Sang Penari

Sang Penari
#Kecurigaan#


__ADS_3

"Siapa? lagi dia Alex."ujar Kaley saat. melihat seorang wanita cantik kini duduk di pangkuan nya.


"Kau bisa tanya dia langsung."ujar Alexander datar.


"Alex, sayang apa? dia keponakan mu yang cantik itu."ujar wanita dewasa yang kini bergelayut manja dan sesekali mencium pipi Alexander.


"Dia."


"Saya hanya pengemis yang kebetulan lewat."ujar Kaley yang kini berbalik dan pergi begitu saja.


Air mata nya sudah tidak terbendung lagi. Kaley sudah benar-benar menyerah dengan penolakan Alexander terhadap dirinya.


Dia tau jika wanita itu bukan siapa-siapa Alex tapi dengan begitu Kaley mengerti jika Alexander tidak pernah menyukai dirinya.


Kaley pergi dengan ransel kecil yang dia bawa tadi bahkan gadis itu tidak membawa koper ataupun tas perlengkapan lainnya dia hanya membawa tas punggung berisi dompet handphone dan charger handphone tersebut.


Sampai di luar rumah dia disambut hujan lebat serta angin kencang tapi tidak menyurutkan langkah nya, gadis itu nekad pergi dengan tangis yang tersamarkan dengan air hujan.


Sampai saat dia melihat taksi lewat dia langsung masuk kedalam taksi sementara Alexander hanya menatap kepergian gadis itu tanpa bisa berbuat apa-apa.


Semoga saja, Kristofer menepati janji nya, akan benar-benar menjaga putrinya dan tidak akan membiarkan dia menangis lagi seperti saat ini.


"Flashback on"


Tepat setelah Alexander keluar dari dalam kamar mandi, dering handphone terdengar nyaring Alex sudah bisa menebak siapa? yang menghubungi nya.


"Aku mengirim seorang wanita, ke rumah mu, bersikaplah seperti pria dewasa putri ku tak akan pernah bisa bahagia saat bersama dengan mu. apa? kau lupa bagaimana kau telah mencampakkan ibunya dulu. sampai sekarang dia masih sangat membenci dirimu."


"Jangan buat istriku semakin membenci dirimu."ujar pria di sebrang telpon itu.


Lagi-lagi sikap Alexander berubah saat dia mengingat wajah Agatha yang terlanjur sakit hati dan begitu kecewa Alexander terpaksa mengusir Kaley secara halus padahal tadi dia sendiri merasakan kebahagiaan saat Kaley benar-benar berjuang untuk mendapatkan cinta darinya.

__ADS_1


Sementara Kaley sendiri saat ini tengah berada di sebuah ruang tunggu di bandara setelah penerbangan pesawat di tutup karena cuaca buruk.


Kaley kini tengah memeluk lutut. dia menggigil kedinginan hingga dia mengalami bersin-bersin: mungkin karena masuk angin kini dia sendirian bahkan pengawal yang biasanya datang saat dia kesulitan pun tidak terlihat batang hidungnya.


Sampai seseorang memasangkan sebuah selimut tebal pada tubuhnya itu, dia terbangun setelah merasakan hangatnya sinar mentari dari celah tirai yang ada di sana.


Wanita itu langsung mengerjakan matanya saat itu juga.


Tampak seseorang yang tak asing baginya.


"Daddy."ujar Kaley.


"Apa? laki-laki yang sudah menyakiti ibumu berulang kali bisa membuat mu bahagia! dia bahkan tidak pernah peduli terhadap mu yang hampir mati kedinginan."ujar Kristofer.


Kaley hanya bisa terdiam sambil mencerna ucapan dari Kristofer.


Kristofer terdiam sambil menatap kearah putri kesayangan nya itu, dia sengaja berbohong karena jelas sebagai seorang Ayah dia tidak ingin putrinya menikah dengan pria yang sudah menjadi saingan cinta nya dulu, karena Alex lebih pantas dipanggil uncle daripada menjadi suami meskipun Kristofer tau jika Alexander usia nya berada sedikit dibawah nya.


Saat anak buah Kristofer akan menghajar Alexander tiba-tiba Kristofer langsung menghentikan nya sambil membawa Kaley kedalam jet pribadi nya.


Dan saat ini Kaley masih berada di dalam jet pribadi Ayahnya yang tengah terbang menuju Kanada.


Tempat dimana Kristofer menyekolahkan kelima anak nya.


Di negara tersebut, kelima anak Kristofer hidup dengan baik dan bahkan bisa beraktivitas bebas karena mereka di jaga dengan ketat dan tidak ada musuh Kristofer di sana karena sebelum anak-anak nya kesana dulu Kristofer juga menetap di sana saat dia masih sangat muda dan belum terjun ke dunia mafia yang saat ini dia masih geluti.


Meskipun saat ini kekuasaan Kristofer sudah diturunkan kepada kedua anaknya. tapi dia tetaplah ketua perhimpunan para mafia tersebut.


Kembali pada Kaley saat ini, setelah Kristofer pergi dan memberikan putrinya waktu untuk berpikir. gadis itu malah terdiam seribu bahasa.


Pikirannya menerawang jauh saat ini dia teringat akan tatapan mata Alexander saat dia tiba-tiba berubah menjadi pria yang dingin dan datar setelah ia mandi dan berganti pakaian.

__ADS_1


Agatha sedang berpikir kenapa? pria itu bisa berubah dalam sekejap bahkan Kaley sendiri dibuat heran.


Jika tidak ada masalah dengan Alexander saat itu, dia tidak mungkin akan berubah secepat itu, karena seingat Kaley, Alexander begitu agresif dan bahkan sempat menggendong nya ke dalam dan mencumbui Kaley saat posisi Kaley di dudukan di diatas pangkuannya.


Alexander terlihat begitu rindu pada Kaley, sampai saat dia terlihat tidak nyaman dengan posisi mereka Alexander pun masih meminta Kaley untuk membuatkan kopi untuknya.


Tidak hanya itu, pria itu juga terlihat masih bersikap lembut saat itu.


Namun setelah Alexander terlihat kaget, saat Kaley masuk kamarnya saat itu Alexander, masih menggenggam handphone nya hingga ke ruang baca.


Mungkinkah saat itu seseorang menelpon Alexander. dan itu adalah sebuah pemicu dimana Alexander berubah dingin padanya.


Kaley masih berharap jika Alexander mau berkata jujur padanya saat itu namun sayang Alexander malah mencari alibi untuk membuat dia menjauh dari hadapannya.


Kaley pun memejamkan matanya itu. mungkinkah Daddynya dibalik semua itu. karena secara tidak langsung Kristofer tanpa sadar telah menunjukkan bahwa dirinya telah membuntuti Kaley.


Karena biasanya tanda bahaya itu akan memberi sinyal kepada anak buah Kristofer yang tidak terkalahkan yang selama ini menjadi pengawal bayangan nya.


Tapi kenapa? saat ini justru pria yang seharusnya berada di Indonesia bersama dengan sang Mommy tapi kenapa? tiba-tiba ada di negara tersebut dan saat itu juga sudah langsung menolong nya.


Namun kecurigaan itu, tidak langsung Kaley konfirmasi, dia masih tetap bungkam saat Kristofer menawarkan makan malam pada putrinya itu.


"Aku tidak lapar Daddy, aku akan tidur saja good night."ujar gadis itu.


"Night honey happy nice dream."ujar Kristofer yang mengecup puncak kepala Kaley lalu menyelimuti putrinya itu.


Kaley pun pura-pura memejamkan mata nya agar Daddy nya tidak curiga, padahal Kaley saat ini tengah diawasi oleh Kristofer.


"Maafkan Daddy ."


Padahal saat itu

__ADS_1


__ADS_2