
Alvin dan Yaris bermain selancar sementara Agata dia berenang di pantai bersama Yona Yuna dan kedua adik nya , sementara itu di tepi pantai terlihat seorang wanita tengah duduk melihat ombak, wanita bersuami itu bahkan tidak mau diajak berenang oleh Agata, dengan alasan dia sedang datang bulan.
setelah Alvin menepi dia melihat, wanita yang sangat ia cintai tengah duduk sendirian tanpa suami di sisinya karena asisten Marvin, tengah berada di tempat proyek pembangunan resort di pulau tersebut.
"Agata aku duluan"ucap Agnes.
"Agnes, tunggu"ucap Yaris.
"Apa?"jawab Agnes.
"Mau sampai kapan kalian seperti ini"ucap Yaris.
"Bukan urusan mu"ucap Agnes ketus.
"Kamu bakal nyesel jika dia jadi milik orang lain"ucap Yaris.
Wanita itu tidak menjawab apa-apa lagi, setelah itu dia langsung pergi, sementara Alvin menatap kepergian wanita itu, sambil mengeratkan pegangannya pada papan selancar tersebut.
"Kau jangan diam saja cepat pertegas semuanya, sebelum menyesal tidak baik lama-lama memendam luka"ucap Yaris sambil menepuk pundak Alvin pelan.
Alvin pun berjalan menuju tempat penyimpanan beda yang dia bawa, setelah itu dia pergi menuju kamar nya dia langsung mandi.
setelah selesai mandi masih dengan bathrobe dia menelpon seseorang untuk memanggil Agnes ke tempat nya.
Alvin berdiri di pembatas balkon kamar nya dan menyalakan sebatang rokok, untuk menutupi hati nya yang gundah gulana, saat ini.
tidak hanya rokok pria itu juga meminum wine, tidak lama Agnes datang wanita itu berdiri sambil menatap Alvin.
"Mendekat lah"ucap Alvin.
"Al, tidak baik minum minuman seperti itu, tolong hentikan"ucap Agnes.
"Sebagai?"tanya Alvin yang kini menatap lekat wajah cantik itu.
"Aku tidak tau apa? aku punya setatus apa...di hati mu, tapi aku hanya mengingat kan"ucap Agnes.
"Mommy ku saja tidak pernah melarang ku"ucap Alvin dengan sengaja, padahal Ariana tidak pernah melarang Alvin melakukan itu karena dia tidak pernah melakukan itu di hadapan Ariana, bisa-bisa Mommy nya itu menimpuk kepalanya dengan batu besar, jika ada .
"Maaf kan aku jika aku lancang tuan muda"ucap Agnes, yang hendak pergi.
"Aku tidak meminta mu pergi!"ucap Alvin yang kini tengah menatap tajam kearah Agnes yang kembali berbalik.
"Al aku memang istri bawahan Daddy mu, tapi kamu tidak berhak merendahkan ku"ucap Agnes.
"Owh, jadi kamu mengakui nya, bahwa kamu seperti itu"ucap Alvin.
"Kamu "ucapan Agnes, terhenti saat Alvin, membungkam bibir Agnes, dengan bibir Alvin yang dipenuhi oleh wine, Alvin bahkan tidak membiarkan Agnes menumpahkan cairan berwarna merah itu sedikit pun dari bibirnya, hingga Agnes, terbatuk-batuk karena wanita itu tidak pernah meminum, minuman beralkohol meskipun kadar alkohol nya sedikit, tapi itu sangat mustahil baginya.
hingga ia menangis sesenggukan setelah itu, karena minuman itu masuk ke dalam perut nya, yang dia kira sedang mengandung.
wanita itu bahkan tidak tau gejala orang hamil itu seperti apa? Agnes, memukul-mukul dada bidang Alvin, dan Alvin hanya memegangi tangan Agnes, yang saat ini dia sedang tidak baik-baik saja.
"Aku sudah meminta dokter spesialis kandungan untuk datang dan memeriksa keadaan mu, dan apa? benar kamu hamil atau hanya berbohong pada ku"ucap Alvin dengan ekspresi wajahnya yang datar itu.
"Hamil atau tidak itu bukan urusan mu"ucap Agnes.
"Akan jadi urusan ku jika itu ternyata anak ku"ucap Alvin tegas.
"Kau tidak bisa bertanggung jawab atas bayi ini karena aku memiliki suami"ucap Agnes.
"Heeuh suami, suami macam apa? yang membiarkan istrinya berselingkuh dengan anak dari bos nya, kamu jangan bodoh, dia itu bukan orang bodoh yang bisa kamu tipu"ucap Alvin penuh penekanan.
"Al a apa?? yang kamu katakan"ucap Agnes gelagapan saat sadar suaminya selalu pintar jika dia ditugaskan untuk mencari tau tentang seseorang yang harus di selidiki saat itu juga.
"Apa? selama ini, kamu tidak tahu, bahwa suamimu bukan hanya pintar menangani pekerjaan tapi juga menangani kasus yang pelik sekali pun"ucap Alvin.
Alvin berjalan menuju kedalam kamar nya, dia mengambil sesuatu dari dompet nya, dan membawa nya kehadapan Agnes.
__ADS_1
"Ambil dan segera klarifikasi hubungan kita dengan nya, setidaknya tidak akan ada yang terluka lebih dalam lagi"ucap Alvin.
"Al aku tidak bisa menyakiti hati nya dengan sebuah kejujuran"ucap Agnes.
"Dia sudah terlanjur terluka, karena mu, dan dia harus mengikhlaskan kepergian tunangan nya, hanya demi menikah dengan mu,aku yakin dia tidak pernah bahagia, mengerti lah Agnes, apa? kau akan terus meminta nya untuk bertahan dengan mu, sementara dia tidak mencintai mu, ingat Agnes dia tidak pernah mencintai mu, dia hanya berjanji untuk menjaga mu"ucap Alvin.
"Tidak tuan muda, dia istri ku, aku lebih mencintai dia, apapun yang dia lakukan di belakang saya, saya akan memaklumi nya, semua karena saya jarang ada untuk dia"ucap pria yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua, Agnes langsung menghambur memeluk suaminya itu, tanpa menghiraukan perasaan Alvin.
"Apa? kau yakin akan menerima dia yang sudah berselingkuh dengan ku.
"Tidak masalah"ucap pria itu sambil membawa istrinya pergi.
Alvin langsung menendang meja bulat yang ada di samping nya hingga meja tersebut berhamburan, dia langsung menggunakan pakaian nya dan tanpa menunggu lama dia meminta asisten pribadi nya menyiapkan helikopter untuk menuju bandara.
sementara Yaris langsung menyusul Alvin yang berjalan pergi meninggalkan resort.
"Alvin ini gak lucu bukan kah kita kesini untuk berlibur"ucap Yaris, mencoba mencegah nya.
"Aku tidak mungkin berlibur sementara mereka asik berdua di hadapan ku"ucap Alvin.
"Al wanita bukan hanya dia saja , jangan dibuat bodoh oleh nya"ucap Yaris.
"Aku tidak tau,aku tidak bisa berpikir terserah kalian masih mau berlibur atau ikut aku pulang"ucap Alvin.
"Aku ikut"Jawab Yaris.
"Aku tunggu di bandara"ucap Alvin dan Yaris mengangguk mereka akan berangkat dan pulang bersama tapi mereka akan pergi menggunakan kapal kebetulan cuaca sangat mendukung.
Alvin pun berangkat dengan helikopter sementara saudara nya yang lain menggunakan kapal.
sesampainya di bandara, dia menghubungi Daddy nya dia akan segera pulang, ke rumah, dan Marvin, pun otomatis bertanya-tanya.
hingga rombongan sepupu nya datang Alvin pun bersiap untuk pergi disusul oleh mereka menuju jet pribadi.
selama dalam perjalanan mereka tidak ada yang berani bertanya pada Alvin, ataupun sekedar menyapa nya, karena terlalu takut jika Alvin, mengamuk dan melempar mereka dari pesawat tersebut.
Sementara itu di kediaman Marvin, Ariana dan Marvin tengah sibuk bercinta di setiap ruangan yang mereka inginkan, pasangan suami istri itu, seperti mendapatkan angin segar saat putra semata wayangnya memutuskan untuk berlibur, karena mereka bisa bebas bercinta di mana saja dan kapan saja di rumah megah tersebut.
"Sayang Alvin pulang mungkin sebentar lagi akan tiba"ucap Marvin.
"Owh ya ampun sayang, kenapa? tidak bilang, Cctv, cepat hapus rekaman Cctv"ucap Ariana.
"Cctv sudah aku matikan sayang jauh sebelum kita mulai nya.
"Kamu pintar sayang ku muachh"satu kecupan mendarat di bibir suaminya itu.
"Suamimu sudah pintar sejak lahir sayang, jadi kamu harus bersyukur"ucap Marvin.
"Sombong mau lanjut atau tidak"ucap Ariana yang kini duduk di pangkuan Marvin.
"Di kamar saja sayangku"ujar Marvin yang langsung mengangkat istrinya membawa dia kedalam kamar nya.
Alvin sendiri kini sedang berada di dalam mobil menuju rumahnya.
sementara Yaris dan yang lain dijemput oleh kedua orang tua nya.
Alvin, hanya diam seribu bahasa selama diperjalanan pulang, hingga tiba di rumah, dia langsung masuk kedalam kamar nya, bahkan dia tidak menemui kedua orang tua nya, yang baru selesai membersihkan diri setelah percintaan panas mereka.
Alvin, langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan bantal di menutup kepala nya.
sementara itu Ariana langsung turun ke bawah dia memasak untuk makan malam mereka, para pelayan pun iya panggil kembali untuk memasuki rumah utama mereka akan kembali beraktifitas untuk merapikan rumah.
Ariana, terus berkutat dengan peralatan masak nya hingga selesai dia langsung menyajikan semua nya di meja makan setelah selesai, dia langsung berjalan menuju kamar putra nya, karena Alvin selalu makan di pukul enam sore.
"Sayang kamu sudah pulang,ayo makan malam dulu"ucap Ariana.
tidak ada jawaban dari dalam kamar, Ariana langsung masuk, kedalam kamar putra nya yang terlihat gelap karena lampunya belum di nyalakan.
__ADS_1
"Sayang sudah petang ayo bangun kita makan malam dulu"ucap Ariana, sambil mengusap punggung putra nya.
Alvin pun menggeliat perlahan dia membuka mata nya.
"Mom....ini jam berapa"ucap Alvin.
"sudah petang sayang" ucap Ariana.
Alvin pun bangun dan dia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket.
Ariana juga langsung menuju ke kamarnya untuk mengajak suami nya makan malam bersama.
"Mas bangun ayo makan malam bersama dengan Alvin"ucap Ariana.
"Baiklah sayang, apa? kabar anak itu tumben tidak menemui kita"ucap Marvin.
"Sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja saat ini"ucap Ariana.
"Mungkin putus cinta, itu sudah biasa biarkan saja anak muda memang begitu, dulu Mommy nya tidak pernah pacaran, karena dia langsung menikah dengan Daddy nya saat itu"ucap Marvin mengenang masa kelam yang membawa kebahagiaan, saat ini.
sementara Doni, palsu saat ini sudah menikah dengan calon istri Doni almarhum mereka juga sudah dikaruniai anak usia nya sama dengan Yona, dan Yuna.
anak nya juga perempuan, dia sangat cantik tapi anehnya wajah nya mirip Doni, yang asli mungkin kah itu adalah sebuah keajaiban karena wajah Doni palsu adalah hasil dari operasi plastik.
putri Doni bernama Dona, dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan anggun, saat ini dia masih kuliah di kampus yang berada di luar negeri.
Alvin, sudah turun dan duduk di meja makan mereka pun makan bersama, setelah itu mereka pun duduk santai sambil menonton TV, setelah sholat berjamaah.
mereka adalah keluarga bahagia, ibadah dan bekerja bersama pulang pergi bersama kembali pun sama-sama jadi mereka sering sholat berjamaah.
Ariana pun pamit karena dia sudah mengantuk sementara itu Marvin melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda bersama dengan Alvin di ruang kerja nya.
di rumah lainnya, Yaris dan Dinda, sedang mengobrol tentang rencana perjodohan nya dengan anak teman bisnis Yudha, dan Yaris menerima nya begitu saja, untuk dia wanita manapun tidak menjadi masalah,asal dia bisa memenuhi syarat dari nya, yaitu dia akan meminta calon istri nya untuk mengikuti syarat yang ia ajukan, jika dia bisa menerima syarat yang Yaris berikan dia akan segera menerima nya.
Dinda sampai dibuat geleng-geleng kepala karena syarat yang Yaris berikan tidak masuk akal, dimana ada wanita yang bersedia menjadi seperti yang Yaris inginkan.
"Sayang semua wanita tidak akan ada yang rela, suaminya khilaf, seperti yang kamu maksud itu bukan khilaf, itu namanya kamu tukang selingkuh"ucap Dinda.
"Tapi mom...itu kebutuhan"ucap Yaris.
"Yaris Daddy rasa kamu sudah salah jalan nak, benar begitu"selidiki Yudha.
"Tidak Daddy, Yaris hanya takut jika Yaris melakukan kesalahan, bukan nya saat ini banyak yang melenceng, umpamanya sudah punya istri malah selingkuh, dan jika ketahuan pasti akan bercerai, Yaris hanya ingin antisipasi, dan Yaris tidak ingin menikah berulang kali, Yaris ingin menikah sekali seumur hidup seberapa kuat pun cobaan hidup dalam rumah tangga kami nanti"ucap Yaris berkilah.
"Tujuan mu memang baik sayang tapi Mommy jamin tidak ada wanita yang bersedia untuk itu"ucap Dinda.
"Ya sudah Yaris tidak mau menikah, jika Mommy dan Daddy ingin cucu, ada Yona dan Yuna yang akan memberikan kalian cucu"ucap Yaris.
"Yaris sayang Mommy tidak minta yang macam-macam, Mommy hanya ingin kamu menjadi pria yang sangat bertanggung jawab.
"Itu sudah pasti akan Yaris lakukan mom"ucap Yaris.
"Daddy lega, semoga kamu dijauhkan dari sesuatu yang akan merugikan diri mu"ucap Yudha.
"Amiinn yrbl alamin 🤲🏽"jawab Yaris begitu antusias lalu dia pamit pada kedua orang tua nya"untuk tidur.
sementara Yona dan Yuna, tengah sibuk dengan ponsel mereka .
sementara itu di rumah Agata, gadis itu sudah tidur sedari pulang tadi dia bahkan tidak mendengarkan Icha memanggil dia untuk makan, Icha hanya bisa pasrah karena percuma putri nya sudah seperti putri tidur.
sementara kedua adiknya sibuk dengan game' padahal mereka tidak kembar dan bahkan jenis kelamin mereka berbeda tapi kedua nya begitu kompak dengan hobi mereka berdua.
di rumah Marvin, Alvin baru keluar dari ruang kerja nya, lebih dulu sedari tadi dia tidak bisa fokus pada pekerjaan nya, hingga Marvin meminta dia untuk beristirahat.
Alvin, pun masuk kedalam kamar nya, dia berteriak keras, memaki dirinya sendiri yang saat ini dibuat lemah oleh wanita.
"Kau sudah gila Alvin, bagaimana bisa kamu bisa dibuat seperti pria bodoh seperti ini, kamu hebat Agnes ,kamu hebat udah buat aku sehancur-hancur ini!"
__ADS_1