
Malam semakin larut setelah keluar dari dalam ruang operasi Kinara masih belum sadarkan diri, saat ini dia sudah menghabiskan satu setengah kantung darah.
Kalen dan Tiara masih berjaga di samping ruang ICU.
Sepanjang malam keduanya bahkan tidak sedikitpun bisa memejamkan mata, baik Kalen maupun Tiara. di hati mereka masih diliputi kecemasan.
"Pulang lah kamu juga belum terlalu pulih harus banyak istirahat, aku akan meminta asisten ku untuk menjemput mu."ucap Kalen lembut.
"Tidak sayang aku akan tetap disini bersama mu menunggu Kinara hingga dia sadar setelah itu baru aku akan bisa istirahat."ucap gadis itu.
"Tiara,,, apa? kamu benar-benar ikhlas jika kita hidup bertiga."ucap Kalen.
"Tentu saja tidak jika aku punya pilihan, tapi aku akan mencoba untuk mengikhlaskan semua untuk sementara waktu dan melihat apa? kamu bisa berbuat adil pada kami berdua."ucap Tiara.
Sementara hingga. pukul empat pagi keduanya masih mengobrol dengan serius, sampai saat Tiara ketiduran, akhirnya Kalen meminta asisten pribadinya untuk menjemput Tiara pulang ke apartemennya.
Kalen sendiri sadar bahwa tidak mudah menjalani pernikahan dengan dua wanita sekaligus bahkan itu bukanlah cita-citanya.
Namun saat ini dirinya terjebak atas rasa kasihan dan cinta. Kalen pun berharap kelak akan ada keajaiban dunia dimana dia benar-benar mencintai keduanya dengan sepenuh hati.
Perasaan cinta yang dulu pernah tumbuh sesaat pada Tiara kini sudah tidak lagi ada karena sudah berubah menjadi rasa kasihan.
Sementara pada Kinara, rasa cinta sejak dini itu perlahan kembali sejak dia kembali dipertemukan dengan gadis itu.
Dia adalah gadis yang bisa membuat dia merasakan kehangatan cinta setiap kali perdebatan itu terjadi bahkan tidak bisa menerima penolakan dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya.
Kinara, adalah sosok gadis yang mampu menggetarkan hati Kalen yang kembali membeku setelah mengetahui sifat asli dari Tiara.
Dilain sisi, kini Tiara sudah menunjukkan perubahan yang lumayan besar. dia tidak lagi egois seperti dulu saat hubungan mereka terjalin dengan baik.
Saat ini semua sudah berlalu sudah berlalu, Tiara sudah kembali menjadi Tiara yang pertama kali ia temui.
__ADS_1
Sepanjang subuh pria itu masih terjaga dan menatap lekat kearah ruangan dimana gadis itu masih terbaring lemah.
Kalen merasa dirinya lemah saat melihat itu.
Dia sudah meminta orang-orang yang bekerja di laboratorium milik sang daddy untuk meneliti jenis obat dan sampel darah Kinara saat ini.
Tapi hingga saat ini masih belum ada kabar, dirinya masih menunggu jawaban.
Tanpa Kalen tau sang daddy tengah berusaha mencari tahu asal usul obat berbahaya dan sampel darah yang dia dapatkan dari Kinara membuktikan bahwa kasus ini tidak sesederhana itu.
Kristofer meminta orang-orang nya untuk menyelidiki semuanya dari mulai Tiara pertama kali dibawa ke Kanada dan daerah tempat tinggal gadis itu, karena saat ini para ilmuwan menemukan virus yang berbahaya dan itu bisa merenggut keselamatan Kinara jika gadis itu benar-benar tidak mengkonsumsi obat penawar tersebut.
Entah siapa? yang sudah berani menyuntikkan virus berbahaya itu.
Kristofer bahkan diam-diam sudah mengirimkan dokter tim dokter untuk menangani Kinara saat ini. pria itu bukan hanya ingin menyelamatkan gadis yang dicintai oleh Kalen, tapi dia juga ingin mengembangkan virus tersebut untuk dipelajari karena sampai saat ini itu adalah virus langka dan Kristofer belum pernah mengetahui darimana virus itu berasal.
Obat yang dikonsumsi oleh Kinara selama ini hanya untuk penawar yang bersifat sementara dan tidak mengobati sama sekali, karena sekali saja dia melewatkan itu maka virus itu semakin berkembang biak dan menyebar keseluruh jaringan syaraf, dan yang paling berbahaya adalah jika sudah masuk ke syaraf pusat yaitu syaraf yang ada di bagian otak resikonya adalah kematian.
Sampai saat Kalen menyerah karena dilanda kantuk dan lemas, pria itu pun memutuskan untuk tidur di apartemennya yang tidak jauh dari rumah sakit tersebut dimana? Tiara berada.
Hingga malam kembali tiba Kinara belum juga sadarkan diri, kini Kalen sudah kembali ke rumah sakit, kali ini tidak hanya ada Kalen, tapi Agatha dan Kristofer pun berada di sana untuk melihat kondisi gadis itu.
Hingga Kristofer menyarankan untuk saat ini agar Kinara dirawat di laboratorium miliknya karena saat ini Kinara dinyatakan koma.
Kalen awalnya tidak terima saat kedua orang tuanya menyatakan bahwa calon istrinya saat ini koma.
Kalen, dan Tiara pun memutuskan untuk pindah ke sana.
Tidak hanya mereka bertiga tapi Agatha dan Kristofer pun melakukan hal yang sama, sampai Kinara bisa kembali pulih atau yang terburuknya mati, kedua orang tua Kalen akan terus mendampingi mereka.
Saat ini Agatha meminta Kalen untuk beristirahat setelah Kinara benar-benar tengah ditangani dengan baik oleh tim dokter yang selama ini bekerja pada Kristofer karena mereka merupakan bagian dari anak buahnya.
__ADS_1
Saat ini, Kinara telah diberikan suntikan penawar virus yang bersifat sementara itu, untuk mengatasi penyebaran virus ke jaringan tubuh lainnya.
Tiara masih seperti orang yang tengah terlelap dalam mimpi indahnya, gadis itu tidak sedikitpun terusik oleh tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang kini tengah menanganinya.
Sementara Kalen yang tengah makan siang, saat ini sama sekali tidak berselera jika saja Kristofer tidak mengatakan bahwa ada kabar baik, karena dokter atau ilmuwan yang menciptakan virus tersebut sudah ditemukan.
Kristofer berjanji akan segera menyelamatkan Tiara.
Sementara Kalen hanya mengangguk, kemudian pria itu pamit pada ketiganya.
Tiara kini menyusul keberadaan Kalen yang kini tengah berada di rooftops gedung tersebut, dia tengah menatap langit yang mendung karena mungkin akan turun hujan.
"Saat aku kecil Bunda selalu berkata berdoalah disaat hujan turun karena saat itu yang maha pencipta tengah menurunkan rahmatnya ke bumi.
karena air hujan bisa memberikan sejuta manfaat yang bahkan tidak jarang orang menyadari hal itu."ucap Tiara.
Kalen, menatap kearah gadis yang dulu pernah ingin ia campakkan.
"Tiara maafkan aku, jika aku pernah melukai hatimu sekarang kamu boleh memilih melanjutkan perjalanan hidup dengan ku dan dia atau meninggalkan kami disini."ucap Kalen lembut.
Tapi gadis itu langsung menggeleng.
"Apapun yang terjadi kedepannya nanti, aku percaya kamu tidak akan pernah meninggalkan kami di tengah perjalanan."ucap Tiara.
"Kalian seperti lentera yang menerangi jalan ku dari arah kanan dan kiri, dan jika salah satu lentera itu padam tentu saja perjalanan ku tak akan semulus saat ada kalian berdua.
Terkadang mungkin ada kegelapan di satu sisi dan mungkin juga akan kesilauan saat lentera itu dipaksa untuk menerangi jalan sepenuhnya."ucap Kalen.
"Kau adalah tiang penyangga diantara lentera itu, dan tetaplah kokoh berdiri agar kami bisa terus berpegang pada mu."ucap Tiara.
Keduanya saling berpelukan, dan Kalen memejamkan matanya dia berdoa saat rintik hujan itu mulai turun membasahi bumi, membasahi tubuh keduanya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Tiara yang kini tengah memejamkan mata, dia berdoa agar dia diberikan ketegaran seperti wanita sebelum dirinya.