
Setelah kabar kehamilan ku, akhirnya aku hanya mengajar gerak tari dengan sangat hati-hati karena mereka tidak ingin diajar oleh yang lain.
Aku pun terpaksa harus mengajar mereka tapi kali ini hanya beberapa genre musik yang aku tentukan kalaupun ada yang ingin yang lebih energik aku hanya mengajar lewat gerakan slow motion untuk bisa memberikan pelajaran yang cepat untuk mereka.
sementara mas Marvin, seringkali menghubungi ku, lewat BI Ijah karena aku tidak sempat tapi bi Ijah selalu mengirimkan video tentang aktivitas ku pada mas Marvin.
sampai jam makan siang tiba mas Marvin, datang membawa beberapa paper bag berisi makanan yang aku suka.
"Sayang bagaimana hari nya"ucap mas Marvin yang langsung memeluk ku.
"Mas lihat sendiri"ucap ku sambil tersenyum.
"Sayang ku makin cantik dan seksi"ucap nya sambil menatap ku dari atas sampai bawah.
hingga seseorang datang menghampiri Marvin.
"Daddy kamu disini"ucap nya yang langsung mengecup mas Marvin, mataku membulat dan aku langsung bergegas mendorong wanita yang sudah beberapa hari ini menjadi anak didik ku.
"Hey apa-apaan kau ini"teriak mas Marvin, sambil menarik ku kedalam dekapannya.
mata mas Marvin melotot tajam kearah gadis itu, aku tidak pernah melihat kilat amarah dari mas Marvin selama ini.
wanita itu langsung pergi berlari ketakutan hingga akhirnya wanita itu tidak terlihat lagi.
"Sayang kamu tidak apa-apa yang"ucap mas Marvin padaku.
"Dia siapa? mas" tanya ku.
"Tidak tau sayang mungkin wanita gila, ayo makan siang dulu, kita akan segera pulang aku kangen kamu sayang ku"ucap nya sambil tersenyum.
Aku hanya tersenyum kecil ketika mas Marvin bicara seperti itu, hingga akhirnya aku selesai makan siang aku pun pulang bersama dengan nya saat itu juga diikuti BI Ijah yang kini pulang ke rumah dengan taksi mas Marvin bilang karena dia ingin privasi kita berdua.
hingga kami berhenti sejenak mas Marvin mengajak ku ke sebuah pusat perbelanjaan dan dia membawa ku ke toko perhiasan, dia langsung disambut oleh pelayan toko tersebut dan pelayan itu langsung memberikan sebuah kota perhiasan bertahtakan berlian dan kalung emas putih yang memiliki liontin inisial nama nya M dan dia langsung meminta ku duduk di sofa dan langsung memasangkan kalung yang melingkar indah di leher ku.
dia tersenyum lalu mengecup ku, setelah itu dia langsung meminta ku untuk memilih berlian yang disodorkan oleh pelayan toko tersebut, hingga aku dibuat bingung harus memilih yang mana, karena bingung aku meminta mas Marvin untuk memilih nya.
pria tampan yang selalu terlihat mempesona dan berwibawa itu, dengan senang hati memilih sebuah cincin yang sangat cantik yang kini melingkar di jari manis ku.
"Apa? kamu suka dengan ini sayang ku"ucap mas Marvin.
"Terserah mas, saja ini juga sudah lebih dari cukup"ucap ku jujur, karena aku tidak suka dengan berbagai perhiasan yang terlihat sangat berlebihan aku lebih suka jika hanya menggunakan cincin tanpa permata,aku lebih suka tidak menggunakan apapun.
hingga akhirnya aku pun menjatuhkan pilihan pada cincin berlian bermata satu, yang tidak terlalu tampak kilaunya, hanya mungkin sedikit tersembunyi di balik cincin yang berbentuk datar tersebut.
"Yang kenapa? tidak memilih yang ini saja aku masih mampu untuk membelinya bahkan hingga satu toko ini pun aku mampu"ucap mas Marvin yang mungkin merasa geram dengan pilihan ku, yang tidak seperti wanita pada umumnya.
"Tidak apa-apa, mas aku hanya tidak terlalu suka dengan perhiasan"ucap ku jujur.
hingga akhirnya aku pun berdiri dan mengajak mas Marvin pulang.
pria itu terlihat seperti sedang kesal mungkin karena aku tidak jadi membeli satu cincin pun.
__ADS_1
POV: Marvin.
Aku datang ke tempat kerja istri ku,hari ini sambil membawa makan siang untuk nya, hingga tiba di sana aku kaget ada wanita yang tiba-tiba mendekat dan mencium ku, wanita itu ternyata teman kencan ku yang aku temui saat di club malam waktu itu.
aku tidak menyangka bahwa ternyata wanita itu masih mengingat ku, hingga aku pun menatap tajam kearah nya dia langsung pergi karena dia takut saat menatap ku, wanita itu tau aku tidak akan pernah melepaskan siapapun yang telah mengganggu ku.
dan aku melihat istri ku, seperti terpengaruh dengan kejadian tadi aku melihat matanya tidak fokus, dan juga terlihat seperti sangat gelisah aku takut istri ku kembali down hingga akan berpengaruh akhirnya aku memutuskan untuk pergi menuju mall tempat aku memesan perhiasan terbaik di toko tersebut untuk istri ku,agar dia tetap mengingat semua tentang ku, dan aku yang menyimpan setiap memori yang terjadi di antara aku dan dirinya kami hidup bersama selama ini dalam ikatan pernikahan, aku pun masih ingat disaat pertama kali bertemu dengan nya,di club malam setelah kecelakaan itu terjadi.
dia menari dengan enerjik dan juga sangat menggoda ingin rasanya aku melihat dia yang seperti itu tapi yang aku tidak ingin saat itu adalah dia menganggap ku sebagai orang asing.
POV off
setibanya di rumah aku dan mas Marvin langsung mandi bersama di kamar mandi kami mengobrol panjang lebar di dalam bathtub,mas Marvin membantuku untuk menggosok punggung ku, begitu juga dengan ku yang sama-sama membantu nya menggosok punggung nya.
hingga akhirnya selesai, aku buru-buru keluar dan berganti pakaian, aku tidak ingin berlama-lama di dalam sana karena mas Marvin sudah tidak lagi terkontrol.
"Yang kamu buru-buru ada apa? heummm"ucap mas Marvin.
"Aku kedinginan mas"jawab ku sambil mengeringkan rambut ku, tiba-tiba mas Marvin mendekat dan meraih pengering rambut tersebut dan langsung membantu ku untuk mengeringkan rambut.
akhirnya kami pun berbaring dan saling berpelukan karena aku sudah sangat lelah hari ini, aku menutup mataku hingga mas Marvin, pergi pun aku tak tau dia pergi ke mana.
hingga beberapa saat kemudian aku bangun dan berjalan menuju lantai bawah saat di tengah tangga aku melihat suamiku tengah berbicara serius di telepon, dia tengah membahas tentang ku, dan obat, obat untuk apa? aku tidak tau yang aku tau raut wajah mas Marvin, terlihat begitu khawatir.
aku turun dan mendekat ke arah nya dan dia begitu terkejut seperti nya karena terlalu fokus mas Marvin sampai tidak sadar bahwa aku sudah berada di samping nya sedari tadi.
suamiku langsung memeluk ku, dan aku merasakan ada getaran dari tubuh mas Marvin, entah apa? yang dia sembunyikan saat ini, tetesan air mata mas Marvin jatuh di punggung ku,aku semakin bingung di buatnya.
Aku tidak tahu apa yang terjadi saat ini tiba-tiba aku sudah berada di dalam sebuah ruangan serba putih dengan semua peralatan yang menempel di tubuh ku, aku memanggil Mami, tapi dia tidak kunjung hadir di sana,aku panggil Papi, hasil nya sama aku panggil semua tapi tidak ada yang datang kecuali seorang pria tampan yang selalu hadir di dalam mimpi ku pangeran berkuda putih, yang selalu aku impikan.
POV: Marvin.
setelah dokter mengatakan hasil pemeriksaan medis yang menyatakan bahwa masih ada gumpalan darah di otak istri ku yang menyebabkan hilang timbul nya ingatan Ariana, istri tercinta ku, dan satu hal yang membuat ku takut adalah jika operasi itu dilakukan maka dia akan kehilangan ingatan secara permanen tentang masa sekarang dan yang ada hanya ingatan saat sebelum dia kecelakaan bukan saat bahagia antara kami berdua, dan tidak ada obat untuk satu hal itu kecuali aku kembali masuk sebagai orang asing dalam hidupnya, jujur aku sudah sangat lelah tapi aku tidak ingin kehilangan wanita yang sangat aku cintai tapi untuk kali ini aku akan mencoba untuk bersabar dan tetap menunggu keajaiban semoga suatu saat nanti istri ku akan mengingat ku lagi dan kali ini untuk selamanya.
aku berpikir bahwa selama ini obat-obatan yang dia konsumsi untuk terapi otak akan berbuah manis, tapi ternyata malah terjadi pendarahan di otak dan gumpalan darah itu terdeteksi setelah dia mengkonsumsi obat tersebut.
dan yang lebih fatal nya dia bisa kehilangan nyawa nya, kalau operasi itu gagal dan itu Ariana dan calon putra kami akan lenyap, aku langsung memeluk nya, menangis dalam diam sambil memeluk istri ku, jika aku bisa meminta, aku boleh memilih, aku saja yang sakit jangan anak dan istri ku
POV off.
"Anda siapa?"ucap ku bingung.
"Aku adalah suami mu honey, nama ku Marvin Alexander, dan disini ada anak kita yang baru tumbuh, dan ini adalah bukti cinta ku padamu"ucap pangeran berkuda putih itu.
"Suami"ucap ku bingung.
"Aku punya suami"ucap ku kaget.
"Heuum ya sayang lihat kalung dan cincin yang ada di tangan mu"ucap nya yang menunjukkan semua nya.
"M"ujar ku.
__ADS_1
"M, untuk Marvin dan aku adalah suami mu"ucapnya.
Aku tersenyum padanya dan aku mencoba untuk percaya.
"Lalu dimana keluarga ku, Papi dan Mami Liliana"ucap ku.
"Mereka sudah lama tiada, kini kamu hanya punya aku"ucap nya.
"Aku akan mencoba untuk percaya, tapi jika kamu menipu ku, aku tidak akan pernah memaafkan mu"ucap ku.
"Terimakasih sayang, aku janji pelan-pelan aku akan membantu mu mengingat ku lagi, tapi jika tidak ingat semua itu kembali, aku akan dengan sabar memulai semuanya dari awal"ucap nya serius ada bulir air mata dari sudut mata nya.
Dan entah mengapa? aku tidak tega melihat tangis nya.
"Aku minta maaf jika aku telah menyakiti mu tapi aku benar-benar tidak mengingat mu, yang aku ingat adalah kau adalah pangeran berkuda putih yang selalu hadir di dalam mimpi ku"ucap ku.
aku pun membiarkan dia memeluk ku, sambil menangis.
"Aku sangat mencintaimu dulu saat ini dan nanti, meskipun berulang kali kau melupakan ku, aku akan dengan setia menemani hingga akhir hayat ku, sayang aku sangat mencintaimu, Aku Marvin Alexander, sangat mencintaimu, benar-benar mencintai mu"ucap nya.
tangan ku refleks mengelus puncak kepala pria tampan yang kini berada di hadapan ku.
"Aku percaya mas,aku percaya"ucap ku.
satu minggu berlalu aku tidak melihat kedatangan pria yang satu minggu lalu mengaku sebagai suamiku dan ayah dari bayiku, hingga beberapa menit kemudian pintu terbuka dan tampak seorang pria tampan yang membawa buket bunga yang sangat indah.
"Selamat pagi istri ku, maafkan aku beberapa hari ini aku tidak sempat menemani mu, aku baru kembali dari luar negeri karena ada perjalanan bisnis yang sangat menyita waktu, saat aku ingin pamit pergi kamu sedang tidur nyenyak dan aku tidak ingin mengganggu tidur mu"ucap nya, terlihat tidak ada kebohongan dari matanya.
"Tidak apa-apa, mas aku juga tidak terlalu kesepian, saat ini karena bayi ku selalu bergerak di dalam sini"ucap ku.
tiba-tiba mas Marvin, mendekat dan mencium puncak kepala ku, lalu mencium perutku, mengusap nya dengan lembut dan tiba-tiba ada pergerakan dari perut ku.
"Dia merindukan Daddy nya"ucap mas Marvin sambil kembali memeluk perutku membenamkan kepalanya di perut.
"Cepat lah pulih aku dan bayi kita sangat membutuhkan mu, dan setelah kamu sembuh kita bisa berziarah ke makam Mami dan Papi"ucap nya.
"Terimakasih mas, aku juga sudah bosan berada di sini"ujar ku sambil mengelus pipi pria tampan yang ada di hadapanku.
aku tidak tau kenapa? aku merasa sangat dekat dengan nya, pria ini mampu membuat ku mengakui bahwa diantara kami terdapat sebuah ikatan.
setelah dokter menyatakan bahwa aku sudah pulih, beberapa minggu berada di rumah sakit, aku pun dibawa pulang ke rumah, rumah yang terasa tidak asing bagiku, aku melihat foto pernikahan kami di ruang utama dan berbagai foto kebersamaan ku dengan nya, aku yang sedang menari aku yang bahkan menggunakan motor sport ku, dan masih banyak lagi yang lainnya, dan satu foto yang membuat ku, menitikkan air mata, foto pernikahan kami dengan Papi dan Mami berada di samping kami.
"Jangan menangis sayang, mereka sudah bersama di surga terindah berkat do'a dari putri nya yang selalu mendoakan nya, setiap kali sholat, Mami sangat mencintai mu, dia selalu berpesan agar aku terus menjaga mu, selamanya dalam suka maupun duka, aku tidak akan pernah melepaskan mu atau meninggalkan mu"ucap nya.
"Aku percaya bahwa kamu adalah pria baik dan aku akan terus berusaha untuk selalu percaya pada mu, semoga tuhan membalas kebaikan mu, dan ketulusan mu"ucap ku.
Dia membantu aku berbaring, perlahan di atas ranjang yang terasa sangat nyaman, setelah sekian lama beranda di rumah sakit.
"Aku akan tetap disini sayang, kamu bobo ya sayang semoga mimpi indah"ucap mas Marvin yang langsung memeluk ku dari samping.
rasanya sangat nyaman, mungkin karena itu adalah bukti dari rasa sayang nya pada kami berdua.
__ADS_1
"Mas, siapapun kamu, aku percaya bahwa kamu adalah pria terbaik dalam hidup ku"