
Alvin sudah berusaha mengikuti Anggita tapi istrinya tidak terkejar hingga saat Alvin hampir saja mengalami kecelakaan jika saja dia tidak menghidar . akhirnya Alvin pun pergi meninggalkan jalanan tersebut kembali pulang, sementara Anggita saat ini tengah menepikan mobilnya di pom bensin, dia tidak mungkin melanjutkan perjalanan nya saat malam larut dan sudah hampir pagi.
Anggita pun menyandarkan jok mobil nya dan berusaha untuk memejamkan mata meskipun sulit.
Hatinya terus terluka setiap kali mengingat apa? yang terjadi pada putri bungsu nya, karena kesalahan yang Alvin perbuat, putri nya menjadi korban.
Sementara Alvin pun kembali ke rumah nya, dia masuk ke dalam rumah dan disambut oleh NATO, yang baru saja menjaga Agatha hingga tidur.
"Bagaimana keadaan adikmu?" tanya Alvin.
"Dia sudah tidur, dimana mommy" ujar NATO.
"Daddy tidak tahu, dia pergi kemana, Mommy mu bahkan tidak membawa apa-apa"ujar Alvin.
"Biar NATO yang pergi mencari Mommy" ujar NATO.
"Tidak usah kamu istirahat saja, biar besok pagi Daddy cari sendiri tolong jaga Agatha jangan sampai dia tahu"ujar Alvin.
Alvaro pun menghampiri keduanya"Bagaimana Daddy dimana Mommy"ujar Alvaro.
Alvin hanya menggeleng.
"Maaf kan Al, Daddy semua ini gara-gara Al"ujar Alvaro.
"Semua ini kecelakaan Alvaro, sebaiknya kamu berikan istri mu pengertian dan jangan pernah lagi terjebak di kesalahan yang sama, cukup kebodohan yang Daddy lakukan hingga adikmu menderita, kalian berdua harus bisa belajar dari kesalahan Daddy"ujar Alvin.
"Kak dimana kak Irma"ujar NATO penasaran.
"Di kamar nya"jawab Alvaro.
Pergilah istirahat Daddy juga mau istirahat dulu sebentar biar Agatha tidur bersama dengan Daddy" ujar Alvin.
Alvin pun berjalan menuju kamar dimana Agatha berada saat ini dia duduk di tepi ranjang lalu mengelus puncak kepala putri nya dengan lembut.
Agatha masih tertidur pulas hingga pagi tiba gadis itu membuka mata, dia melihat ke sekeliking kamar dia mencari sang mommy yang tidak terdengar suara khas yang selalu terdengar saat dia membuka mata.
"Mom, mommy dimana?" ujar gadis polos itu.
Deg...
Seketika itu Anggita terbangun dari tidurnya, dia mendengar suara putri nya, tapi kemudian dia langsung bergegas keluar dari mobil menuju toilet umum yang ada di sana.
Anggita baru tersadar dirinya tidak membawa apa-apa hingga dia pun kembali ke rumah Alana, saat itu juga.
Sesampainya di sana, Anggita langsung turun dan berjalan masuk di sambut oleh pelayan tapi kemudian Alana muncul bersamaan dengan Piter yang kini menuju ke arah Mommy nya.
"Mommy, mommy baik-baik saja"ujar Alana sambil memeluk erat ibunya yang kini berlinang air mata.
"Sayang mommy baik-baik saja tapi mommy khawatir dengan adikmu"ucap Anggita.
"Aku akan menjemput Agatha mom"ujar Alana.
"Baiklah Sayang boleh Mommy pinjem kamar mandi mommy ingin mandi"ujar Anggita.
"Mom, tidak perlu izin dulu ini rumah mommy juga disini juga ada kamar khusus untuk mommy"ujar Piter.
"Terimakasih nak mommy akan merepotkan kalian saat ini tapi mommy janji akan segera pergi setelah Agatha datang, jangan lupa dengan barang-barang mommy sayang" ujar Anggita.
"Iya Mommy" ujar Alana.
Alana dan Piter, sudah berangkat menuju kediaman Marvin, setibanya di sana semua orang tengah mencari Agatha yang hilang entah kemana, NATO dan Alvaro pun tengah bersiap untuk pergi mencari Agatha disaat yang bersamaan Alexander pun datang dia berniat untuk mengantar Alana sekolah tapi sesampainya di sana dia melihat semua orang pelayan tengah mencari Nona mudanya dan beberapa mobil keluar dari gerbang Mension milik Marvin Alexander pun buru-buru bertanya.
"Ada apa? ini"ujar Alexander.
"Nona muda menghilang dari rumah"ujar salah satu pelayan, dan Alana, pun berteriak memanggil adiknya sambil menangis dia takut adiknya tersesat dan ditemukan orang jahat.
"Agatha kamu dimana sayang ini kakak mommy ada di rumah kakak ayo kemarilah"ujar Alana.
Piter pun langsung menelpon seseorang untuk meminta bantuan, dan Alexander pun segera berlari ke mobilnya dia langsung tancap gas, dia mencari Alana, sepanjang perjalanan, tapi nihil gadis itu tidak kunjung ditemukan, hingga setiap tempat Alex datangi tapi Alana tidak ada di sana.
Anggita pun ikut mencari putri nya setelah Alana menghubungi nya, dia bahkan benar-benar merasa panik dan tidak bisa membendung air matanya, hingga semua tempat yang biasa mereka kunjungi tidak juga kunjung ditemukan.
Sementara itu di tempat lain, saat Alexander tengah memutar-mutar ponselnya seketika itu berdering, seseorang mengabarkan bahwa Agatha tengah berada di dekat halte bus, dia terlihat tengah kebingungan dan memanggil mommy nya.
Alexander pun meminta teman nya itu menahan Agatha, Alexander langsung tancap gas menuju tempat tersebut, hingga saat sampai di sana, terlihat Agatha yang ngotot ingin pergi, sambil menangis memanggil sang mommy.
"Mommy,,,, mommy dimana Agatha takut jika mommy tidak ada, mommy Agatha takut, Agatha tidak mau sendirian, Agatha mau mommy"ujarnya hingga Alexander langsung turun dan membawa Agatha kedalam pelukan.
__ADS_1
"Sayang tenang ya, mommy mu ada di rumah ayo kita pulang"ujar Alexander.
"Tidak mommy tidak ada di rumah, mommy tidak ada, Agatha takut hiks hiks hiks, Agatha takut mommy pergi"ujar gadis polos itu.
"Tadi kakak lihat mommy di rumah kak, Alana"ujar Agatha.
"Apa? kak Alex lihat mommy"ujar Agatha.
Agatha pun akhirnya terdiam, dia menatap ke arah jalanan.
"Sayang jangan pernah pergi lagi sendirian, nanti jika ada orang jahat bagaimana"ujar Agatha.
"Agatha sayang mommy, Agatha tidak mau mommy pergi"ujar Agatha lirih.
"Mommy ada di rumah sayang"ucap Alexander.
"Cepat kak nanti mommy pergi lagi"pinta Agatha.
"Iya sayang"jawab Alexander.
Alexander pun menambah kecepatan hingga tiba di rumah Marvin, disana sudah berkumpul semua orang menunggu kedatangan Agatha, termasuk Anggita yang sedari tadi duduk di teras depan, dia benar-benar merasa cemas dengan putri nya, disana juga ada Alvin, meskipun mereka tidak saling menyapa.
Hingga Agatha tiba bersama dengan Alexander saat mobil Alexander masuk ke gerbang Mension, Agatha terus berteriak memanggil mommy nya, Anggita pun berlari menyambut putri nya itu, hingga pintu mobil terbuka, Agata langsung menghambur memeluk Anggita sambil menangis sesenggukan.
"Jangan cemas sayang mommy disini, mommy hanya pergi sebentar tapi mommy lupa titip pesan"ucap Anggita.
"Terimakasih nak"ujar Anggita yang kini berterimakasih kepada Alex.
"Sama-sama aunty"ujar Alex.
Mereka pun masuk dan berkumpul di sana, Anggita kini tengah membantu putri nya mandi, dia kamar mandi Anggita membantu putri nya berkeramas, dia begitu memanjakan putri nya selama ini, hingga Agatha tidak bisa jauh dengan sang Mommy, kecuali saat dia sekolah.
...🌸.......................🌸...
Anggita keluar bersama dengan Agatha yang kini sudah cantik mereka pun duduk bersama menikmati kudapan lezat yang Irma buat untuk semua orang.
Sementara Alex, meminta izin untuk membawa Agatha jalan-jalan, Anggita pun mengijinkan nya, dia tau Alexander adalah pria yang sangat baik yang selama ini selalu melindungi Agatha putri nya.
"Sayang jalan yu"ujar Alexander.
"Aku mau ke cafe kakak baik yang waktu itu"ujar Agatha.
"Apa? tidak menggangu pekerjaan mu Lex"ujar Alvin.
"Tidak uncle, tapi mungkin kami akan pulang larut karena akan pergi ke pesta ulang tahun perusahaan"kata Alexander.
"Baiklah, hati-hati di jalan"ucap Anggita.
"Heumm, ya Tante"jawab Alexander.
"Baiklah Sayang kamu hati-hati ya" ucap Anggita sambil mengelus puncak kepala putri nya dan membawakan tas selempang kecil berisi ponsel dan dompet milik putri nya itu.
"Dah mommy, tunggu Agatha pulang ya my" ujar Agatha.
"Baiklah sayang"jawab Anggita yang kini membantu putri nya memasang kan seat belt.
Alexander pun mulai melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Sayang jika lain kali mommy sedang tidak berada di rumah, kamu tidak boleh Panik dulu apalagi pergi tanpa pamit seperti tadi, bahaya, takutnya ada orang jahat yang akan memanfaatkan kamu" ucap Alexander.
"Iya kakak"ucap Agatha.
"Gadis cantik, aku semakin sayang kamu"kata Alexander.
"Kakak, sayang sama Agatha"ujar gadis itu bertanya.
"Tentu saja Sayang, Agatha sudah menjadi kekasih kak Alex, mulai saat ini apapun yang terjadi, kakak tidak akan pernah menolak keinginan mu"ujar Agatha.
"Heumm, benarkah-benarkah "tanya Agatha dengan terburu-buru.
"Agatha sayang , Agatha apa? akan marah jika kak Alex dekat dengan wanita lain"ujar Alex.
"Tidak kak, untuk apa? marah kak Alex juga butuh teman"ucap nya.
"jika teman kakak ingin kakak jadi kekasih nya bagaimana"tanya Alex lagi.
"Aku akan Jambak rambut nya, aku karate saja dia"ujar Agatha begitu semangat.
__ADS_1
"Bagus cantik I love you" Alexander.
"Love you too kak Alex" ujar Agatha.
Mereka pun tersenyum manis, sampai lah Alexander di sebuah gedung perusahaan yang menjulang tinggi, saat ini keduanya masuk sambil saling bergandengan tangan, Agatha tentu saja terlihat tersenyum pada setiap orang yang dia temui.
semua orang pun kagum saat melihat kedatangan pasangan yang tampak serasi itu, Agatha yang memiliki tinggi 170 cm, dan Alex 185 cm, mereka kini sudah sampai di ruangan kerja Alexander, pria itu langsung meminta sekertaris nya, untuk membelikan satu kota es krim berukuran besar, tidak hanya itu dia juga meminta dicarikan gaun pesta yang terbaik untuk Alana.
"Duduk lah sayang , sebentar lagi eskrim mu akan datang"kata Alexander.
"Kak, aku boleh tiduran tidak aku ngantuk, semalam kurang tidur, setelah aku pingsan, saat mommy bentak Daddy" ujar Agatha.
"Disana ada ruang istirahat kamu bisa bobo di ranjang, kamu bisa Bobo disana sayangku"ucap Alex.
"Antar aku kan tidak tau, nanti jika aku nyasar bagaimana ?"ujar gadis lugu itu.
"Tidak akan sayang karena hanya ada satu pintu masuk dan keluar"ujar Alexander.
Akhirnya Agatha pun masuk ke dalam kamar tempat Alexander melepaskan lelah nya.
Sementara itu di kursi kebesaran nya Alexander kini tengah sibuk berkutat dengan pekerjaan nya.
Agatha sendiri kini tengah terlelap tidur di ruang istirahat Alex.
Sekertaris nya pun datang membawa eskrim dan menyimpan nya di atas meja.
Setelah itu, Alexander pun menyimpan nya kedalam lemari pendingin yang ada di ruangan tersebut.
Hingga saat Alexander selesai bekerja, dia pun kembali menemui Agatha yang ternyata sudah bangun dari tidur nya.
"Sayang kamu sudah bangun heumm,ayo cuci muka dulu"ucap Alexander.
"Heumm"jawab Agatha singkat.
Agatha pun masuk kedalam toilet yang ada di kamar tersebut, hingga beberapa saat menunggu, Agatha pun terlihat sudah fresh.
"Sayang ini, eskrim mu"ujar Alex.
"Terimakasih kak"ujar Agatha.
"Sama-sama sayang"balas Alexander.
Akhirnya mereka pun jalan menuju cafe miliknya Yunho, mereka ingin nongkrong sambil makan siang bersama, sementara Agatha.
Sesampainya di sana ternyata Yunho, sudah menyambut nya, dia menunjukkan bahwa mesin eskrim sudah tersedia di sana.
Agatha yang melihat itu pun dia sangat senang, dia akan memesan eskrim tersebut setiap kali dia ingin.
"Tolong buat kan makan siang untuk Agatha, dan aku"pinta Alex.
"Baiklah tuan dan nyonya Alexander, meja ini sudah disiapkan untuk kalian berdua"ucap Yunho.
"Terimakasih bro"ujar Alex.
Agatha pun tersenyum manis, saat Alexander menggenggam tangan nya, dia merasa bahagia ternyata Alexander kembali dengan nya.
"Kak, Alex kakak itu tampan, aku sangat suka"ucap Agatha jujur.
"Kamu juga sayang kamu cantik dan kakak sayang kamu"ucap Alexander.
"Aku boleh minta sesuatu?"tanya Agatha.
"Apa itu sayang" ujar Alexander.
"Kakak tidak boleh selingkuh seperti kak Al, dia dan kak Irma, semalam bertengkar karena kak, Al bertemu selingkuhan nya di Singapura, itulah sebabnya kak Irma pulang ke Indonesia, dan Daddy menjemput kak Irma di rumah kedua orang tua nya, dan mommy bilang kalau kak Al, sama dengan Daddy, makanya Daddy berteriak pada mommy, dan saat itu aku tidak ingat apa-apa lagi, apa? kak Alex juga akan begitu"ucap Agatha.
"Tidak akan Sayang, aku akan tetap setia pada mu"ujar Alex.
"Terimakasih, jika Agatha nanti sudah lulus kuliah, Agatha akan menjadi dokter spesialis kandungan, karena kak, NATO, mau menjadi pengganti Mommy"ujar Agatha yang kini terus bercerita tanpa lelah, dan Alex pun selalu menjadi pendengar yang baik.
"Agatha akan kuliah setelah kita menikah nanti, dan untuk itu, Agatha harus rajin belajar"ucap Alexander.
Pria itu ingin segera menikah dengan Agatha, agar Agatha bisa ia lindungi, meskipun dia harus menjadi pria yang benar-benar penuh kesabaran, demi cinta nya pada Agatha yang benar-benar istimewa bagi Alexander.
Hingga makan siang tiba, mereka pun makan bersama, sesekali Alex akan menyuapi Agatha, dan kemudian bergantian.
Agatha sudah selesai makan, dia pun duduk bersandar pada Alex, karena saat ini mereka posisi nya, lesehan di ruangan tempat mereka nongkrong dengan berbagai tempat duduk yang unik-unik seakan berada di rumah sendiri, karena mereka saat ini, tengah berada di lantai dua cafe tersebut.
__ADS_1
"Kak Eskrim nya mana?"