
Sementara Piter terus meratapi cintanya yang tidak terbalaskan, di Mension sendiri saat ini Agatha dengan Kristofer tengah duduk santai sambil memperhatikan ketiga anak mereka yang kini tengah sibuk bergerak-gerak di atas karpet empuk tersebut.
Sementara Agatha tengah bersandar di dada bidang suaminya itu.
"Sayang aku harus menyelesaikan pekerjaan ku yang sudah terbengkalai beberapa bulan ini"ucap Kristofer.
"Jika kamu mau pergi ya pergilah,, aku tidak pernah menahan mu."ucap Agatha.
"Sayang,, bukan masalah itu tapi kita harus pergi bersama"ucap Kristofer.
"Kami tidak akan kemana-mana kami akan tetap berada di sini"ucap Agatha.
"Aku tidak akan mengijinkan mu untuk tinggal di sini"ucap Kristofer.
"Kris,, aku cape harus terus terombang-ambing tidak jelas aku ingin punya rumah dimana tempat kita tinggal dan membesarkan anak-anak kita bukan punya banyak rumah tapi tidak ada kebahagiaan dan ketentraman, aku ingin jadi tempat untuk mu kembali. dimana kamu pergi dan akan kembali lagi ke tempat semula."ucap Agatha sambil menatap Kristofer.
Keinginan Agatha memang sangat sederhana dimana dia ingin tinggal dalam damai di satu rumah tempat mereka hidup dan membesarkan ketiga anak nya.
Namun itu. sulit untuk diwujudkan oleh Kristofer yang memiliki segudang urusan dan sebagai ketua dari para mafia itu membuat dirinya harus selalu siap di keadaan apapun bahkan setelah menikah Kristofer sudah sering absen untuk memimpin pertemuan dan itu akan diwakilkan kepada Kenan, dan orang kepercayaan nya yang lain.
Tidak sedikit klan yang protes saat ini bahkan mereka berniat menghabisi Agatha secara diam-diam jika saja Kristofer tidak berada di samping Kristofer.
Karena menurut mereka Agatha adalah kelemahan Kristofer, seharusnya sebagai ketua mafia dia tidak harus jatuh cinta, apalagi sampai cinta mati seperti Kristofer.
"Honey,, aku janji setelah urusan ku selesai aku akan mewujudkan apapun keinginan mu itu"ucap Kristofer.
"Katakan dimana? lagi aku harus tinggal."ucap Agatha yang sudah sangat kesal.
"Di pulau pribadi itu adalah tempat teraman untuk mu dan putra putri kita"ucap Kristofer.
"Tidak bisakah kau melepaskan semua itu, jika untuk masalah materi aku sudah punya itu semua. jadi apa? lagi yang akan kamu cari"ucap Agatha.
"Dunia ini,,, aku tidak bisa melepaskan duniaku begitu saja, karena melepaskan itu berarti kematian untuk seluruh garis keturunan ku."jawab Kristofer.
"Kris,, apa? itu artinya kedua putraku harus menggantikan posisi mu"kata Agatha.
"Tidak sayang aku akan pastikan jika anak kita tidak akan masuk kedalam nya, karena ketiga anak ku yang lain sudah dicadangkan untuk semua itu.
"Lagipula pernikahan kita adalah pernikahan yang dirahasiakan dari urusan dunia ku"ucap Kristofer.
"Bagaimana? jika kita berpisah saja sebelum semua orang tau jika kita adalah pasangan jadi ketiga anak kita benar-benar aman"ucap Agatha.
Pria itu langsung bangkit dan menatap tajam kearah Agatha.
"Maka bisa dipastikan kalian semua akan tewas karena aku tidak akan pernah melepaskan mu hidup-hidup"ucap Kristofer yang kini sedikit mencengkeram erat pergelangan tangan Agatha.
Agatha terlihat sendu,, karena perlakuan Kristofer saat ini membuat dia menyesal karena telah berurusan dengan pria itu, bukan Agatha tidak mencintai Kristofer tapi saat dia tahu jika mereka akan berakhir mengenaskan jika Agatha mundur dari kehidupan Kristofer.
"Kris aku tidak sanggup untuk menjalani semua ini dengan mu apa? kamu faham tolong kabulkan permintaan ku! ceraikan aku kamu tidak akan rugi kehilangan satu istri karena masih ada istri yang lain nya"ucap ibu tiga anak itu.
"Jangan bicara sembarangan Agatha! karena sampai aku mati pun aku tidak akan pernah melepaskan dirimu!"teriak Kristofer, dia paling tidak bisa berkata lembut jika Agatha sudah meminta cerai darinya.
Kristofer sudah melindungi keluarga kecil nya itu,demi cintanya yang tubuh dengan subur di hatinya sejak mereka bertemu pertama kali nya.
"Hentikan! apa? kalian tidak bisa berbicara baik-baik"ucap Ariana yang kini menggendong Kaley dan kalan sementara kala diambil oleh susternya.
__ADS_1
"Bagaimana? bisa aku bicara baik-baik Agatha selalu saja berbuat semaunya"ucap Kristofer.
"Aku menyesal telah mencintai mu Kris aku menyesal apa? kau dengar itu!"teriak Agatha.
Tapi pria itu langsung menarik Agatha dengan sekali hentakan.
"Katakan sekali lagi,, apa? yang kamu katakan barusan"ucap Kristofer sambil mencengkram kuat bahu Agatha yang kini meringis menahan sakit.
"Ayo ucapkan sekali lagi!."teriak Kristofer di hadapan wajah cantik yang kini banjir dengan air mata.
Namun Agatha kembali berkata"Aku benci kamu Kristofer aku benci!!."teriak Agatha.
Sementara kedua orang tua Agatha tidak bisa ikut campur urusan yang satu ini karena mereka berdua tidak bertengkar karena orang ketiga, tapi mereka bertengkar karena ego mereka masing-masing.
"Mom,, aku titip anak-anak ucap Kristofer yang langsung menarik Agatha pergi meninggalkan Mension tersebut menggunakan mobil nya.
Dia tidak peduli dengan Agatha yang kini terikat dengan posisi duduk di samping nya.
"Kris lepas!"teriak Agatha.
"Lepaskan sendiri jika kamu bisa"ucap pria itu datar dan dingin.
"Kris anakku harus minum asi"ucap Agatha.
"Jangan banyak alasan Agatha,,, aku tau ASI mereka masih punya banyak stok di freezer"ucap Kristofer.
"Kris, apa? yang ingin kamu lakukan heuhhhhh kenapa? tidak bunuh saja aku"ucap Agatha.
"Jangan memintanya karena setelah aku bosan aku akan melakukan itu, ingat Agatha aku memang bukan manusia baik-baik tapi itu tergantung kalian memperlakukan aku"ucap Kristofer.
"Baiklah akan aku pertimbangkan"ucap nya datar.
Seketika itu juga Agatha terdiam, dia mencerna semua ucapan Kristofer.
"Aku ternyata benar kamu memang tidak pernah mencintai ku,, hahaha bodohnya diriku , bahkan aku selalu berusaha untuk mempertahankan hubungan yang palsu ini."ucap Agatha sambil tertawa getir.
Sementara Kristofer semakin menambah kecepatan mobilnya bahkan hingga hampir melayang.
Pria itu merasakan sakit yang teramat sangat, saat ini karena luka yang Agatha alami adalah atas perkataan nya.
Agatha langsung melepaskan tali yang mengikat kuat tubuhnya itu hanya dengan satu kali hentakan seakan ada kekuatan sihir di dalam diri Agatha.
Seketika itu Agatha ingin merebut alih kemudi namun Kristofer langsung membuat Agatha pingsan hanya dengan dua jari telunjuk nya.
Kristofer terpaksa melakukan hal itu hanya untuk keamanan mereka berdua saat ini.
Hingga Kristofer memarkirkan mobilnya di sebuah tempat yang sudah tidak asing bagi Agatha.
Pria itu langsung membawa istri yang paling ia cintai itu masuk kedalam sebuah kamar dimana tempat Kristofer dulu mengambil keperawanan Agatha sebelum akhirnya benar-benar menikahinya.
...🌸............🌸...
Saat Agatha sadar dia sudah menggunakan piyama tidur nya.
Wanita itu bahkan tidak tau siapa? yang sudah mengganti bajunya pasalnya tidak ada siapapun disana.
__ADS_1
Agatha ingat tempat itu adalah laboratorium milik Kristofer.
Agatha bangkit dari ranjang setelah itu ia langsung beranjak pergi hendak keluar dari dalam kamar nya namun saat akan membuka pintu dia tidak bisa membuka itu karena terkunci.
Agatha berulang kali memencet tombol password pintu tersebut tapi tidak juga kunjung dibuka padahal dia sudah mencoba angka sesuai tanggal pernikahan. tanggal lahir Kristofer dan lain sebagainya tapi pintu tidak kunjung terbuka.
Agatha pun mencoba menelpon seseorang kebetulan di ruang tersebut ada telpon .
Namun setelah beberapa kali mencoba tidak ada satupun yang aktif.
Padahal Agatha ingin bertanya tentang keberadaan ketiga anak nya.
Hingga Kristofer masuk kedalam kamar tersebut Agatha yang kini tengah duduk di lantai sambil bersandar di samping sofa.
"Aku sudah mengurus semua nya, saat ini kamu tinggal menandatangani surat ini, setelah kita bercerai ketiga anak kita akan ikut dengan ku, dan sampai kapan pun kamu tidak berhak atas mereka."ucap Kristofer.
"Tidak!! mereka anakku kau tidak bisa melakukan itu!." teriak Agatha yang kini histeris.
"Agatha bukan kah kamu yang menginginkan itu, aku sudah mengabulkan permohonan mu."ucap Kristofer dengan nada dingin.
"Kenapa? kau tidak membunuhku saja sekaligus."ucap Agatha.
"Kau bukan siapa-siapa yang bisa menentukan pilihan."ucap pria itu sambil melempar surat perjanjian yang harus Agatha tandatangani.
"Kris aku tau kamu tidak pernah mencintai ku,, tapi setidaknya kasihanilah aku, biarkan mereka hidup bersama dengan ku."ucap Agatha.
"Mereka adalah anak ku."ucap Kristofer.
"Aku ibunya,,, aku yang berjuang melahirkan mereka, sedang kau tidak melakukan apapun."ujar Agatha.
"Apa? kau yakin."ujar Kristofer.
"Kris!."
Wanita itu langsung berteriak.
"Pelan kan suara mu."ucap Kristofer.
Agatha langsung meraih kertas itu dia langsung menandatangani perjanjian itu tanpa membacanya lebih dulu.
Sementara Kristofer sendiri terkekeh melihat kecerobohan Agatha meskipun rasa sakit atas apa-apa yang Agatha lakukan. demi untuk berpisah dengannya.
"Selamat nyonya Kristofer dengan begitu anda tidak akan pergi dari kehidupan Kristofer Alen.
Agatha terperanjat kaget, dia langsung memeriksa semua nya dan saat itu juga dia menatap tajam kearah pria itu.
"Kau menjebak ku!."ujar Agatha.
Ya semua itu keinginan mu bukan.
Agatha langsung merobek kertas tersebut.
Namun Kristofer malah tersenyum manis.
"Sekarang apa? kamu masih penasaran ingin meminta cerai.
__ADS_1
"Ahhhhhh.....hiks-i ,