Sang Penari

Sang Penari
#Positif#


__ADS_3

Kristofer pergi begitu saja, tanpa menghiraukan panggilan Agatha yang terdengar lirih, wanita itu langsung terduduk di lantai.


Sampai akhirnya dia teringat dengan Alexander yang entah bagaimana kabarnya akhirnya wanita itu langsung pergi.


Dia tidak perduli dengan larangan dari Kristofer.


Bagaimana bisa dia berdiam diri untuk satu hal yang telah ia janjikan saat itu.


Agatha pergi dengan menggunakan mobil suaminya dia tidak akan tinggal diam sebelum memastikan bahwa Alexander baik-baik saja.


Agatha tiba di lobby rumah sakit, dia langsung disambut sang kakak yang ternyata sudah berada di sana untuk bekerja.


"Agatha"ucap NATO.


"Kak"sambut Agatha sambil memeluk erat kakaknya itu.


Semua orang yang melihat itu sangat lah iri dokter tampan dan gadis cantik itu berpelukan meskipun mereka tahu bahwa keduanya adalah kakak beradik.


"Gimana keadaan kak Alex"ucap Agatha.


"Dia sudah jauh lebih baik saat ini tapi istrinya dibawa pulang ke negaranya oleh keluarga wanita itu setelah mengetahui bahwa Alex akan lumpuh"ucap NATO.


"Apahhh!"Agatha kaget.


"Tenang sayang itu hanya bersifat sementara"ucap NATO.


Agatha berjalan terburu-buru menuju tempat dimana Alexander kini di rawat.


Sesampainya di sana dia melihat Alexander tengah melamun setelah siuman pasca operasi, sehabis kecelakaan dua hari yang lalu.


"Kak, bagaimana keadaan mu?"ucap Agatha yang sudah berada di samping Alex yang terlihat terluka batin nya saat ini.


Alexander, masih terdiam tanpa kata sampai saat Agatha berkata"maafkan aku aku tidak sengaja meninggalkan mu kemarin"ucap Agatha lirih.


"Tidak apa-apa, mungkin ini karma dulu aku pergi meninggalkan mu"ucap Alex .


Ada rasa yang sangat sangat menyakitkan dan begitu perih saat ini,di hati keduanya.


"Aku sudah memaafkan mu, dan aku juga sudah melupakan semua nya. mungkin semua itu adalah jalan yang membawa kita untuk hidup lebih dewasa dan lebih baik lagi"ucap Agatha.


"Tidak sayang semua ini adalah karma, bahkan disaat aku tidak berdaya dia pergi meninggalkan ku, sekarang aku pun melepaskan mu, kamu boleh pergi atau pun memilih pria lain.aku sadar aku tidak pernah pantas untuk mu"ucap Alexander.


Agatha meraih tangan kekar itu dan memberikan usapan lembut di punggung tangan itu.


"Hi... jangan putus asa seperti ini, kita masih bisa menjadi teman atau saudara, kamu adalah pria yang baik dan aku sangat mengenal mu.meskipun dibalik itu aku juga pernah terluka karena mu, tapi aku tidak pernah dendam padamu aku masih sangat menyayangi mu, tapi mungkin hanya sebagai teman karena kita sudah tidak lagi bisa bersama, aku sudah menjadi milik orang lain dan begitu juga kakak"ucap Agatha terhenti saat melihat Alexander menangis sesenggukan.


"Kak, maafkan aku jika aku bersalah padamu aku hanya ingin kita bisa menjadi teman baik"ucap Agatha.


"Teman.... bahkan untuk hal itupun aku tidak pantas Agatha, aku cacat"ucap Alex.


"Tidak kak, aku akan membantumu untuk bisa sembuh dan beraktifitas kembali seperti sedia kala, meskipun mungkin butuh waktu lama untuk bisa kembali sembuh"ucap Agatha.


"Aku tidak yakin akan seperti semula"ucap Alex.


"Bisa kak, apa lagi kondisi kakak tidak separah kondisi Daddy dulu kakak lihat kan Daddy bisa kembali beraktifitas seperti biasa bahkan tidak pernah terlihat bahwa dia pernah mengalami kecelakaan"ucap Agatha.


"Heumm"


"Apa? kakak sudah makan dan minum obat"ucap Agatha.


Alex hanya menggeleng, karena saat suster datang untuk memberikan sarapan pagi dan minuman obat Alex masih menolak.


Pria itu merasa terpukul dengan keadaan nya saat ini.


"Kakak mau makan apa? biar aku pesankan"ucap Agatha.


"Aku rindu masakan mu"ucap Alex.


"Baiklah kakak tunggu disini, aku akan pergi untuk memasak makanan yang kakak suka "ucap Agatha.


"Lain kali saja yang, sekarang pesan saja tapi aku ingin disuapi"ucap Alexander.


"Tentu apapun itu"ucap Agatha.


"Heumm... maafkan aku sayang andaikan saja dulu aku tidak menuruti keinginan kedua orang tua ku"ucap Alexander yang terlihat sangat menyesal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, sudah ya jangan bahas apapun lagi"ucap Agatha .


Alex tersenyum, Agatha yang terlihat sangat cantik dan semakin dewasa membuat hati nya diliputi penyesalan karena tidak berjuang untuk mempertahankan hubungan mereka berdua.


Agatha langsung menyuapi Alexander, saat pesanan makanan itu datang dengan begitu telaten dan penuh sayang Agatha menyuapi Alexander.


Setelah selesai makan Agatha langsung memberikan obat pada Alexander dengan sangat hati-hati.


"Terimakasih Yang"ucap Alex kini terlihat ada semangat dalam diri nya.


"Sama-sama, aku akan mencari orang yang ahli untuk mendampingi kakak saat ingin ke toilet atau mandi selebihnya aku yang akan mengurus kakak"ucap Agatha.


"Aku tidak ingin merepotkan mu Yang"ucap Alexander.


"Tidak kak selain ke kantor atau setelah itu aku tidak punya pekerjaan lain saat aku bekerja ada Xena yang akan menemani kakak, saat aku pulang hingga kakak tidur aku akan menemani kakak"ucap Agatha.


"Heumm baik'lah sayang terserah kamu asal tidak merepotkan mu"ucap Alex.


"Tidak kak mulai besok aku akan datang membawa sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor"ucap Agatha.


"Terimakasih Yang, kamu memang bidadari terbaik yang pernah hadir dalam hidup ku"ucap Alex.


Agatha tidak pernah risih dipanggil mesra oleh Alexander karena selama ini ia sudah terbiasa dengan panggilan itu, berhubungan atau tidak panggilan sayang itu tidak pernah lepas dari pria itu, cinta Alex memang tidak pernah musnah untuk Agatha, hanya saja terhalang restu orang tua.


Sampai makan siang dan makan malam Agatha, masih berada di sana hingga Alexander akan tidur barulah Agatha pamit pulang.


"Kak cepat sembuh, setelah ini kamu harus bisa hidup lebih baik lagi"ucap Agatha lirih sambil menyelimuti Agatha.


Agatha pun pergi dia kembali ke Mension, dan sesampainya di sana Agatha langsung mandi dan berganti pakaian dengan kimono tidur nya.


Iya membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sangat luas itu, terdapat foto suaminya yang kini ia rindukan, meskipun pria itu bukan hanya milik dia seorang.


"Aku merindukan mu, meskipun saat ini kamu pergi"ucap Agatha yang menatap sendu wajah Kristofer yang terpanjang di dinding ruangan kamar utama milik Kristofer.


Akhirnya Agatha pun tertidur sambil memeluk bantal guling hingga tiba pukul enam pagi alarm dari ponsel nya membangunkan tidur lelap nya, Agatha menggeliat dia bangkit perlahan sambil mengikat rambut nya asal.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian gadis itu merapihkan kamar dan membuka gorden kamar nya.


Agatha, langsung pergi ke dapur meskipun pelayan bertanya ingin dimasakin apa? untuk sarapan pagi nya, tapi Agatha malah masak dengan porsi yang cukup banyak cukup untuk tiga orang, hingga selesai masak makanan tersebut wanita itu pun langsung menatanya di dalam kotak bekal untuk ia bawa ke rumah sakit nanti.


...🌸....🌸...


Agatha pergi melesat dengan mobil nya yang kini membelah jalanan yang masih sepi tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang.


Sesampainya di gedung rumah sakit tersebut, Agatha langsung disambut ramah oleh mereka semua yang mengenal anak pemilik rumah sakit tersebut.


Agatha tiba di ruangan Alexander yang kini tengah menolak untuk minum obat dan sarapan pagi.


"Sus biar saya saja"ucap Agatha yang langsung disambut senyuman oleh suster tersebut.


"Tidak usah Agatha, sebaiknya kamu juga pergi, aku ingin mati saja"ucap Alexander yang terlihat sangat putus asa mungkin karena terlalu banyak tekanan.


"Kak, aku tidak tau kamu kenapa? tapi aku sudah menepati janji untuk datang setiap pagi untuk sarapan pagi bersama dengan mu"ucap Agatha lembut.


Suster pamit pergi Agatha sendiri merapihkan penampilan Alex dengan telaten termasuk selimut dan barang yang sempat di raih Alexander.


"Sekarang kakak sarapan dulu ya, aku sudah bangun pagi sekali untuk menyiapkan makanan yang kakak ingin kan"ucap Agatha lembut sambil membuka kotak bekal itu, Alexander masih terdiam di posisi yang sama saat ini.


"A kak buka mulut nya aku tidak yakin ini enak jika dibandingkan dengan masakan yang dibuat oleh istri kakak"ucap Agatha.


"Jangan sebut dia lagi di hadapan ku, aku tidak akan pernah memaafkan dirinya"ucap Alex.


"Baiklah maafkan aku"ucap Agatha yang kini mendekat kan sendok pada bibir Alex.


Akhirnya Alex mau sarapan pagi dan meminum obat.


"Kak, hari ini aku masuk kantor aku akan meminta Xena untuk menemani kakak, disini sebelum aku pulang kerja"ucap Agatha.


"Maafkan aku Yang... tadi aku merasa sangat kacau"ucap Alex, terlihat menyesal.


"Tidak apa-apa kak aku mengerti, ingat untuk selalu semangat aku ada kapanpun kakak butuh aku"ucap Agatha.


"Terimakasih Yang, jika kamu cape sepulang bekerja sebaiknya tidak usah datang"ucap Alex.


"Tidak, justru aku akan bosan jika terus berdiam diri di rumah"ucap Agatha.

__ADS_1


"Apa? dia baik"pertanyaan itu lolos dari bibir Alex.


Agatha yang sedang merapikan bekas makan itu akhirnya berhenti dan mematung.


"Maaf jika pertanyaan ini membuat mu terganggu"ucap Alex.


"Tidak apa-apa, kak aku mengerti kok"ucap Agatha sambil tersenyum.


"Dia cukup baik"ucap Agatha.


"Cukup berarti tidak terlalu baik"ucap Alex.


"Tidak kak mungkin karena aku masih baru bersama dengan nya"ucap Agatha.


"Justru biasanya yang baru akan menunjukkan bahwa dirinya adalah yang terbaik"ucap Alex lagi.


"Heumm... mungkin juga karena aku tidak terlalu memperhatikan itu"ucap Agatha.


"Jika suatu saat dia menghianati cinta mu, bilang padaku aku akan membuat perhitungan dengan nya, dan harus kamu tau hati ini masih atas nama mu sayang"ucap Alex lembut.


"Heumm... tidak baik terus menyimpan seseorang di hati mu kak, kamu harus bisa move on dan melanjutkan hidup mu"ucap Agatha.


"Aku tidak bisa melakukan itu Yang...hati ini tak pernah bisa berpaling dari mu"ucap Alexander.


"Terimakasih kak atas semua rasa cinta itu,aku menghargai nya, tapi sebaiknya kakak belajar untuk melupakan ku, kita tidak berjodoh dan itu artinya aku bukan wanita yang baik untuk mu"ucap Agatha sambil tersenyum penuh kelembutan.


Kini Agatha sudah bisa berdamai dengan masalalu nya, wanita yang kini resmi menjadi milik Kristofer itu sudah bisa memaafkan Alexander dan juga menerima semua takdir hidup nya.


"Aku pamit kerja dulu kakak hubungi aku saja jika butuh sesuatu, apa? nomor ku masih ada di handphone mu kak"tanya Agatha.


Alexander menggeleng karena sudah sejak lama Agatha tidak bisa dihubungi entah kenapa? setelah hari itu, hari dimana ia mencegat langkah Agatha di toilet kantor, saat itu pula Agatha tidak lagi bisa dihubungi.


"Telpon Xena, dia akan menghubungkan mu padaku"ucap Agatha yang kini memasukkan nomor sahabat nya itu.


Agatha pun pergi meninggalkan Alexander yang kini menatap kepergian bidadari cantik yang sangat baik hati, berlian indah yang sempat Alexander tinggalkan dan kini setelah ia tak bisa berbuat apa-apa lagi dalam keterpurukan akhirnya Agatha kembali dalam hidup nya, menemani nya menjadi Dewi penolong baginya.


Satu bulan berlalu sejak hari itu, setiap hari Agatha akan datang untuk sarapan pagi bersama dan akan kembali setelah pulang bekerja hingga Alex tertidur, wanita itu kini menelpon Xena, yang masih tinggal di rumah kediaman Ariana, dan hubungan nya semakin dekat dengan Alvaro, meskipun tidak untuk menuju hubungan yang lebih serius, tapi Agatha tidak ingin ikut campur semua sudah menjadi keputusan bagi keduanya untuk terus bersama tanpa ikatan yang jelas.


Agatha sedang berada di dalam kamar mandi sejak bangun pagi, Agatha mengalami mual yang sangat hebat, entah apa? yang terjadi tapi saat ini dia begitu kepayahan.


Seorang pelayan wanita masuk untuk memberitahu bahwa ada telpon dari tuan nya itu.


Kristofer menghubungi Mension, telpon yang ada di Mension, untuk meminta Agatha mengaktifkan handphone nya.


"Nyonya tuan meminta anda untuk mengangkat panggilan"ucap pelayan tersebut.


Agatha yang baru keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh lemah dan wajah pucat nya itu.


"Anda tidak apa-apa nyonya wajah anda begitu pucat apa? perlu saya panggilkan dokter"ucap pelayan tersebut.


"Tolong panggilkan dokter, aku rasa aku sakit kepala dan mual"ucap Agatha.


Pelayan itu buru-buru pergi untuk memanggil dokter.


Sementara Agatha bersandar di headbord sambil membuka ponselnya, saat itu juga panggilan masuk dari Kristofer untuk pertama kalinya masuk.


"Pagi suster Agatha, apa? kabarmu, kenapa terlihat pucat begitu apa? kamu begitu kelelahan dan pasien mu tidak memberi mu izin untuk istirahat"ucap Kristofer dengan nada dingin.


"Kris, aku tidak ingin berdebat saat ini aku benar-benar sedang tidak enak badan"ucap Agatha.


"Aku tidak pernah mengajakmu untuk berdebat aku hanya bertanya kabar tentang suster pribadi yang baik hati"ucap Kristofer, pria itu lagi-lagi menyindir Agatha.


"Aku tutup telpon nya, jika kamu hanya berdebat"ucap Agatha.


"Maka dia akan segera tamat"ujar Kristofer.


Agatha hanya terdiam, dia tidak berkata apa-apa lagi, meskipun Kristofer berulang kali menyindir nya.


Pria itu teramat sangat kecewa, karena istrinya bahkan lebih mementingkan pria lain ketimbang menghubungi dirinya, selama satu bulan lebih Kristofer, sengaja menunggu inisiatif dari Agatha, tapi gadis itu tidak kunjung menghubungi nya bahkan lebih mengutamakan kepentingan pria lain yang tak lain adalah mantan pacar nya.


"Nona untuk lebih memastikan silahkan lakukan tes kehamilan saat ini juga karena saya yakin anda positif hamil jika dilihat dari gejala yang anda alami saat ini"ucap dokter tersebut.


"Tolong pastikan dia hanya anak ku"ucap Kristofer.


Deg... rasanya begitu menyakitkan saat orang yang Agatha cintai menuduhnya berselingkuh secara tidak langsung.

__ADS_1


"Ceraikan aku sekarang juga karena ini bukan anak mu"


__ADS_2