
NATO pun menikmati makanan nya, meskipun masih merasakan kesal yang teramat sangat.
Setelah selesai makan tiba-tiba saja ada seseorang yang langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
"Nat, aku ingin bicara dengan mu"ujar wanita yang tak lain adalah Riana.
"Ada apa lagi Riana"ucap NATO.
"Apa? kamu lihat dan perhatikan wajah anak ku ini mirip siapa? ucap wanita yang kini menggendong anak berusia tiga tahun itu.
"Tentu saja dia mirip suamimu"ucap NATO.
"Tidak suamiku bilang dia mirip kamu, dan dia sudah menceraikan aku, gara-gara anak ini dia bilang anak mu"ucap wanita itu.
Sementara wanita yang sedari tadi duduk menghadap NATO, dia saat ini tengah mematung.
"Jangan sembarangan bicara, kita sudah tidak punya hubungan apapun, setelah anak kita keguguran Riana"ucap NATO, sontak membuat Rosella, bangkit dan hendak pergi, tapi tangan nya digenggam oleh NATO saat itu juga.
"Tetap disini agar tidak ada yang salah paham lagi"ucap NATO tegas.
"Tapi dok, saya ditunggu pembeli, jadi silahkan kalian ngobrol dulu"ucap Rosella.
"Kantin ada Cctv nya jadi tidak usah banyak alasan"ucap NATO.
"NATO, sayang siapa? dia"ucap Riana.
"Riana, jangan panggil aku seperti itu lagi aku bukan siapa-siapa kamu lagi"ucap NATO.
"Kamu jangan khawatir sayang aku tak masalah jika kamu ingin mendua, asal jangan tinggalkan aku"ucap Riana.
"Tidak usah di duakan jika mbak masih cinta silahkan saja"ucapan Rosella, wanita itu menghempaskan tangan NATO dengan kasar dia pun pergi begitu saja.
"Rosella, tunggu! Ros" teriak NATO, tapi gadis itu tidak menggubris, dia langsung turun berjalan menuju tangga yang tak jauh dari kantin tersebut.
"Ros, aku bilang tunggu" NATO langsung menarik tangan Rosella, hingga gadis itu menabrak dada bidang nya, NATO memeluk gadis itu.
"Jangan pergi, aku dan wanita itu hanya masalalu, dan sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah punya hubungan apapun lagi"ucap NATO.
"Tapi lihat lah dia bahkan masih mencintai mu kak"ucap Rosella.
"Rosella"ucap seseorang dari arah belakang.
Seorang pria tampan yang seumuran dengan Rosella.
"Aldi"ujar Rosella kaget.
"Kamu sedang apa disini apa? kamu sakit" ucap pria yang bernama Aldi.
"Ah, tidak aku sedang berjualan di kantin"ucap Rosella.
"Heumm, pantas saja aku mencari mu ke, rumah mu tapi rumah itu sepi, rupanya kamu disini" ucap Aldi.
"Ada apa? mencari ku ke rumah"ucap Rosella.
"Mommy ingin pesan cupcake, buatan mu untuk acara arisan besok"ujar Aldi.
"Baik lah temui aku di kantin"ucap Ros.
"Baiklah"ucap Aldi.
"Dia tampan juga ya"ujar NATO.
"Ya, dia memang tampan sejak kecil"ucap Rosella tanpa melihat, wajah pria yang kini berbicara dengan nya tengah menahan kemarahan.
Dia langsung berbalik dan pergi begitu saja, NATO tidak bisa lagi membendung rasa cemburunya, dia tidak mungkin memarahi Rosella, apalagi saat ini sedang ada banyak orang.
"Kenapa? sih aneh banget deh" ucap Rosella, yang langsung pergi menuju kantin yang ternyata tengah penuh dengan yang sedang makan dan jajan, mereka semua sudah biasa mengambil sendiri semua makanan yang mereka mau.
"Heumm, pantes saja yang ditunggu baru dari atas, habis selain jadi juragan kantin juga jadi tukang pos"ucapan dokter Randi, yang juga satu profesi dengan NATO.
__ADS_1
"Dok, mau makan atau apa?"ucap Rosella.
"Kopi sama Biscuit yang kemarin ya"ucap dokter Randi.
Pria berusia 35 tahun itu terlihat masih sangat muda dan tampan, mungkin karena dia seorang dokter, yang bisa menjaga kesehatan sendiri.
"Kopi pahit buat dokter tampan sudah tersedia"ucap Rosella, yang menang sudah sangat akrab, karena dokter Randi sangat humoris, mungkin itu kunci awet muda nya dia.
"Sesekali minum yang manis-manis Dok"ujar Rosella lagi.
"Kan sudah ada kamu yang lebih manis di sini"ucap dokter tersebut sambil tersenyum manis.
"Oh sweet banget sih, ingat istri dan anak dirumah"ujar Rosella, seketika itu hampir semua yang tengah ngopi dan makan langsung tersedak, mereka pun mereka pun terbatuk-batuk masal.
"Wah, dosa nih gue, ya Allah ampuni hamba"ucap Rosella yang langsung beranjak pergi pergi membagikan air mineral dalam kemasan, sementara Dokter Randy malah cengengesan melihat tingkah konyol gadis itu.
"Ros... Ros, andaikan saja aku tidak punya pekerjaan, aku bantu kamu ngurus kantin"ujar nya.
"Ah...ya tapi terimakasih dokter yang ada mereka semua kabur karena ulah dokter yang jahil "gerutu Ros.
"Tapi Randi, malah dibuat ngakak, baginya Rosella sudah seperti hiburan di tengah rasa lelahnya setelah berjam-jam lamanya.
"Owh ya ampun ini lagi kotak pos gue sudah penuh lagi, bagaimana bisa"ucap nya, kesal selain kesal karena dijadikan sebagai tukang pos, dia juga akan mendapatkan semprotan kemarahan.
"Jangan sampai hingga waktu perpisahan tiba, dan semua yang tercipta hanya air mata hanya air mata, mungkin saja cinta kan menghilang selamanya"senandung dokter Randi.
"Diam dokter jangan menyindir, saya"ucap
"Oh ya ampun Rosella yang cantik, aku sedang bersenandung tapi malah kau hentikan, bukan nya berterima kasih, agar semua pengunjung terhibur, hitung-hitung di cafe-cafe gitu iya kan temen-temen" ucapan Randi semakin sengaja untuk membuat wanita itu tambah kesal.
"Mereka memang terhibur dengan suara dokter yang serak-serak basah belom diperas itu, tapi saya dengar nya ngeri"ucap gadis itu sambil memasukkan semua adonan yang sedang dia buat kedalam mikser sambil nunggu semua nya benar-benar lembut, dan moyis , Rosella pun menggoreng beberapa jenis bakwan jagung dan udang juga tahu isi, meskipun ini sudah lewat jam makan siang atau pagi tapi penyuka bakwan itu benar-benar banyak.
Beruntung tuhan memberikan dia kesehatan, untuk bisa mengerjakan semua pekerjaan itu.
Kantin yang sempit itupun penuh dengan berbagai jajanan dan masih banyak menu lainnya semua Rosella kerjakan sendiri.
Sampai puluhan cupcake itu masuk akhirnya dia pun duduk sejenak, sebelum beres-beres yang lainnya.
Setelah itu dia kembali menata barang dagangan nya, dan semua terlihat sangat rapih dan bersih, tidak lama wangi cake sudah matang pun tercium, gadis itu langsung mengeluarkan semua nya dari panggangan setelah itu dia kembali memasukkan adonan yang lain kedalam oven tersebut , sampai semua adonan cupcake selesai di panggang, wanita itu langsung menghias nya dengan berbagai topping diatasnya.
Selain tepat sore hari, beberapa pesanan pun sudah dia kemas, di kotak plastik berukuran besar berisi hingga dua puluh buah cupcake, harganya 250 ribu, karena cupcake nya sungguh sangat istimewa dan kotak kemas nya juga cukup cantik dengan harga yang sesuai, setiap kotak sudah dia beri nama sesuai pesanan, dan khusus untuk pesanan, bayarnya lewat rekening.
...🌸.....................🌸...
Setelah selesai mengemas cupcake kemasan tersebut, Rosella berjalan membawa kotak surat dan kado, untuk pria itu, dengan langkah gontai dia berharap NATO, ada di dalam ruangan tersebut, agar dia tidak lagi membawa itu turun kebawah jujur, bukan benci atau pun cemburu, tapi gadis itu sudah benar-benar lelah dan tidak mungkin lagi untuk berjalan naik turun tangga.
Sesampainya di depan ruangan gadis itu berdiri mematung di tempatnya, karena melihat , seseorang tengah bergelayut manja di lengan pria itu.
Sampai saat wanita itu duduk di pangkuan NATO, Rosella pun meninggalkan kotak pos begitu saja, lalu pergi begitu saja, dia tidak menyangka jika selama ini, suster Nara suka sama NATO, hingga sampai sejauh itu, dan tentu saja sebagai pria normal NATO, akan tergoda dengan wanita itu.
Hingga dia diam saja saat Nara, duduk di pangkuan nya dan menatap lekat wajah cantik itu.
Rosella, benar-benar tidak ada apa-apa nya, dibandingkan dengan suster Nara, yang seorang wanita cantik berpendidikan tinggi dan juga memiliki tubuh yang proporsional bak model.
Rosella, berjalan menuju toilet, dia benar-benar tidak kuat menahan rasa sakit yang dia alami saat ini, hingga rasanya ingin menghilang saja dari dunia ini.
Rosella, duduk di atas kloset duduk, tanpa menghiraukan rasa jijik dan geli karena itu adalah toilet umum, dia pun menangis sesenggukan, sampai saat air mata nya sudah tidak ada gunanya lagi dia keluarkan, wanita itu pun membasuh wajah nya di wastafel dan berjalan keluar menuju kantin, dan ternyata ada Nara, dan NATO, entah berniat untuk pamer kemesraan atau apa? tapi entahlah, Rosella berjalan masuk pura-pura tidak melihat, dan menyibukkan diri di sana, hingga Nara pun berdiri dan berkata pada Rosella untuk mengambil pesanan nya dan saat itu terlihat wanita itu mengeluarkan pecahan uang seratus ribuan, dari dalam dompet nya.
"Ros, ini aku ambil pesanan ku, karena tidak sempat transfer, aku langsung bayar saja"ucapan Nara, tanpa gugup sedikit pun, bahkan terlihat (WATADOS) alias wajah tanpa dosa.
"Owh tidak usah, suster Nara yang cantik bak super model, anggap saja itu adalah hadiah jadian kalian berdua"ucap Rosella.
Sontak keduanya tiba-tiba gelagapan, apalagi NATO, yang sedari tadi sedang menatap lekat wajah sembab itu.
"Apa? maksud mu, Ros, jangan fitnah bukan nya kamu adalah pacar dari beliau"ucap, nya.
"Heuuhh, tidak perlu berpura-pura, aku tau semua nya, dan satu lagi dia tidak benar-benar mencintai ku, aku hanya wanita yang dikasihani oleh dia"ucap Rosella.
"Rosella, ikut aku, sekarang juga"ucap NATO.
__ADS_1
"Tidak perlu dokter, surat cinta milik anda juga sudah saya kirim kesana, mulai besok juga saya tidak buka kantin lagi jadi surat itu mungkin akan menumpuk di sana, bisa minta tolong asisten cantik anda untuk mengambil nya"ucap Rosella.
"Rosella"ucap NATO datar.
"Ros ini bayaran nya"ucap Nara, sambil mengibaskan rambutnya dan kemudian pergi begitu saja.
Rosella pun hanya tersenyum getir, bagaimana bisa, semua ini terjadi disaat dia benar-benar percaya bahwa NATO, benar-benar mencintai nya, ternyata kenyataan pahit itu terpampang nyata di hadapan nya.
Rosella, meraih uang tersebut hingga dia melempar nya kedalam tong sampah, saat itu juga, NATO, kaget dengan perbuatan wanita itu.
"Aku tidak butuh uang dari orang yang munafik"ucap nya.
"Yang, kamu salah paham"ucap NATO.
"Salah paham ya,,, dokter benar saya sudah salah paham pada anda, yang aku kira cinta tapi ternyata hanya dusta, dan rasa kasihan saja"ucap Rosella.
"Rosella! kamu bisa tunggu aku selesai bicara kan"bentak NATO.
"Maafkan saya, tidak ada yang perlu kita bahas lagi" ucap Rosella.
"Rosella, bukan itu, maaf"ujar NATO.
"Untuk, apa? minta maaf, itu adalah hal wajar, anda sangat tampan dan mapan juga banyak dikagumi oleh wanita, jadi wajar, jika suster Nara yang cantik itu menjadi pilihan anda kalian berdua begitu serasi.
"Ros, aku mau ambil pesanan"ucap Aldi, lagi-lagi pria itu jadi pemisah pertengkaran mereka berdua.
"Al, ambil saja dan ini ada bonus untuk Tante"ucap Rosella.
"Uangnya, nya sudah mommy transfer dia melebihkan itu"ucapan Aldi.
"Terimakasih Aldi, salam buat camer"canda Rosella.
''Ahh giliran dilamar saja, lari terbiritbirit, sekarang kamu, sok-sokan menantu, kalau sudah siap dilamar, Abang akan kembali dari LA" ujar Adi.
"Tunggu setelah aku sama-sama sukses"ucap Rosella santai.
"Aku, pamit pulang dulu" ucap Aldi.
"Ternyata hebat juga ya bisa dilamar oleh pria tampan"ucap NATO datar tangan nya terkepal erat di balik saku celana nya, yang terhalang oleh jas putih.
Rosella, tidak menggubris perkataan NATO sama sekali gadis itu tengah sibuk membereskan barang-barang nya, dia sudah tidak ingin hidup lagi dalam rasa belas kasih orang lain.
"Aku bayar sewa tempat, dan mulai besok kamu bisa sewakan pada orang lain"ucap Rosella.
"Rosella jangan keterlaluan, hanya karena salah paham, kamu melakukan semua ini, aku dan Nara, tidak ada apapun, selain hubungan kerja"ucap NATO berusaha menjelaskan.
"Semua bukan urusan ku lagi dokter, anda bebas untuk bersama dengan siapapun, lagi pula diantara kita tidak ada ikatan apapun"ucap Rosella.
"Rosella, aku tau kamu sedang terluka tapi semua itu benar-benar salah paham"ucap NATO.
NATO, pun masuk kedalam kantin, tapi tiba-tiba"Sayang mommy cari kamu diruangan mu tapi tidak ada"ujar wanita cantik pemilik rumah sakit tersebut.
"Baru saja keluar mom, ada perlu mendadak"ucap nya beralasan.
"Ros, putri ku ingin cupcake lagi apa? ada di sini"tanya Anggita .
"Mom, tapi Agatha di LA, apa? mommy mau kirim ke sana"ucap NATO.
"Adik mu bukan hanya Agatha, saja Sayang apa kamu lupa"ucap Anggita sambil tersenyum.
"Lana"ucap NATO.
"Ya dia ngidam, saat Opa, pesan sudah kehabisan"ujar Anggita.
"Tapi nyonya dokter, tidak pernah ada yang pesan cupcake ke saya , karena biasanya jika ada yang pesan saya akan langsung membuat mungkin di toko terkenal itu"ucap gadis itu.
"Tidak Ros, Opa pesan di sini, tapi putra ku mungkin lupa untuk menyampaikan nya"ujar Agatha.
"Dokter NATO, memang sangat sibuk, hingga lupa jadwal makan, tapi tidak lupa jika urusan asisten pribadi nya"ucapan nya langsung terhenti saat NATO menggenggam erat tangan Rosella.
__ADS_1