
Hari ini seluruh keluarga besar berkumpul di ruang keluarga bersama dengan Agatha yang kini merebahkan diri di dada bidang suaminya yang tengah mengobrol bareng Ariana dan kedua mertua nya.
Sementara Piter terlihat dari sudut ruangan tengah fokus pada laptopnya.
Sesekali ia akan melirik ke arah Agatha meskipun disana ada Alana dan kedua anak mereka.
Sementara itu Xena berada di pantai bersama dengan Kenan menikmati hari sambil mengamankan situasi.
"Sayang aku laper"ucap Xena.
"Sebentar aku minta mereka membawa makanan kemari"ucap Kenan.
"Heumm..."ucap Kenan.
Kenan, merangkul istrinya, dia sudah bicara pada Kristofer bahwa dia benar-benar akan melanjutkan perjalanan rumah tangganya.
"Sayang kamu mau tinggal di mana setelah ini"ucap Kenan.
"Bukan kah rumah kita ada di sana?"ujar Xena.
"Ya, sayang di sana tapi kamu juga bebas memilih untuk tinggal di manapun namun aku akan jarang ada di rumah jika Don, membutuhkan ku"ucap Kenan.
"Ken, sebenarnya siapa? kalian semua, apa? pekerjaan kalian semua"tanya Xena.
"Jika dijelaskan terlalu panjang honey tapi percayalah kami tidak seburuk yang mereka kira, aku punya perusahaan dan kami semua mengurus semua bersama tapi terkadang untuk mempertahankan apa? yang telah menjadi milik kita butuh sedikit kekerasan, namun percayalah kami tidak seburuk yang kalian pikirkan"ucap Kenan.
Sementara mereka sibuk mengobrol di dalam Mension, Agatha duduk sambil makan disuapi oleh Kristofer, Agatha bahkan begitu lahap terlihat sangat kelaparan mungkin karena pria wanita itu menyusui 3 sekaligus.
Hingga akhirnya mereka selesai makan malam tersebut kini mereka tengah tertidur pulas.
Agatha langsung kembali ke dalam kamar saat itu juga namun setelah tiba di kamar dia langsung menyusui putra nya.
Agatha tidak bisa beristirahat lama-lama karena masih karena wanita itu masih harus menyusui anak lainnya.
Kaley yang kini terlihat sangat tenang dia pun tertidur pulas di pangkuan Agatha, dan seakan mengerti dengan kelelahan sang mommy.
Agatha kini tengah berada di dalam dekapan ibu nya itu, sampai akhirnya Kristofer mengambil alih putri nya dan memindahkan nya di dalam boks bayi tersebut.
Agatha duduk di samping Kristofer tepat di sofa tersebut sambil bersandar di dada bidang suaminya itu.
"Honey kamu itu kenapa? heumm manja sekali tidak biasanya"ucap Kristofer.
"Yank aku ingin terus bersama dengan mu apa? boleh"tanya Agatha
"Aku akan selalu bersama dengan mu honey meskipun aku harus bolak-balik ke sini setiap waktu, tapi kamu harus mengerti bahwa tanggung jawab ku bukan hanya dirimu."ucap Kristofer.
"Terserah kamu saja jika kamu tidak ada aku akan pulang ke Indonesia"ucap Agatha
"Tidak sayang Jangan pergi tetap di sini agar aku dekat dengan kalian, Aku tidak mau kita berjauhan lagi seperti dulu sekarang hanya akan ada kita berlima dan tidak ada lagi yang lain kecuali bila dia kembali."ujar Kristofer.
"Sayangnya, itu bukan jaminan untuk kita hidup bahagia, sebaiknya kau ceraikan aku saja daripada harus terus-terusan bergantung pastinya sekarang anak kita sudah lahir, seperti perjanjian awal saja Kris"ucap Agatha.
Agatha bangkit dari duduknya dia tidak menggubris Kristofer yang terus berusaha meraih tangan nya.
"Yank! aku tidak suka kamu bicara seperti itu, aku sudah bilang kita akan terus bersama sampai kapan pun"ucap Kristofer.
"Tidak Kris, kamu sudah jelaskan bahwa kita akan berpisah setelah satu tahun, aku memberikan mu kesempatan dan kini hanya tinggal beberapa bulan lagi, sepertinya lebih awal lebih baik"ucap Agatha.
"Kau bicara apa"ucap Kristofer.
"Heumm apa? kau lupa Kris atau pura-pura lupa"ucap Agatha.
"Stop honey! aku bilang stop! kamu itu kenapa? begini bahkan kita tidak punya masalah apapun selama ini, jadi please tolong jangan seperti ini, aku akan berusaha untuk berbuat adil"ucap Kristofer.
"Kris, dulu aku tidak pernah meminta mu untuk menikah dengan ku, kamu bebas pergi kapan saja,,, dan aku tidak mempermasalahkan hal yang sudah terjadi dulu, aku bisa mengurus anak kita, tapi apa? kau selalu datang untuk meminta ku agar kita bisa menikah, tapi setelah itu kamu juga yang mengeluh karena aku hanya menjadi beban bagi mu, kamu mengeluh sekarang lebih baik kamu pulangkan aku ke tempat Oma"ucap Agatha.
"Agatha sampai kapanpun tidak akan aku lepaskan dirimu dan juga ketiga anak ku dan jika kamu tetap ngotot ingin kita berpisah sebaiknya kamu pergi sendiri, asal kau bisa keluar dari pulau ini. jangan pernah berpikir untuk membawa anak kita, karena kau tidak berhak atas mereka jika kamu terus meminta perceraian "ucap Kristofer.
"justru, karena aku ingin membawa anak kita pergi! aku minta perpisahan kita karena, dan sekarang lebih baik kamu penuhi janjimu itu dan aku akan pulang semoga tiga anak kita tidak mengerti, dengan"
__ADS_1
Agatha! kamu Jangan memaksakan diri aku tidak suka! kamu dengan ketiga anak kita akan tetap disini, dan kamu selamanya tidak akan pernah bisa lolos dari tempat ini. jika kamu memang ingin pergi suatu saat nanti kamu akan tahu akibatnya"ucap Kristofer.
"Apa? semua ini sudah kamu rencanakan! tega kamu Kris"ucap Agatha.
Pertengkaran itu terjadi justru disaat seluruh keluarga besar sudah pergi dan sudah memastikan bahwa Agatha baik-baik saja dan Kristofer, terlihat begitu menyayangi putri bungsu mereka.
Agatha pergi ke arah balkon kamar nya dia tidak peduli dengan panggilan dari Kristofer.
Kristofer langsung meraih lengan Agatha dia tidak peduli dengan istri nya yang baru saja melahirkan, Kristofer membawa Agatha ke ruangan dimana disitu terdapat fasilitas lengkap dan Agatha tidak perlu keluar kamar utama tersebut karena dia akan dikurung sampai Agatha sadar dengan kesalahan nya itu.
"Renungkan kesalahan mu disini, sampai kamu sadar bahwa keinginan mu itu adalah sebuah kesalahan"ucap Kristofer.
"Kris aku tidak mau disini"ucap Agatha.
"Tidak ada tawar menawar Agatha aku tidak akan pernah membiarkan mu untuk pergi dariku sampai kapan pun kamu akan tetap hidup bersama ku"ucap Kristofer yang kini mendudukkan dirinya di sofa.
"Kris aku tidak ingin berbagi"ucap Agatha
"Tapi bukannya kamu yang mengijinkan aku pergi saat aku meminta mu untuk ikut bersama dengan ku dulu saat aku bilang akan menikah dengan wanita lain"ucap Kristofer.
"Iya dulu aku melakukan itu karena kamu bukan siapa-siapa aku"ucap Agatha.
"Justru kamu salah besar jika dia berpikir bahwa kamu dan aku tidak memiliki hubungan apapun saat itu kita adalah tunangan apa? kau lupa"ujar Kristofer yang benar-benar marah saat ini.
...🌸........🌸...
"Kurung saja aku jika perlu sampai aku mati,agar kamu puas! Kris"ucap nya.
"Aku tidak akan mengijinkan mu mati Agatha!"teriak Kristofer yang kini terlihat sangat frustasi, mendengar wanita yang ia cintai meminta kematian membuat hatinya terasa sangat sakit.
"Kau egois! Kris"ucap Agatha yang berteriak meskipun Kristofer sudah menutup pintu nya.
Sementara Kristofer mematung sejenak di depan pintu dia mengusap kasar wajah nya.
Setelah itu ia meminta pengasuh ketiga anak nya, mengurus ketiga nya, dan dia juga menugaskan mereka untuk mengambil ASI dari Agatha, setiap stok ASI itu habis Kristofer sendiri saat itu juga pergi dengan menggunakan jet pribadi milik nya.
"Aku tidak ingin dimadu,,, apa? keinginan ku ini terlalu sulit untuk kau penuhi kau bisa membuang ku, jika kamu mencintai dia, aku tidak ingin berbagi tidak ingin"ucap Agatha lirih.
Sementara Kristofer sendiri sedari tadi memperhatikan rekaman Cctv kamar tersebut dia mendengar semua yang Agatha ucapkan.
"Jangan mengeluh sayang karena aku juga tidak ingin menduakan cinta kita, aku terpaksa memilihnya jika tidak maka kamu pun dalam bahaya"ucap Kristofer lirih.
Sementara itu di tempat lain, Alvaro tengah menerima tamu, dia seorang gadis cantik berasal dari sebuah tempat terpencil tempat dimana Agatha melarikan diri saat itu.
Agatha meminta dia untuk menemui dirinya, setelah gadis itu tidak punya siapa-siapa di dunia ini, karena kedua orang tua nya meninggal dunia di hutan saat sedang mencari hewan buruan.
"Jadi adik saya pernah tinggal bersama dengan keluarga anda?"tanya Alvaro.
"Ya, dia adalah nona Agatha yang sangat baik dan penyayang dia selalu berbuat baik terhadap siapapun termasuk pada hewan peliharaan nya"ucap gadis bernama Sari itu.
"Ya dia memang adikku yang paling baik dan penyayang"ujar Alvaro.
"Bagaimana kabar ketiga anak nya, apa kandungan nya baik-baik saja?"tanya Sari.
"Dia sudah melahirkan dan ketiga anak nya, begitu cantik dan tampan saat ini dia tinggal di pulau pribadi, milik suaminya."ujar Alvaro.
"Begini saja nak kamu bisa tinggal disini bersama dengan kami sampai saat cucu kami kembali"ucap Ariana.
"Terimakasih nyonya, saya bisa bekerja di sini"ucap Sari.
"Tidak perlu nak,, disini tidak kekurangan pelayan, kamu hanya perlu tinggal dan nikmati hidup mu, apa? kau masih sekolah"tanya Ariana.
"Tidak nyonya, aku sudah tidak sekolah sejak lulus SMA, tiga tahun lalu"ucap Sari.
"Jika kamu berniat untuk kuliah aku akan membayar biyaya nya hingga kau lulus nanti"ucap Ariana lagi.
"Tidak perlu nyonya, saya tidak ingin merepotkan Anda"ucap Sari sangat sopan.
"Heumm panggil saja Oma, seperti cucuku Agatha,,, dia akan sangat senang jika kamu diperlukan dengan sangat baik di sini, dan apa kau tau ketiga cicit ku, begitu menggemaskan"ucap Ariana.
__ADS_1
"Owh saya tidak sabar ingin bertemu dengan mereka nyonya eh,,, Oma"ucap Sari begitu antusias, sementara sedari tadi Alvaro memperhatikan gadis itu dengan pandangan lain, jika dilihat dari dekat dia seperti almarhum istrinya Irma.
"Sayang apa? kamu hidup kembali"gumam pria itu dalam hatinya.
"Apa? yang kamu lakukan Al"ucap sang Oma, saat melihat tatapan Alvaro pada gadis itu.
"Ah,, tidak apa-apa Oma"ucap Alvaro.
"Apa?kau berpikir sama dengan Oma"ucap Ariana.
"Ya Oma, dia terlalu mirip dengan almarhum istri ku"ucap Alvaro.
"Heumm,,, tapi dia bukan Irma"ucap Ariana.
"Iya Oma"balas Alvaro.
Bagaimana, bisa ada orang semirip itu di dunia ini.
Sejak saat itu, Sari tinggal di Mension, dia tidak mau berdiam diri, karena memang sudah biasa dia beraktifitas setiap harinya bersama dengan kedua Ayah dan ibunya.
Dan ia membantu mengurus kebutuhan Ariana menemani wanita itu kemanapun ia pergi, dan jangan lupa masakan yang selalu dia buat adalah yang terlezat dari yang biasa koki rumah buat untuk seluruh keluarga, meskipun hanya dengan masakan ala kadarnya.
"Sari boleh minta buatkan aku makan malam dan antarkan ke atas"ucap Alvaro.
"Baiklah kak"ujar Sari sambil tersenyum manis.
Deg...
Jantung Alvaro berdetak kencang seperti saat pertama kali bertemu dengan Irma.
"Sayang aku sangat merindukan mu"lirih nya dalam hati.
Alvaro buru-buru mengalihkan pandangan nya, karena air mata itu kembali menetes saat teringat dosa dan kesalahannya pada Xena, yang membuat dia berkhianat pada Irma, dia juga harus kehilangan Xena saat ini.
Bahkan putra pertamanya kini berada di dalam kandungan Xena.
Setelah Sari memasak makan malam untuk Alvaro, dia berjalan menuju kamar pria itu dengan membawa nampan di tangan nya yang berisi makanan dan segelas air putih.
"Kak, ini makan malam nya"ucap Sari.
Tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar Alvaro.
Sari langsung masuk setelah hampir beberapa menit menunggu dibukakan pintu, dan saat dia masuk bertepatan dengan Alvaro yang baru keluar dari dalam kamar mandi, dengan menggunakan handuk sebatas bawah pinggang dan rambut yang masih basah sambil di keringkan dengan handuk.
Sari langsung memalingkan wajahnya.
"Maafkan aku masuk tanpa izin terlebih dahulu karena sedari tadi menunggu tidak mendapatkan jawaban"ucap Sari yang tengah meletakkan makan malam milik Alvaro di meja kecil depan sofa di dalam kamar pria itu.
"Tidak apa-apa,,, ini ambilah uang jajan mu"ucap Alvaro yang memberikan sejumlah amplop coklat yang cukup tebal.
"Apa? ini kak"ucap Sari yang masih tidak berani memandang ke arah Alvaro.
"Kamu itu butuh uang untuk sekedar jalan-jalan atau membeli barang yang kamu inginkan"ucap Alvaro.
"Saya tidak berani kemanapun, karena takut tersesat karena saya masih baru di sini"balas Sari.
"Kamu bisa minta sopir atau pelayan lain untuk mengantarkan mu jalan-jalan kemanapun, dan kapan pun, gunakan uang itu dan jika masih kurang kamu tinggal bilang padaku atau Oma, mommy Daddy juga boleh atau pada Rosella dan NATO, Alana dan Piter juga akan memberikan mu apa? yang kamu minta karena kamu sudah seperti keluarga bagi kami"ujar Alvaro.
"Terimakasih kak, mungkin lain kali jika saya butuh saya akan ambil, tapi sekarang aku tidak butuh apa-apa semua kebutuhan ku, sudah terpenuhi"ucap Sari.
"Heumm benarkah"ucap Alvaro.
"Ya"jawab sari yang hendak pergi.
"Apa? kamu tidak pernah pergi ke salon kecantikan"tanya Alvaro.
"Tidak pernah, lagipula saya tidak pernah berdandan "jawab Sari.
"Kau cantik"ucap. Alvaro.
__ADS_1