


Agatha, hanya bisa pasrah, Marvin, juga tidak mungkin bisa membantu nya, kristofer, terlalu berpengaruh, dan dia juga tidak ingin melibatkan keluarga nya dalam hal ini.


Setelah itu, makanan datang, mereka pun makan bersama, Kristofer, bahkan menyuapi Agatha, meskipun ekspresi wajah nya, tetap datar dan tidak terlihat senyum sama sekali, tidak terbayang oleh Agatha, jika dirinya kini telah resmi menjadi istri dari Kristofer, bahkan buku nikah dan ijab qobul yang bahkan dia sendiri tidak tahu, tapi bukti foto itu ada, Kristofer, berjabat tangan dengan Alvin, dan juga disaksikan oleh Ariana dan Marvin.


"Aku tidak tau harus bilang apa? tapi bolehkah aku mengulang pernikahan kita seperti pernikahan pada umumnya"tanya Agatha.


"Kita hanya butuh resepsi pernikahan itu sudah cukup"ujar Kristofer.


"Ya sudah lebih baik tidak sama sekali, karena, semua orang akan mempertanyakan kapan kita melakukan ijab qobul"ucap Agatha.


"Kau lebih memikirkan orang lain, dari pada suamimu dan kedua orang tua mu"ucap Kristofer kesal.


"Bukan begitu Kris"


"Lalu apa? ingat kau berhutang penjelasan padaku, sebelum kamu menyadari semua nya"ujar Kristofer.


"Baiklah, aku pulang dulu"ucap Agatha.


"Pulang ke Mension, setelah itu kita akan pulang ke Amerika"ucap nya tegas.

__ADS_1


__ADS_2