
Alana tidak mau membalas pesan dari Piter wanita itu bahkan tidak menghidupkan ponsel nya hingga siang hari, Alana berangkat ke kampus menggunakan mobil sendiri sampai saat Alana pulang kuliah.
Sampai saat Piter menjemput gadis itu di kampus tapi tidak ada, Alana sudah pulang Piter mengepalkan tangannya dan pergi dengan mobilnya.
Sampai di rumah Alana, Piter langsung masuk kedalam dia bertanya dimana calon istrinya itu, tapi orang rumah bilang Alana, belum kembali.
Piter semakin terlihat kesal dirinya langsung pergi meninggalkan rumah Marvin, dia mencari Alana, ke tempat yang biasa dia kunjungi nihil wanita itu tidak ada ada di sana ditempat manapun.
Dia mencoba menghubungi nomor nya, namun handphone Alana tidak aktif, entah dimana gadis itu berada saat ini.
Piter kembali dilanda keresahan, dia pun menelpon Agatha saat itu juga, setelah itu dia kembali ke kantor, pria itu benar-benar marah dia akan mengurus gadis nakal itu nanti, pikir nya, tapi saat dia masuk ke dalam ruangan nya dia melihat gadis yang sedari tadi dia cari tengah tertidur pulas di sofa.
"Owh ya ampun Alana, aku mencari kemana-mana kamu ternyata sudah disini"ujar nya lirih.
Pria itu langsung mendekat dan langsung mengangkat Alana membawa nya ke dalam ruangan istirahat nya, Piter langsung membaringkan Alana perlahan, dan Piter ikut berbaring di samping nya.
Pria itu menatap wajah Alana, yang terlihat sembab, dia baru sadar ternyata gadis itu habis menangis.
"Sayang kamu kenapa?"ujarnya lirih.
Piter pun mulai memeluk nya dan memejamkan mata nya.
Hingga beberapa saat kemudian, Alana bangun dan bergegas menuju toilet yang ada di ruangan milik pria itu, Piter langsung bangun setelah mendengar suara gemericik air,di dalam toilet.
Piter pun duduk di tepi ranjang tersebut, dia menunggu Alana, keluar dari toilet.
Alana keluar dan tampak segar saat ini, setelah beberapa saat berada di dalam kamar mandi.
"Sayang kamu darimana saja, aku mencari mu"ujar Piter.
Alana tidak menjawab dia pergi begitu saja melewati Piter, yang hendak meraih tangan nya tapi Alana, segera menjauhkan nya, gadis itu kembali ke ruang kerja Piter.
"Yang tunggu aku disitu"ujar Piter, pria itu buru-buru ke toilet dan membasuh muka, setelah itu mengeringkan nya dengan handuk, lalu buru-buru keluar.
Sesampainya di ruang kerja gadis itu sudah tidak ada di sana, entah apa? yang terjadi, Piter langsung meminta resepsionis untuk mencegah kepergian Alana, saat itu juga.
Piter yakin Alana, masih berada di kantor nya.
Pria itu pun meraih jas ponsel dan juga tas kerja nya saat itu juga langsung berlalu dari ruangan tersebut, sambil menelpon seseorang di balik telpon.
Sesampainya di bawah dia melihat Alana, tengah ribut dengan karyawan nya, yang tadi dia minta untuk mencegah. Alana pergi.
"Apa? hak mu melarang ku pergi"tanya Alana .
"Ini perintah bos"ujar wanita itu.
"Persetan dengan bos, mu aku bukan siapa-siapa nya dia!"ujar Alana.
Tiba-tiba, tangan Alana ditarik pergi oleh Piter, wanita itu, memberontak tapi tidak bisa melepaskan diri, hingga Piter membawa Alana pergi dengan mobilnya.
"Lepas aku mau pergi"ujar Alana.
"Kita pergi sama-sama sayang"ujar Piter.
"Piter kita tidak punya hubungan apapun lagi"ujar Alana.
"Bagaimana bisa"ucap Piter.
"Kamu sendiri yang meminta itu, dan ternyata aku tau kenapa? kamu meminta itu, sekarang semua sudah jelas"ujar Alana.
"Jangan mengada-ada Alana, aku tidak pernah minta kita putus, malah kita akan segera menikah"ujar Piter.
"Jangan coba-coba menipuku lagi Piter, aku tidak sebodoh dulu, jika kamu sudah memiliki dia dan anak kalian untuk apa? menikah dengan ku, apa? lagi-lagi untuk membalas dendam atas kematian Daddy mu"ujar Alana.
Perih itu sudah pasti, kekasih nya menuduh dirinya sampai sejauh itu.
__ADS_1
"Beri aku penjelasan setelah itu kamu boleh pergi dari hidupku"ucap Piter.
"Tidak ada lagi yang harus dijelaskan, seharusnya aku tau diri sejak tadi tidak usah menunggu dirimu untuk minta penjelasan"ujar Alana.
"Apa? yang harus aku jelaskan honey, aku tau kamu bosan dengan ku maka dari itu kamu mengarang cerita" ujar Piter.
"Pi! untuk apa? aku mengarang cerita, jika aku hanya ingin putus, lagi pula kita sudah putus sejak kemarin"ujar Alana berteriak.
Piter langsung menghentikan laju mobil nya tapi dia langsung memutar arah mobil nya.
"Aku seperti nya, harus menghukum mu agar kamu sadar, siapa? dirimu untuk ku"ujar Piter.
"Pi! kamu sudah punya dia!! mau sampai kapan kamu terus berpura-pura" teriak Alana.
"Alana, siapa? orang yang kamu maksud"tanya Piter.
Alana memberikan semua foto yang dia ambil bahkan rekaman audio di ponsel, saat wanita itu menjelaskan semua nya.
"Orang seperti dia, kamu percaya Honey, dia itu bukan wanita baik-baik, aku pernah tidur dengan nya jauh sebelum aku bertemu dengan mu, dia adalah kupu-kupu malam, yang bekerja di club malam milikku"ujar Piter.
"Owh begitu jadi, sebelum itu kamu melakukan hal itu dengan wanita lain, dan itu artinya kamu sudah bukan perjaka lagi, owh my God"ujar Alana.
"Sayang aku hanya tidur, tidak melakukan apa-apa, saat itu aku hanya ingin ditemani saja.aku sedang berada dalam posisi kurang baik, dan dia merawat ku malam itu.
Alana pun terdiam setelah itu dia langsung keluar dari dalam mobil yang baru terparkir tapi dengan cepat Piter meraih tangan Alana, setelah ia mengejar nya.
Piter memeluk tubuh ramping itu dari belakang dengan sangat erat.
"Sayang aku tak akan mengijinkan mu pergi sebelum kamu, sadar bahwa apa? yang kamu lakukan saat ini adalah sebuah kesalahan"ujar Piter yang langsung mengangkat tubuh Alana, melangkah memasuki Mension utama milik nya, dan langsung di sambut oleh pelayan.
"Lepas, aku mau pulang"ujar Alana.
"Disini rumah kita"ujar Piter.
"Tidak aku harus pergi ini bukan"ucapan nya terhenti saat Alana, terjatuh di atas kasur empuk tersebut.
"Jangan bohong Sayang, aku tidak mungkin menyakiti mu"ujar Piter yang kini berbaring di samping Alana.
Alana bergerak hendak pergi tapi lengan kekar itu menahan nya.
"Jangan menguji kesabaran ku honey"ujar Piter.
Alana pun hanya terdiam, wanita itu tidak bisa lagi bergerak karena Piter mengunci pergerakan nya.
Piter mendarat kan kecupan di kening Alana, pria itu tampak menatap lekat wajah gadis yang kini tengah memejamkan mata tersebut.
"Apa? kamu masih ingin pergi"tanya Piter.
...🌸.......................🌸...
Piter kini melanjutkan tidur siang nya yang sempat terganggu bersama dengan gadis kesayangan nya, di Mension utama.
Sementara itu, Agatha saat ini tengah membujuk kekasih bayaran nya yang tengah duduk bersama dengan nya di kedai eskrim.
"Kak, aku mohon please, ikut aku ke rumah, Mommy bilang dia yang akan membayar mu"ujar Agatha.
"Bocah nakal, siapa? yang minta bayaran padamu, apa? kau lihat aku seperti orang miskin"ujar pemuda bernama Alexander Dimitri.
"Tapi kak, aku sudah bilang waktu itu akan membayar mu bukan"ujar Alana.
"Kamu cukup membayar ku dengan senyuman mu, itu sudah cukup"ujar Alexander.
"Tapi kak, aku sudah terlanjur bilang pada mommy, ayolah setidak nya kakak datang untuk bertemu keluarga ku, agar mereka tidak terus bertanya"ujar Agatha.
"Agatha, aku sudah memiliki tunangan, jadi tidak mungkin benar-benar serius untuk ikut ke rumah mu"ujar Alexander jujur, pria yang sebentar lagi lulus kuliah itu, bahkan sudah dijodohkan dengan wanita lain.
__ADS_1
"Baiklah, mulai sekarang kakak tidak perlu lagi datang untuk menolongku, meskipun aku terlihat sangat menyedihkan anggap saja kita tidak pernah kenal"ujar gadis itu yang langsung meraih tas nya, tapi Alexander langsung menahan lengan Agatha.
"Agatha Alexandria, aku tau kamu kecewa tapi tidak begini caranya"ujar Alexander.
"Lepas kak, semua sudah jelas bukan, bahkan kau juga jijik terhadap ku, bahkan untuk berpura-pura menjadi teman ku saja, kamu sudah tidak bisa, jadi lepas"ujar Agatha yang kini menunduk, dia tidak ingin Alex, melihat Air mata nya yang sudah mulai berjatuhan.
"Jangan begini, baiklah-baiklah, aku akan datang ayo kita pergi bersama"ujar Alexander.
"Tidak , sudah lah tidak usah dilanjutkan anggap saja aku tidak pernah memohon"ujar Agatha yang kini menatap ke arah Alex dengan linangan air mata.
Gadis itu buru-buru pergi Alex, sudah berusaha untuk mengejar nya tapi dia tidak berhasil Agatha sudah masuk ke dalam taksi yang langsung pergi.
hingga saat tiba di rumah yang kini terlihat sepi, karena Daddy dan Mommy nya mungkin belum pulang dari kantor, Agatha langsung masuk kedalam kamar nya, dia mengunci diri di kamar tangis nya kembali pecah, hingga dia tertidur.
malam pun tiba, Alvin dan Anggita tidak melihat putri nya keluar kamar, mereka pun langsung naik, ke lantai dua dimana kamar putri nya berada.
"Sayang ayo kita makan malam" ujar Alvin.
"Tidak mau, aku tidak lapar"jawab Agatha.
"Sayang kamu habis nangis, ayo buka pintu nya"ujar Alvin.
"Tidak mau, sebelum Daddy janji pindahin sekolah ku, aku tidak suka sekolah disana"ujar Agatha lagi.
"Tapi sayang bukan kah itu sekolah favorit mu"ujar Anggita.
"Tidak lagi Mommy aku tidak suka sekolah disana"ujar Agatha di balik pintu.
"Heumm baiklah sayang sekarang buka pintu kita bicara kan semua nya"ujar Alvin.
Pintu pun terbuka Alvin dan Anggita kaget saat melihat wajah putri nya yang sembab.
"Sayang"ujar Anggita yang langsung memeluk putri nya yang kini menangis kencang, seperti anak SD.
"Mommy aku tidak mau sekolah lagi di sini aku mau pindah ke Singapura saja bersama dengan kak Al, jangan disini" ujar Agatha.
"Sayang tapi kita sudah janji pada Oma, untuk tetap tinggal bersama, begini saja kamu boleh pindah sekolah tapi tidak di luar negeri, karena di sana tidak ada yang menjaga putri kesayangannya Mommy"ujar Anggita.
Anggita pun membantu merapihkan rambut dan memberikan kompresan di wajah Agatha agar tidak bengkak karena habis menangis.
Sejak saat itu, Agatha pun pindah ke sekolah lain, dia tidak ingin bertemu dengan teman-teman nya yang selalu mengejek nya, seperti big baby, dan jomblo sejati.
Sementara itu, Alexander, selalu mencari Agatha, sebelum pergi kuliah, tapi dia tidak pernah lagi bertemu dengan nya, dan saat dia bertanya kepada salah seorang siswa, dia bilang big baby pindah sekolah.
"Bukan tanpa alasan dia disebut big baby, karena saat pertama kali dia masuk sekolah gadis berusia enam belas tahun itu, seperti anak kecil dia selalu memegang kotak eskrim di tangan nya, bahkan jika dia tidak memiliki eskrim gadis itu tidak mau mengikuti pelajaran terpaksa guru memberitahu Anggita selaku orang tua nya, dan itu selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya.
Bahkan setelah Agatha sembuh total dan berpenampilan layaknya anak ABG, dia masih di ejek karena eskrim tidak pernah lepas dari dirinya, dan setelah itu dikatai jomblo Wati sejati.
Hingga suatu hari, saat Alexander tidak jadi kuliah dia melihat seorang gadis berseragam sekolah khas sekolah internasional, sedang berjongkok sambil menangis di tepi jalan, Alex, teringat akan sang adik yang juga mengalami hal ini, sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di kamar mandi.
Alexander langsung menepikan mobilnya, dan menghampiri nya, saat itu Agatha terlihat sangat menyedihkan, dengan Isak tangis nya.
Alex pun mengajak nya, ke kedai eskrim, dan itu berhasil hingga akhirnya gadis cantik itu mau bercerita dan dia menawarkan uang pada Alex, asalkan dia mau jadi kekasih nya, dan Alexander pun mengiyakan nya,agar Agatha tidak bersedih lagi, bahkan Alexander masuk kedalam sekolah untuk menunjukkan bahwa Agatha memiliki pacar dan itu pun berhasil .
Tapi setelah Alexander menolak, Agatha untuk datang ke rumah nya, gadis itu kembali down hingga dia meminta untuk pindah sekolah.
Alexander pun hanya bisa berharap semoga Alana, tidak seperti sang adik yang berakhir mengenaskan.
Sementara di kediaman Alana, saat ini Piter datang bersama Adryan dan Agatha untuk membahas pernikahan, antara Piter dan Alana, yang akan digelar tiga hari lagi.
Hingga saat pembahasan itu berakhir, akhirnya mereka pun makan malam bersama, tapi tidak dengan Agatha, yang setiap hari hanya makan eskrim dan steak dan salad dan itu sudah di jadwalkan jam makan terakhir adalah sore tapi eskrim hingga dia akan tidur harus ada di samping nya.
Agatha pun tertidur pulas setelah mengerjakan tugas sekolah nya.
Sementara itu Piter, saat ini tegah berada di balkon kamar Alana, mereka masih mengobrol dengan santai nya sementara Agatha dan Alvin juga Adriyan kini tengah mengobrol seperti dulu.
__ADS_1
Anggita sendiri kini tengah membetulkan posisi putri nya yang sudah terlelap di dalam mimpi nya, Anggita menyelimuti putri nya, mengecup puncak kepala putri nya, setelah itu dia akan membersihkan bekas eskrim yang sedikit berceceran di meja belajar.
"Kapan kamu bisa bersikap dewasa sayang Mommy, setidaknya lepas eksim ini dan bersikap lah seperti kakak mu saat di usia mu"lirih Anggita.