
Akhirnya setelah kembali dari kantor, Alana dan Piter langsung menuju sebuah butik, wanita itu bahkan tidak pernah diberikan kesempatan untuk menolak Piter benar-benar pria yang sulit atau lebih buruk nya tidak bisa dibantah.
Alana hanya harus mengikuti semua yang Piter katakan tanpa bisa protes.
setiap kebaya yang ia pilih dan gaun yang Alana coba semua tidak ada yang cocok di mata Piter hingga Alana benar-benar lelah untuk mencoba tapi pria itu tidak sedikit pun bergeming dari keputusan yang diambilnya.
"Jika tidak ada yang lebih bagus dari itu untuk istri ku, lebih baik kalian tutup saja butik ini"suara Piter terdengar sangat mengerikan meskipun pria itu terlihat tampan dan gagah.
"Maafkan kami tuan, kami akan membuat kan yang terbaru seperti yang anda inginkan, tinggal katakan saja bagaimana yang tuan mau"ujar nya.
"Kak, sudah lah gaun yang tadi juga tidak kalah bagus lagi pula bukan kah kita hanya melakukan ijab qobul"ujar Alana.
"Jangan mendebat ku Lana,,, aku tidak suka"ujar Piter.
Alana pun tidak habis pikir kenapa dengan pria itu, tidak biasanya, atau kah ada hal lain yang tidak pernah Alana ketahui selama ini.
"Tunggu aku di mobil dan jangan kemana-mana"ujar Piter.
Alana yang sudah lelah pun tidak membantah lagi, dia pergi begitu saja meninggalkan tempat tersebut.
sementara itu Piter, tengah mengobrol dengan seseorang yang terlihat sangat cantik wanita yang tadi sempat menemui nya untuk menyambut mereka, mete terlihat seperti sedang berdebat tapi kemudian wanita itu mengalungkan tangannya pada Piter dan tiba-tiba saja mereka saling bercumbu mesra.
Alana benar-benar shock dibuat nya berkali-kali dia mengucek mata nya berharap perempuan itu salah melihat nya tapi ternyata itu adalah sebuah fakta.
Alana mematung sejenak lalu ia pun pergi meninggalkan tempat itu, kepergian nya terlihat oleh Piter yang buru-buru pergi mengejarnya.
"Alana tunggu!"teriak Piter hingga membuat semua orang menoleh ke arah nya, tapi Alana tidak berhenti melainkan pergi dengan taksi.
Alana menangis sepanjang perjalanan, dia tidak kembali ke apartemen piter, tapi gadis itu pulang ke rumah Ariana di luar kota , beruntung nya Oma dan opa nya berada di rumah, sampai pukul sebelas, malam wanita itu baru tiba di rumah tersebut dengan menggunakan bis.
"Alana"ujar Marvin yang membuka pintu, karena dia kebetulan sedang berada di lantai bawah, hendak mengambil air minum untuk Ariana sang istri yang kehausan setelah pertempuran mereka.
Alana langsung memeluk opa nya yang kebingungan, karena melihat sang cucu sudah berada di Indonesia, sendirian di jam segini bahkan tidak membawa apa-apa.
"Masuk dulu sayang kamu pasti lelah opa panggil Oma mu dulu"ujar Marvin yang masih terlihat gagah dan keren dengan kesempurnaan tubuhnya itu.
Alana pun hanya mengangguk, sampai saat handphone nya kembali berdering kembali dan itu sangat lah nyaring.
💌"Honey kembali atau aunty mu akan dalam bahaya"Piter
Alana sudah tidak bisa lagi bersabar dia tidak akan mengikuti keinginan pria pendusta seperti Piter.
Ariana pun menghampiri cucunya itu, dia memeluk Alana, dengan erat saking rindunya sudah hampir dua tahun dia tidak bertemu dengan semuanya.
meskipun panggilan video diantara mereka selalu dilakukan, tapi mereka tetap merindukan satu sama lain.
"Opa,, Oma, Alana harus menceritakan semua nya dari awal Alana harap Alana masih punya banyak waktu dan Oma dan Opa percaya pada Alana.
gadis itu pun menceritakan semua nya semua pertemuan pertama dengan Piter, hingga Alana, bertemu dengan Agatha yang semua orang kira sudah tiada.
Marvin benar-benar kaget dengan semua itu berarti benar selama ini dugaan nya, karena dia melihat sesuatu yang berbeda dari jenazah Agatha, tapi pria itu tidak pernah menemukan bukti bahwa ada yang tidak beres dengan semua itu.
Agatha saat ini pasti dalam bahaya jika Alana pergi dari sisi Piter, yang tidak pernah diketahui asal-usulnya yang sebenarnya karena selama ini yang Alana tau Piter adalah pemilik club malam yang pernah menjadi ajang lomba tari antara dirinya dan sekolah lain nya, tapi kenapa? pria itu ngotot ingin menikah dengan Alana.
semua orang kini tengah bertanya-tanya tentang pria itu, termasuk Marvin sendiri.
"Sayang opa, akan tempatkan orang di sekeliling mu kita akan mencari tau siapa sebenarnya Piter dan apa hubungannya dengan aunty mu."ujar Marvin.
__ADS_1
"Tapi opa, dia akan berbuat kasar jika Alana tidak menikah dengan nya"ujar Alana.
"Opa, akan pastikan kamu aman untuk sementara sebaiknya kamu ikut mau dia sambil pelan-pelan Opa akan mencari bukti"ujar Marvin.
"Baiklah Opa"ujar Alana.
mereka pun meminta Alana untuk istirahat tapi tiba-tiba seorang penjaga datang dan mengabarkan bahwa ada seseorang yang menjemput Nona muda nya.
Marvin langsung terdiam dia menatap kearah cucunya dari atas hingga bawah.
sebaiknya kamu lepaskan semua pakaian dan perhiasan mu tinggal di rumah ini setelah itu ganti dengan baju lama mu mungkin sedikit kekecilan tapi itu lebih baik dan Opa, akan memakai kan sesuatu untuk berjaga-jaga"ujar Marvin yang langsung bergegas menuju sebuah ruangan.
pria itu langsung membuka sebuah berangkas, yang terdapat cincin berlian yang akan cucunya kenakan sementara Alana meninggalkan semua yang melekat di tubuhnya, Ariana melihat sesuatu yang terjatuh dari balik ikat rambut yang sering cucunya kenakan dengan model yang sama tapi punya banyak warna.
setelah mempersilahkan Piter masuk Marvin terlihat baru menuruni tangga bersama dengan Ariana sang istri yang terlihat sangat mengantuk kemudian Alana yang keluar dari kamar lain yang tak jauh dari ruang tamu tersebut, karena itu kamar tamu.
"Ada perlu apa, hingga bertamu malam-malam begini"ujar Marvin bersikap seolah merasa terganggu dengan kedatangan Piter.
"Kak, mau apa? kamu sudah membohongi ku, kamu sudah punya kekasih , jadi untuk apa? mencari ku lagi"ujar Alana, sealami alami mungkin.
"Lana,, kamu salah lihat honey dia wanita penggoda yang sering mengejar-ngejar aku, dan aku sudah menampar dia saat kamu pergi"ujar Piter, dengan tenang.
"Kamu siapa? nya cucu ku"ujar Ariana.
"Saya calon suaminya nyonya"ujar Piter.
"Aneh, tapi putra ku tak pernah memberitahukan semua ini"ujar Ariana.
"Alana, sudah lama menjalin hubungan dengan saya nyonya bahkan tuan dan nyonya Anggita tau semua nya"ujar Piter dengan tenang .
sejak saat Piter berbicara, Marvin sudah bisa membaca semua nya.
"Tapi nyonya, saya dan dia akan segera menikah dan sedang mengurus semua nya"ujar Piter.
...🌸.........................🌸...
Setelah selesai berdebat panjang akhirnya Alana pun tinggal di rumah tersebut dan Piter pun menginap di sana, setelah kesepakatan itu, Alana dan Piter masih duduk berdua di ruang tamu.
"Apa? kamu ini semua rencana mu"ujar Piter, yang kini menatap tajam kearah Alana.
"Kak, A aku tidak ingin terus bertahan jika ternyata kamu punya wanita lain di luar sana, lebih baik kita sudahi saja semua nya"ujar Alana.
"Maka nyawa aunty mu akan berakhir"ujar Piter.
"Kak, apa? yang sebenarnya kamu ingin kan dari ku, cinta atau perbudakan, kenapa? kau selalu mengancam ku"ujar Alana, dia benar-benar sudah tidak kuat lagi.
"Keduanya, jika kamu menurut, aku akan pastikan semua akan baik-baik saja, tapi jika tidak maka terpaksa aku akan melakukan hal yang tidak pernah akan kamu duga sebelumnya"ujar Piter.
"Terserah kamu saja lakukan apapun yang kamu inginkan aku muak"ujar Alana sambil bangkit tapi Piter dengan sigap menarik tangan Alana.
"Ikut aku"ujar Piter yang kini langsung menarik nya membawa nya kedalam kamar yang sudah Ariana persilahkan tadi.
pria itu langsung mendorong tubuh Alana, keatas ranjang,dan gadis itu sempat memekik keras, sementara itu Marvin langsung turun untuk menghentikan Piter yang hendak menyakiti cucunya dengan berpura-pura meminta pelayan membawakan selimut baru untuk Piter.
"Tuan muda,maaf selimut nya belum saya ganti den ini selimut yang baru"ujar bibi yang datang membawa selimut tebal di depan pintu.
"Tunggu"jawab Piter.
__ADS_1
"Ya tuan"ujar pelayan tersebut.
Hening beberapa saat kemudian Piter membuka pintu dengan bertelanjang dada, hingga, membuat pelayan tersebut memalingkan wajahnya.
"Maaf boleh minta tolong, tolong bawakan koper milik saya didalam mobil saya ingin mandi terlebih dahulu"ujar Piter pada pelayan tersebut, dia tidak ingin pelayan itu melihat keadaan Alana yang kini berantakan akibat perbuatannya yang merobek paksa blus yang gadis itu kenakan belum lagi tangis Alana yang sengaja ia bungkam dengan saputangan.
karena tangan dan kaki Alana terikat oleh dasi yang dia gunakan dan juga tali gorden kamar tersebut.
Alana ingin sekali berteriak tapi itu terlalu sulit untuk dilakukan, sehingga gadis itu hanya bisa pasrah.
"Dengar ya Alana, aku tidak mau tau pokonya besok pagi kita harus segera kembali ke apartemen"ujar Piter.
pria dengan berjuta rahasia itu kini semakin menjadi.
"Jika kamu ingin kamu bisa membunuh ku, sekarang juga kak, aku tidak akan menuntut balas,ayo habisi nyawa ku sekarang juga agar kamu puas"ujar Alana.
sejenak pria itu mematung lalu dia kembali bersikap manis seakan tak pernah terjadi apa-apa, "Honey, aku sangat mencintaimu dan tidak mungkin aku akan menghabisi nyawa mu, yang benar saja"ujarnya sambil mengelus puncak kepala gadis itu.
Marvin benar-benar kaget, dengan pria psikopat yang bersama dengan cucunya itu, tidak habis pikir bagaimana bisa putranya bisa se ceroboh itu.
apa yang sebenarnya terjadi pada putranya itu, apa Alvin benar-benar sudah tidak punya insting akan adanya bahaya yang mengincar putri nya itu.
Marvin pun mengirim pesan pada Alvin untuk mengecek sebuah bukti apakah benar Agatha masih ada di negara tersebut tepat saat Alana bertemu dengan wanita itu.
jika benar Alvin menemukan jejak Agatha, maka Marvin akan segera melakukan penyelamatan terhadap kedua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
sementara Alana, kini aman bersama dengan Piter yang kembali dengan mode normal nya, meskipun Marvin harus terus waspada dan harus bisa mengelabuhi nya.
pagi pagi pukul tujuh pagi mereka kini tengah sarapan pagi bersama Marvin perhatikan ada memar di bagian lengan cucunya itu.
"Sayang lengan kamu kenapa?"tanya Marvin.
"Owh ini tidak sengaja terpentok dengan nakas opa,"jawab Alana.
"Hati-hati sayang, Oya hari ini juga kita bisa mendaftar di kampus yang dulu kamu impikan"ujar Marvin.
"Tapi tuan Alana sudah kuliah di kampus milik keluarga saya dengan jurusan bisnis manajemen"ujar Piter
"Maka dari itu Alana akan ikut saya pulang"ujar Piter lagi.
"Tidak Alana, akan tinggal bersama dengan saya"ujar Ariana.
"Oma, Alana masih harus mengurus semua sebelum kesini"ujar Alana, yang sudah di ancam.
"Tapi sayang setidaknya sampai kalian menikah, baru kalian akan tinggal bersama dan Oma ingin pernikahan yang sangat megah untuk cucu Oma, yang cantik ini setelah itu kamu baru bisa membawa nya pergi setelah halal"ujar Ariana .
"Apa? semua sudah ditetapkan tanggal dan lainnya"tanya Marvin.
"Tentu saja belum Oma, kami belum tau soal itu, tadinya sebelum Alana lulus kuliah hanya akan nikah siri dulu, setelah itu kami akan meresmikan Pernikahan itu"ujar Alana,secara, tidak langsung dia memberi tahu kepada kedua orang tua itu.
"Tidak jika kalian tetap ngotot ingin nikah siri, sebaiknya tidak ada pernikahan dan tidak usah berpacaran, apa? kau pikir cucuku anak orang tak mampu, hingga seenaknya kau mengatur kehidupan cucuku semau mu, jika kau tidak punya uang atau tidak mau keluar uang lebih baik batalkan semua nya, dan satu lagi, detik ini juga aku minta kedua orang tua mu datang melamar cucuku, enak saja dipikir cucuku anak ayam apa!"ujar Ariana yang benar-benar kesal hingga berteriak di hadapan Piter yang kini terlihat kaget dengan sikap wanita lanjut usia itu, begitu memiliki power.
"M maafkan saya nyonya, karena saya kurang tahu tata cara orang Indonesia"ujar Piter.
"Dan satu lagi pastikan kau seorang muslim dan sudah di sunat jika tidak aku juga tidak akan mengijinkan kalian menikah, sekalipun yang memohon adalah seorang presiden atau ketua mafia, karena pernikahan adalah sakral,kau tidak bisa mempermainkan seenak jidat mu"ujar Ariana dan terlihat pria itu menciut nyalinya saat mendengar ucapan Ariana.
Ya, Ariana selalu menomor satukan agamanya, sesempurna apapun paras manusia tidak akan ada apa-apa nya, jika mereka tidak beriman.
__ADS_1
"Jika kamu tidak mampu menjalankan syarat yang saya berikan maka jangan harap kamu bisa mendapatkan cucu ku"ujar Ariana.
"Jika urusan sunat dan muslim saya sedari kecil sudah muslim, karena almarhum Mommy orang muslim, tapi soal lamaran saya tidak tau Daddy saya bisa datang dalam waktu dekat atau tidak, karena dia sedang berlayar dengan Mommy sambung saya, dan mungkin sekarang masih ditengah lautan karena rencananya mereka akan keliling dunia"ujar Piter seakan menekankan kata lautan.