
Alvin pergi ke sebuah restoran bersama dengan Anggita pria itu sesekali mereka arah gadis yang melihat ke arah jendela mobil.
"Terry, kamu mau kita pergi ke mana?" tanya Alvin.
"Terserah tuan muda saja"ucap Anggita.
"Heummm bagaimana jika kita ke pantai saja"ucap Alvin.
"Saya sudah sangat lama tidak pergi ke pantai"ucap Anggita.
"Kapan? terakhir kamu ke pantai"tanya Alvin.
"Saat kelas enam SD, bersama tuan Mahendra"ucap Anggita yang terlanjur kecewa dengan ayah nya itu.
"Jangan terlalu banyak pikiran aku tidak mau kencan hari pertama kita"ucap Alvin.
"Heummm"ucap Anggita.
"Apa heumm doang"ucap Alvin.
"Tidak ada ada" jawab Anggita.
"Terry, apa? aku adalah kekasih pertama mu"ucap Alvin.
"Heummm"jawab Anggita.
"Terry, jika kamu menjawab pertanyaan ku terus seperti ini, aku janji akan mencium mu"ucap Alvin, pelan tapi penuh penekanan.
"Iya tuan muda"jawab Anggita.
Anggita, sedang melepas tas selempang nya dan menyimpan nya di atas dasboard mobil Alvin.
"Terry, sepertinya pantai itu masih sangat jauh, bagaimana jika kita tinggal di sana untuk dua Minggu ini, karena kamu juga akan langsung pergi setelah dua Minggu nanti"ucap Alvin.
"Terserah tuan muda saja, meskipun aku ingin mencari sesuatu agar saat aku disana tidak akan repot lagi"ucap Anggita.
"Apa yang kamu cari"tanya Alvin.
menghentikan mobilnya karena sudah sampai di tempat yang di tuju, Alvin langsung turun membawa sebuah alas dari dalam mobilnya untuk mereka duduk di atas pasir di bibir pantai tersebut.
"Tuan muda sini biar saya yang bawakan"ucap Anggita.
"Tidak Terry, kamu sudah terlalu banyak bekerja keras, dua Minggu ini adalah hari libur mu sebelum kamu memulai hari yang sangat melelahkan" ucap Alvin.
__ADS_1
"Baiklah tuan muda terima kasih"ucap Anggita.
"Iya sayang"ujar Alvin yang langsung membuat Anggita mematung sejenak.
"Ada apa? apa kata-kata itu tidak pernah kamu dengar dari pria lain?"tanya Alvin.
"Tidak ada waktu untuk melakukan hal seperti ini tuan, aku hanya fokus dengan pelajaran dan juga pekerjaan"ucap Anggita.
mereka pun tiba di bibir pantai tapi bukan nya berhenti Alvin malah menggenggam tangan Anggita yang kini menatap ke arah nya.
Anggita bahkan tersenyum malu saat Alvin menatap wajah nya.
"Sayang kamu tidak perlu kaku begitu mulai saat ini kamu resmi menjadi calon istri ku, ucap Alvin yang diam-diam mengambil sebuah gelang yang langsung dipasang di tangan kiri Anggita.
"Tuan serius, dengan semua ini"ucap Anggita.
"Tentu saja"ucap Alvin.
"Tapi saya masih harus kuliah dan waktu nya sangat lama"ucap Anggita.
"Tidak masalah, yang penting kamu tidak pernah melupakan semua tentang kita, dan kita akan menikah suatu hari nanti setelah kamu benar-benar lulus kuliah"ucap Alvin.
"Terimakasih Tuan muda tapi jika suatu saat nanti tuan muda sudah tidak bisa menunggu saya lagi, silahkan tuan muda menikah"ucap Anggita.
"Soal itu kita lihat saja nanti, tapi aku yakin kamu adalah takdir ku"ucap Alvin.
"Sayang kamu bisa lebih romantis dari putra mu tidak lihat lah, Owh begitu so sweet nya mereka"ucap Ariana.
"Apalagi yang kamu lihat Sayang ku, itu tidak ada apa-apa nya, dibandingkan saat aku melamar mu berulang kali di panggung pentas tari mu"ucap Marvin.
"Ahhhhhh aku tidak ingat itu, aku maunya yang saat ini"ucap Ariana.
sementara itu Marvin hanya bisa mengangguk pasrah, karena biar bagaimanapun juga, dia sangat mencintai istrinya itu.
sementara di pantai, Alvin kini sedang bermain air bersama dengan Anggita kejar-kejaran di antara mereka terjadi hingga akhirnya Anggita dan Alvin basah kuyup tidak hanya itu Alvin lagi-lagi memeluk tubuh Mila saat mereka di terjang ombak kecil selutut.
setelah puas bermain air mereka pergi ke sebuah hotel dan Alvin meminta layanan hotel untuk membelikan mereka baju dan baju yang mereka kenakan saat ini di cuci oleh petugas laundry.
mereka berada di satu kamar dengan dua tempat tidur berbeda karena Alvin juga tidak mau terpisah kamar tapi Alvin tidak berbuat di luar batas, mereka hanya berpegang tangan saling tatap dan terkadang ber dekapan, tidak lebih dari itu, sambil mengobrol makan bareng atau pun yang lainnya.
Alvin sendiri kini sudah lebih dulu mandi karena dia harus turun ke bawah untuk mencari toko pakaian yang bagus untuk Anggita, dan dia menemukan butik busana muslim, Alvin membayangkan jika Anggita menggunakan gamis yang indah dengan hijab seperti wanita muslimah kebanyakan mungkin saat ini dia adalah pria yang paling bahagia, entah hadir dari mana pikiran itu.
Alvin pun masuk ke dalam butik tersebut dia membeli satu stelan gamis dan juga kerudung dengan pelengkap nya, tidak lupa dia juga membelikan baju piyama untuk Anggita, sementara dirinya sudah membeli baju dia meminta pelayan hotel untuk membelikan jas dengan ukuran dirinya yang ada di butik lantai dasar hotel tersebut tempat dia kini membeli baju untuk Anggita.
__ADS_1
Alvin pun selesai membeli pakaian untuk Anggita dengan pakaian dalam nya, yang di pilihkan oleh pelayan toko Alvin hanya menyebutkan ukuran, dan itu pun hanya mengira-ngira.
hingga saat Alvin tiba di kamar hotel rupanya Anggita sedang mengeringkan rambut panjang nya dengan alat pengering rambut yang kini diambil alih oleh Alvin.
"T tuan muda"ucap Anggita tergagap karena kaget ada yang mengambil pengering rambut yang ada di tangan nya saat itu juga.
Alvin pun langsung membantu nya.
"pilih lah baju yang ada di sana jika kamu suka"ucap Alvin yang nyelonong pergi meninggalkan Anggita.
"Terimakasih tuan"ucap Anggita.
mereka pun selesai berpakaian kini Alvin pun mengajak, Anggita kebawah untuk makan malam, setelah seharian bermain di tepi pantai.
sesampainya di restaurant hotel tersebut. ,kini Anggita duduk saling berdampingan.
"Sayang kamu mau pesan apa"ucap Alvin.
"Terserah tuan muda saja, apapun karena saya bukan pemilih makanan"ucap Anggita.
"Baiklah sayang jika begitu, kamu saja yang pilih"ucap Alvin.
Anggita pun langsung memilih menu makanan untuk mereka berdua, dan Alvin merasa bahwa dia sudah memiliki istri seutuhnya, karena Anggita selalu mengurus semua kebutuhannya, Anggita juga mampu membuat seorang Alvin jatuh cinta .
🌸......................🌸
hingga mereka kembali ke dalam kamar untuk beristirahat keduanya pun memejamkan mata karena sudah sangat lelah seharian ini.
Alvin terlelap di alam mimpi nya, disaat sang Mommy belum berhenti mengagumi, video putra nya yang terlihat sangat romantis dan bahkan sangat perhatian, sementara Marvin sendiri tengah sibuk mengurus istrinya yang saat ini sedang meniru adegan sang putra.
"Sayang kita bisa berlibur ke pulau pribadi kita jika kamu mau, tapi tolong jangan seperti ini"ucap Marvin.
"Aku tidak mau pokonya mau pantai tempat mereka"ucap Ariana yang bergelayut seperti baby koala.
"Baiklah sayang tapi jika pergi sekarang kita akan mengganggu putra kita yang sedang berbulan madu"ucap Marvin mencari alasan.
"Sayang kamar hotel itu bukan cuma satu kita bisa pesan paket bulan madu untuk menginap"ucap Ariana lagi.
"Baiklah sayang ayo bersiap kita akan pergi keluar kota"ucap Marvin yang benar-benar sudah tidak bisa menolak ratu di hatinya itu.
hingga mereka pun sudah bersiap, dan berjalan menuju mobil.
perjalanan di malam hari itu, membuat Ariana terlelap di dalam dekapan Marvin.
__ADS_1
Marvin tersenyum kini dia kembali melihat sifat manjanya Ariana yang dulu sempat terhenti karena , ingatan nya yang sudah hilang .
sementara itu di kamar hotel Alvin dan Anggita sudah bangun pagi .