
"Ayo pulang"ucap Piter.
"Ah.. ya ayo sudah larut"ujar Alana.
"Heumm apa? aku ambil mobilku dulu di sekolah ya"ujar Alana.
"Nanti akan ada orang yang mengantar mobil mu, jadi tidak usah khawatir, ingat jangan hindari aku jika kamu tidak mau sesuatu terjadi"ujar Piter datar.
"Apa? boleh kamu bawa Tante ke rumah kami aku yakin Daddy ku, ingin melihat nya"ucap Alana.
"Mommy belum siap bertemu dengan siapapun yang ada di masa lalu nya"ucap Piter.
suasana kembali hening Alana duduk di sambil menatap pemandangan sekitar yang terlihat sepi karena jalanan dengan pemandangan perbukitan, yang indah.
"Tapi aku rindu"ujar Alana.
"Kamu bisa datang bersama dengan ku ke rumah Mommy"ujar Piter.
"Heumm ya baiklah"ujar Alana pasrah.
Alana pun tiba di depan rumah nya, ternyata mobil Alana, sudah berada di sana entah siapa yang membawa kan nya.
"Mommy aku pulang"ucap Alana.
"Sayang kamu darimana Mommy sangat khawatir"ujar Anggita
"Dari rumah teman mom"jawab Alana.
Piter langsung masuk dan menyapa"Selamat malam aunty"ujar Piter sopan.
"Malam, kamu siapanya putri saya?"ucap Alana.
"Saya teman dekat Alana aunty"ujar Piter sopan.
pria bertubuh tegap itu sedikit membungkuk saat melihat Alvin.
"Alana, bawa teman mu masuk"ujar Alvin.
"Ya Daddy" jawab Alana.
Alana langsung membawa Piter masuk dan membawa nya ke ruang tamu.
"Duduk lah aku tinggal dulu"ucap Alana.
"Aku tidak akan lama"ujar Piter.
"Sudah larut jalanan sepi kakak menginap saja di sana masih banyak kamar kosong"ujar Alana.
"Aku pulang saja tidak enak sama yang lain nya"ujar Piter.
"Kak, jangan aku takut terjadi sesuatu di jalan"ujar Alana.
"Sayang kamu menghawatirkan ku"tanya Piter
Alana pun terdiam dia tidak tau harus menjawab apa?
"Tidak perlu di jawab aku tau kok"ujar Piter.
pria itu tersenyum simpul gadis itu mungkin pernah ketakutan tapi kemudian ia mulai memiliki sedikit rasa, entah itu sayang atau hanya sekedar kasihan.
Alana pun pergi dengan setelah itu digantikan oleh Alvin yang datang di susul oleh pelayan yang menghidangkan minuman dan beberapa camilan lezat.
tiba-tiba datang seorang gadis yang kini menguncir rambut nya asal, dia langsung duduk di pangkuan Alvin.
"Daddy eskrim aku habis kapan? Daddy beli lagi"ujar Agatha di pikiran nya hanya ada eskrim dan esktrim itu sudah seperti obat penenang, baginya.
"Sayang ini sudah malam bagaimana jika besok kita pesan kan"ujar Alvin.
Piter yang melihat itu, merasa aneh gadis itu normal tidak ada cacat sama sekali tapi kenapa? cara bicaranya mirip anak kecil.
"Heumm, Agatha tunggu dengan kak Al, kak Al akan baca cerita untuk Agatha oke, Daddy mau temani tamunya kak Alana"ujar Alvin.
"Baiklah Daddy"ucap nya yang langsung pergi.
__ADS_1
"Agatha"ucap Piter lirih.
"Ya dia Agatha putri bungsu ku, dia sempat mendapatkan masalah di bagian kepala nya, saat dia diculik, putri ku adalah gadis normal sebelum penculikan itu terjadi, dan setelah itu dia hanya bisa seperti gadis kecil berusia sembilan tahun"ujar Alvin menjawab kebingungan pria yang seusia putra nya.
Piter hanya mengangguk.
"Kamu masih kuliah atau sudah lulus?" ujar Alvin saat melihat penampilan pemuda yang ada di hadapannya itu.
"Aku lulus kuliah jurusan manajemen bisnis, uncle hanya saja belum berminat untuk mengurus perusahaan milik Daddy, tapi mungkin setelah menikah aku akan ambil alih semua nya"ucap Piter.
"Heumm begitu ya, Daddy mu tinggal di mana"ucap Alvin.
"Di luar negeri, uncle, disini hanya ada Mommy jadi sesekali saja Daddy kembali, karena harus mengurus cabang perusahaan"jawab Piter..
Anggita sendiri saat ini tengah berada di kamar sang putri dia sedang bertanya hal yang serius pada Alana, tentang pria yang kini tengah mengobrol dengan Alvin.
sementara Alvaro kini baru selesai membacakan dongeng untuk Agatha, dan setelah memastikan adiknya tidur dengan nyenyak, pria itu pun mulai menyelimuti adik kesayangannya itu, dan mendaratkan kecupan manis di puncak kepala Agatha , dia berharap adiknya bisa benar-benar sembuh seperti sedia kala.
Agatha yang kini berusia empat belas tahun berkelakuan seperti anak usia sembilan tahun, tapi jika dia belajar, tentang pelajaran sekolah, dia akan selalu cepat tanggap dan Agatha adalah selalu juara.
Tidak seperti di dulu, dia akan langsung mengeluh tentang pelajaran matematika yang membuat kepalanya itu terasa sakit.
Anggita hanya menatap sang putri yang menjawab tidak pasti dengan semua yang ada di dalam hati nya saat ini, seakan dalam dilema tapi gadis itu meminta agar mereka menginginkan Piter menginap karena dia menghawatirkan pria itu jika pergi di tengah malam seperti ini.
Alvin juga menawarkan untuk pria itu untuk menginap karena sudah terlanjur larut.
Alana pun selesai mandi, dia langsung turun kembali untuk menemui Piter yang kini menatap lekat wajah cantik yang ada di hadapannya itu, sementara Alvin pun bangkit dan mengelus puncak kepala putri nya dan pergi menyusul sang istri kedalam kamar.
Alvaro pun melihat NATO, yang kini terlihat tengah berbaring karena lelah setelah perlombaan nya di kampus tempat dia kuliah.
Alvaro tidak tau jika dirumahnya tengah kedatangan tamu.
sementara kedua sejoli itu saat ini tengah sibuk saling tatap muka.
"Sayang kamu itu sangat cantik "ujar Piter.
"Terimakasih pujian nya tapi sayang aku tak punya receh"jawab Alana.
"Sayang aku hanya butuh kamu, tidak butuh uang"ucap Piter.
hingga pagi hari tiba, akhirnya semua orang kembali bersiap untuk pergi beraktifitas di luar rumah, Anggita , Alvin dan Alvaro juga Alana dan NATO turun begitu juga dengan Piter yang sudah menunggu untuk pamit pulang setelah semalam dia diminta untuk tinggal di sana.
"Hi... aunty,,, uncle, saya mau pamit pulang dulu"ujar nya.
"Tunggu sebaiknya kamu sarapan pagi dulu sebelum pergi"ujar Anggita.
sementara Alvaro dia terdiam sambil menatap kearah pria yang sedikit lebih tua dua tahun dari nya itu.
"Heumm baik'lah"ujar nya saat melihat Alana menganggukkan kepalanya.
"Al, kenalkan ini teman Alana"ucap Anggita dengan lembut.
"Hi,,,Aku Alvaro kakak Alanna"Alana.
"Piter"ujar pria yang terlihat sangat gagah dan tampan itu.
"Hi,, Piter, aku NATO, kakak Alana"ujar NATO.
"Piter"
"Aku Agatha"ujar gadis polos itu.
"Ya aku tau kau Agatha, nama mu sama dengan nama ibuku"ujar Agatha.
^^^"Apa? Mommy mu berasal dari negara ini"ujar Alvin^^^
...🌹💖💖💖🌹...
Hingga mereka selesai dengan sarapan pagi Anggita pergi bersama dengan Alvin dan Agatha, sementara Alvaro dan NATO pergi kuliah.
Dan Alana berangkat bersama dengan pria yang kini tengah menatap nya sesekali sambil fokus menyetir.
"Bagaimana jika kita menikah, setelah kamu lulus SMA, kamu bisa lanjut kuliah setelah itu"ujar Piter.
__ADS_1
"Kak, aku masih punya banyak cita-cita yang belum aku raih"ujar Alana.
"Tidak masalah kamu bisa menggapai nya nanti setelah kita menikah"ucap Piter.
"Kenapa? sih kak, harus bahas pernikahan kita saja baru saling mengenal jadi tidak mungkin kakak, langsung cocok dengan ku"ujar Alana.
"Lana aku jatuh cinta pada mu, sejak Mommy memperlihatkan foto mu dulu, dia selalu membicarakan tentang dirimu, semua tentang Alana yang manja dan selalu harus dituruti semua keinginan nya, bahkan Mommy bilang bahwa kamu adalah gadis kecil yang sangat cerdas pintar menari dan lain nya, sejak kecil aku sudah kagum padamu dan rasanya sudah jatuh hati saat itu juga, jika aku se dewasa saat ini.Aku tau kamu adalah gadis yang tidak suka di di kekang tapi Mommy bilang kalau kamu adalah gadis kecil yang baik"ujar Piter
"Kak, aku berterima kasih kepada mu, untuk itu, tapi lebih baik kita begini saja dulu"ujar Alana.
"Lana please, aku sudah dewasa dan bukan tidak mungkin aku bisa khilaf saat bersama dengan mu, aku tidak ingin semua itu terjadi tapi kamu juga pasti tau, aku pria normal dan tidak munafik aku menginginkan semua itu"ujar nya jujur.
"Tapi aku bahkan belum siap "ujar Alana.
"Jika kamu takut orang tua mu tidak mengijinkan nya, kita bisa pergi ke luar negeri, untuk tinggal bersama dan kamu kuliah disana"ujar Piter.
"Tidak kak, aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku bisa digantung oleh Daddy jika Daddy tau semua itu"ujar Alana.
"Lalu mau kamu bagaimana Alana, kamu bahkan menolak untuk melakukan hal itu dengan ku"ujarnya Piter.
"Aku tidak mau lebih baik kakak, cari wanita lain saja, tolong turun kan aku disini" ucap Alana.
"Lana, kenapa? harus keras kepala? aku janji setelah kita menikah nanti, aku janji akan membahagiakan mu"ucap Piter.
"Kak, aku tidak bisa"ujar Alana yang hendak membuka seat belt lagi, namun Piter langsung menghentikan mobilnya.
"Lana please, dengarkan aku dulu sayang aku mencintaimu, itulah kenapa? aku memutuskan untuk pergi ke negara ini, selain itu aku hanya akan mengunjungi Mommy,satu tahun sekali karena kesibukan ku di sana, tapi apa? saat ini kamu malah menolak ku"ujar Piter sambil menatap sendu.
"aku tidak menolak mu kak, hanya saja aku ingin kita jalani dulu hubungan ini jangan terburu-buru, aku juga belum se dewasa itu, aku bahkan tidak pernah tau apa? itu menikah"ujar Alana.
"Lana itu tidak mungkin, kamu sudah menginjak usia dewasa sebentar lagi juga, ya meskipun kita masih harus sama-sama belajar untuk itu, tapi yakinlah kita akan sangat bahagia"ucap Piter.
"Baiklah, demi bahagia yang kakak janjikan aku akan bicara dengan Daddy"jawab Alana.
Akhirnya pria itu pun tersenyum, karena Alana menyetujui nya.
"Terimakasih sayang ku, dan aku sangat mencintaimu"ucap pria itu.
sementara itu di sebuah cafetaria, tempat tongkrongan anak muda, NATO melihat seseorang yang sangat ia kenal duduk di kursi meja samping dirinya, tapi dia melihat orang itu sedang bersama dengan seorang pria yang jauh lebih tua dari Daddy nya.
Dia adalah ibu kandung nya yang telah tega mencampakkan dirinya sejak kecil, dan diambil alih oleh Anggita dan Alvin, yang bahkan tidak pernah tau sosok ayah nya, yang mana, karena sudah jelas-jelas NATO sama sekali tidak mirip dengan Alvin.
tapi beruntung anak itu adalah anak baik dan berkat didikan Anggita dan Alvin, dia bahkan tumbuh menjadi pemuda yang berprestasi, cita-cita NATO untuk menjadi dokter juga begitu besar karena termotivasi oleh Anggita.
saat ini dia juga sedang kuliah di jurusan kedokteran, pemuda itu begitu penuh semangat pergi kuliah dan setelah itu belajar dari sang Mommy, dan Anggita dengan telaten mengajar apa? yang dia bisa pada putranya itu.
NATO terus menatap lekat kearah wanita yang saat ini terlihat mesra dengan pria tersebut .
hingga jam pelajaran kedua tiba NATO langsung kembali ke kampus.
pria itu sedikit murung karena teringat ibunya yang bahkan pura-pura tidak mengenal nya, saat mereka bertemu tatap.
sampai di dalam kelas seseorang tiba-tiba memeluk dirinya dari belakang kebetulan suasana nya masih sepi, seorang dosen cantik yang terpaut lima tahun dari pemuda itu adalah seorang dokter sekaligus dosen di kampus tempat NATO belajar.
"Nat, kamu kenapa? tidak menemui ku, apa? ada orang lain yang sudah mengantikan ku"ujar Riana.
"Sayang jangan begini nanti orang lihat reputasi mu bisa rusak"ujar NATO.
"Baik aku tau kenapa? kamu berubah, mungkin karena sudah ada pengganti ku, selamat,,,Nat aku pergi"ucap wanita itu sambil langsung berbalik dan pergi.
"Riana kamu salah paham RI aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu Riana"ujar NATO yang berusaha untuk mengejar, tapi bel sudah terlanjur berbunyi,mati terpaksa langsung kembali ke kelas.
Biarlah Riana, dia urus nanti yang penting sekarang adalah pendidikan nya, pikir NATO.
Tapi selama berada di dalam kelas, tidak ada satupun yang masuk, beruntung di menggunakan kamera untuk merekam video saat dosen memberikan materi kuliah nya, setelah jam perkuliahan berakhir NATO, langsung bergegas pergi menuju apartemen milik kekasih nya itu, pria itu tidak mau kecolongan.
karena Riana adalah wanita yang mudah putus asa, berkali-kali dia mencoba untuk melukai dirinya sendiri, saat NATO, tidak pernah menghubungi dirinya, NATO bahkan tidak pernah bisa diberikan kesempatan untuk menjelaskan bahwa dia tidak seperti yang di duga oleh Riana.
sesampainya di apartemen milik Riana, wanita itu tidak terusik sedikit pun dengan kedatangan NATO, dia masih duduk terdiam di sofa, saat ini, dan alangkah terkejutnya NATO, melihat darah yang mengalir dari pangkal paha nya, wanita itu.
"Sayang kamu kenapa? ucap NATO yang langsung memeluk Riana yang masih tampak shock.
"Aku keguguran Nat anak kita"ucap Riana yang semakin membuat NATO panik.
__ADS_1
"Kenapa? ini terjadi kamu sengaja melakukan ini"tanya NATO, aku tidak sengaja NATO, aku bahkan tidak tahu jika aku sedang hamil!"teriaknya yang mulai menangis.
"Lalu kenapa? kamu diam saja ayo kita kerumah sakit"ucap NATO.