
Agatha tidak menjawab pertanyaan Kristofer, bumil itu hanya diam membisu hingga ia tiba di sebuah kamar yang Kristofer tunjukkan sebagai kamar mereka disaat Kristofer ada di rumah tersebut.
Ada rasa ngilu di hati Agatha saat ini dia bahkan tidak pernah bisa meminta Kristofer untuk tetap berada di sisinya, semua hanya tergantung pada Kristofer.
Di jadikan sebagai wanita kedua, oleh seorang Kristofer tidak seindah madu pada umumnya, Kristofer bahkan lebih mementingkan istri pertamanya ketimbang istri keduanya itu.
Sampai akhirnya wanita itu menyerah dalam diam nya.
"Hari ini aku akan kembali ke rumah istri ku, karena sudah terlalu lama meninggalkan dia"ucap Kristofer.
Lagi-lagi Agatha tidak menjawab.
"Apa? kau bisu!"teriak Kristofer.
Tapi Agatha hanya duduk diam di dalam kamar tersebut tepat di balkon kamar nya yang kini tengah memperhatikan pemandangan sekitar.
Kris, tidak lagi bertanya dia langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Agatha yang masih setia dengan mulut bungkam nya itu.
Tangis Agatha langsung pecah setelah kepergian pria itu.
Kini wanita itu tengah duduk bersandar pada headbord tempat tidur nya, Agatha tidak tau harus bagaimana lagi.
Agatha rindu keluarga nya, tapi Kristofer sudah menghubungi keluarganya tanpa sepengetahuan nya, bahkan perusahaan Agatha dibantu oleh asisten pribadi kristofer yang ada di sana untuk menjalankan tugasnya sesuai arahan dari Kristofer.
Hingga waktu menjelang pagi hari, Agatha baru terbangun dari tidurnya, dia langsung bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi, mengisi bathtub dengan air hangat dan sabun aroma terapi, setelah itu dia melepaskan seluruh pakaiannya dan langsung masuk kedalam bathtub tersebut.
Perutnya yang sudah terlihat buncit membuat dia sedikit berhati-hati dalam melakukan gerakan Agatha mengelus perut nya, sambil menggosok bagian tubuh lainnya.
"Kalian harus baik-baik saja hanya satu tahun kita disini setelah itu kita akan kembali ke rumah Oma"ucap Agatha.
Wanita itu terus berbincang dengan ketiga janin yang ada di dalam kandungan nya itu.
Sampai selesai membersihkan tubuh nya dari sisa sabun, dia pun menggunakan bathrobe dan lilitan handuk di kepala lantas berjalan keluar dari dalam kamar mandi.
Saat dia keluar dari dalam kamar mandi, dia sedikit kaget melihat pria yang kemarin meninggalkan nya, ada di sana sedang duduk di sofa singgel yang ada di dalam kamar nya itu.
Agatha bersikap dingin dia berjalan menuju walk-in closed, dan memilih pakaian yang cocok ia kenakan karena disana sudah terdapat semua kebutuhan nya, entah kapan? pria itu menyiapkan semua itu.
Agatha, kini menggunakan dress selutut khusus wanita hamil karena perutnya sudah membuncit seakan sudah berusia lima bulan saja padahal baru tiga bulan.
"Honey, apa? kau akan terus seperti ini,, menyiksa diri dan juga ketiga anak kita yang sangat membutuhkan asupan makanan yang bergizi tinggi"ucap Kristofer.
"Anak kita?"ujar Agatha sinis.
"Ya,, anak kita"balas Kristofer.
"Apa? aku tidak salah dengar, bukan kah dulu kau bilang bahwa mereka bukan darah daging mu, dan kau menuduh mereka adalah hasil perselingkuhan"ucap Agatha sambil menatap lekat wajah tampan yang dengan rahang kokoh tersebut.
"Agatha!"Kristofer, menekankan kata-kata nya itu.
Agatha membuang pandangannya ke arah lain, dia menahan kepedihan di hati nya, bagaimana bisa, pria itu berkata seperti itu sedangkan dia adalah pria yang pertama kali menjamah kehormatan yang selalu ia jaga.
Tiba-tiba tangan kekar itu melingkar di pinggang Agatha, hembuskan nafas Kristofer, terasa di puncak kepala Agatha yang kini tengah ia kecup.
"Honey,,, aku tau kamu tengah merasa kecewa karena keinginan mu, tidak aku penuhi tapi semua itu demi kebaikan bersama, kebaikan dimana kau dan aku juga dia bisa terus terjaga dalam hubungan ini"ucap Kristofer, yang semakin mengeratkan pelukannya karena Agatha, berusaha untuk melepaskan pelukannya.
"Lepas! aku bilang lepas, apa? kau tuli"ucap Agatha yang kini terlihat menahan tangisnya.
Tapi Kristofer langsung mendekap tubuh itu dan akhirnya tangis pilu itu pecah.
Kristofer terus menghujani puncak kepala Agatha dengan kecupan.
"Aku hanya ingin kita bisa menjalani hidup berdua, tapi sepertinya itu tidak lah mungkin dan aku akan menggugat cerai dirimu setelah satu tahun tidak perlu menunggu perpisahan mu dengan nya karena itu tidak lah mungkin"ucap Agatha.
"Lakukan saja jika kamu bisa, aku tidak akan pernah melepaskan mu!"ucap Kristofer sambil menekan rahang Agatha dengan tiba-tiba bahkan itu membuat Agatha shock dan kesakitan bagaimana bisa Kristofer langsung bereaksi seperti itu, bahkan selama ini ia tidak pernah berbuat kasar padanya.
"Kesabaran ku sudah habis Agatha, kau sekarang bisa memilih ingin hidup sengsara maka teruslah bersikap seperti ini dan jika ingin bahagia maka kamu harus menuruti keinginan ku"ucap Kristofer tegas, tidak ada pilihan untuk Agatha, karena keduanya sama bukan lah pilihan.
Agatha terduduk di lantai setelah Kris pergi dari hadapan nya, ada sesuatu yang tidak Agatha ketahui bahwa saat ini Kristofer juga menitikkan air mata, dia terluka karena telah berbuat kasar pada Agatha.
__ADS_1
Sebelum kepergiannya pria itu mengancam Agatha, akan menyakiti satu persatu keluarganya. jika Agatha tidak mau menurut.
Kristofer sebenarnya tidak berniat untuk menyakiti Agatha, dengan perbuatan apapun itu, tapi keadaan mengharuskan ia untuk memberikan peringatan kepada Agatha, agar wanita itu tidak lagi mengatakan perpisahan, karena sampai kapan pun Kristofer tidak akan pernah melepaskan Agatha. pria itu begitu mencintai Agatha nya.
Sampai akhirnya pelayan datang mengantar semua jenis makanan favorit nya, Agatha memakan semua itu dengan mencicipi nya satu persatu.
Hari demi hari Agatha lewati dengan kehampaan, kini sudah satu minggu lebih dia tinggal di Dubai, wanita itu hanya mengurung diri di kamar, dia makan dan melakukan aktifitas harian nya di sana, hanya makan tidur dan melamun, bahkan semua makanan yang dia makan tidak berefek pada tubuh nya yang semakin langsing saat ini, itu disebabkan oleh tekanan batin.
Agatha tidak tau jika dia terus seperti itu maka akan berefek pada janin yang ia kandung.
Sampai akhirnya Kristofer datang untuk mengunjungi nya, pria itu mematung di tempatnya saat melihat tubuh Agatha yang hampir kurus kering itu.terlihat dari jarak jauh.
Pria itu mendekat, dan hendak meraba pergelangan tangan Agatha, tapi wanita hamil itu berbalik menghadap Kristofer yang kini menatap Agatha, dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Apa? kau tidak makan, apa? seluruh pelayan tidak melayani mu dengan baik kenapa? kamu jadi seperti ini"pertanyaan demi pertanyaan itu berhasil lolos dari bibir Kristofer.
...🌸......🌸...
"Tidak ada yang harus aku jawab mungkin kamu sudah tau jawabannya, karena setiap gerak-gerik ku kamu pantau lewat Cctv, jadi aku rasa bahkan kau lebih tau segalanya"jawab Agatha.
Agatha pun duduk di sofa yang ada di sana, sementara Kristofer masih berdiri menatap lekat wajah cantik yang semakin tirus itu.
"Apa? yang kamu inginkan saat ini"tanya Kristofer.
"Aku ingin kita berpisah dan aku akan pulang ke Indonesia"ucap Agatha.
"Untuk pulang aku akan pertimbangkan tapi untuk berpisah atau bercerai, aku tidak akan pernah mengabulkan permohonan mu"ucap Kristofer.
"Kris kamu egois kenapa? tidak kamu bunuh saja aku"ucap Agatha.
"Jangan pernah bicara seperti itu lagi, oke aku minta maaf honey, aku minta maaf atas kesalahan ku hari itu, sampai kapan pun aku tak ingin kita berpisah"ucap Kristofer.
"Kau bukan tuhan Kris, kau juga bukan hanya satu-satunya orang berpengaruh di dunia ini, apa? terlalu mahal hingga permintaan ku untuk terus hidup bersama dengan mu, kamu bilang kamu tidak bisa berpisah dengan ku, sementara aku hanya kamu kunjungi saat kau sedang bosan padanya dan hanya beberapa jam setelah itu pergi meninggalkan ku, jika kamu anggap aku sebagai cadangan kamu tau di luar sana banyak wanita yang tidak dihargai seperti ku, bahkan mereka bisa memuaskan mu"ucap Agatha.
"Agatha!"bentak Kristofer.
"Agatha! berhenti aku bilang"ucap Kristofer.
Tapi Agatha tidak menghentikan langkahnya wanita itu terus berlari pergi menuju lantai bawah sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit darah mulai meleleh di kedua kaki nya, Kristofer melompat dari tangga ke bawah tepat di hadapan Agatha.
"Hentikan Yank lihat ini sangat berbahaya oke aku akan turuti mau mu kita akan menjalani rumah tangga kita seperti pernikahan lainnya"ucap Kristofer.
Agatha jatuh pingsan beruntung tidak terjatuh karena Kristofer sudah mengangkat tubuh istri nya itu, sebelum Agatha pingsan.
Agatha langsung dilarikan ke rumah sakit, sesampainya di sana dokter spesialis kandungan langsung menangani wanita hamil itu, hingga akhirnya ia dan ketiga janinnya dapat di selamatkan.
Sampai Agatha tersadar dari pingsan nya Kristofer tidak beranak pergi sedikit pun.
Agatha menatap lekat wajah tampan yang kini terlihat habis menangis itu karena ada sisa air mata di sudut mata nya.
Tiba-tiba saja panggilan video masuk dari kedua anak dan istri pertamanya, mereka bertiga menghubungi Kristofer.
"Hi Daddy, kapan kembali kami sudah rindu"ucap kedua anak kembar Kristofer.
"Nanti sayang setelah Daddy, menyelesaikan pekerjaan, dan ada apa? dengan mu Honey"tanya Kristofer pada istri pertama nya.
"Don, aku merindukan mu"ucap nya.
"Aku juga honey"ucap Kristofer, yang kini menggenggam erat tangan Agatha yang Kristofer tau istrinya itu pasti terluka karena obrolan mereka yang begitu mesra.
Agatha melepaskan tangan nya dari genggaman Kristofer, dia pamit untuk ke toilet, tapi Kris tidak mengijinkan nya dengan bahasa isyarat.
"Aku mau ke toilet Kris, lirih Agatha"tapi pria itu tidak menggubris hingga Agatha menghempaskan pergelangan tangannya dan beranjak tapi Kristofer kembali menahan tubuhnya secepat kilat.
Pria itu langsung melempar ponsel nya pada asisten pribadi nya yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari tempat Kristofer duduk saat ini.
"Jangan banyak bergerak jika tidak calon anak kita akan terancam"ucap Kristofer.
"Aku mau ke toilet"ucap Agatha.
__ADS_1
"Aku akan membawa mu kesana"ucap Kristofer yang kini mengambil botol infus dan menghentikan aliran cairan infus tersebut lalu menggendong Agatha ala bridal style menuju toilet, setelah sampai di sana, Kristofer mendudukkan Agatha, diatas kloset.
"Tunggu di luar"ucap Agatha.
"Tidak aku tetap disini"ucap Kristofer.
"Tidak aku bilang di luar"ujar Agatha.
"Kamu tidak punya pilihan sayang"ucap Kristofer.
Agatha hanya terdiam menatap lekat wajah Kristofer.
Agatha kini tengah buang air kecil, dan Kristofer tetap berdiri di hadapan istrinya itu.
"Honey sini aku bantu"ucap Kristofer.
"Tidak aku bisa sendiri"ucap Agatha.
"Sayang"ucap Kristofer yang kini menatap penuh harap.
"Sudah keluar aku masih mau disini"ucap Agatha.
"Tidak mau"ucap Kristofer yang langsung menyambar bibi ranum tersebut, setelah itu ia mendekat ke arah Agatha.
Selang beberapa detik kemudian, Kristofer melepaskan ciuman itu.
"Aku sudah selesai mau keluar"ucap Agatha yang hendak beranjak dari duduknya.
Kristofer langsung mengangkat tubuh istri nya itu.
Agatha langsung mengalungkan tangannya di leher Kristofer.
"Sayang kamu tau aku tidak pernah mengantar wanita manapun untuk pergi ke toilet."ungkap Kristofer.
"Terus kenapa? kamu mau mengantar ku kesana"tanya Agatha.
"Itu karena aku sangat mencintaimu apapun akan aku lakukan untuk mu"ucap Kristofer.
"Stop jangan omong kosong lagi selama ini bahkan kamu tidak pernah bisa mengabulkan permohonan ku, jadi sudah cukup jangan ucapkan cinta, karena semua hanya kebohongan semata"ucap Agatha.
"Don, aku ingin pulang ke Jepang bersama dengan mu, daddy meminta mu untuk menemui nya"tiba-tiba wanita cantik yang bertubuh proposional itu, datang dengan kehamilan yang sudah sangat besar, dan itu artinya Kristofer berbohong padanya jika dia bilang bahwa istrinya hamil hampir bersamaan dengan Agatha.
"Kau, darimana tau aku disini"ucap Kristofer datar.
"Itu tidak lah penting Don, sekarang kamu bisa jelaskan siapa? dia bagimu"ucap wanita itu yang kini menatap sendu pada Kristofer.
"Honey... dia hanya teman kecil ku, bukan siapa-siapa, dia datang kesini untuk menyembunyikan kehamilan nya dari pria lumpuh itu"bohong Kristofer.
Dan sungguh itu terasa sangat menyakitkan.
"Kris pergilah aku tidak apa-apa disini sendirian lagi pula keluargaku akan menjemput ku sebentar lagi"ucap Agatha dingin.
Kristofer langsung melirik tajam kearah istri nya itu.yang tidak lain adalah Agatha.
Agatha hanya membuang pandangannya ke arah lain, dia sudah benar-benar terluka, saat ini.
Drama rumah tangga yang cukup menyakitkan, karena hidup berpoligami itu tidak seenak yang dibayangkan, seperti saat ini.
Tiba-tiba Piter datang di hadapan mereka, entah dapat keberanian dari mana? yang pasti pria itu kini tengah berdiri di hadapan ketiganya.
"Kak, kamu sudah datang"ucap Agatha lirih.
"Ya sayang aku datang untuk menjemput mu pulang Oma, sudah sangat merindukan mu"ucap Piter.
"Baiklah" ucap Agatha yang kini melepaskan infus itu sendiri.
"Sayang tunggu aku akan segera panggil dokter."ucap Piter.
"Tidak perlu kak, apa? kau lupa aku pernah kuliah di jurusan kedokteran, jadi urusan seperti ini sangat lah kecil ucap Agatha yang hingga saat ini tidak pernah melirik ke arah pria yang kini menatap lekat wajah cantik yang sedari tadi menghindari nya.
__ADS_1