
Kalas tiba di apartemen dia buru-buru masuk kedalam, dan bau masakan tercium sangat lezat, gadis itu rupanya baru menghidangkan makanan tersebut di meja makan.
"Kamu masak, bukanya kamu harus melakukan perawatan."ujar Kalas.
"Tapi tuan, saya laper."jawab Tania.
"Kamu tetap bisa makan dengan cara memesan makanan."kata Kalas.
"Maafkan saya tuan."ucap Tania yang merasa bersalah.
"Aku tidak ingin dengar kata itu lagi jangan dibuat ribet, kamu akan masak jika aku minta sekarang semua sudah terlanjur ayo kita makan."ujar Kalas yang tidak tega melihat Tania bersedih.
"Baik tuan."ujar Tania.
"Mulai sekarang biasakan kamu panggil aku sayang."kata Kalas yang membuat Tania mematung di tempatnya.
"Kau harus pintar-pintar membaca situasi, karena kedepannya nanti kita akan lebih sering bertemu dengan dia."ujar Kalas.
"Tidak bisakah kalau saya panggil tuan seperti itu jika kita bertemu dengan dia saja."ucap Tania.
"Kenapa? apa? Aku tidak pantas untuk dipanggil seperti itu."ujar Kalas terdengar putus asa.
"Bukan begitu tuan saya hanya merasa tidak sopan jika terus seperti itu."ujar Tania.
"Tania, aku yang meminta! kau tidak usah memikirkan hal lain cukup turuti apa? yang aku katakan."ucap Kalas.
Perdebatan kecil itu terus berlanjut hingga akhirnya mereka selesai makan siang di sore hari.
"Aku sudah selesai."ucap Kalas.
"Baiklah s sayang."ujar gadis itu ragu.
"Latihan terus agar kau biasa melakukan hal itu, dan ingat hanya boleh pakai dress atau pakaian santai disini tidak boleh menggunakan baju pelayan, sekarang kau pergi ke salon untuk melakukan perawatan karena kita akan pergi nanti malam."ucap Kalas.
"Tapi tuan bukanya besok malam."ucap gadis itu bingung.
"Malam ini dan seterusnya kamu hanya perlu ikut apa? Yang aku katakan tidak ada bantahan dan ingat jangan panggil aku seperti itu lagi jika bukan aku yang meminta itu."ujar Kalas.
"Baik t sayang."ucap gadis itu.
"Kau bersiaplah aku yang akan mengantarmu ke salon."ucap Kalas.
"Baiklah Sayang."ujar Tania.
"Bagus tapi masih sedikit kaku."ucap Kalas.
"Satu lagi biasakan sentuhan tangan atau rangkulan karena itu akan sangat dibutuhkan suatu hari nanti."ucapnya lagi.
"Apa? tidak ada yang lainnya lagi."ucap gadis itu.
"Kau mau yang lebih intim juga boleh."ujar Kalas.
"T tidak tuan itu saja sudah jauh lebih berat kenapa? tidak minta artis atau wanita yang jauh lebih baik dan tuan bisa dapat wanita tercantik di dunia jika tuan mau dan tidak hanya menjadi kekasih bayaran anda bisa menjadikan dia sebagai istri."ucap Tania tanpa jeda .
"Aku tidak minta pendapat mu, maka kau tidak perlu mengingatkan ku."ucap pria itu datar.
"m maafkan saya tuan."ucap gadis itu merasa bersalah.
"Cukup! sudah aku katakan jangan sebut aku dengan sebutan itu lagi kecuali aku yang meminta."ujar Kalas tegas.
"Gadis itu pun langsung bergegas pergi menuju kamar setelah membersihkan bekas makan mereka tadi.
Sementara Kalas sibuk dengan laptopnya.
Sampai saat ini Keduanya sibuk dengan urusan masing-masing, Tania yang sedang mandi dan bersiap, sementara Kalas pun melakukan hal yang sama di kamarnya.
Agar mereka tidak perlu lagi kembali ke apartemennya mereka membawa baju pesta mereka kedalam mobil dan setelah dari salon mereka rencananya akan langsung pergi.
Saat tiba di salon kecantikan yang super mewah itu, Kalas langsung meminta salah satu pemilik salon kecantikan itu untuk merawat kekasih bayarannya itu.
Sementara pria itu sibuk dengan laptopnya, Tania kini tengah melakukan perawatan tubuh, saat itu wanita yang tengah merawat Tania meringis melihat bekas luka yang cukup lebar dan tidak hanya satu tapi ada dua.
Meskipun keseluruhan tubuh itu cukup halus dan mulus.
__ADS_1
Sampai saat selesai melakukan perawatan tubuh dan juga wajah, kini tibalah Gadis itu di makeup oleh MUA yang juga bekerja di sana.
Kalas masih sibuk dengan laptopnya saat gadis itu keluar dengan gaun pesta yang ia kenakan saat ini.
"Aku sudah siap Yank."ujar gadis itu lembut.
Kalas langsung menoleh saat itu juga dan dia mematung untuk beberapa saat, saat melihat kecantikan gadis itu.
"Sempurna."ucapnya lirih.
Saat itu juga seseorang datang memberikan paper bag berisi skincare untuk perawatan kulit tubuh dan wajah, tentunya semua itu sudah masuk kedalam pembayaran tadi.
Saat itu juga wanita itu berkata"jika Anda butuh untuk menghilangkan bekas luka di tubuh anda, saya bisa rekomendasikan dokter spesialis untuk masalah itu."ucap wanita itu.
"Tidak usah saya akan langsung membawa dia untuk lakukan operasi plastik."ucap Kalas yang merasa tersinggung.
"Maafkan saya tuan, terimakasih telah datang semoga anda dan pasangan suka melakukan perawatan disini sampai jumpa lagi."ucap owner salon kecantikan itu.
"Ya,,, sama-sama."balas Tania karena pria tampan itu tidak akan mau berbasa-basi.
mereka berdua pun sudah berada di dalam mobil yang kini di kemudikan oleh sopir pribadi Kalas. entah kapan pria itu datang yang jelas saat ini dia sudah mengemudikan mobil tersebut menuju tempat pesta yang diadakan di sebuah hotel megah.
"Mulai sekarang kau bisa melakukan perawatan disana, kau sudah tau tempatnya."ujar pria itu.
"Baiklah sayang."balas Tania.
"Gunakan kartu yang aku berikan."ucap Kalas lagi.
"Tapi tuan saya sudah banyak berhutang kepada Anda."ujar gadis gadis itu.
"Cukup kau ikuti semua kata-kata ku, aku tidak suka dibantah."ucap pria itu.
"Ya, sayang."ucap Tania.
Tepat pukul delapan malam mereka sudah berada di dalam sebuah ballroom hotel, keduanya sudah berjalan sambil berpegangan tangan.
Mereka menjadi pusat perhatian karena pasangan muda yang sangat serasi, dengan kecantikan dan ketampanan mereka berdua saat ini.
Rambut panjang Tania yang ditata rapi seperti sanggul pramugari dan diberi sebuah jepitan yang sangat cantik di sampingnya membuat kesan glamor itu keluar, meskipun gadis itu menggunakan gaun tertutup namun tidak kalah elegan dari yang digunakan oleh wanita-wanita yang ada di sana.
Gadis itu tetap merangkul lengan kekar Kalas, yang saat ini membawa dia kesana kemari untuk menjumpai rekan bisnisnya.
Tidak sedikit pujian yang dilontarkan kepada mereka berdua, hingga Tiara dan Kalen datang.
Mereka terlihat begitu mesra, dengan berpegangan tangan keduanya datang menghampiri Kalas dan Tania.
Kalas mengepalkan tangannya di dalam saku jasnya, sementara Tania terlihat sedikit tak percaya diri jika disandingkan dengan gadis berhijab yang bahkan seorang mahasiswa kedokteran, sementara dirinya hanya mahasiswa jurusan arsitektur.
...🌸..............🌸...
"Sayang aku ke toilet dulu."ucap Tania.
"Aku antar."ucap Kalas.
Tania hanya mengangguk, sementara langkah Kalas terhenti karena sang kakak."Pulang ke rumah mommy bilang kita harus segera ke Kanada karena Kak Kala akan menikah."ujar Kalen.
"Aku sibuk, aku menyusul dengan kekasihku nanti."ujar Kalas yang selalu menghindar dari Kalen.
"Sudah dua Minggu ini kamu tidak hadir di kantor apa? semua baik-baik saja."ucap Kalen.
"Semua baik, aku hanya sedang sibuk dengan urusan ku sendiri."ucap Kalas.
Mereka pun mereka pun melanjutkan langkahnya menuju ke arah toilet. yang tak jauh dari arah mereka saat ini.
Sementara Kalen terus melihat ke arah adiknya dengan wanita yang baru ia temui,dua kali yaitu saat di supermarket dan juga saat ini.
Kalen sebenarnya merasa sangat bersalah terhadap adiknya itu, namun perasaannya terhadap Tiara selama ini membuat dia melupakan segalanya.
Awalnya Kalen tidak pernah tertarik dengan Tiara, tapi saat wanita itu mendekatinya lebih tepatnya sering bersama dengan dirinya untuk menjalani pengobatan akhirnya benih-benih cinta itu tumbuh untuk Tiara di hati Kalen.
Apalagi saat dia mendengar tutur kata Tiara yang penuh kesempurnaan dari mulai sikap dan juga perbuatannya membuat pria itu terhipnotis dan tidak ingin lagi kehilangan wanita yang seharusnya menjadi kekasih dari adiknya itu.
Kalen akan mencoba untuk meminta maaf jika itu diperlukan.
__ADS_1
Namun sepertinya dia tidak pernah merasa bersalah karena dia tidak merebut Tiara dari adiknya , karena mereka belum sepenuhnya menjalin hubungan.
Sementara di belakang Tania pria itu terus mengumpat dalam hatinya, hingga saat Tania berbalik lalu berkata"Tuan bagaimana kamu bisa mendapatkan wanita itu jika kau terus membawaku pergi bersama dirimu."ucap Tania.
Gadis itu sedikit merasa tidak enak hati karena biar bagaimanapun dia berada diantara cinta segitiga antara tuannya dengan kedua pasangan itu.
"Jangan banyak bicara ingat kau hanya harus patuh padaku jika kau ingin hidup dengan baik."ucap Kalas.
Tania hanya mengangguk, Gadis itu pun melanjutkan perjalanan menuju toilet.
Sementara Kalas berdiri di luar sedikit lebih jauh dari tempat tersebut, karena dia juga tidak ingin membuat orang-orang salah paham terhadap dirinya.
Sampai saat seseorang menepuk bahunya dia adalah teman Kalas saat SMA dulu, dia sedang berada di Indonesia juga menghadiri pesta ulang tahun tersebut.
"Kau sedang apa di sini bro apa ada yang sedang kau tunggu aja kuliah bernama Aleihandro itu.
"Kau juga datang rupanya, Aku sedang menunggu kekasihku yang sedang berada di dalam toilet. kau sendiri mana gadis-gadis yang sering mengikutimu apakah kau kekurangan uang untuk membawa mereka ke sini."ucap Kalas datar.
Pria itu sengaja menyindir laki-laki playboy yang ada di hadapannya, mereka memang selalu saling mengejek jika mereka bertemu karena menurut Aleihandro Kalas adalah pria penakut yang tidak berani melakukan hubungan tanpa ikatan seperti dirinya.
"Aku bukannya kekurangan uang, tapi Daddy ku ada di sini apa bisa aku datang bersama mereka saat Daddy ku ada. kau saja yang pura-pura tidak tahu jika aku ketahuan bermain-main maka semua harta warisanku akan dicabut begitu saja dan diberikan kepada wanita gila itu."ucap Aleihandro.
Aleihandro selalu menyebut ibu tirinya adalah wanita gila, sampai saat ini dia tidak pernah menerima pernikahan ayahnya dengan wanita ijahat itu.
Semua membuat dia sangat marah karena gara-gara wanita itu ibunya terusir dari rumah besar yang seharusnya dimiliki olehnya.
Saat ini pun dia terancam tidak akan mendapatkan harta warisan sedikitpun dari ayahnya.
Karena wanita itu selalu menghasut ayahnya itu.
"Hari gini kau masih memikirkan harta kau pikir kau tidak punya tangan dan kaki untuk mendapatkan semua itu sendiri, apa? kamu perlu diajarkan olehku untuk mendapatkan kesuksesan sendiri bukan bergantung kepada orang tua. seperti kelakuanmu saat ini yang hanya ingin hidup enak tanpa mau bekerja keras seharusnya kau sudah mulai merubah cara pandang hidupmu agar tidak ketakutan lagi akan kehilangan semua harta itu."ucap Kalas.
Percakapan mereka terus berlanjut hingga Tania keluar dari dalam toilet tersebut dan Aleihandro menatap gadis itu seakan melihat coklat yang menggoda lidahnya.
"Apa Dia kekasihmu." tanya Aleihndro.
Pria itu seakan ingin menggigit Tania saat itu juga.
Namun Kalas langsung merangkul pinggang Tania yang kini tengah menatapnya meminta sebuah jawaban atas perbuatan Kalas saat ini.
Dia teman sekolahku dulu di Kanada, Kau tidak perlu khawatir buaya darat ini tidak akan pernah mengambilmu dariku. karena jika dia mengambilmu maka dia berhadapan dengan Daddy ku."ucap pria tampan itu.
Aleihandro hanya tersenyum simpul lalu menepuk bahu pria tampan itu.
"Tenang, aku tidak akan merebut bekas kau pakai."ujarnya yang langsung pergi.
"Sayang aku merasa lelah bolehkah? aku duduk untuk sebentar saja di sana." ucap Gadis itu menunjuk sebuah kursi yang ada di lorong ballroom hotel tersebut.
"Tentu terserah kau saja Apa? kamu merasa kedinginan gunakan ini untuk menutup tubuhmu."ucap Kalas yang melihat Aleihandro begitu intens melihat ke arah Tania.
Secara diam-diam Aleihandro memperhatikan Tania dari jauh.
Kalas pun mengajak Gadis itu untuk duduk di sampingnya dengan memakaikan jas ke bahu Tania.
Pria itu seolah-olah benar-benar hanyut dalam hubungan rahasia palsu itu. tidak ada kecacatan sedikitpun jika dilihat sekilas.
Mereka memang terlihat seperti pasangan asli pada umumnya, namun jika mereka tahu bahwa hubungan itu hanya hubungan palsu dan hanya kerjasama yang dilakukan oleh keduanya untuk memanas-manasi pasangan lain.
Kalas tidak ingin dirinya selalu diremehkan, hanya karena dia tidak benar-benar memiliki pasangan sampai saat ini. meskipun usianya masih sangat muda.
Tapi Kalas benar-benar serius ingin menikah saat muda, agar kelak saat dia punya anak dan anak itu sudah tumbuh dewasa maka dia masih tetap awet muda seperti kedua orang tuanya.
Cita-cita itu terus tertanam dibenaknya hingga saat ini, saat ia mendapatkan kekecewaan dari Tiara yang malah memilih sang kakak.
Pada akhirnya, pria itu memutuskan untuk bekerja sama dengan Tania untuk membuat Tiara cemburu dan mau kembali memilihnya.
Namun sampai saat ini setelah dua minggu berlalu dan di pertemuan kedua ini tidak ada sedikitpun sikap Tiara memperhatikan kecemburuan nya terhadap dirinya.
Maka dengan begitu Kalas sudah memutuskan untuk mundur saat ini juga.
Kalas akan serius menjalani hubungan dengan Tania meskipun statusnya hanyalah seorang pelayan, dia yakin kedua orang tuanya bisa menerima hal itu agar dirinya tidak lagi merasa tidak berguna sebagai seorang laki-laki.
Kalas selalu merasa tidak berguna saat berkali-kali kehilangan wanita yang menjadi incarannya meskipun itu bukan sang kakak yang menjadi saingannya seperti saat ini.
__ADS_1
Tapi pria itu cukup merasa minder meskipun tidak ada kecacatan dalam dirinya.